BAB 2 Menjadi Technopreneur Yang Tangguh
2.1 Membangun Motivasi Diri
2.1.4 Menghargai Hal-Hal Kecil dalam Hidup
Setelah kita mampu menegelola pikiran dan mengubah setiap cara pandang yang negatif menjadi lebih positif, segera tindak lanjuti dengan hal-hal yang baik pula. Intinya, jangan berhenti pada cara pikir yang baik saja. Apabila kita hanya berpikir yang baik-baik, berpikir tentang kesuksesan, kebahagiaan, dan kesehatan, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk meraihnya, kita pun tidak akan pernah mendapatkan apa pun juga.
Hasil yang kita harapkan tidak akan terwujudkan hanya dengan mengkhayalkannya. Uang tidak akan langsung jatuh dari langit saat kita membayangkannya. Kita tidak akan bisa hidup sehat hanya dengan memikirkannya, tetapi kita perlu melakukan tindakan yang nyata, seperti menjaga pola makan, berolahraga, mempunyai gaya hidup sehat, dan sejenisnya.
hal-hal kecil dalam hidup kita. Hal-hal kecil adalah segala sesuatu yang tampaknya begitu sepele dan kita berpikir tidak apa-apa untuk melewatkannya karena suatu waktu akan terjadi kembali atau pihak yang bersangkutan akan memakluminya andaikata kita mengabaikan itu.
Amazon.com yang didirikan oleh Jeff Bezos. Bezos memulai bisnisnya di garasi dengan dibantu beberapa orang pegawai. Bisnis ini diberi nama Amazon dan berhasil menjual buku pertamanya pada Juli 1995. Perusahaan ini pada mulanya hanyalah sebuah toko buku, kemudian meluas ke compact disc, ke lelang, dan sekarang sudah mempunyai ribuan produk.
Pada tahun 1996 situs Amazon.com berhasil membukukan 15,7 juta dolar. Dua tahun kemudian telah melonjak menjadi 600 juta dolar. Situs ini sudah mempunyai konsumen yang tersebar di seluruh dunia sehingga menjadi toko online terbaik tahun 2002 versi majalah Yahoo. Mengapa Jeff menamai perusahaannya dengan Amazon?
“Karena sungai Amazon merupakan sungai terbesar di dunia,” kata Bezos. Sungai Amazon menampung 20% air bersih dunia. Jeff Bezos bermimpi perusahaannya kelak akan menguasai 20% pasar dunia.
Seperti halnya besar dan kecil, kita sering menghargai yang karena menurut kita yang besar yang lebih membuat hidup berarti sehingga kita sering melupakan hal yang kecil. Jika hal ini terjadi maka yang ada bahwa kita menjadi seorang yang berobsesi hanya terhadap hasil tanpa melihat proses yang mendahuluinya.
Sumber : www.newsweek.com
Bukalah mata hati dan pikiran lebar-lebar bahwa banyak peristiwa yang hanya melihat hasil akhirnya pada proses sering terjadi kegagalan.
Sekecil apapun usaha kita sekecil apapun yang kita terima dan sekecil apapun yang harus kita kerjakan maka kitapun harus memberikan porsi yang sama untuk mereka. Ketika kita sudah meremehkan yang kecil maka yang besar tak akan pernah mampu kita raih.
Hargailah sekecil apapun yang kita terima karena bisa jadi yang kecil itulah yang mampu mengantarkan kita pada indahnya kehidupan akhirat kelak. Karena sebagai manusia terkadang kitapun memiliki keterbatasan untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dan hanya mampu melakukan hal-hal yang kecil dan bisa jadi pula yang kecil itu kita lakukan karena ikhlas sedangkan yang besar dalam melakukannya sering kita dihinggapi dengan kesombongan. Jika hal demikian terjadi maka yang besar itu tak akan memberikan arti.
"Dan hal-hal kecil ini mungkin tidak terlihat banyak, tetapi setelah
beberapa
saat, mereka membawa Anda ke arah di mana Anda mungkin berada jauh dari apa yang dipikirkan orang lain." - Roger Penrose
Sebagian kita memang cenderung suka terobsesi melakukan hal besar untuk membuat dampak besar pula. Di sisi lain kita juga terbiasa menghargai sesuatu yang terlihat hebat, istimewa, sulit dilakukan, dan lain-lain yang identik dengan kebersaran. Tidak masalah juga ketika seseorang besemangat melakukan sesuatu yang berdampak besar. Tapi hal besar juga dimulai dari yang kecil.
Apakah kita termasuk tipe orang yang baru mau bekerja bila gajinya cocok dengan kita? Jika itu yang kita lakukan, selamanya kita tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan menuai sukses.
Karena orang-orang sukses memulai kariernya dengan hal-hal yang tidak cocok dengan mereka, entah itu gajinya yang rendah dan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, lingkungan kerja yang buruk, atasannya yang otoriter, rekan kerja yang curang dan suka menusuk dari belakang, dan lain-lain.
Namun, di tengah ketidakcocokan itu mereka tetap setia, tekun, pantang menyerah, memberi yang terbaik yang mereka bisa, tidak hitung-hitungan dengan berkata, “Ya, karena saya masih dibayar kecil jadi tak perlulah bekerja sampai mati-matian. Toh, bila saya bekerja keras pun tidak akan ada yang memperhatikan. Toh, gaji yang saya terima setiap bulan akan tetap sama.”
Cara berpikir yang demikian adalah cara pikir yang sempit dan tidak akan mendatangkan kemajuan bagi siapapun. Namun, bagi seorang yang bermental juara pemikirannya akan berbeda. Ia akan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang, meskipun itu baru berupa benih yang kecil. Bila pekerjaan yang ia terima saat itu kecil, tidak dipandang orang, tetapi tekun dikerjakan dan dijalani dengan rasa syukur, percayalah di kemudian hari ia pasti berhasil.
"Nikmati hal-hal kecil, karena suatu hari Anda mungkin melihat ke belakang dan menyadari bahwa itu adalah hal-hal besar." - Robert Brault
Sebagian hal hebat biasanya memang tidak didapatkan dengan mudah. Butuh usaha dan perjuangan serta keberanian untuk mencapai tujuan besar. Pekerjaan yang sekarang tengah kamu geluti sebenarnya sangat bisa menjadi batu loncatan yang berguna di masa depan. Apalagi jika kamu ingin cepat melakukan lompatan karir ke posisi yang lebih tinggi.
Jadi, bila Anda sedang menjalani pekerjaan sebagai sales, asisten manajer, asisten dosen, penjaga gudang, tukang batu, office boy, apapun itu yang saat ini masih terlihat tidak ada apa-apanya.
Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh dan dengan usaha terbaik.
Datanglah lebih awal dari yang lain, layanilah lebih ramah dari yang lain, berilah lebih banyak dari teman-teman Anda, lakukan lebih dari yang diharapkan atasan Anda terhadap Anda maka pimpinan, rekan kerja, pelanggan, pembeli, bahkan Tuhan yang melihat pekerjaan kita akan mengangkat dan memuliakan kita tepat pada waktunya.
2.1.5 Mengembangkan Daya Imajinasi dan Bergaul dengan