ini. Skenario pembelajaran yang dikembangkan dalam modul hanya sebagai contoh dan mungkin sangat terbatas. Model-model pembelajaran tersebut secara teoritis juga tidak dicantumkan dalam modul ini. Dalam hal ini, guru dapat menggunakan rujukan tentang model-model pembelajaran tersebut dari sumber informasi di luar modul ini. Demikian juga, tidak semua materi pembelajaran dijabarkan skenario pembelajarannya dalam modul ini karena contoh skenario yang dikembangkan dalam ini hanya bersifat memantik kreativitas guru. Guru dapat mengembangkan skenario pembelajaran ini secara lebih inovatif sesuai dengan kreativitasnya masing-masing sesuai dengan karakteristik peserta didik, konten dan konteks materi yang diajarkan, pengalaman belajar yang akan dicapai, dan kondisi sekolah dan lingkungan tempat belajar.
Pada umumnya, skenario pembelajaran terdiri atas tiga segmen, yakni awal pembelajaran, penyampaian inti pembelajaran, akhir pembelajaran.
Tahap Awal Pembelajaran
Tahap awal pembelajaran merupakan tahap penyiapan atau pengkondisian peserta didik agar siap untuk melaksanakan pembelajaran. Pada tahap awal pembelajaran ini, guru dapat melakukan berbagai teknik sesuai dengan konteks, kondisi, dan situasi yang terjadi di kelas. Untuk memulai pembelajaran, beberapa teknik berikut ini dapat digunakan oleh guru, diantaranya:
1. Menyampaikan salam
2. Mengajak peserta didik untuk berdoa
3. Melakukan presensi atau mengecek kehadiran peserta didik (tidak harus dipanggil satu per satu)
4. Menanyakan kondisi dan aktivitas yang telah dilakukan peserta didik
5. Menyapa beberapa peserta didik yang dianggap perlu perhatian
6. Melakukan tanya jawab tentang keseharian peserta didik (pertanyaan sedapat mungkin sejalan dengan materi pembelajaran yang akan dilakukan)
7. Menceritakan hal penting yang menarik yang perlu diperhatikan peserta didik
8. Mendorong semangat belajar peserta didik
9. Menyampaikan fenomena atau peristiwa aktual yang ada di lingkungan peserta didik
10. Membuat teka-teki edukatif sebagai ice breaking agar terbangun suasana belajar yang kondusif
11. Melakukan apersepsi tentang materi-materi yang pernah dipelajari
12. Melakukan pre-reading (pra Numerasi) terkait dengan materi ajar yang akan dipelajari
13. Menjelaskan tujuan dan aktivitas belajar yang akan dilakukan hari itu
14. Mengecek kesiapan peserta didik untuk memulai pelajaran 15. Teknik-teknik lainnya yang sesuai dengan kondisi peserta
didik dan lingkungannya Tahap Inti Pembelajaran
Tahap inti pembelajaran merupakan tahap penting dalam upaya penyampaian materi belajar untuk memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Aktivitas pembelajaran pada tahap ini bergantung pada model pembelajaran yang dipilih oleh guru untuk menyampaikan inti pembelajaran, seperti pembelajaran saintifik, CPS (creative problem solving), discovery learning, LOK- R, inquiry, NHT (number head together), PBL (problem based learning), PjBL (project based learning), dan model pembelajaran lainnya. Aktivitas tersebut di antaranya dapat berupa aktivitas berikut.
