METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang peneliti lakukan termasuk field research (penelitian lapangan). Peneliti harus terjun langsung kelapangan untuk menemukan dan melakukan observasi, sehingga dapat menghayati langsung keadaan yang sebenarnya.65
Menurut Bogdan dan Taylor menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati.66
Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data, yang awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar. Dimana jumlah sumber data yang sedikit itu tersebut belum mampu memberikan data yang lengkap, maka mencari orang lain lagi yang dapat digunakan sebagai sumber data.67
B. Lokasi Penelitian dan waktu
Dalam penelitian kualitatif ini digunakan seting atau tempat penelitian.
Tempat pelaksanaan di lakukan di SMPN 11 Seluma, Desa Sukasari,
65 A. Muri Yusuf. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan.
(Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri. 2017). hal. 334.
66V. Wiratna Sujarweni, Metode Penelitian, (Yogjakarta: PT Pustaka Baru, 2014), hal.
19.
67 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
(Bandung: Alfabeta, 2012), Cet 15. hal. 300.
Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, sebagai objek penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juli s/d 30 Agustus 2018.
C. Instrumen penelitian
Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen adalah peneliti itu sendiri. Penelitian kualitatif sebagai human instrument, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informasi sebagai sumber data, melakukan sumber data, melakukan kualitas data, analisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya.68
D. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian kualitatif ada dua macam yaitu : 1. Sumber data primer
Data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data atau sumber data utama.69 Jadi data primer adalah sumber data yang menjadi sumber data utama dalam penelitian yang diperoleh dari guru pendidikan agama Islam (PAI) dan siswa yang ada di SMPN 11 Seluma.
2. Sumber data sekunder
Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data pada pengumpulan data.70 Jadi data sekunder adalah data yang menjadi penujang utama, yang diperoleh dari kepala sekolah SMPN 11 Seluma, dari sumber baca seperti buku, dokumentasi SMPN 11 Seluma, observasi
68 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan…, hal. 306.
69 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan… hal. 308.
70 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan...., hal. 309.
mengenai wilayah, keadaan sekolah, prestasi serta sarana dan prasarana di SMPN 11 Seluma.
E. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel yang perlu dijelaskan dalam penelitian ini adalah peranan guru dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 11 Seluma. adapun istilah- istilah yang menjadi fokus permasalahan penelitihan adalah :
a. Peran Guru Pendidikan Agama Islam
Peranan adalah bagian dari tugas utama. Peranan yang dimaksud disini adalah suatu telaah atau penelitian untuk melihat seberapa jauh arti penting peranan guru dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa.
Indikator peranan guru dalam penelitian ini yaitu guru berperan aktif sebagai motivator, pembimbing, inspirator, demonstrator, dan evaluator.
b. Karakter Tanggung Jawab Siswa
Karakter adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup.
Lebih spesifik lagi karakter ini dimaksudkan untuk agar siswa dapat memahami apa saja tanggungan atau kewajiban yang harus dia lakukan sebagai perannya menjadi seorang pelajar.
Karakter tanggung jawab mengemban amanah dimaknai sebagai sifat responden yang muncul untuk memilih respon terhadap konsekuensi atas keputusan yang diambil dalam menjalani kewajiban, Indikatornya adalah:
1. Selalu mencari tugas dan pekerjaan apa yang harus segera diselesaikan.
2. Menyelesaikan tugas tanpa disuruh untuk mengerjakannya.
3. Melakukan pekerjaan sebaik mungkin dengan hasil yang maksimal.
4. Ikhlas berbuat karena alasan pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
F. Teknik Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Metode Observasi
Observasi merupakan suatu kegiatan mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menyajikan gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.71
Dengan mengamati secara langsung Peranan Guru Dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Siswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 11 Seluma.
