Membangun Hubungan yang Sehat dengan
berusia 10 tahun mungkin membutuhkan waktu 10 tahun sebelum mereka merasa benar- benar memiliki hubungan yang nyata dengan Anda.
a. Anak tiri sering merasa bingung terhadap hubungan keluarga baru mereka, merasa bisa menerima dan sekaligus benci terhadap perubahan yang dibawa oleh orang-orang baru dalam hidup mereka. Beri anak-anak ruang dan waktu untuk mengatasi emosi mereka.
b. Maklumi diri Anda jika tidak sepenuhnnya diterima oleh anak tiri. Penerimaan mereka terhadap Anda sering kali didasari karena mereka ingin tetap
berhubungan dengan orang tua kandung mereka. Saat Anda memaklumi diri, Anda tidak akan tersinggung saat penolakan mereka nyata di hadapan Anda.
c. Beri waktu untuk anak tiri Anda jauh dari Anda, khususnya saat dengan orang tua kandung mereka. Mereka sangat menginginkan waktu ekslusif yang anak tiri miliki dengan orang tua kandung mereka sebelum Anda masuk dalam
keluarganya. Menghargai anak tiri Anda dengan memberikan mereka waktu ekslusif tersebut akan membuat mereka segera menghormati Anda.
2. Kesetiaan anak dengan orang tua kandung mereka mungkin akan memberi dampak negatif terhadap penerimaan mereka terhadap Anda.
Anak-anak sering kali terluka secara emosional saat mereka merasa nyaman dengan orang tua tiri. Ketakutan bahwa bila ia menerima Anda itu berarti melukai orang tua kandung mereka adalah ketakutan yang umum terjadi. Rasa bersalah yang mereka rasakan dapat berujung pada perilaku tidak taat dan tidak mau membuka hati. Berikut beberapa cara untuk menolong anak-anak tiri menghadapi pergumulan mereka:
a. Biarkan anak-anak menjaga kesetiaan mereka dan dukunglah hubungan dengan orang tua kandung mereka;
b. Jangan pernah mengkritik orang tua kandung mereka, karena ini akan memerburuk pendapat anak tentang Anda;
c. Jangan mencoba menggantikan ketidakterlibatan atau ketidakhadiran orang tua yang sudah meninggal. Ketahuilah bahwa Anda adalah sosok orang tua tambahan dalam kehidupan anak tersebut. Jadilah diri Anda sendiri.
3. Aturan utama untuk hubungan orang tua tiri dan anak tiri adalah dengan membiarkan anak-anak menentukan sendiri langkah mereka untuk menjalin hubungan dengan Anda.
Bila anak-anak tiri terbuka pada Anda dan tampaknya ingin menjalin kedekatan fisik dengan Anda, jangan membuat mereka kecewa. Namun bila mereka tetap menjaga jarak dan berhati-hati, jangan memaksa diri untuk bisa dekat dengan mereka. Hormatilah batas yang mereka buat, karena jarak itu sering kali merupakan simbol dari kebingungan mereka atas hubungan yang baru ini dan atas kehilangan yang mereka rasakan di masa lalu.
4. Relaks dan Bangunlah Hubungan
Ketika tidak ada sebuah kemajuan sama sekali sebagai orang tua tiri, maka relakslah.
Terimalah hubungan yang ada sekarang dan percaya hubungan Anda akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Sementara itu, gunakanlah saran-saran berikut ini untuk membantu Anda menjalin hubungan secara perlahan.
Pertama, amati kegiatan anak-anak tiri Anda. Cari tahulah apa yang mereka lakukan di sekolah, gereja, dan kegiatan ekstrakurikuler. Dan jadikan itu sebagai bagian dari tujuan Anda. Dengan mengamati, Anda dapat mengimbangi minat anak tanpa terlalu masuk ke dalam hidupnya.
Kedua, menjalin relasi, tetapi lakukan perlahan. Orang dewasa sering kali menganggap bahwa cara untuk mengenal anak tiri mereka adalah dengan menghabiskan waktu secara pribadi dan khusus bersama mereka. Hal tersebut memang bisa diterapkan pada beberapa anak tiri, tetapi kebanyakan anak tiri lebih suka untuk tidak terjerumus dalam situasi seperti ini sampai dia sendiri merasa nyaman dengan orang tua tiri mereka.
Saran lain untuk menjalin relasi adalah dengan membagikan talenta, kemampuan, dan minat Anda dengan anak, dan tertariklah dengan minat, kemampuan, dan talenta mereka.
Berbagi tentang Tuhan melalui dialog, musik, atau kegiatan gereja adalah cara lain yang baik untuk menjalin relasi. Diskusikan nilai-nilai ini melalui cara pandang Kristus, dan membangun kebaktian keluarga juga bisa menjadi cara untuk memerkuat hubungan Anda selain untuk membangun fondasi rohani anak Anda.
5. Temukan Peran Anda Melalui Disiplin
Mungkin peran yang paling memusingkan bagi orang tua tiri adalah bagaimana
membuat batasan, mengajarkan nilai-nilai, dan memberlakukan konsekuensi. Tentu saja, halangan yang paling umum bagi keluarga tiri adalah saat orang tua kandung terlalu memegang tanggung jawab dalam membesarkan anak dan orang tua tiri mulai terlalu cepat menghukum anak bila mereka melakukan kesalahan. Jadi, pendekatan sebagai tim yang melibatkan baik orang tua kandung maupun orang tua tiri adalah yang terbaik. Hal ini bisa dilakukan dengan menegosiasikan aturan-aturan dan kepemimpinan di rumah.
Beberapa hal bisa didiskusikan, seperti peran, standar, konsekuensi, dan sistem disiplin bagi anak-anak. Kemudian orang tua kandung bisa menyampaikan hal ini kepada anak- anak.
Nilai dari Orang Tua Tiri
Pernahkah Anda berhenti memerhatikan bahwa Tuhan Pencipta alam semesta ini
memercayakan Anak-Nya untuk dibesarkan oleh ayah tirinya, Yusuf? Ya, dalam hal ini Yesus adalah anak tiri. Selain sedikit cerita tentang sifat Yusuf, kita bisa memastikan bahwa Tuhan melakukan hal ini untuk sebuah alasan. Yusuf pasti memunyai pengaruh yang besar kepada Yesus saat masih muda. Saya simpulkan bahwa sifat Yusuf yang berpengaruh pada
pertumbuhan Yesus dalam kebijaksanaan, fisik, dan kemurahan hati-Nya kepada Tuhan dan
sesama (Lukas 2:40, 52) adalah tak terbatas.
Tantangan menjadi orang tua tiri adalah sangat nyata. Pentingnya peranan Anda dalam
kehidupan anak tiri Anda tak ternilai. Berkomitmenlah kepada Tuhan, seperti yang dilakukan Yusuf, dan tawarkan kasih-Nya kepada anak tiri Anda (sebisa mungkin). Anda mungkin tidak pernah menyadari betapa pentingnya Anda. (t/Ratri)
Diterjemahkan dan diringkas dari:
Sumber: http://pepak.sabda.org/membangun_hubungan_yang_sehat_dengan_anak_tiri