Penjelasan materi konseptual melalui ceramah 1. Pengamatan atau penelitian kecil
2. Kerja mandiri 3. Kerja kelompok
4. Diskusi kelompok kecil dan kelas 5. Tanya-jawab tentang topik tertentu 6. Pelaporan hasil kerja projek
7. Bimbingan atau konsultasi individual 8. Dan sebagainya
Tahap Akhir Pembelajaran
Tahap akhir pembelajaran merupakan tahap penutup untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran pada pertemuan tersebut. Tahap tersebut merupakan tahap penting untuk melakukan refleksi terhadap aktivitas belajar yang telah dilakukan dan menentukan pengalaman belajar yang telah diperoleh selama aktivitas pembelajaran. Melalui kegiatan refleksi tersebut, guru dapat menentukan tindak lanjut untuk aktivitas pembelajaran selanjutnya. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan dalam mengakhiri pembelajaran tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
Memberikan post tes
1. Menggali dan meminta pendapat tentang pengalaman belajar peserta didik
2. Memberikan tugas pendalaman dan pengayaan
3. Menyampaikan simpulan hasil belajar sebagai penguatan 4. Memberikan saran dan apresiasi atas pengalaman belajar
yang telah diperoleh
5. Memberikan saran untuk mempertahankan motivasi belajar peserta didik
6. Mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam 7. Dan sebagainya
Berdasarkan tahap-tahap dalam pembelajaran, berikut ini disajikan contoh skenario pembelajaran untuk penguatan kemampuan dalam Literasi numerasi.
Tabel 4.41 Sintaks dan Alokasi Waktu untuk Skenario Pembelajaran CK-3 Konten Aljabar
Tahap
Pembelajaran Aktivitas Pembelajaran
Alokasi Waktu (3 x 45’) Awal
Pembelajaran Guru mengucapkan salam dan peserta
didik menjawab salam. 6’
Guru mengajak peserta didik untuk berdoa.
Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.
Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan materi-materi yang telah dipelajari peserta didik, terutama materi prasyarat.
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik
Guru menjelaskan tujuan dan aktivitas belajar yang akan dilaksanakan pada hari itu.
Guru memotivasi siswa tentang manfaat materi yang akan dipelajari.
4’
Inti
Pembelajaran (Disesuaikan dengan Sintaks Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD)
Fase 2: Menyajikan informasi 8’
Guru menampilkan poster ‘Daur Ulang Sampah Organik’
Guru menyajikan informasi tentang bagaimana cara mengolah sampah serta memantik diskusi dengan memberikan pertanyaan terkait yang relevan.
Fase 3: Mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok-kelompok belajar
20’
Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil, tiap kelompok beranggotakan 4-5 orang dalam struktur kelompok heterogen.
Guru meminta peserta didik untuk membaca dengan saksama stimulus yang ada pada LKPD.
Setelah memahami informasi dalam stimulus, peserta didik diarahkan untuk
berdiskusi secara berkelompok untuk menyelesaikan permasalahan pada LKPD.
Peserta didik berdiskusi kelompok dalam menyelesaikan masalah.
Guru memantau kegiatan diskusi setiap kelompok serta memberikan bimbingan dan arahan terkait proses penyelesaian masalah yang mereka lakukan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja
dan belajar 45’
Peserta didik berdiskusi dalam menyusun penyelesaian masalah dan membuat simpulan.
Guru membantu peserta didik dalam mengkomunikasikan (baik lisan atau tertulis) proses penyelesaian masalah, jika mereka menemukan kendala.
Guru meminta perwakilan tiap kelompok untuk maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka.
Fase 5: Mengevaluasi 17’
20’
Guru bersama peserta didik mengecek dan mencocokkan jawaban dari tiap
kelompok.
Guru mengevaluasi kebenaran jawaban dan meluruskan jawaban jika ada yang kurang tepat, serta memberikan penguatan terkait simpulan yang diperoleh oleh tiap kelompok.
Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal evaluasi sebagai bentuk penilaian individu.
Fase 6: Memberikan penghargaan 5’
Guru memberi apresiasi dan penghargaan hasil belajar peserta didik, baik secara individu maupun kelompok.
Akhir
Pembelajaran Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
10’
Guru meminta peserta didik untuk mengkomunikasikan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
Guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Guru menutup pembelajaran dan mengucapkan salam.
