2023
63 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Fischer dikencangkan dengan obeng
Pasang daun pintu/jendela (setelah dipasang kaca kedalam kusen). Stel perlengkapannya (roda/rel, engsel, kunci, dan lain-lain)
Finishing dinding dengan mortar/sealant (pengisi pada celah antara kusen dan dinding.
Untuk menghindari cacat pada profil alumunium yang telah dipasang, maka beri pelindung sejenis Vaseline/isolasi kertas/plastic pada tempat yang rawan goresan.
2023
64 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
karet
6. Pemasangan keramik dapat juga dengan cara menggunakan lem (tergantung permintaan spek)
7. Check kerataan pasangan.
Tahapan pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan Lantai keramik dapat dilihat pada tahapan berikut.
Tabel 16 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan Lantai Keramik
No Tahapan Gambar
1 Cek kondisi real di lapangan dan buat shop drawing.
Tentukan posisi start point dalam shop drawing dan mintalah persetujuan pengawas / MK. Terapkan posisi start poin yang sudah disetujui di lapangan sebagai contoh.
2 Pasang keramik menurut salah satu arah sumbu kepalaan.
3 Cek kerataan pemasangan lantai keramik dengan jidar / waterpass
2023
65 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
4 Pemasangan berikutnya dilaksanakan dengan cara mengeser benang nylon sejajar dengan salah satu sumbu kepalaan.
Berikut adalah flowchart tahapan pekerjaan arsitektur pemasangan lantai keramik:
Gambar 9 Flowchart Tahapan Pelaksanaan Pemasangan Lantai Keramik
2023
66 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
1. Jelaskan Tahapan Pekerjaan Pemasangan Dinding!
2. Jelaskan Tahapan Pekerjaan Plesteran Dinding!
3. Jelaskan Tahapan Pekerjaan Pemasangan Plafond!
4. Jelaskan Tahapan Pekerjaan Pemasangan Kusen!
5. Jelaskan Tahapan Pekerjaan Pemasangan Lantai Keramik!
2023
67 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
BAB VI
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN JALAN DAN
JEMBATAN
A. Standar Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari bab ini diharapkan pembaca mampu menjelaskan metode pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Jalan dan Jembatan. Indikator capaian pada bab ini adalah sebagai berikut:
1. Pembaca mampu menjelaskan Metode Kerja Pekerjaan Jalan 2. Pembaca mampu menjelaskan Metode Kerja Jembatan B. Sub Pokok Bahasan
Pada bab ini akan dibahas beberapa hal sebagai berikut:
1. Metode Kerja Jalan 2. Metode Kerja Jembatan
C. Metode Kerja Pekerjaan Jalan
Tahapan Pelaksanaan Konstruksi Jalan, antara lain:
1. pekerjaan pemetaan
2. pekerjaan clearing dan grubbing 3. pekerjaan stripping
4. pekerjaan sub grade 5. pekerjaan sub base 6. pekerjaan base
7. pekerjaan wearing coarse 8. pekerjaan marka jalan 9. pemasangan rambu
Selain itu tahapan pelaksanaan konstruksi jalan aspal, antara lain:
1. pekerjaan geometric
2023
68 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
• pematokan sumbu rencana as jalan
• pematokan lengkung 2. pekerjaan aspal
• pencampuran aspal
• penghamparan
• pemadatan
Selanjutnya penjelasan dari masing-masing pekerjaan dapat dilihat pada uraian berikut.
1. Pekerjaan Geometrik Jalan a. Pematokan Lintasan Lurus
• merupakan pematokan bagian tangen atau garis lurus yang menghubungkan antara dua titik PI (point of intersection). Pematokan dilakukan setiap jarak 50 meter dengan pemasangan bench mark (BM) pada jarak maksimal 500 meter.
• langkah awal adalah menentukan stasiun awal (titik awal) dengan cara menentukan kedudukan di lapangan dengan 2 titik referensi BM (misal titik BM- A dan BM-B)
Gambar 10 Pematokan STA Awal
Cara mematok STA 0+000 Dari Titik BM-A adalah sebagai berikut:
• hitung sudut azimuth AB (αab) dan kemudian berturut-turut dihitung angka αao, da0
dan d10
• letakkan alat ukur TS di titik BM-A lalu bidik ke arah BM-B dan putar sudut searah jarum jam sebesar 360-α
• ukur jarak sepanjang da0 yang searah garis bidik BM-B.