2. Metode Wawancara
Wawancara adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara dan narasumber informasi atau orang yang diwawancarai
71 V. Wiratna Sujarweni, Metode Penelitian…., hal. 31-32.
melalui komunikasi langsung. dapat pula dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka antara pewawancara dengan sumber informasi, di mana pewawancara bertanyak langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya.72
3. Metode Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan atau karya sesorang tentang sesuatu yang sudah berlalu. dokumen tentang sekelompok orang, peristiwa, kejadian sosial yang sesuai dan terkait dengan fokus penelitian adalah sumber informasi yang sangat berguna dalam penelitian. dokumentasi ini dapat berupa teks tertulis, artefacts, gambar, maupun foto.73
Dokumentasi tak terbatas ruang dan waktu sehingga memberikan peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi untuk penguataan data observasi dan wawancara dalam memeriksa keabsahan data, membuat interprestasi dan penarikan kesimpulan.74
G. Teknik Uji Keabsahan Data
Untuk uji keabsahan data penulis menggunakan teknik triangulasi, triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.75
72 A. Muri Yusuf. Metode Penelitian… hal. 372.
73 A. Muri Yusuf. Metode Penelitian… hal. 391.
74 Rully Indrawan dan Poppy Yaniawati, Metode Penelitian Kuanlitatif, Kualitatf, dan Campuran untuk Manajemen, Pembangunan, dan Pendidikan, (Bandung: PT Refika Aditima, 2016), hal. 139.
75 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan...., hal. 241.
Penulis akan mengumpulkan data dari beberapa gabungan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mencari keabsahan data.
H. Teknik Analisis Data
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperinci. kemudian laporan disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting. data hasil reduksi akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang pengamatan juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data sebagai tambahan di atas data sebelumnya yang diperoleh jika diperlukan.76
2. Penyajian Data (Data Display)
Dengan mendisplaykan data, maka akan mempermudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. dalam melakukan display data, selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa grafik, matrik, network dan chart.
3. Menarik Kesimpulan/Verifikasi
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah menarik kesimpulan dan vertifikasi. biasanya pada kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan
76 V. Wiratna Sujarweni, Metode Penelitian…., hal. 35.
berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali kelapangan menggumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.77
77 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan.., hal 253.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Wilayah Penelitian
1. Sejarah Singkat berdirinya SMPN 11 Seluma
Sekolah menengah pertama negeri 11 Seluma desa sukasari kecamatan air periukan kabupaten seluma didirikan oleh pemerintah untuk proses pembelajaran karena di desa sukasari belum terdapat sekolah menengah pertama. SMPN 11 Seluma didirikan pada tahun 1990 dan tahun penergian pada tahun 1990.
Perjalanan perubahan sekolah pada tahun 1990 SMPN 6 Seluma, pada tahun 1997 SLTPN 4 Sukaraja, dan pada tahun 2008 SMPN 11 Seluma, hingga sampai sekarang masih menjadi SMPN 11 Seluma.
Berikut ini urutan jabatan kepala sekolah mulai dari tahun 1990 hingga sampai saat ini, sebagai berikut :
Tabel : 4.1
Urutan jabatan kepala sekolah SMPN 11 Seluma78
NO NAMA NIP TAHUN JABATAN
1 Dain Samil 130380835 1990-1998
2 Drs. Husnan 130552678 1998-2003
3 Hamdan, S.Pd 130893388 2003-2005
4 Akhyaruddin, S.Pd 131254185 2005-2006
5 Manrizon Riadi, S.Pd 132132547 2006-2009
78 Sumber Data dari SMPN 11 Seluma Kabupaten Seluma.
6 M Yusuf, S.Pd 196511111989021001 2009-2013 7 Jarwadi, S.Pd 19690414199414001 2013-2017 8 By Ajran, S.Pd 196510021989121001 2017-2018
2. Letak Geografis SMPN 11 Seluma
SMPN 11 Seluma terletak di desa sukasari kecamatan air periukan kabupaten seluma, terletak dekat dengan kantor kepala desa sukasari, dekat dengan puskesmas dan rumah penduduk. Letak SMPN 11 Seluma sangat strategis, karena merupakan lingkungan sekolah yang edukatif, kondusif, dan jauh dari hiruk pikuk keramian. Kondisi lingkungan seperti ini terkelola pula dilingkungan sekolah dengan baik, ini dibuktikan dengan keasrian dan keindahan SMPN 11 Seluma.