Tabel 4.42 Sintaks dan Alokasi Waktu untuk Skenario Pembelajaran CK-3 Konten Bilangan
Tahap
Pembelajaran Aktivitas
(Sintaks Pembelajaran)
Alokasi Waktu (3 x 45’) Awal
Pembelajaran Guru mengucapkan salam dan peserta didik
menjawab salam. 10’
Guru mengajak peserta didik untuk berdoa.
Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.
Guru melakukan apersepsi tentang materi- materi yang telah dipelajari peserta didik, terutama materi prasyarat.
Guru memotivasi peserta didik dengan menjelaskan manfaat mempelajari berbagai bentuk pecahan.
Guru menjelaskan tujuan dan aktivitas belajar yang akan dilaksanakan pada hari itu.
Inti
Pembelajaran (Disesuaikan dengan Sintaks Pembelajaran Model CTL)
Fase 1: Constructivism 10’
Guru memulai pembelajaran dengan melakukan mini project ‘mendesain taman favorit’.
Guru menstimulasi daya analisis peserta didik dengan mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan ‘desain taman favorit’ yang telah mereka buat.
Fase 2: Inquiry 15’
Guru meminta peserta didik untuk membaca dengan saksama stimulus “Taman Kota” pada LKPD.
Guru meminta peserta didik untuk mencermati dan memahami informasi dalam stimulus
“Taman Kota” dengan baik.
Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok kecil dan memberikan instruksi tentang aktivitas yang akan dilakukan selanjutnya.
Fase 3: Questioning 15’
Guru memberikan pertanyaan terbuka yang dapat menstimulasi pemikiran kritis dan kemampuan analisis peserta didik berdasarkan informasi dari stimulus Ruang Terbuka Hijau. Contoh pertanyaan yang bisa dimunculkan misalnya “Jika area fasilitas umum pada Taman Bahagia ditambah sebesar 5% dari total luas taman, apakah luasnya akan sama dengan area fasilitas umum di Taman Makmur?”
Fase 4: Learning Community 35’
Guru mendorong peserta didik untuk saling berdiskusi dalam kelompok dalam menyelesaikan masalah yang diberikan.
Guru membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk berbagi ide dan pemikiran dalam memahami konsep pecahan dan aplikasinya melalui kegiatan eksperimen sederhana serta memberikan umpan balik yang konstruktif kepada teman sebaya.
Fase 5: Modeling 15’
Guru meminta perwakilan tiap kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka.
Guru dapat mendemonstrasikan kembali penyelesaian masalah menggunakan media konkret jika terdapat kekurangan atau kekeliruan pada hasil presentasi kelompok.
Fase 6: Reflection 5’
Guru meminta peserta didik untuk mengkomunikasikan pengalaman mereka setelah melakukan aktivitas pembelajaran.
Akhir Pembelajaran
Evaluasi (Fase 7: Authentic Assessment) Guru melakukan penilaian secara individu untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang konsep pecahan senilai dan berbagai bentuk pecahan.