2023
69 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Pematokan ini terdiri dari :
• pematokan tangen atau garis lurus yang menghubungkan antara dua titik PI atau titik awal dengan titik PI
• pematokan lengkung
Langkah-langkah menetapkan arah tangen :
• hitung azimuth garis AB (α0b) dan α01
• hitung sudut g (PI,0B)hitung jarak PI1 = d01
• lakukan pamatokan sebagai berikut :
à letakkan alat ukur sudut di STA , arahkan ke titik B (baca sudutnya)
à putar searah jarum jam sehingga bacaan (360⁰ - g)ukur setiap 50 meter yang searah garis bidik dari sta sampai titik PI1 dapat dipatok
à lalu titik PI2 dari data hitungan α12 atau dari data lengkung (D)
Gambar 11 Pematokan Sumbu Rencana Jalan c. Pematokan Lengkung
1) Langkah-Langkah Pematokan Lengkung Horizontal
Lengkung horisontal dapat berupa lingkaran dan spiral. Pematokan lengkung lingkaran dimulai dari titik TC 5 cara antara lain :
Cara 1 :selisih busur sama panjang dari titik TC
2023
70 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Gambar 12 Pematokan dengan selisih busur
Cara 2 :selisih absis yang sama panjang dari titik TC (selisih absis = a)
Gambar 13 Pematokan dengan selisih absis
2023
71 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Sebelum melakukan pematokan lengkung vertikal , maka lakukan dahulu pematokan kelandaian . misal patok 1,2 ,3 dan seterusnya adalah patok pas As sumbu tiap 50 meter. Apabila titil 1 telah diketahui (sta 0+000) = t1 meter, dari titik 1 harus digali sedalam x meter . jadi tinggi rencana titik -1 adalah T1 = t1 – x. Apabila rencana kelandaian adalah g1%, maka tinggi rencana titik 2 (sta 0+050) dapat dihitung T2 = T1 + g/100 * 50 dan titik 3 (sta 0+100) adalah T3 = T2 + g2/100 * 50. Setelah mengetahui tinggi rencana, maka dilakukan pengukuran sipat datar untuk mendapatkan tinggi tn . lalu bandingkan dengan tinggi rencana hasil perhitungan di atas , bila tn > tn à timbunan bila tn < tn à galian
Gambar 14 Pematokan lengkung vertikal Dalam perencanaan lengkung , terdapat data-data : tpvi = tinggi rencana titik PVI
g1 dan g2 (%) = kelandaian rencana Lv = panjang horisontal lengkung vertical
2023
72 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Gambar 15 Data perencanaan lengkung Keselamatan Kerja di Jalan Raya
5 aspek keselamatan kerja di jalan raya, yaitu:
• keselamatan publik yang melakukan pekerjaan
• proteksi terhadap pekerjaan proyek
• keselamatan pekerja dari bahaya potensial
• keselamatan operator terhadap kegiatan lain
• perlindungan individu akibat tindakannya sendiri Jenis Rambu dan Persyaratan Rambu
Jenis-jenis rambu berdasarkan jenis pesan, yaitu:
1. rambu peringatan, misal terdapat perlintasan kereta apir 2. ambu petunjuk, misal arah suatu kota
3. rambu larangan dan perintah, misal dilarang berhenti Jenis-jenis rambu berdasarkan cara pemasangan, yaitu:
1. rambu tetap 2. rambu tidak tetap
Persyaratan rambu, antara lain:
1. mudah dipasang 2. mudah dipindahkan 3. mudah diangkut 4. tidak mudah rusak
5. dapat berfungsi baik pada siang maupun malam hari.