Secara geografis SMPN 11 Seluma berada 12 Km dari pusat kecamatan dan dari pusat OTODO sekitar 32 Km, dapat dikatakan jauh dari keramaian tetapi terdapat kemudahan untuk menuju sekolah ini, sehingga mudah dijangkau baik dengan menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2.79 3. Visi dan Misi SMPN 11 Seluma
a. Visi
“Berprestasi di bidang IPTEK berdasarkan IMTAQ”
Indikator visi :
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Tenaga Pendidik dan Kependidikan.
79 Sumber Data dari SMPN 11 Seluma kabupaten Seluma.
2. Meningkatkan rata-rata nilai prestasi peserta didik.
3. Menjadi nominasi dan atau juara OSN,O2SN, dan FL2SN . 4. Terwujudnya siswa yang trampil, kreatif, dan inovasi.
5. Meningkatnya keimanan dan ketaqwaan seluruh warga sekolah.
6. Terwujudnya lingkungan sekolah yang nyaman, indah, dan asri.
7. Terbentuknya masyarakat sekolah yang Agamis, Berbudaya dan Berkarakter Kebangsaan.
b. Misi :
1) Memperdayakan tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi standar keunggulan yang ditetapkan.
2) Menanamkan kedisiplinan melalui budaya bersih, tertib, kerja keras, dan kerja cerdas.
3) Menumbuhkan inovasi dan kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menunjang profesionalisme.
4) Memperdayakan seluruh komponen sekolah dalam mengoptimalkan sumber daya sekolah dalam mengembangkan potensi, bakat, dan minat peserta didik secara optimal.
5) Menumbuhkan semangat kejujuran, sportifitas, kompetitif, dan mental juara bagi semua warga sekolah, sehingga mampu menjadi sekolah yang berprestasi berlandaskan IMTAQ.
6) Menumbuhkan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sehingga menjadi manusia yang amanah, dan religius.
4. Profil Sekolah
Berdasarkan dokumen sekolah, diperoleh data tentang profil SMPN 11 Seluma, sebagai berikut :