20’
Guru dan peserta didik bersama-sama
menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 10’
Guru meminta peserta didik untuk mengkomunikasikan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
Guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Guru menutup pembelajaran dan mengucapkan salam
Tabel 4.43 Kegiatan Pembelajaran dengan Sintaks dan Alokasi Waktu pada Model Pembelajaran NHT (Number Head Together) untuk CK-3
Tahapan Kegiatan Aktivitas Pembelajaran Alokasi Waktu (3 x 45’)
Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi b. Motivasi c. Tujuan
Pembelajaran
3’
3’
4’
Kegiatan Inti a. Penomoran b. Mengajukan
Pertanyaan c. Berpikir bersama d. Menjawab e. Penilaian dan
pemberian tanggapan f. Kesimpulan
5’
5’
25’
25’
25’
10’
Kegiatan Penutup a. Evaluasi b. Refleksi c. Penutupan
20’
8’
2’
Tabel 4.44 Contoh Skenario Pembelajaran CK-4 Konten Aljabar Konteks Personal untuk CK-4
Tahap Pembelajaran Aktivitas Pembelajaran Awal Pembelajaran 1. Menyampaikan salam
2. Mengajak peserta didik untuk berdoa
3. Melakukan presensi atau mengecek kehadiran peserta didik (tidak harus dipanggil satu per satu)
4. Menanyakan kondisi dan aktivitas yang telah dilakukan peserta didik
5. Menyapa beberapa peserta didik yang dianggap perlu perhatian
6. Melakukan tanya jawab tentang keseharian peserta didik (pertanyaan sedapat mungkin sejalan dengan materi pembelajaran yang akan dilakukan)
7. Menceritakan hal penting yang menarik yang perlu diperhatikan peserta didik
8. Mendorong semangat belajar peserta didik 9. Menyampaikan fenomena atau peristiwa aktual
yang ada di lingkungan peserta didik
10. Membuat teka-teki edukatif sebagai ice breaking agar terbangun suasana belajar yang kondusif 11. Melakukan apersepsi tentang materi-materi yang
pernah dipelajari
12. Melakukan pre-reading (pra numerasi) terkait dengan materi ajar yang akan dipelajari 13. Menjelaskan tujuan dan aktivitas belajar yang
akan dilakukan hari itu
14. Mengecek kesiapan peserta didik untuk memulai pelajaran
15. Teknik-teknik lainnya yang sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungannya
Inti Pembelajaran Fase 1: Penomoran
Dalam fase ini, kegiatan yang dilakukan Pendidik adalah memberikan penomoran kepada setiap peserta didik, masing-masing anggota kelompok memperoleh nomor yang berbeda-beda. Langkah penomoran sebagai berikut:
1. Tentukan format penomoran yang akan digunakan, misalnya "NHT-001", "NHT-002", dan seterusnya melalui penomoran pada absen.
2. Pendidik bersama peserta didik menguji kesiapan dengan memanggil sebagian peserta didik secara random, dalam rangka menstimulus kesiapan dan kesigapan peserta didik.
Fase 2: Mengajukan Stimulus Soal dan Pertanyaan Dalam fase yang kedua ini, kegiatan Pendidik selanjutnya adalah memberikan stimulus soal kepada peserta didik dengan menayangkan menggunakan LCD. Dengan memberikan pertanyaan yang
diharapkan bervariasi dan juga dapat berupa pertanyaan yang spesifik dan tentunya dalam bentuk kalimat tanya. Tujuan pemberian stimulus soal dan pertanyaan ini adalah untuk mentransformasikan pengetahuan baru ke arah situasi pembelajaran atau mengarahkan peserta didik untuk menanggapi materi yanga akan dipelajarinya. Dengan demikian, akan membentuk sebuah situasi penalaran terhadap pengalaman baru yang akan dipelajari dengan lebih siap untuk dipahami dan diterimanya. Langkah- langkah pengajuan pertanyaan sebagai berikut:
1. Pendidik menayangkan stimulus soal melalui LCD.
2. Setiap peserta diminta untuk membaca dan memahami stimulus soal tersebut. Peserta juga dapat menandai bagian penting yang menurutnya perlu dijelaskan lebih lanjut.
3. Pendidik memberikan pertanyaan sesuai stimulus soal yang telah ditayangkan tentang informasi dan hubungan antar informasi yang diperoleh dari stimulus soal.
4. Peserta didik dapat menjawab dan mengajukan pertanyaan dengan mengangkat tangan dengan menyebutkan kode penomoran NHT. Peserta juga dapat menambahkan komentar atau penjelasan terkait pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
5. Setiap peserta didik yang menjawab pertanyaan harus memastikan jawabannya jelas dan mudah dipahami oleh semua peserta NHT.