2023
73 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Gambar 16 Contoh perlengkapan rambu
Perlengkapan rambu diatur dengan mempertimbangkan kapasitas jalan, kelancaran lalu lintas, keselamatan pekerja maupun pemakai jalan make pengaturan lalu lintas perlu dilakukan pada lokasi dimana pekerjaan sedang berlangsung. Pengaturan ini juga dihubungkan dengan ciri-ciri pekerjaan konstruksi jalan yang meliputi jenis pekerjaan dan kondisi lalu lintas.perlengkapan rambu
2023
74 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Gambar 17 Contoh pemasangan rambu pada persimpangan
Gambar 18 Contoh pemasangan rambu pada ruas jalan
2. Pekerjaan Aspal
a) Pekerjaan Pencampuran Aspal
AMP (asphalt mixture plant) atau unit pencampur aspal ini dibedakan menjadi:
a. sistem penakaran (batching)proporsi campuran dilakukan dgn cara penimbangan masing- masing bahan
b. sistem menerus (countinuous)proporsi campuran dilakukan berdasarkan volume (melalui pintu bukaan)
2023
75 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
pencampuran ditentukan berdasarkan berat masing-masing bahan sedangkan pada sistem menerus diubah ke dalam sistem satuan volume
Pemeriksaan bagian AMP, terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu:
1) Sistem pemasok dan cold bins
Sistem pemasok agregat dingin masuk melalui bukaan atau pintu yang dapat diatur melalui conveyor dan diteruskan menggunakan elevator dingin menuju drum pengering. hal yang harus diperhatikan pada cold bins adalah :
• tidak ada perubahan gradasi
• tidak terjadi perubahan kecepatan conveyor
• bukaan bin dingin dikalibrasi secara periodic
• agregat tidak tercampur
• tidak ada penghalang pada bukaan cold bin
Gambar 19 Sistem pemasok cold binds
2) Sistem pengering (dryer)
Fungsinya untuk menghilangkan kandungan air pada agregat dan memanaskan agregat sampai pada temperatur yang disyaratkanyang harus diperhatikan adalah :
• kalibrasi alat pengukur temperature
• pembakaran yang harus sempurna, dapat dilihat dari warna asap yang keluar dari cerobongunit pengering sudu-sudu
Gambar 20 Unit pengering dan sudu-sudu
2023
76 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
3) Sistem pengering (dryer)
Fungsinya untuk alat pengotrol polusi udara di lingkungan amp dan mengembalikan debu ke hot elevator . terdiri dari sistem pengumpul debu kering dan basah tipe wet scrubber tipe dry cyclone.
Gambar 21 Sistem pengumpul debu
4) Hot elevator (sistem pemasok agregat panas) Harus dilindungi untuk mencegah kebocoran dari agregat 5) Unit ayakan panas (hot screening)
Ayakan harus memiliki efisiensi sehingga aggregat dalam setiap penampung (bin) tidak mengandung lebih dari 10 % bahan yang berukuran terlampau besar (oversize) atau terlampau kecil (under size) pencampur.
Gambar 22 Unit ayakan panas
2023
77 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Tempat menyimpan agregat panas yang telah melalui ayakan panas sesuai dengan fraksi yang diperlukan bin panas.
Gambar 23 Bin panas
7) Tangki aspal
Kapasitas tangki harus cukup untuk melayani produksi tanpa terjadinya penundaan operasi dan dilengkapi dengan alat pemanastangki harus bebas dari bahan lain 8) Timbangan agregat dan aspal
Hal yang harus diperhatikan pada timbangan ini adalah : kalibrasi timbangan, weight box tergantung bebas dan kontrol kinerja operator.
Gambar 24 Timbangan agregat dan aspal
9) Pencampur (pugmill)
Setelah agregat, aspal dan bahan pengisi ditimbang, maka dimasukkan ke dalam pugmill. Waktu pencampuran harus sesingkat mungkin untuk mencegah oksidasi yang berlebih.
2023
78 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Gambar 25 Unit pencampur
Hal yang harus diperhatikan dalam alat pencampur, antara lain: temperatur aspal, lama pencampuran, dan kondisi bukaan campuran
10) Sistem kontrol operasi
Terdapat tiga jenis : otomatis, semi otomatis dan manual
Gambar 26 Tiga sistem control operasi
Hal yang harus diperiksa terhadap hasil AMP adalah :
• penyelimutan aspal pada agregat
• terjadi penggumpalan atau tidak
• warna asap (biru = overheating, putih = kadar air pada agregat masih tinggi) Kerusakan pada permukaan jalan seperti retak , lubang , alur dan amblas harus diperbaiki.
Metode yang umum digunakan adalah pembongkaran dan penambalan (patching).
Caranya dengan membuat lubang persegi dengan luas yang cukup meliputi daerah yang mengalami kerusakan. Bahan pengganti yang digunakan adalah material yang memiliki kekuatan minimum sama dengan perkerasan sekitarnya. Bila area cukup luas, akan lebih baik apabila menggunakan alat penggaruk dingin (cold milling) . alat ini dapat menggaruk dengan kedalaman maksimum sampai 15 cm dan lebar 1,5 m
2023
79 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Gambar 27 Contoh perbaikan kerusakan jalan
Pemasangan Tack Coat atau Prime Coat
Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapisan ikat yang diletakkan di atas lapis pondasi agregat, sedangkan lapis perekat (tack coat) diletakkan di atas lapisan beraspal atau beton.
