RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMP ....
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas/Semester : VII /Satu
Materi Pokok : Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu
Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (6 JP) A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menunjukan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji berbagai hal dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
KD Indikator Pencapaian Kompetensi
1.3. Meyakini konsep Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu
1.3.1 Meyakini konsep Karmaphala dengan cara selalu menumbuhkan sikap untuk berpikir yang baik 1.3.2 Menerima konsep Karmaphala melalui
penumbuhkan Sikap untuk selalu berkata yang baik
1.3.3 Menerima ajaran Karmaphala dengan cara menumbuhkan Sikap untuk selalu berperilaku yang baik
1.3.4 Mematuhi ajaran Karmaphala dengan cara selalu menghindari Asubakarma
dan seterusnya ...
2.3. Menghayati konsep Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu
2.3.1 Menunjukan sikap menghargai pendapat orang lain dalam diskusi
2.3.2 Menunjukan perilaku jujur 2.3.3 Menunjukan perilaku peduli dan
bertanggungjawab
2.3.4 Menunjukan sikap percaya diri untuk selalu berbuat baik
dan seterusnya ...
3.3. Menjabarkan konsep
Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran
3.3.1 Menjelaskan konsep Karmaphala
3.3.2 Menyebutkan bagian-bagian Karmaphala.
3.3.3 Menguraikan bagian-bagian Karmaphala
agama Hindu 3.3.4 Menyebutkan contoh bagian-bagian Karmaphala dan seterusnya ...
4.3. Menguraikan konsep Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu
4.3.1 Menceritakan dampak akibat perbuatan baik dan tidak baik
4.3.2 Menceritakan bagian-bagian Karmaphala 4.3.3 Membedakan bagian-bagian Karmaphala 4.3.3 Menceritakan contoh bagian-bagian Karmaphala dan seterusnya ...
C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1. Menjelaskan pemahaman konsep Karmaphala 2. Menyebutkan bagian-bagian Karmaphala
3. Menceritakan dampak akibat perbuatan baik dan tidak baik 4. Menceritakan uraian bagian-bagian Karmaphala
5. Meyakini konsep Karmaphala dengan cara selalu menumbuhkan sikap untuk berpikir yang baik
6. Menerima konsep Karmaphala melalui penumbuhkan Sikap untuk selalu berkata yang baik
7. Menunjukan sikap menghargai pendapat orang lain dalam diskusi 8. Menunjukan perilaku jujur
Pertemuan kedua
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran siswa dapat:
1. Menguraikan bagian-bagian Karmaphala
2. Menyebutkan contoh bagian-bagian Karmaphala 3. Membedakan bagian-bagian Karmaphala 4. Menceritakan contoh bagian-bagian Karmaphala
5. Menerima ajaran Karmaphala dengan cara menumbuhkan Sikap untuk selalu berperilaku yang baik
6. Mematuhi ajaran Karmaphala dengan cara selalu menghindari Asubakarma 7. Menunjukan perilaku peduli dan bertanggungjawab
8. Menunjukan sikap percaya diri untuk selalu berbuat baik D. Materi Pembelajaran
1. Materi Reguler Pembelajaran Reguler
Konsep Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu a. Konsep pengertian karmaphala
b. Bagian-bagian karmaphala
c. Karmaphala sebagai hukum sebab akibat 2. Materi Pembelajaran Pengayaan
Membaca buku Panca Sraddha 3. Materi Pembelajaran Remedial
Karmaphala sebagai hukum sebab akibat E. Metode Pembelajaran Kooperatif
1. Pertemuan Pertama Tipe Think Pair Share (TPS)
2. Pertemuan Kedua Tipe Student Teams-Achievement Division (STAD)
F. Media dan Bahan 1. Media
a. Gambar terkait Karmaphala b. Laptop dan infocus
c. LKS 2. Alat dan Bahan
a. Kertas warna b. Kertas HVS G. Sumber Belajar
1. Sugita, Ida Made, 2016. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VII, Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Parbhasan, I Nyoman. 2009. Panca Śraddhā . Denpasar: Widya Dharma.
3. Puja, Gde, 2004, Bhagavadgita, Surabaya, Paramita.
H. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama: 3 JP
a. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1) Guru mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan, dengan cara masing-masing siswa menceritakan pengalaman perbuatan baik yang pernah dilakukan dan mengajak siswa bernyanyi dilanjutkan mengucapkan, Gayatri Mantra, Saraswati Puja, dan Guru Puja.