6. Jika ada peserta didik yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, maka diskusi dapat berlanjut sampai seluruh peserta memahami dengan jelas topik yang dibahas.
Fase 3: Berpikir Bersama
Dari pertanyaan pada fase kedua tersebut, peserta didik bersama kelompoknya membahas dan menyatukan pendapatnya. Pada fase berpikir bersama, Pendidik memberikan LKPD pada setiap kelompok yang dibentuk. Langkah-langkah dalam fase berpikir bersama sebagai berikut:
1. Bagi peserta didik ke dalam kelompok kecil (biasanya terdiri dari 3-5 orang) dan berikan nomor kepada masing-masing anggota.
2. Setelah terbentuk kelompok maka akan ada kelompok 1, 2, dan seterusnya. Penomoran untuk kelompok akan menjadi “NHT-122”
dengan 3 digit dibelakang NHT, artinya 1 menandakan kelompok 1 sedangkan 22 adalah
nomor peserta didik berdasarkan absen. Misalkan
“NHT-314”, artinya peserta didik tersebut berada di kelompok 3 dengan absen nomor 14.
3. Setiap kelompok diberikan LKPD oleh Pendidik.
Topik dan masalah tersebut relevan dengan materi yang sedang dipelajari.
4. Berikan waktu untuk anggota kelompok berdiskusi dan saling bertukar pikiran mengenai topik atau masalah yang diberikan pada LKPD.
Pastikan setiap anggota kelompok terlibat aktif dalam diskusi dan memberikan kontribusi yang setara.
5. Setelah diskusi selesai, minta setiap anggota kelompok untuk menuliskan jawaban mereka pada selembar kertas.
Fase 4: Menjawab
Pada fase ini, Pendidik memanggil suatu nomor tertentu dengan cara acak sesuai dengan pembagian nomor, kemudian peserta didik yang sesuai dengan nomor yang dipanggil Pendidik mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan Pendidik tadi untuk dijawab kepada seluruh kelas. Langkah-langkah dalam menjawab sebagai berikut:
1. Dengarkan dengan saksama pertanyaan atau pernyataan yang diberikan oleh Pendidik.
2. Diskusikan pertanyaan atau pernyataan tersebut dengan anggota kelompok lainnya dan cari jawaban yang paling tepat atau relevan dengan konteks yang diberikan.
3. Setelah anggota kelompok telah mencapai kesepakatan mengenai jawaban, tuliskan jawaban tersebut pada selembar kertas.
4. Nomor kertas tersebut sesuai dengan nomor yang telah diberikan pada masing-masing anggota kelompok.
5. Selanjutnya, Pendidik akan memilih nomor secara acak dan anggota kelompok yang memiliki nomor tersebut harus mempresentasikan jawaban kelompok dengan jelas dan tepat.
6. Anggota kelompok yang lain harus mendengarkan presentasi dengan baik dan membantu anggota kelompok yang sedang mempresentasikan jawabannya jika ada yang kurang jelas atau salah.
Fase 5: Penilaian dan pemberian tanggapan Pada fase ini, Pendidik meminta peserta didik yang lain untuk memberikan tanggapan, jawaban dan masukannya terhadap hasil jawaban peserta didik pada fase 4. Selanjutnya Pendidik memanggil dan menunjuk nomor yang lain. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang sampai berakhirnya nomor pada peserta didik dan menyesuikan dengan alokasi waktu.
Langkah-langkah dalam penilaian dan pemberian tanggapan sebagai berikut:
1. Pertama, tentukan kriteria penilaian yang jelas dan terukur. Kriteria ini dapat mencakup kemampuan peserta didik dalam mengikuti aturan NHT, partisipasi mereka dalam diskusi, kemampuan mereka dalam memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan, dan sebagainya.
2. Berikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka.
Dalam presentasi ini, setiap anggota kelompok harus berbicara dan menjelaskan bagaimana mereka mencapai jawaban atau pemecahan masalah serta merangkum jawaban hasil akhir dari diskusi antar kelompok.