Gambar 28 Lapis permukaan jalan
Permasalah utama yang ada di lapangan, antara lain:
a) prime coat
- lapisan gampang terkelupas
* permukaan base course kurang bersih,
* permukaan base course terlalu kering/basah,
* jenis aspal terlalu kental,
* waktu curing kurang - daya lekat kurang
* jenis aspal terlalu encer b) tack coat
- bleeding pada permukaan overlay
* aplikasi aspal berlebihan
Tabel 17 Perbedaan antara prime coat dan tack coat
2023
80 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
c) Pekerjaan Penghamparan Aspal
Sebelum proses penghamparan, permukaan harus benar-benar bersih dari bahan- bahan lepas dan bahan lain yang mengganggu. Pelaksanaan penghamparan harus memperhatikan cuaca, apabila akan hujan , maka penghamparan harus segera dihentikan, kecuali apabila terpaksa (dengan mutu tetap dipertahankan). Proses penghamparan harus dimulai dari titik terjauh dari instalasi pencampur. Penghamparan harus menghasilkan permukaan ratadan selama proses penghamparan harus terdapat petugas yang menyempurnakan hasil penghamparan
Alat penghampar terdiri dari dua jenis , yaitu penghampar mekanis bermesin yang menggunakan roda karet dan yang menggunakan roda baja (track/crawler). Secara fungsi sama, perbedaannya terdapat pada jenis track lebih tahan terhadap dorongan truk pada saat pengisian dan pada saat mendorong truk selama proses penghamparan. namun sulit dipindah-pindah.
2023
81 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
Gambar 29 Alat Penghampar dan Proses Penghamparan Aspal
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan penghamparan aspal, antara lain:
• koordinasi antara amp dengan lapangan
• pengaturan ketebalan dan kemiringan melintang
• pengaturan lebar penghamparan
• sambung (melintang dan memanjang)
Pemeriksaan yang perlu dilakukan pada pekerjaan penghamparan aspal, yaitu:
• temperature
• tekstur permukaan
• kerataan permukaan
• ketebalan
• kemiringan melintang dan memanjang
• sambungan melintang dan memanjang d) Pekerjaan Pemadatan Aspal
2023
82 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
harus dilakukan secepatnya setelah penghamparan, yaitu pada saat hamparan sudah tidak bergerak karena pemadatan. Pemadatan harus dilakukan dalam tiga tahap, yaitu:
• pemadatan awal, dengan menggunakan alat pemadat roda besi (suhu minimum 110⁰c) à waktu 0 – 5 menit setelah penghamparan
• pemadatan antara, dengan menggunakan alat pemadat roda karet (suhu antara 90⁰c - 110⁰c) à 10 – 25 menit setelah penghamparan
• pemadatan akhir, dengan menggunakan roda besi à 20 – 45 menit setelah penghamparanharus bisa memberikan kepadatan maksimum
Kecepatan pemadatan harus konstan, perubahan kecepatan akan menyebabkan usaha pemadatan yang tidak merata . menurut us army , kecepatan pemadatan awal 3, 2 – 5,6 km/jam , pemadatan antara 4 – 5,6 km/jam, pemadatan akhir 5 – 8 km/jam.
Pada daerah tanjakan , pemadatan dilakukan dari daerah yang lebih rendah e) Pengendalian Mutu
Proses pengendalian mutu aspal harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
• persyaratan tebal, tidak boleh lebih tipis 5 % dan lebih tebal 10% dari tebal rencana yang dikehendaki
• pemeriksaan permukaan, permukaan arah melintang dan memanjang diperiksa dengan mistar 4 m dan mal melintang (crown template)
• pemeriksaan kepadatan, kepadatan rata-rata lapisan tidak kurang dari 96%
kepadatan laboratorium
• pemeriksaan temperature, temperatur harus sesuai dengan jenis campuran dan metode pencampuran
D. Metode Kerja Pekerjaan Jembatan
Komponen bangunan pada suatu jembatan, umumnya terdiri dari beberapa komponen bagian sebagai berikut:
1. Bangunan Atas 2. Landasan
3. Bangunan Bawah 4. Pondasi
5. Jalan Pendekat (oprit) 6. Bangunan Pengaman
2023
83 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
1. Bangunan Atas
Bangunan Atas pada suatu jembatan terdiri dari beberapa bagian antara lain:
a. Rangka Baja
b. Gelagar Baja - Komposit c. Gelagar Beton Bertulang d. Gelagar Beton Prategang e. Gantung
f. Cable Stayed
g. Pelengkung dan sebagainya.