Tabel: 4.2
Identitas Sekolah SMPN 11 Seluma80
NO IDENTITAS SEKOLAH
1 NAMA SEKOLAH SMPN II SELUMA
2 NOMOR STATISTIK 201260506011
3 PROPINSI BENGKULU
4 OTONOMI DAERAH SELUMA
5 KECAMATAN AIR PERIUKAN
6 DESA / KELURAHAN SUKASARI
7 JALAN DAN NOMOR AIR PERIUKAN NOMOR :-
8 KODE POS 38881
9 TELEPON KODE WILAYAH : 0736 NOMOR :-
10 FAXCIMILE / FAX KODE WILAYAH : - NOMOR :-
11 DAERAH PEDESAAN
12 STATUS SEKOLAH NEGERI
13 KELOMPOK SEKOLAH B
14 AKREDITASI DIAKUI
15 SURAT KEPUTUSAN / SK NOMOR :0095/26/93 TANGGAL : 24-09- 1993
16 PENERBIT SK DITANDA TANGANI OLEH
Drs. H. ACHMAD DJAZALI
17 TAHUN BERDIRI TAHUN : 1990
18 TAHUN PENEGERIAN TAHUN : 1990
19 KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PAGI
20 BANGUNAN SEKOLAH MILIK SENDIRI
80 Sumber Data dari SMPN 11 Seluma Kabupaten Seluma.
21 LOKASI SEKOLAH DESA SUKASARI 22 JARAK KE PUSAT KECAMATAN 15 KM
23 JARAK KEPUSAT OTODO 32 KM 24 TERLETAK PADA LINTASAN DESA 25 PERJALANAN PERUBAHAN
SEKOLAH
1990 SMPN 6 SELUMA 1997 SLTPN 4 SUKARAJA 2008 SMPN 11 SELUMA 26 JUMLAH KEANGGOTAAN RAYON SEKOLAH
27 ORGANISASI PENYELENGGARA PEMERINTAH
28 NPSN : 10701518
29 NIS : 200340
30 NPNWP 002445948311000
5. Keadaan Guru dan Tata Usaha
Adapun jumlah guru dan karyawan yang ada di SMPN 11 Seluma sebagai berikut :
a. Dewan guru 18 orang b. Staf tata usaha 2 orang c. Petugas perpustakaan 1 orang
d. Petugas kebersihan dan keamanan 1 orang
Untuk lebih jelasnya jumlah guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel: 4.3
Data Guru SMPN 11 Seluma Tahun Ajaran 2018/2019
No Nama Status Pendidikan Mengajar
1 By Ajran, S.Pd PNS S1 Kepala Sekolah
2 Esti kuswantini, S.Pd PNS S1 Wakil Kepala
Sekolah
3 Uliman PNS SMA IPS
4 Mutakim, S.Sos PNS SI IPS
5 Salam, S.Pd PNS SI B. Indonesia
6 Jonaidi, S.Pd PNS SI Penjes &
perpustakaa n
7 Milianti, S.Pd PNS SI BK
8 Ilal Buhari, S.Pd PNS SI B. Indonesia 9 Yetni Eka Niasti, S.Pd PNS SI IPA
10 Yuliza anggraini, S.Pd PNS S1 IPA 11 Siti syamsiyah, S.Pd PNS MAN TU
12 Suratmi, S.ip PNS S1 TU
13 Aina Nagoya, S.Pd GTT S1 B. Indonesia 14 Agus mustova, S.Pd.I GTT SI PAI & IMTAQ 15 Fetri zulianti, S.Pd GTT SI Matematika
16 Wahyu eka sakti GTT SMA Penjas
17 Efa Rosalina, S.Pd GTT SI IPA9‟
18 Liza febrianti GTT SMA PAI
19 Sri margani, S.Pd GTT SI Matematika
20 Elmi Densi, S.Pd GTT SI Matematika
Dari data yang penulis peroleh terlihat jelas bahwa latar belakang pendidikan guru di SMPN 11 Seluma beragam dan sudah ada yang jenjang pendidikanya Strata satu (SI). Yang sudah termasuk katagori memadai.
Keadaan guru sangat menunjang dalam menciptakan proses belajar mengajar yang efektif.81
Dengan latar belakang pendidikan yang baik, karena melihat latar belakang guru-guru tersebut ilmu pengetahuan mereka miliki akan sangat membantu tugas yang mereka jalankan walaupun tidak bisa dipungkiri masih ada guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang studi atau latar belakang pendidikan yang mereka miliki dan masalah ini tidak bisa kita lihat sebelah mata.
Semua guru di SMPN 11 Seluma harus menaati semua peraturan yang berlaku dan harus dipatuhi guru sesuai kesepakatan dan harus mengacu pada aturan secara umum yang terdapat pada tata tertib guru SMPN 11 Seluma pada tahun 2018/2019, maka tugas dan tanggung jawab guru sebagai berikut :
a. Tugas Guru
Seorang guru tidak hanya mengajar tetapi juga sebagai pendidik sehingga tidak hanya pandai secara akal tapi juga terbentuk dalam sikap dan tingkah laku yang mencermiankan norma dan nilai yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Guru bertanggung jawab kepada sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efesien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi :
1) Membuat RPP, program semenster, program tahunan, KKM, dan rincian minggu efektif.