3. Setelah presentasi selesai, berikan tanggapan positif dan konstruktif kepada setiap kelompok.
Pujilah mereka untuk upaya mereka dalam bekerja sama dan menyelesaikan tugas.
Kemudian, berikan kritik yang konstruktif jika ada kesalahan atau kekurangan dalam jawaban mereka.
4. Berikan umpan balik individu kepada setiap anggota kelompok. Ini dapat dilakukan melalui diskusi singkat atau melalui komentar tertulis
pada kertas atau formulir penilaian. Berikan umpan balik yang konstruktif dan bermanfaat untuk membantu peserta didik meningkatkan kinerja mereka di masa depan.
5. Terakhir, berikan kesempatan bagi peserta didik untuk memberikan umpan balik tentang teknik pembelajaran ini. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui pendapat mereka tentang kelebihan dan kekurangan NHT dan apakah teknik ini efektif dalam membantu mereka belajar.
Fase 6: Kesimpulan
Agar tidak menimbulkan kerancuan atau salah persepsi pada peserta didik, maka pada fase ini langkah Pendidik adalah memberikan kesimpulan dan penjelasan atas pertanyaan dari jawaban yang disampaikan peserta didik.
Akhir Pembelajaran Pendidik memberikan evaluasi dan refleksi
Pendidik memberikan penguatan pengalaman belajar peserta didik dengan menyimpulkan hasil diskusi dan pembahasan yang telah dilakukan.
Pendidik memberikan tugas pendalaman dan pengayaan.
Pendidik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
Tabel 4.45 Kegiatan Pembelajaran dengan Sintaks dan Alokasi Waktu pada Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) untuk CK-4
Tahapan Kegiatan Aktivitas Pembelajaran Alokasi Waktu (3 x 45’) Kegiatan
Pendahuluan
a. Apersepsi b. Motivasi
c. Tujuan Pembelajaran
3’
3’
4’
Kegiatan Inti a. Orientasi Masalah b. Pengorganisasian
peserta didik untuk belajar
c. Membimbing penyelidikan mandiri atau kelompok
10’
5’
30’
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
30’
20’
Kegiatan Penutup a. Evaluasi b. Refleksi c. Penutupan
20’
8’
2’
Tabel 4.46 Contoh Skenario Pembelajaran CK-4 Konten Statistika dan Peluang Konteks Sosial untuk CK-4
Tahap
Pembelajaran Aktivitas Pembelajaran Awal
Pembelajaran 1. Menyampaikan salam
2. Mengajak peserta didik untuk berdoa 3. Melakukan presensi atau mengecek
kehadiran peserta didik (tidak harus dipanggil satu per satu)
4. Menanyakan kondisi dan aktivitas yang telah dilakukan peserta didik
5. Menyapa beberapa peserta didik yang dianggap perlu perhatian
6. Melakukan tanya jawab tentang keseharian peserta didik (pertanyaan sedapat mungkin sejalan dengan materi pembelajaran yang akan dilakukan) 7. Menceritakan hal penting yang menarik
yang perlu diperhatikan peserta didik 8. Mendorong semangat belajar peserta didik 9. Menyampaikan fenomena atau peristiwa aktual yang ada di lingkungan peserta didik
10. Membuat teka-teki edukatif sebagai ice breaking agar terbangun suasana belajar yang kondusif
11. Melakukan apersepsi tentang materi- materi yang pernah dipelajari
12. Melakukan pre-reading (pra Numerasi) terkait dengan materi ajar yang akan dipelajari
13. Menjelaskan tujuan dan aktivitas belajar yang akan dilakukan hari itu
14. Mengecek kesiapan peserta didik untuk memulai pelajaran
15. Teknik-teknik lainnya yang sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungannya Inti Pembelajaran Fase 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah 1. Identifikasi masalah: Pada awalnya,
penting untuk membantu peserta didik mengidentifikasi masalah yang ingin dipecahkan atau diatasi. Dalam hal ini, Pendidik dapat memberikan beberapa contoh masalah yang umum dihadapi oleh peserta didik, atau meminta peserta didik untuk mengidentifikasi masalah yang mereka hadapi.
