• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 SISTEMATIKA PENULISAN

5.5 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara yang akan dilakukan dalam proses penelitian.

Dalam menyusun proposal atau laporan hasil penelitian, metode penelitian harus diuraikan secara lengkap tentang rancangan penelitian, variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, populasi dan sampel serta teknik sampling, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data dan penyimpulan hasil penelitian.

5.5.1 Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian dibagi dua yaitu dapat dilakukan dengan penelitian observasional (deskriptif dan analitik) atau eksperimental. Bila penelitian observasional analitik, harus dijelaskan dengan desain penelitian (kohort, kasus kontrol, atau potong lintang/cross sectional) dan pendekatan waktu yang digunakan (prospetif atau retrospektif). Bila penelitian eksperimental, dijelaskan jenisnya (preeksperimen, kuasi atau murni). Bila penelitian kualitatif, dijelaskan jenisnya. Penyusunan desain penelitian harus dijelaskan pelaksanaannya dalam penelitian yang akan dilakukan.

a. Rancangan penelitian deskriptif

Rancangan penelitian deskriptif bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang terjadi berdasarkan karakteristik tempat, waktu, umur, jenis kelamin, sosial, ekonomi, pekerjaan, status perkawinan, cara/ pola hidup dan sebagainya. Deskripsi tersebut dapat terjadi pada lingkup individu atau pun kelompok pada masyarakat di suatu daerah.

Contoh judul penelitian dengan desain deskriptif:

Gambaran pengetahuan Ibu tentang imunisasi pentavalen di Kecamatan Medan Johor Kota Medan Tahun 2014

b. Rancangan penelitian Cross Sectional

Merupakan rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan saat bersamaan antara faktor resiko/ paparan dengan penyakit.

Penelitian ini termasuk penelitian dengan pendekatan epidemiologis.

Contoh penelitian cross sectional

“Hubungan antara konsumsi zat besi (Fe) dengan terjadinya anemia pada Ibu hamil”

c. Rancangan Penelitian Kasus Kontrol (Case Control)

Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian yang membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol untuk mengetahui proporsi kejadian berdasarkan riwayat ada tidaknya paparan.

Penelitian ini juga termasuk penelitian dengan pendekatan epidemiologis.

Rancangan penelitian case control sering juga disebut dengan rancangan penelitian retrospektif yaitu rancangan penelitian yang melihat ke belakang

dari suatu kejadian yang berhubungan dengan kejadian kesakitan yang diteliti (Hidayat, 2011).

Contoh penelitian case control

Hubungan antara kejadian sindroma kematian bayi mendadak dengan merokok di provinsi Sumatera Utara”

Untuk melakukan penelitian tersebut maka peneliti harus mengidentifikasi subjek penelitian yaitu ibu-ibu yang bayinya mati mendadak dan tidak mati mendadak saat persalinan, selanjutnya peneliti mengidentifikasi faktor resiko di masa lampau kemudian dilakukan pengukuran pada faktor resiko dan penyakit/ non penyakit lalu kedua variabel tersebut dianalisis.

d. Rancangan Penelitian Kohort

Rancangan penelitian ini merupakan kebalikan dari penelitian case control dimana subjek diamati sejak mulai terpapar sampai waktu tertentu muncul suatu fenomena. Dalam penelitian ini peneliti mengelompokkan atau mengklasifikasikan kelompok terpapar dengan tidak terpapar kemudian diamati sampai waktu tertentu untuk melihat ada tidaknya fenomena.

Contoh penelitian Kohort

Hubungan penggunaan pil KB dengan hipertensi”

Peneliti mengidentifikasi subjek penelitian Ibu yang menggunakan pil KB dan yang tidak menggunakan pil KB kemudian dilakukan pengamatan terhadap kejadian kejadian hipertensi dalam kurun waktu tertentu.

e. Rancangan penelitian Komparatif

Rancangan penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antar dua variabel penelitian.

Contoh penelitian Komparatif

Perbedaan Perilaku menyusui pada Ibu-Ibu yang tinggal di wilayah Puskesmas Titi rantai dengan wilayah Puskesmas Medan Johor”

5.5.2 Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan buah pikiran penulis/ peneliti yang disarikan dari landasan teoritis dan kerangka teoritis. Kerangka konseptual ini manggambarkan hubungan antara variabel-variabel atau konsep-konsep yang diteliti. Hal ini akan menyajikan alur kerja atau proses pelaksanaan penelitian.

