ء َلاَبلا ِمَظِع
H. Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian
21
adalah mengenai penelitan kualitatif yang dilaksanakan dalam majelis ta’lim tertentu, perbedaaannya adalah mengenai pisau analisa dan amaliah yang diteliti, dalam jurnal ini peneliti menggunakan penelitian sistem angket, sedangkan penelitian yang dilakukan dalam tesis ini berfokus kepada amaliyah praktik riyadhah dzikir yang digambarkan dan diuraikan secara mendalam terkait persiapan, proses dan hasil yang didapatkan jama’ah.
H. Metodologi Penelitian
22
yang bisa digunakan untuk menganalisa bentuk permasalahan yang diteliti.
2. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian yang bersifat kualitatif, terdapat berbagai langkah untuk melakukan pengumpulan data demi keberlangsungan sebuah penelitian yang objektif. Untuk itu, dalam sebuah proses tersebut semestinya dilakukan melalui penelaahan dan analisa yang cukup sistematis dan radikal, hingga menemukan premis-premis yang berguna dan bermanfaat untuk sebuah penelitian. Ketajaman analisa tersebut harus dibarengi dengan ketenangan agar tidak terjadi kesalahan dalam mengumpulkan data, satu kesalahan saja terjadi dapat menyebabkan kerancuan dalam sebuah penelitian. Proses ini membutuhkan variabel- variabel data demi terjalinnya konektivitas sebuah hipotesa yang mendukung maksud dan tujuan penelitian.
Metode pengumpulan data yang ditempuh dalam menjalankan penelitian ini adalah dengan metode wawancara. Metode ini merupakan langkah yang dipilih dan dirasa akurat menyesuaikan dengan studi kasus dan lokasi penelitian, yaitu melalui interaksi dan tanya jawab kepada para jamaáh majelis ta’lim serta seluruh komponen masyarakat baik, pengurus, santri dan pasien rehabilitasi yang berada dalam ruang lingkup majelis dzikir Darul Iman. Objektivitas penelitian ini dapat dianalisa melalui tahapan proses wawancara yang ditempuh dengan berbagai narasumber yang notabene adalah mereka yang terlibat langsung dalam proses aktualisasi di majelis dzikir Darul Iman.
3. Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penilitian ini adalah Library Research. Analisis data kualitatif dilakukan untuk menguji
23
hipotesis menggunakan analisis terhadap obejek ilmiah. Sedangkan analisis Library Research merupakan data yang diperoleh berasal dari kajian teks atau buku-buku yang relevan dengan pokok/rumusan masalah di atas.23 Sumber data dalam pembahasan ini adalah data-data tertulis berupa konsep-konsep yang ada pada literatur yang ada kaitannya dengan pembahasan ini, oleh karena itu jenis data yang dipakai mengarah pada data-data tertulis berupa :
a. Data Primer
Data primer yang digunakan dalam penelitian ini terbagi ke dalam 2 jenis data, pertama adalah data yang bersumber dari tafsir bercorak sufi yaitu Kitab Haqoiq al-Tafsir karya Abi Abd al-Rohman Muhammad bin al-Husain bin Musa al-Azadi al-Sulami. Kemudian data yang langsung diperoleh penulis dari objek riset, yaitu majelis dzikir Darul Iman Purwakarta. Data primer adalah data-data yang kajian utamanya relevan dengan apa yang penulis angkat dalam penelitiannya yang bermuara kepada penafsiran Al-Qur’an bercorak sufi.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek yang diteliti, yang merupakan buku penunjang terhadap penelitian yang dilakukan oleh penulis, seperti Ihya ‘Ulum al-Din, al-Mihan al-Saniyyah, Tanbih al-Ghofilin sebagai sebuah sumber yang direkomendasikan oleh majelis Dzikir Darul Iman serta sumber lain berupa buku-buku yang mempunyai keterkaitan, karya ilmiah,
23 Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta : Andi Offset, 1995), Jilid 1, hlm. 9
24
ensiklopedi, serta artikel-artikel yang berkaitan dengan penelitian ini.
I. Pendekatan Penelitian
Penelitian yang tertuan dalam Tesis ini melalui pendekatan keilmuan tasawuf akhlaki yaitu sebuah konsepkajian yang mendalami persoalan semantika qolbu dan perjalanan seorang hamba menuju kepada ma’rifatullah. oleh sebab itu, banyak term- term terkait tasawuf yang diangkat dan terpublikasikan yang tentunya sebagai barometer penting kaitannya penelitian yang telah dilakukan. Dari sekian banyak metode tasaeuf dalam dzikir, nampaknya tidak terlalu banyak kajian yang mendalami proses dalam dzikir menggunakan pendalaman hayati terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, dimana sebetulnya setiap lafadz dan kalimat dalam Al-Qur’an memiliki hikmah sertta maziyyah tersendiri yang Allah sembunyikan untuk hambanya.
Pendekatan penelitian semacam ini diharapkan dapat memperkuat kedalaman dimensi tasawuf yang digali melalui semantika Al-Qur’an, sebagai sebuah kitab suci yang bukan hanya sekedar sebagai bacaan, namun sebagai perantara yang dapat menghubungkan seorang hamba dengan penciptanya, mengenal Dzat-Nya melalui qolbu hingga menjadikan keimanannya sebagai sebuah anugerah yag terasa dalam nurani. Kehadiran Al-Qur’an adalah sebuah pencapaian yang luar biasa, dan dititipkan kepada ummat Nabi Muhammad dengan segala macam keistimewaannya. Sayangnya, di sisi lain Al-Qurán tidak betul-betul dipahami secara hakikat. Sehingga Al-Qurán tidak jauh berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya bagi mereka yang tidak mengetahui.
Kehadiran Darul Iman sebagai sebuah majelis dzikir dengan segala bentuk ajarannya yang sudah digariskan secara turun temurun, nampaknya
25
menyadarkan banyak jama’ahnya akan keniscayaan Al-Qur’an sebagai sebuah kitab suci yang tidak hanya untuk dibaca saja. Namun, mesti untuk diselami makna dan penafsirannya bahkan rahasia dibaliknya, untuk mendapatkan secercah hikmah yang Allah titipkan di dalamnya.
Kehadiran konsep Riyadhoh Dzikir dengan ayat Al-Qur’an adalah sebuah kajian mengenai Ilmu Al-Qur’an yang digali melalui pendekatan tasawuf.
Penggabungan dua keilmuan ini, terasa begitu menyatu dalam kerangka yang sudah disusun oleh para masyayikh di Darul Iman. Hal ini dapat dilihat dari proses yang ditempuh seorang jamaáh agar dapat melakukan tahapan riyadhoh tersebut. Dimana mereka akan melalui banyak praktik- praktik yang dilakukan ahli sufi sebagaimana doktrin yang tercatat dalam kerangka tasawuf imam Ghozali,seperti halnya konsep takholli, tahalli dan tajalli.
Pentingnya hal tersebut menjadikan semangat dalam melakukan penelitian ini begitu kuat, tentunya didukung oleh beberapa sumber dan objek penelitian yang dirasa menarik untuk dianalisa secara mendalam dan fokus.