2. Analisis masalah: Setelah identifikasi masalah dilakukan, selanjutnya adalah menganalisis masalah secara lebih mendalam. Pendidik dapat membantu peserta didik untuk mengumpulkan informasi dan data terkait masalah yang dihadapi, dan membantu mereka untuk mengidentifikasi penyebab dan dampak dari masalah tersebut.
3. Pengembangan solusi: Setelah masalah dan penyebabnya teridentifikasi, peserta didik dapat diminta untuk mengembangkan beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pendidik dapat membantu peserta didik untuk mempertimbangkan pro dan kontra dari setiap solusi yang diusulkan, dan
membantu mereka untuk memilih solusi yang paling tepat.
4. Implementasi solusi: Setelah solusi yang tepat dipilih, selanjutnya adalah mengimplementasikan solusi tersebut.
Pendidik dapat membantu peserta didik untuk membuat rencana tindakan yang jelas dan spesifik, dan membantu mereka untuk mempersiapkan semua yang diperlukan untuk mengimplementasikan solusi tersebut.
5. Evaluasi hasil: Setelah solusi diimplementasikan, penting untuk mengevaluasi hasilnya. Pendidik dapat membantu peserta didik untuk menilai apakah solusi yang diimplementasikan telah berhasil mengatasi masalah yang dihadapi, dan apakah ada aspek yang masih perlu ditingkatkan atau diperbaiki.
Fase 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen yang berbeda kemampuan dan jenis kelamin, terdiri dari 4-5 anggota, dan duduk saling berhadapan 2. Pendidik memfasilitasi peserta didik
dengan membagikan media kertas karton atau kertas plano dan spidol berwarna untuk menuangkan ide jawaban masing- masing kelompok.
3. Pendidik menjelaskan bagaimana proses pembelajaran hari ini. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
a. Pendidik terlebih dahulu menginformasikan cara atau petunjuk mengerjakan masalah
b. Pendidik menginformasikan bahwa peserta didik akan diminta menyajikan
jawaban dalam bentuk gambar, argument, dan dalam bentuk bagian yang akan di dapat masing-masing anak. Setiap kelompok bisa menyajikan jawaban yang berbeda sesuai dengan imajinasinya dan harus disertakan alasan logis.
Fase 3: Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
Pendidik dapat memberikan bimbingan secara berkala pada masing-masing kelompok peserta didik. Pada tahap ini pendidik hanya sebagai fasilitator kelompok diskusi, peserta didik yang lebih banyak berperan dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Bapak/Ibu dapat bergerak aktif untuk meninjau secara langsung diskusi kelompok masing-masing. Dan memberikan bimbingan ringan kepada kelompok yang membutuhkan.
1. Pendidik memberikan peserta didik waktu untuk bekerja.
2. Pendidik melakukan kunjungan ke setiap kelompok, melihat bagaimana peserta didik bekerja, dan mengecek per kelompok apakah LKPD yang berisikan masalah sudah terisi atau belum.
3. Tentu tingkat kesulitan yang akan dialami masing-masing kelompok akan berbeda.
Bapak/Ibu dapat memberikan beberapa pertanyaan pemantik untuk membantu menjembatani peserta didik dalam menyelesaikan masalahnya di dalam LKPD.
4. Jika ada yang tidak dipahami oleh peserta didik, silahkan pendidik menjelaskan, baik itu terhadap kelompok yang bertanya atau menjelaskan di papan tulis. Namun sebaiknya pendidik tidak menjelaskan secara penuh, namun hanya memberikan