Cara membuat kerangka konsep ini mengacu pada masalah-masalah yang akan diteliti, kemudian penulisannya dapat dibuat dalam bentuk diagram dan dijelaskan secara narasi sehingga terlihat dengan jelas proses pelaksanaan penelitian sehingga didapat hasil yang diinginkan. Demikian dari kerangka konseptual tersebut peneliti dapat merumuskan hipotesa-hipotesa yang akan dIbukan. Berikut beberapa contoh kerangka konsep penelitian.

Contoh 1

Kerangka konsep penelitian “Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi tentang imunisasi pentavalen di Kecamatan Medan Johor Kota Medan”

Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi tentang imunisasi pentavalen

Berdasarkan : 1. Umur

2. Pendidikan 3. Pekerjaan 4. Paritas

5. Sumber Informasi

Contoh 2

Kerangka konsep penelitian “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam Mengikuti Program KB di Wilayah Puskesmas Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kota Medan”

Variabel Bebas Variabel Terikat

Contoh 3

Kerangka konsep “Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Kerja Bidan Yang Bekerja Di Rumah Sakit X”

Faktor Predisposisi:

- Pendidikan - Pengetahuan - Sikap - Persepsi

-

Faktor Pendukung:

- Status ekonomi - Sosial Budaya - Agama

Perilaku Ibu Untuk KB

Faktor Pendorong:

- Sikap dan Perilaku petugas kesehatan - Media proposi/ sumber

informasi

- Umur - Lama Kerja

- Tingkat Pendidikan

Prestasi Kerja Bidan

Motivasi:

Pemberian Reward

5.5.3 Definisi Operasional

Definisi operasional berisi tentang definisi karakteristik sesungguhnya yang akan diukur (variabel penelitian), dapat berbentuk pengertian fakta yang dapat diamati secara obyektif, cukup jelas, tidak ragu-ragu dan memberikan aturan/prosedur yang jelas untuk mengukur variabel penelitian. Definisi operasional bertujuan untuk mengoperasionalkan variabel sehingga dapat diobservasi, dihitung dan diukur. Definisi operasional merupakan penjelasan yang berdasarkan kenyataan/penjelasan di lapangan yang meliputi penjelasan tentang apa (variabel tersebut), bagaimana memperolehnya (cara), siapa yang melaksanakan dan skala data yang digunakan (nominal, ordinal, interval atau rasio).

Di bawah ini contoh tabel definisi operasional sebuah penelitian dengan judul

“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi terjadinya hipertensi pada Ibu hamil Wilayah Puskesmas Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kota Medan Tahun 2016”

Tabel 4.1

Definisi Operasional Variabel

No Variabel Definisi Operasional Hasil Ukur/ Kategori Skala 1 Diet

Tinggi Garam

Kebiasaan responden dalam mengonsumsi makanan yang mengandung garam.

Intensitas:

1. Sering 2. Jarang

Nominal 2 Genetik Faktor keturunan yang dimaksud

adalah adanya riwayat hipertensi dalam keluarga di masa lalu yag didapat dari keluarga yakni bapak, ibu, saudara kandung, kakek ataupun nenek.

1. Ada riwayat ketu- runan hipertensi 2. Tidak ada riwayat

keturunan hiper- tensi

Nominal

3 Umur Usia responden yang terhitung sejak lahir hingga ulang tahun terakhir

1. 17-27 tahun 2. 28-38 tahun 3. 39-49 tahun 4. 50-60 tahun

Ordinal

4 Hipertensi Suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang Ibu hamil melebihi batas normal yakni sistolik ≥ 150 mmHg, diastolik > 90 mmHg

Borderline

S : 140-159 mmHg D : 90-99 mmHg Ringan

S : 160-179 mmHg D : 95-109 mmHg Sedang

S : 180-209 mmHg D : 110-119 mmHg Berat

S : > 210 mmHg D : > 120 mmHg

Ordinal

5.5.4. Populasi dan Sampel

Populasi merupakan keseluruhan unit baik subjek atau objek yang akan diteliti.

Populasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga benda. Populasi bisa bersifat terbatas atau tidak terbatas. Dikatakan terbatas apabila jumlah populasi dalam penelitian bisa dihitung, sedangkan tidak terbatas artinya jumlah objek penelitian tidak dapat ditentukan.

Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel penelitian juga harus bersifat representatif. Untuk mendapatkan sampel yang representatif maka jumlah sampel penelitian harus bisa mewakili populasi. Jumlah populasi yang terlalu kecil dapat menyebabkan penelitian tidak dapat menggambarkan kondisi populasi yang sesungguhnya. Sedangkan jumlah populasi yang terlalu besar bisa menyebabkan pemborosan dana atau biaya. Dalam penelitian kriteria sampel ada dua yaitu kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kedua kriteria tersebut menjadi penentu dapat tidaknya sampel tersebut digunakan.

Penentuan besar sampel sangat tergantung pada biaya yang tersedia, waktu, tenaga, tujuan, desain penelitian, banyaknya variabel, skala pengukuran, presisi dan rencana analisis. Ada berbagai cara atau rumus untuk menentukan besar sampel.

Penentuan besar sampel disesuaikan dengan jenis dan desain penelitian. Dalam bagian metode penelitian untuk jumlah populasi dan sampel harus dibuat dengan jelas, karena hal tersebut akan mempengaruhi jumlah data yang akan dikumpulkan.

5.5.5. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan suatu proses seleksi sampel yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi yang ada sehingga jumlah sampel mewakili seluruh populasi. Teknik sampling ada dua yaitu sampling acak (probability) dan tidak acak (nonprobability). Dalam bagian ini penulis harus menjelaskan secara lengkap teknik sampling yang digunakan dalam penelitian dan alasan pemilihan teknik sampling tersebut.

5.5.6. Teknik Pengumpulan Data

Pada bagian ini dijelaskan cara pengumpulan data mulai dari pengurusan surat ijin penelitian, pengisian informed concent hingga seluruh data terkumpul. Penulis juga harus menjelaskan cara pengumpulan data dan darimana data tersebut diperoleh. Jenis data yang digunakan dalam penelitian biasanya digolongkan menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Jenis data primer adalah data yang diambil/ diperoleh langsung oleh peneliti. Data sekunder adalah data yang tidak langsung diambil/

diperoleh oleh peneliti akan tetapi diperoleh dari data yang sudah ada atau dikumpulkan oleh pihak lain.

Setelah diidentifikasi sumber dan jenis data yang dikumpulkan, kemudian dijelaskan alat pengumpul data yang digunakan, tenaga yang melakukan pengumpulan data dan bagaimana cara mengumpulkan data. Penelitian yang dilakukan di lapangan, biasanya pengumpulan data dilakukan oleh suatu tim yang terdiri dari interviwer, supervisor dan koordinator, apabila demikian halnya, maka perlu dijelaskan penunjukan fungsi dan tugasnya. Sedangkan penelitian yang dilakukan di laboratorium diperlukan prosedur penentuan dan spesifikasi dan alat-alat laboratorium yang digunakan.

Cara pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai macam cara misalnya dengan wawancara, pembicaraan langsung melalui telepon, pengamatan, pengisian kuesioner dan pengamatan di laboratorium. Cara yang dipilih dalam pengumpulan data agar ditulis dengan jelas sehingga mudah untuk dimengerti.

5.5.7. Lokasi Penelitian

Penulis harus menjelaskan alasan yang tepat untuk pemilihan lokasi penelitian terkait dengan masalah yang diteliti.

5.5.8. Pengolahan Data / Metode analisa Data

Bagian ini menguraikan tentang cara pengolahan data yang telah dikumpulkan, dimulai dari editing, coding, tabulating dan scoring untuk menghasilkan data dalam bentuk distribusi frekuensi. Setelah data dikumpulkan dari lapangan dan bahan-bahan yang dipergunakan dalam pengolahan data seperti coding sheet, punc card, program computer yang dipakai misalnya : spss, epiinfo dan lain-lain, kemudian diuraikan bagaimana menganalisa data. Identifikasi tabel-tabel yang akan diperoleh (dummi tabel)

dan bila perlu dilakukan uji statistik yang akan dipergunakan untuk menganalisis data untuk kemudian diinterpretasikan. Test statistik yang akan dilakukan misalnya tes statistik yang mempergunakan Chi-square, regresi, korelasi dan tes lain.

5.5.9. Jadwal Penelitian

Jadwal penelitian dibuat dalam bentuk tabel mulai dari pengajuan judul penelitian hingga pengumpulan laporan hasil penelitian.

5.6 Hasil Penelitian dan Pembahasan

Dalam dokumen PANDUAN SKRIPSI SARJANA TA 2020-2021 (Halaman 35-43)

Dokumen terkait