81 Sumber Data dari SMPN 11 Seluma kabupaten Seluma .
2) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar
3) Melaksanakan kegiatan penilaian belajar semester dan tahunan 4) Mengisis daftar nilai siswa
5) Melaksanan analisis evaluasi
6) Melaksanakan kegiatan bimbingan guru dan proses belajar mengajar 7) Menciptakan hasil karya seni
8) Mengikuti perkembangan kurikulum 9) Melaksanakan tugas tertentu disekolah
10) Mengadakan perkembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawab.
11) Membantu kepala sekolah dalam pengolaan program dan penyelengaraan kegiatan sekolah.
b. Tugas Tata Usaha
Kepala TU beserta stafnya mempunyai tugas dan melaksanakan tugas ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada sekolah kegiatan meliputi :
1. Menyusun program kerja tata usaha sekolah
2. Mengkoordinir administrasi guru dan pegawai sekolah 3. Menyusun penyajian dan statistik sekolah
4. Menyusun administrasi perlengkapan sekolah
5. Mengadakan pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah
6. Pengelolaan keuangan sekolah.
7. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kepengurusan ketatausahaan secara berkala.
c. Tugas wali kelas 1. Pengelolaan kelas
2. Penyelenggara administrasi kelas, meliputi : a. Denah tempat duduk siswa
b. Papan absen siswa
c. Daftar pelajaran siswa dan lain sebagainya 3. Penyusan pembuatan statistik bulanan siswa 4. Pengisisan dafar kumpulan nilai siswa 5. Pembuatan catatan khusus tentang siswa.
d. Tugas Karyawan Lain
Penjaga dan petugas kebersihan sekolah menjaga keamanan fasilitas sekolah (sarana dan prasarana) dan menjaga kebersihan sekolah, baik dari ruangan kantor, ruangan kelas, maupun kebersihan taman dan lingkungan sekolah.
6. Keadaan siswa SMPN 11 Seluma
Siswa adalah salah komponen dalam pengajaran, disamping faktor guru dan metode pengajaran. Siswa merupakan subjek dan objek yang juga tak kala penting dalam sebuah proses pembelajaran karena siswalah yang akan dididik oleh guru dan siswa harus saling berinteraksi agar murid terpenuhi kebutuhannya untuk belajar dan guru dapat menjalankan
tugasnya. Untuk mengetahui keadaan siswa SMPN 11 Seluma, dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel: 4.4
Data Siswa SMPN 11 Seluma Tahun Ajaran 2018/201982 No Kelas Siswa Laki Laki Siswa Perempuan Jumlah
1 Kelas VIIA 19 Orang 9 Orang 28 Orang
2 Kelas VIIB 18 Orang 9 Orang 27 Orang
3 Kelas VIIIA 12 Orang 10 Orang 22 Orang 4 Kelas VIIIB 11 Orang 10 Orang 21 Orang
5 Kelas VIIIC 12 Orang 9 Orang 21 Orang
6 Kelas IXA 9 Orang 11 Orang 20 Orang
7 Kelas IXB 9 Orang 11 Orang 20 Orang
8 Kelas IXC 7 Orang 10 Orang 17 Orang
Jumlah Siswa 97 Orang 79 Orang 176 Orang
7. Keadaan Sarana dan Prasarana SMPN 11 Seluma
Pelaksanaan pendidikan dalam usaha pencapaian tujuan yang diharapkan diperlukan adanya sarana dan prasarana disini adalah suatu perlengkapan yang berbentuk fisik, yang digunakan untuk memperlancar kegiatan di dalam pendidikan.
Dengan tersedianya sarana dan prasarana tersebut dapat mempermudah proses pembelajaran di dalam lembaga pendidikan. Adapun keberadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMPN 11 Seluma sudah
82Sumber Data dari SMPN 11 Seluma Kabupaten Seluma.
cukup memadai dalam usaha mendukung kelancaran proses persekolah agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan yang telah ditetapkan oleh kepala sekolah. Namun masih perlu perbaikan dan penyempurnaan.