2. Landasan
Pada jembatan landasasan atau tumpuan memiliki beberapa tipe, yaitu:
a. Sendi b. Rol c. Geser
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan jembatan terkait dengan landasan, antara lain:
a. Perencanaan Teknik ( Gaya-gaya hori -zontal, vertikal dan putaran sudut) b. Spesifikasi
c. Manual Pelaksanaan
• Dipasang sebelum atau sesudah bangunan atas menumpu
• Temperatur
• Persiapan pemasangan - baut angker posisi, elevasi 3. Bangunan Bawah
Pada bangunan bawah jembatan memiliki beberapa komponen, antara lain:
a) Kepala Jembatan (Abutment, Landhoof)
Pada umumnya bagian ini sebagai tembok penahan tanah untuk menahan tekanan tanah aktif
b) Pilar
Beban-beban pada pilar tidak hanya beban vertikal saja tetapi juga termasuk diantaranya yaitu:
• Gaya gesekan
• Gaya aliran dan benda hanyutan
• Gaya rem
2023
84 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
• Gempa
Bangunan pengamanan pada jembatan harus mampu menahan beberapa hal sebagai berikut:
• terhadap gerusan (scouring) pada arah : horizontal dan vertikal
• terhadap longsoran (sliding)
• terhadap tumbukan benda-benda hanyutan (kayu, pohon dsb)
• terhadap tumbukan kendaraan (guard rail)
• terhadap tumbukan kapal (fender)
Bangunan pengamanan pada sungai memiliki beberapa bagian, yaitu:
• Krib - sebagai pengarah aliran air
• Bottom Controller (Check-Dam), untuk menaikkan dasar sungai, biasanya diakibatkan karena adanya galian C
• Peredam Kecepatan Arus Sungai 4. Jalan Pendekat (Oprit)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pekerjaan jalan pendekat, antara lain:
• perhatikan kondisi tanah dasar
• tinggi timbunan harus diperhitungkan yaitu : H = Hkr/3
Hkr = Tinggi Timbunan Max Yang Dipikul H = Tinggi Timbunan Yang Diijinkan Hkr = c.nc / g
• mutu material timbunan (f = 300)
Pekerjaan timbunan sebaiknya dilaksanakan dulu (untuk mendapatkan kondisi tanah dasar yang baik). Sedangkan untuk penanganan oprit yang tanahnya jelek, dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
• diperhitungkan terhadap pondasi abutment
• dipikul oleh cerucuk, tiang pancang
• ditanggulangi dengan turap, bronjong dan lain-lain.
• digunakan material timbunan ringan - abu sekam, abu terbang dan lain-lain.
• dengan sistem counterweight
• berat material timbunan dikurangi dengan armco, gorong-gorong
• kombinasi cara-cara di atas
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Jembatan disesuaikan dengan tipe jembatan yang ada. Metode Pelaksanaan Pemasangan Jembatan Rangka yang sesuai tergantung dari :
2023
85 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
• Lokasi jembatan
• Kondisi sungai
• Kondisi jalan penghubung (oprit)
• Kondisi jembatan lama
• Kemajuan pekerjaan bangunan bawah
• Peralatan yang tersedia
• Tenaga buruh yang digunakan
Metoda pemasangan jembatan rangka baja ada 3 macam, yaitu:
• Kantilever
• Kombinasi Perancah + Kantilever (semi kantilever)
• Perancah
Penjelasan dari masing-masing jembatan dapat diuraikan sebagai berikut.
a) Kantilever
Pemasangan jembatan tipe ini dilakukan pada kondisi sebagai berikut:
• Keadaan aliran sungai buruk dan berbahaya bila dipasang perancah ditengah sungai (sering banjir)
• Profil sungai dalam.
• Mempunyai bentang jembatan lebih besar atau sama dengan jembatan yang dipasang.
• Jalan penghubung (oprit) yang tersedia cukup untuk menempatkan jembatan pemberat
• timbunan / galian tanah dibelakang kepala jembatan memungkinkan untuk konstruksi jembatan pemberat.
• Tersedia tenaga-tenaga yang terlatih.
b) Semi Kantilever
Pemasangan jembatan tipe ini dilakukan pada kondisi sebagai berikut:
• Jembatan terdiri dari satu bentang dan kesulitan peminjaman jembatan pemberat
• Sebagian profil sungai masih dimungkinkan untuk pemasangan perancah (dangkal).
