PERUBAHAN INTERAKSI ANTAR MAHASISWA
5. Meninjau
Tahapan yang dilakukan oleh mahasiswa ini memberikan tolok ukur sejauh mana metode ABCD itu membawa perubahan.
Seperti kegiatan produk turunan daun kelor itu seberapa besar impact-nya, apakah berpengaruh besar bagi masyarakat atau kurang berpengaruh bagi masyarakat. Tahapan ini dilakukan setelah tahapan Define dilakukan sampai detik-detik sebelum penarikan kembali para mahasiswa KKN ke tempat masing- masing. Harapannya adalah ketika para mahasiswa KKN sudah ditarik kembali ke tempat masing-masing, masyarakat itu sendiri sudah bisa membuat produk turunan kelor itu sendiri beserta bekal pengetahuan tentang manfaat Daun Kelor.Tindak nyata ini berlangsung pada 10 Februari 2020.
Dalam kegiatan KKN Nusantara 3T ini, mahasiswa KKN memberikan bantuan stimulan atau berusaha untuk mengubah mindset (pola pikir) masyarakat yang lebih terbuka dan maju.
Secara umum, Pembangunan Nasional tidak dapat dilepaskan dari proses pemberdayaan masyarakat. Dalam pembangunan Nasional, kemiskinan, pengangguran, dan keterbelakangan dan ketidakberdayaan merupakan beberapa hambatan. Masyarakat desa Oeteta mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, dan beberapa
ada yang menjadi peternak. Dalam pelaksanaan KKN Nusantara di Desa Oeteta memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.
Potensi itu diantaranya adalah hasil pertanian. Banyak jenis hasil pertanian dari Oeteta yaitu Jagung, padi, pisang, jambu mete, dan kelor. Mekipun terdapat banyak potensi yang dimiliki, Mahasiswa KKN Nusantara 3T Desa Oeteta mengambil dan menentukan skala prioritas yang menjadi fokus kami untuk dikembangkan sampai pada proses pendampingan.
Mahasiswa KKN Nusantara Desa Oeteta telah melakukan beberapa upaya untuk membantu memberdayakan masyarakat Oeteta. Langkah yang dilakukan adalah antara lain: Mengubah pola pikir masyarakat agar dapat berfikir maju, kemudian menggali aset (potensi) yang dimiliki oleh masyarakat di desa Oeteta itu sendiri untuk dikembangkan lebih baik lagi dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Disini yang memiliki kesadaran, kemauan untuk berubah, yang bergerak dan bekerja adalah masyarakat sendiri. Sedangkan mahasiswa hanya berperan sebagai fasilitator dan pendamping di dalamnya. Artinya bahwa setiap perubahan yang terjadi berasal dari dalam diri masyarakat itu sendiri yang memiliki kesadaran untuk berubah ke arah yang lebih baik dan memanfaatkan potensi yang dimiliki semaksimal mungkin.
Selain potensi dibidang sumber daya alam desa Oeteta memiliki potensi di bidang sosial diantara potensi tersebut adalah kerukunan antar umat beragama, ada tiga umat yang hidup berdampingan didesa Oeteta diantaranya adalah umat Protestan sebagai mayoritaskemudian umat islam dan umat khatolik. Kedua potensi yang ada didesa Oeteta ini diharapkan dapat dipadukan sehingga dapat menjadi pendorong perekonomian desa dan juga bisa menjadi pemersatu antar umat yang ada didesa Oeteta. Di desa Oeteta kelor masih digunakan sebagai sayuran pendamping makanan pokok, melihat potensi yang ada, mahasiswa KKN Nusantara memiliki inisiatif untuk melakukan pengolahan hasil dari tanaman kelor. Kemudian, inisiatif tersebut mendapat sambutan baik dari
masyarakat hal ini dapat terlihat dari kesadaran masyarakat dalam memberikan perhatian kepada tanaman kelor.
Setelah masyarakat menyadari (mengetahui) potensi yang dimiliki, Mahasiswa KKN Nusantara memerankan fungsinya sebagai pendamping yaitu dengan cara memberikan pelatihan pengolahan makanan dengan bahan dasar kelor.Tujuan dari diadakannya pelatihan adalah untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan yang dimiliki masyarakat Desa Oeteta, untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, diharapkan setelah pelatihan tersebut, masyarakat dapat menerapkan ketrampilan yang diperoleh yaitu membuat makanan dari bahan dasar kelor bukan hanya untuk kebutuhan pribadi. Melainkan juga dapat dijual atau dipasarkan sehingga sedikit banyak dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa Oeteta.
Mahasiswa KKN Nusantara 3T melaksanakan pengabdian kemasyarakat selama kurang lebih sebulan di desa oeteta kec sulamu, kabupaten kupang NTT. Selama itu kami bergabung dan membaur bersama masyarakat untuk menemukan asset dan potensi yang ada di desa oeteta, selama satu bulan bersama masyarakat kami menjadi fasilitator yang membangun minsed, memfasilitasi, dan mendampingi masyarakat untuk mecapai perubahan sosial.
Dari yang sebelumnya belum mengerti dan menyadari asset yang dimiliki, menjadi sadar bahwa potensi yang ada pada diri sendiri banyak manfaatnya khusunya bagi orang lain. Setelah berhasil membuka pola pikir masyarakat akan begitu banyak mamfaat olahan kelor, mahasiswa KKN Nusantara mengadakan pelatiahan pembuatan turunan produk kelor yang dimana diadakan dibalai desa Oeteta yang didampingi oleh kak Luvi yang bekerja di dapur kelor yang ahli membuat produk dari olahan kelor. Peserta yang mengikuti pelatihan pembuatan turunan kelor berasal dari semua elemen masyarakat dan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK, kader, ibu muslim dan non muslim dan siswa-siswi SMA.
Dengan adanya pelatihan ini mahasiswa KKN Nusantara mengharapkan meningkatkan keterampilan dalam mengolah turunan kelor secara berkelanjutan dan mampu menambah prekonomian masyarakat Oeteta. Kegiatan KKN Nusantara yang dilakukan oleh mahasiswa mempunyai misi yaitu moderasi beragama dan menemukan asset yang ada dimasyarakat dan dapat dikembangkan dan dijadikan bahan kemasukan prekonomian, di desa oeteta, masyarakat yang bertempat tinggal dan menggali potensi dan asset yang ada disana. Kemudian Pada tanggal 2 juni tahun 2022 Kementerian Agama Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menghimbau seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia perihal Penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama Tahun 2022. Disampaikan Kementerian Agama RI bahwa akan mengadakan Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama (KKN KNMB). KKN yang diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini dimaksudkan untuk memperkuat wawasan, pengetahuan, dan pengalaman dalam membangun kesadaran moderasi beragama secara praksis di masyarakat.