Untuk mengetahui keadaan sarana dan prasarana SMPN 11 Seluma, dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 4.5
Sarana dan Prasarana di SMPN 1 Seluma83
No Sarana dan Prasarana Jumlah
Kondisi Baik Sedang
1 Ruang belajar (kelas) 10 8 2
2 Laboraturium (IPA) 1 1 -
3 Perpustakaan 1 1 -
4 Kantin sekolah 4 3 1
5 Wc Guru 2 2 -
6 Wc murid 6 2 1
7 Mushalla & aula 1 1 -
8 Ruanga Aula 1 1
9 Ruang kepala sekolah 1 1 -
10 Ruang guru & TU 1 1 -
11 Ruang Koprasi 1 1 -
12 Ruang Osis 1 1 -
13 Ruanga BK 1 1 -
14 Gedung Aula 1 1 -
15 Lapangan Basket 1 1 -
16 Ruang Dapur 1 1 -
83 Sumber Data dari SMPN 11 Seluma Kabupaten Seluma.
17 Gudang sekolah 1 - 1
4. Aktivitas Belajar Mengajar
Berdasarkan buku laporan priode 2018/2019 diketahui bahwa aktivitas belajar mengajar di SMPN 11 Seluma sebagai berikut :
a. Intrastruktur ini disesuaikan dengan kurikulum sekolah adapun jam belajar ditetapkan mulai jam 07:30 WIB – 12:45 WIB.
b. Ekstrakurikuler, adapun kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 11 Seluma ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati oleh guru pembina dan kepala sekolah. Untuk lebih jenis kegiatan ektrakurikuler yang telah dilakukan adalah Paskibra, penjak silat, pramuka, dan olah raga (bola voly,dan foot ball).
c. Kegiatan keagamaan
Kegiatan keagamaan yang ada pada sekolah ada dua kegiatan yaitu, kegiatan IMTAQ yang dilaksanakan setiap Jum‟at dengan durasi waktu dari pukul 07.30 sampai 08.10 WIB. Setiap satu minggu kegiatan IMTAQ dilakukan dengan kegiatan berzikir bersama, kemudian minggu berikutnya di isi dengan kegiatan ceramah agama dan seterusnya.
B. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti melalui observasi, penulis mengamati kegiatan para guru pendidikan agama Islam, dan kegiatan para siswa SMPN 11 Seluma ketika mengikuti proses pembelajaran masih terbiasa melakukan sikap yang tidak berkarakter seperti siswa tidak
mengerjakan tugas atau PR, berkata kurang sopan, masih ada siswa yang kurang rapih dalam berpakaian, dan melanggar aturan sekolah.
Penulis mengemukakan bahwa guru SMPN 11 Seluma sudah membentuk karakter tanggung jawab siswa dengan baik, dengan melalui pemberian tugas dan kegiatan di sekolah, secara langsung guru mengarahkan dan memberikan contoh untuk peserta didik.
Penulis telah mengamati peranan guru dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 11 Seluma, guru mempunyai peranan yang sangat besar, berdasarkan hasil observasi dan jawaban dari responden ketika di wawancara walaupun memberikan jawaban dengan berbagai variasi, namun sudah cukup baik, dengan jawaban-jawaban tersebut.
Selain observasi yang dilakukan guru dan siswa, penulis juga melakukan wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan peranan guru dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa melalui pembelajaran agama Islam di SMPN 11 Seluma. Berikut ini hasil penelitian disajikan sebagai berikut : 1. Kegiatan guru dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa
Kegiatan adalah serangkai usaha pemberian bantuan pelayanan atau bimbingan akhlak, tingkah laku, dan sikap siswa ke arah yang lebih baik.