• Tempat untuk jembatan pemberat pada oprit telalu pendek karena trase jalan penghubungdekat jembatan membelok tajam atau terjal.
c) Perancah
Pemasangan jembatan tipe ini dilakukan pada kondisi sebagai berikut:
• Kondisi profil sungai datar/tidak dalam
• Arus tidak besar jika banjir tidak membahayakan)
2023
86 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
• Biaya pembuatan perancah relatif lebih murah
• Tenaga terlatih sukar didapat
E. Uji Kompetensi
1. Jelaskan komponen yang ada pada pekerjaan jalan!
2. Jelaskan tahapan pelaksanaan konstruksi jalan aspal!
3. Jelaskan komponen yang ada pada pekerjaan jembatan!
4. Jelaskan metode pada pemasangan jembatan rangka baja!
5. Jelaskan jenis jembatan yang dapat digunakan pada kondisi sungai yang lebar dan dalam!
2023
87 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
BAB VII
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BANGUNAN AIR
A. Standar Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari bab ini diharapkan pembaca mampu menjelaskan metode pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Air. Indikator capaian pada bab ini adalah sebagai berikut:
1. Pembaca mampu menjelaskan Metode Kerja Pelaksanaan Dermaga 2. Pembaca mampu menjelaskan Metode Kerja Masa Pra Konstruksi 3. Pembaca mampu menjelaskan Metode Kerja Masa Konstruksi
4. Pembaca mampu menjelaskan Metode Kerja Masa Pasca Konstruksi B. Sub Pokok Bahasan
Pada bab ini akan dibahas beberapa hal sebagai berikut:
1. Metode Kerja Pelaksanaan Dermaga 2. Metode Kerja Masa Pra Konstruksi 3. Metode Kerja Masa Konstruksi
4. Metode Kerja Masa Pasca Konstruksi C. Metode Kerja Pelaksanaan Dermaga
Dermaga adalah suatu bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapat dan menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat barang dan menaik-turunkan penumpang. Menurut Triatmodjo (1996) dermaga dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu wharf atau quay dan jetty atau pier atau jembatan. Wharf adalah dermaga yang paralel dengan pantai dan biasanya berimpit dengan garis pantai. Jetty adalah dermaga yang menjorok ke laut. Sebelum merancang dan membangun dermaga,
Metode pelaksanaan dermaga akan dibagi menjadi 3 point utama yaitu 1. Masa Prakonstruksi
2. Masa Konstruksi
2023
88 Pengantar Metode Pelaksanaan dan Pembongkaran Konstruksi
Universitas Tidar
Fajar Susilowati, Herlita Prawenti http://untidar.ac.id
D. Metode Kerja Masa Pra Konstruksi
Dalam Masa Prakonstruksi ini hal-hal yang dilakukan adalah persiapan pelaksanaan, baik yang di darat maupun di laut. Pada umumnya, sebelum pelaksanaan sudah harus disiapkan :
1. Pembersihan lahan, yaitu membersihkan lahan proyek dan lahan disekitar proyek yang telah dibebaskan dari hal – hal yang akan mengganggu jalannya proyek secara keseluruhan.
2. Direksi kit, yang berfungsi sebagai tempat untuk keperluan rapat, konfirmasi antar organisasi atau personil yang terkait, pengawasan dan lain-lain.
3. Pos jaga, yang berfungsi sebagai tempat pengawasan alat dan material 4. Gudang, sebagai tempat penyimpanan bahan yang akan dipakai.
5. Pendatangan alat berat seperti crane, ponton, hammer hydraulik untuk keperluan pemancangan tiang pancang.
E. Metode Kerja Masa Konstruksi
Beberapa pekerjaan yang ada pada masa konstruksi antara lain:
1. Pemancangan
Dalam masa konstruksi pekerjaan pemancangan pada salah satu proyek, tiang pancang yang dipakai f 80 cm, dimana panjang tiang yang dibutuhkan adalah 33.3 m (3 batang @12 m) dan f 60 cm dengan kedalaman 21,3m (2 batang @12 m) pemancangan dilakukan dengan 2 ponton, dimana 1 ponton sebagai hydraulic hammer untuk pemancangan dan satunya sebagai ponton crane untuk pengambilan tiang pancang dari areal penumpukan ke ponton pancang (lihat gambar 30). Alat Teodolit dipergunakan untuk mengukur ketepatan posisi dan kemiringan tiang saat pemancangan gambar 31.