• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pembelajaran Inside Outside Circle

B. Kajian Teori

2. Model Pembelajaran Inside Outside Circle

a. Pengertian Model Pembelajaran Inside Outside Circle

Model pembelajaran inside outside circle adalah model pembelajaran dengan sistem lingkaran kecil yang menghadap ke luar dan lingkaran besar yang menghadap ke dalam. Sehingga lingkaran dalam dan luar saling berpasangan dan berhadapan, kemudian setiap pasangan saling berbagi informasi dalam waktu yang bersamaan dengan singkat dan teratur.60 Makna lain inside outside circle adalah suatu model untuk melibatkan lebih banyak siswa yang menelaah materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.61

Model pembelajaran inside outside circle ini dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1990, pada model ini memungkinkan peserta didik untuk saling berbagi informasi pada waktu yang bersamaan. Model inside outside circle dapat diterapkan untuk beberapa mata pelajarm, seperti ilmu pengetahuan sosial, agama, matematika dan bahasa. Bahan pelajaran yang paling cocok digunakan dengan teknik ini adalah bahan-bahan yang membutuhkan pertukaran pikiran dan informasi antar peserta didik. Salah satu

60 Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, 87.

61Hasmyati, Suwardi, dan Andi Asrafiani, Effective Learning Models In Physical Education Teaching (Yogyakarta: CV. Budi Utama, 2018), 44.

keunggulan teknik ini adalah adanya struktur yang jelas dan memungkinkan peserta didik untuk saling berbagi informasi bersama dengan singkat dan teratur. Selain itu, peserta didik memiliki banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Model inside outside circle ini juga dapat diterapkan untuk semua tingkat kelas dan sangat digemari terutama oleh anak-anak.62

Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inside outside circle adalah model yang dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1990, pada model pembelajaran ini membentuk lingkaran kecil yang menghadap ke luar dan lingkaran besar yang menghadap ke dalam. Sehingga lingkaran dalam dan lingkaran luar saling berpasangan dan berhadapan, kemudian setiap pasangan saling berbagi informasi terkait materi dalam waktu yang bersamaan dengan singkat dan teratur, serta memberikan kesempatan peserta didik untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

Pembelajaran dengan model inside outside circle diawali dengan pembentukan kelompok. Jika dalam satu kelas terdiri dari 20 peserta didik maka dibagi menjadi 2 kelompok besar terdiri dari kelompok lingkaran dalam dengan jumlah anggota 10 dan kelompok lingkaran luar terdiri dari 10 anggota. Masing-masing kelompok

62 Amin Dan Linda Yurike, 164 Model Pembelajaran Kontemporer (Bekasi: Pusat LPPM UI 45 Bekasi, 2022), 289.

besar yaitu anggota kelompok lingkaran dalam berdiri melingkar menghadap keluar sedangkan anggota lingkaran luar berdiri menghadap ke dalam. Dengan demikian, antara anggota lingkaran dalam dan luar saling berpasangan dan berhadap-hadapan.

Kemudian memberikan tugas pada tiap-tiap pasangan yang berhadap-hadapan itu. Kelompok ini disebut kelompok pasangan asal. Sebaliknya, tugas yang diberikan pasangan asal sesuai dengan indikator-indikator pembelajaran yang telah di dirumuskan. Karena dalam contoh ada 10 pasangan berarti ada 10 indikator pembelajaran. Selanjutnya memberikan waktu secukupnya kepada tiap-tiap pasangan untuk berdiskusi.63

b. Tujuan Model Pembelajaran Inside Outside Circle

Penerapan model pembelajaran inside outside circle bertujuan untuk:

1) Saling berbagi informasi pada waktu bersamaan

2) Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi 3) Mengembangkan interaksi sosial peserta didik

4) Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam bersosialisasi dengan teman kelasnya.64

Perspektif lain menjelaskan bahwa tujuan model pembelajaran inside outside circle adalah melatih siswa belajar

63 Agus Suprijono, Cooperative Learning-Teori Dan Aplikasi PAIKEM, cet. XIII (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), 97.

