BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
buat mengusut & mengadilinya”. Artinya, hakim pada masalah hukumnya sudah dibentuk namun undang-undangnya belum atau belum kentara maka hakim wajib menafsirkan undang-undang atau peraturan perundang- undangan melalui metode penafsiran yg berlaku pada ilmu hukum. Yahya Harahap mengungkapkan bahwa menurut adagium Ius Curia Novit/Curia Novit Jus, hakim dipercaya mengetahui & tahu segala undang-undang sebagai akibatnya pengadilan nir bisa menolak buat mengusut & mengadili masalah.63
G. Metode Penelitian
Metode pencarian hukum normatif atau metode pencarian hukum perpustakaan adalah metode atau metode yang digunakan dalam pencarian hukum yang dilakukan dengan mengkaji bahan pustaka yang ada. 66 Tahap pertama penelitian hukum normatif adalah penelitian yang ditujukan pada hukum objektif (norma hukum), yaitu penelitian tentang masalah hukum.
Tahap kedua penelitian hukum normatif adalah penelitian yang ditujukan pada hukum subjektif (hak dan kewajiban).67
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis. Metode deskriptif adalah suatu cara untuk menilai status sekelompok orang, suatu objek, seperangkat kondisi, sistem berpikir, atau sekelompok peristiwa dewasa ini.
Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat penjelasan yang sistematis dan faktual, gambaran atau gambaran tentang fakta, ciri-ciri, dan hubungan antar fenomena yang diteliti.68
Pendekatan penelitian ini adalah perbandingan hukum, yaitu hukum Islam dan hukum perdata. Fikih Islam dalam penelitian ini adalah pendapat ulama mazhab dari pihak ahli waris yang telah menjalani operasi ganti kelamin.
KUHPerdata yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang aturan ahli waris, pembagian harta warisan, dan hal-hal yang memenuhi syarat atau syarat seseorang untuk mendapatkan harta warisan.
66Hardijan Rusli, “Metode Penelitian Hukum Normatif, Bagaimana?”, dalam Law Review, Vol. 5, No. 3, Tahun 2006, Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, hlm. 50.
67Hardijan Rusli, “Metode Penelitian Hukum Normatif, Bagaimana?”, dalam Law Review, Vol. 5, No. 3, Tahun 2006, Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, hlm. 50.
68Rizki, “Kedudukan Istri Non Muslim Terhadap Harta Bersama Dan Harta Peninggalan Suami Dalam Perkawinan Beda Agama (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 16K/AG/2010)”. Tesis. Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan, 2017, hlm. 27.
2. Sumber data penelitian
Data dibagi menjadi data primer dan data sekunder, tergantung pada proses dan jenis pengumpulan datanya. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian, dan data sekunder adalah data yang telah dilengkapi seperti data literatur dan publikasi.69
Jenis data dalam kajian ini adalah data sekunder dan dilakukan dengan penelusuran kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum terkait. Bahan tersebut tersedia diperoleh dengan cara membaca, melihat, mengikuti seminar, mengadakan konferensi ilmiah, dan mengunduh melalui website internet. Langkah selanjutnya adalah dengan mengurutkan data yang dihasilkan untuk mendapatkan data yang sesuai dengan masalah dalam penelitian ini.,70 yang didapat dari:
a. Sumber data wahyu adalah sumber data yang berasal dari kajian syair- syair yang berkaitan dengan hadits al-qur'an dan nabi muhammad.
b. Bahan hukum utama adalah bahan hukum yang dapat diandalkan. NS.
Mereka memiliki kekuasaan untuk mengeluarkan dan membuat keputusan tentang undang-undang dan peraturan, yang terdiri dari ketentuan undang-undang, catatan resmi atau protokol. 71 Kajian ini meliputi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi
69Soerjono Soekanto, 1990, Ringkasan Metodologi Penelitian Hukum Empiris, Jakarta: Ind.
Hill Co., hlm. 57.
70Bambang Sunggono, 2005, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, hlm. 113.
71Bambang Sunggono, 2005, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, hlm. 113.
Manusia, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Kependudukan, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Hak Peradilan, dan Undang-Undang Telah ada. Ini 2004 29 tentang praktik kedokteran.
c. Sumber hukum sekunder adalah publikasi hukum yang bukan merupakan dokumen resmi. Publikasi hukum termasuk buku teks, kamus hukum, majalah hukum, dan komentar atas keputusan pengadilan. 72
d. Bahan hukum tersier, yaitu bahan hukum yang memberikan informasi tentang bahan hukum primer dan sekunder, seperti: B. Referensi dan indeks kumulatif. 73 Bahan hukum tersier atau tambahan umumnya memberikan pedoman tentang bahan hukum primer dan sekunder (indeks, undang-undang, dll.) yang biasa dikenal sebagai referensi hukum atau referensi hukum.Berisi bahan untuk disediakan. , Kamus hukum, dll.74
3. Teknik pengumpulan data
Survei perpustakaan digunakan sebagai metode pengumpulan data untuk melaksanakan survei ini. M. Nazir menyatakan bahwa penelitian sastra adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara mempelajari buku- buku, perpustakaan, memo, dan laporan-laporan yang berkaitan dengan masalah yang sedang dipecahkan.75
72Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Op.Cit., hlm. 33.
73Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Op.Cit., hlm. 33.
74Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Op.Cit., hlm. 33.
75M. Nazir, 2003, Metode Penelitian, Cet. V, Jakarta: Ghalia Indonesia, hlm. 27.
Lebih lanjut M. Nazir mengatakan:
“Studi literatur merupakan langkah penting, dan setelah seorang peneliti memutuskan topik penelitian, langkah selanjutnya adalah mempelajari teori yang terkait dengan topik penelitian. Dalam mencari teori, peneliti relevan. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari Pustaka Sumber pustaka tersedia dari buku, jurnal, jurnal, hasil penelitian (artikel dan artikel), dan sumber lain yang sesuai (Internet, surat kabar, dll.) Segera setelah Anda memiliki literatur yang relevan, Anda harus menyusun dan menelitinya Oleh karena itu, penelitian kepustakaan merupakan hal yang lumrah, seperti identifikasi teori secara sistematis, penelusuran kepustakaan, dan analisis dokumen yang berisi informasi tentang topik penelitian, termasuk proses..76
4. Analisis data
Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Analisis kualitatif adalah kajian yang berkaitan dengan norma hukum dan norma sosial yang terkandung dalam undang-undang dan putusan pengadilan. Metode survai adalah survai ilmu sosial yang bertujuan menyelidiki masalah dan fenomena sosial secara mendetail dalam wilayah penelitian atau populasi yang relatif kecil tetapi lebih terfokus, dan analisis datanya bersifat kualitatif. Artinya, tidak menggunakan angka atau rumus statistik. Dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: B. Wawancara dan komunikasi rinci (detailed interview), observasi, keterlibatan, studi kasus, kelompok eksperimen, analisis teks, analisis membumi, kelompok fokus, analisis dokumenter, dll.i
76Ibid.
35