Untuk membentuk karakter tanggung jawab, guru memberikan beberapa kegiatan yaitu untuk memotivasi siswa agar dapat berperilaku tanggung jawab. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya :
a. kegiatan pembelajaran
Pada saat awal dan akhir pembelajaran biasanya guru selalu membiasakan para siswa untuk selalu melakukan segala kegiatan dalam proses pembelajaran. Hal ini berdasarkan hasil wawancara penulis dengan bapak Agus Mustova selaku guru pendidikan agama Islam yang menyatakan :
“Kegiatan awal disini yang pertama saya instruksikan sebelum pembelajaran dimulai siswa diwajibkan untuk berdoa terlebih dahulu yang dipimpin oleh ketua kelasnya, nah kemudian setelah mereka berdoa, mereka juga diwajibkan untuk mengucapkan salam kepada bapak, ibu guru di kelas mereka. Artinya pembelajaran atau kegiatan tanggung jawab yang ditanamakan adalah untuk membiasakan diri untuk mengucapkan salam, kemudian untuk di akhir pelajaran mereka juga sama yaitu mengakhiri dengan membiasakan membaca doa setelah membaca doa, sebelum pulang mereka diajarakan berjabat tangan dengan guru, itu untuk pelajaran diakhir pelajaran ya”84
Dari hasil observasi tersebut adapun kegiatan yang dilakukan guru, saat awal pelajaran guru mengawali dengan berdoa bersama, mengajarkan kepada siswa untuk mengucapkan salam ketika bertemu bapak ibu guru, dan di akhir pelajaran guru selalu mengakhir dengan membaca doa dan juga sebelum pulang siswa diajarkan untuk berjabat tangan dengan guru.
Kemudian agar suatu materi pelajaran mudah dipahami oleh para siswa, guru menggunakan metode pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam memahami kegiatan pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh Ibu Liza Febrianti, mengatakan bahwa :
84 Bapak Agus Mustova, S.Pd.I, SMPN 11 Seluma, 11 Agustus 2018.
“Terus saya juga dengan mengunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran gitu nah, misalnya metode demonstrasi itu kan emh… pada pembahasan bab kemarin, bab thaharah, nah thaharah itu kan. Jadi, setelah kita menjelaskan di kelas, anak murid itu mempraktekkan cara-cara thaharah tersebut, yang pertama mandi wajib, tetapi mereka tidak praktek mandi wajib, tetapi mereka menghafal doa mandi wajib tersebut, nah yang dijadikan praktek kemaren itu wudhu dan tayyamum. Jadi, mereka hafal niatnya yang wudhu, terus juga mereka bisa mempraktekan nya gitu kan, sebelum melakukan praktek mereka itu kan sudah diberikan tugas dulu untuk menghafal niat tadi kan, terus tata caranya wudhu, tayyamum gitu nah kan”.85
Adapun juga kegiatan yang berikan guru dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya mengajarkan siswa materi pelajaran misalnya siswa menghafal doa berwudhu, guru juga melibatkan para siswa dimana siswa langsung dapat memprakterkan cara-cara berwudhu dan tayyamum agar memudahkan siswa memahami materi tersebut.
Untuk lebih mengoptimalkan keberhasilan guru dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa di SMPN 11 Seluma, maka diperlukan tugas tambahan yang diberikan guru kepada siswa. Hal ini diungkapkan kembali oleh Ibu Liza Febrianti, bahwa :
“Yang pertama di dalam pembelajaran pendidikan agama Islam yaitu ada buku panduan yang diberikan oleh guru atau bukan diberikan disini ya, tetapi di pinjamkan selama satu tahun pembelajaran. Jadi, di sini kan siswa itu dipinjamkan buku tadi.
Nah, siswa itu harus menjaga, ya merawat bila perlu dia menyampul buku tersebut. Jadi, setelah satu tahun pembelajaran buku nanti dikembalikan lagi ke sekolah. Nah gitukan, disini kita bisa melihat gimana sich siswa ini, bisa tidak sich siswa ini menjaga dan merawat buku itu dengan baik nah gitu kan, kalau misalnya dalam belajar kalau dalam pertemuan itu ada siswa tidak membawa buku berarti dia tidak bertanggung jawab terhadap buku tersebut gitu kan, sudah tauh pelajaran agama Islam kenapa tidak di
85 Ibu Liza Febrianti, SMPN 11 Seluma, 3 Agustus 2018.