64 Habibati, Strategi Belajar Mengajar (Banda Aceh: Kuala University Press, 2017), 143.

mandiri dan belajar berbicara menyampaikan informasi kepada orang lain serta melatih kedisiplinan dan ketertiban.65

Menurut Desi dalam skripsinya, tujuan model inside outside circle adalah mengedepankan aktivitas peserta didik dalam proses kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik tidak merasa bosan saat mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Sehingga dapat lebih aktif dalam proses kegiatan pembelajaran dan adanya kelompok heterogen, adanya upaya untuk belajar dalam setiap kelompok, adanya aturan kelompok, setiap kelompok harus bekerja sama dalam lingkaran besar dan lingkaran kecil saling bertukar fikiran dan saling membagi informasi secara bersamaaan.66

Berdasarkan beberapa perspektif tujuan inside outside circle diatas, dapat peneliti simpulkan bahwa tujuan penerapan inside outside circle adalah melatih siswa untuk aktif, meningkatkan kemampuan komunikasi, mengembangkan interaksi sosial, dan mengembangkan kemampuan bersosialisasi. Sehingga dalam mengikuti proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan karena siswa berperan aktif.

c. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inside Outside Circle

Pada umumnya setiap model pembelajaran yang digunakan dalam prorses pembelajaran memiliki langkah-langkah atau cara-

65 Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, 88.

66 Desi Ratna Juwita, “Penerapan Model Inside Outside Circle untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa dalam Pembelajaran pada Kelas IV MIN 25”

(Skripsi, UIN Ar-Raniry, 2020), 20.

cara yang harus dilakukan supaya kegiatan tersebut berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan dan sesuai dengan prosedur yang ada. Adapun tahapan langkah-langkah pembelajaran model inside outside circle ialah sebagai berikut:

1) Langkah pertama, separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap ke luar.

2) Langkah kedua, separuh kelas lainnya membentuk lingkaran besar dan menghadap ke dalam.

3) Langkah ketiga, dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.

4) Langkah keempat, siswa yang di lingkaran kecil diam di tempat, sedangkan siswa yang di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapatkan pasangan baru.

5) Langkah terakhir, giliran siswa yang berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya.67

Untuk menerapkan pembelajaran dengan model pembelajaran inside outside circle ini diharapkan adanya kerjasama yang baik antara guru dan siswa. Bukan hanya guru saja yang bertindak aktif, namun siswa juga harus bertindak aktif. Karena model pembelajaran inside outside circle ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka siswa harus mudah diatur dan diarahkan oleh guru agar tidak membuang waktu sehingga pembelajaran dengan model pembelajaran inside outside circle ini bisa berjalan dengan lancar dan materi yang diajarkan bisa dipahami oleh setiap siswa.

67 Andi Kaharuddin dan Nining Hajeniati, Pembelajaran Inovatif&Variatif, 47.

d. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajran Inside Outside Circle

1) Kelebihan model pembelajaran inside outside circle

a) Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan b) Mudah dipecah menjadi berpasangan

c) Lebih hanyak ide muncul

d) Lebih banyak tugas yang bisa dilakukan, dan e) Guru mudah memonitor.68

2) Kekurangan model pembelajaran inside outside circle a) Membutuhkan ruang kelas yang besar

b) Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau

c) Rumit untuk dilakukan.69

Berdasarkan kelebihan dan kekurangan model pembelajaran inside outside circle dapat penulis simpulkan bahwa dalam penggunaan model pembelajaran inside outside circle menuntut pendidik harus fokus dan bersungguh-sungguh dalam pengolahan kelas yang lebih terencana dan terorganisir, agar pelaksanaan model pembelajaran ini dapatberjalan dengan lancar.

68 Amin dan Linda Yurike, 164 Model Pembelajaran Kontemporer (Bekasi: Pusat LPPM UI 45 Bekasi, 2022), 300.

69 Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013 (Yogyakarta: ArRuzz Media, 2014), 90.

48 BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yakni penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas yang natural, holistik, kompleks, dan rinci. Dalam penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen kunci. Karenanya peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas sehingga mampu bertanya, menganalisis, dan mengonstruksi objek yang diteliti dengan jelas.70

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus karena penelitian ini menekankan pada kasus yang terjadi dilokasi penelitian terkait inovasi pembelajaran PAI melalui model pembelajaran inside outside circle yang kemudian makna dan prosesnya berbentuk deskriptif bukan angka-angka yang berupa kata-kata tulisan atau lisan dari informan yang dapat diamati.

Oleh karena itu, pada penelitian ini peneliti melakukan kajian secara mendalam untuk mendeskripsikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui model pembelajaran inside outside circle kelas VIII SMP Negeri 1 Singojuruh tahun pelajaran 2022/2023.

70 Eko Murdiyanto, Metode Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: UPN Veteran Yogyakarta Press, 2020), 19.