Fase 1: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
2) Guru memotivasi siswa untuk selalu berbuat baik dan selanjutnya menayangkan gambar terkait perbuatan baik dan perbuatan tidak baik kemudian melakukan tanya jawab tentang akibat dari perbuatan baik dan perbuatan tidak baik, sehingga mengarah pada permasalahan yang akan didiskusikan yaitu tentang Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu yang meliputi: konsep Karmaphala, bagian-bagian Karmaphala, dampak akibat perbuatan baik dan tidak baik.
3) Guru membagikan LKS “Mendiskripsikan gambar tentang perbuatan baik dan perbuatan tidak baik”.
4) Guru menunjukan beberapa gambar di LKS kepada siswa untuk dideskripsikan.
5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran baik secara tertulis maupun lisan.
6) Guru menyampaikan lingkup penilaian, yaitu Konsep Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu, teknik penilaian yang digunakan, yaitu observasi, tes tertulis, Kinerja.
b. Kegiatan Inti (95 menit) Fase 2. Menyajikan informasi
1) Siswa mendapat penjelasan yang didahului dengan sebuah cerita-cerita terkait perilaku baik dan dan tidak baik, pengertian karmaphala dan bagian- bagianya.
2) Guru mengajukan pertanyaan berkaitan dengan perilaku baik dan dan tidak baik, selanjutnya siswa diminta memikirkan jawaban secara mandiri (Thinking).
Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
3) Guru mengorganisasikan siswa dengan cara meminta siswa untuk berpasangan sebagai kelompok belajar.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
4) Guru meminta siswa yang sudah berpasangan untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkan pada tahap sebelumnya yaitu tentang perilaku baik dan dan tidak baik, selanjutnya siswa dapat berbagi jawaban atau berbagi ide (Pairing).
5) Guru membimbingan siswa di setiap kelompok dalam mendiskusikan LKS bersama anggota kelompoknya untuk membuat outline naskah cerita pendek sesuai dengan LKS yang dibagikan.
6) Mediskusikan pengembangan outline cerita pendek yang dikerjakan siswa di masing-masing kelompok.
7) Guru membimbing siswa dalam menuliskan sinopsis atau cerita singkat dari gambar yang dimuat pada LKS.
8) Secara berkelompok siswa dibantu guru mengembangkan synopsis menjadi cerita.
9) Guru memfasilitasi pasangan siswa untuk berbagi informasi (Sharing) dalam membuat butir-butir simpulan mengenai konsep Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu.
Fase 5: Evaluasi
10) Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait konsep Karmaphala dan bagian-bagianya secara lisan dan tertulis (postes) dalam bentuk kuis
11) Guru bersama-sama siswa melakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan kegiatan pembelajaran pertemuan hari ini.
Fase 6: Memberikan penghargaan
12) Berdasarkan hasil evaluasi keaktipan kerja kelompok dan hasil LKS yang telah diselesaikan, guru memberikan penghargaan untuk kelompok yang memperoleh nilai total yang tertinggi.
c. Kegiatan Penutup (15 menit)
1) Guru menyampaikan penyimpulan hasil diskusi tentang konsep karmaphala dan bagian-bagianya..
2) Guru memberi tugas pengayaan untuk mengidentifikasi perbuatan baik dan tidak baik.
3) Siswa merapihkan meja, tempat duduk dan dan membuang sampah pada tempatnya.
4) Guru mengajak siswa menutup pembelajaran dengan doa penutup dan mengakhiri dengan Parama Santih “ Om Santih, Santih, Santih Om”.
2. Pertemuan Kedua: 3 JP
a. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1) Guru mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan, dengan cara masing-masing siswa menyampaikan contoh perbuatan baik dan tidak baik yang pernah ditemukan disekitarnya dan mengajak siswa bernyanyi dilanjutkan mengucapkan, Gayatri Mantra, Saraswati Puja, dan Guru Puja.
Fase 1: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
2) Guru menayangkan gambar atau vidio terkait kelahiran seorang anak di tengah-tengah keluarga yang baik dan rukun (bahagia) dan juga menayangkan gambar atau vidio terkait kelahiran seorang anak di tengah- tengah keluarga yang tidak baik, serba kekurangan dan tidak rukun.
3) Setelah bersama-sama menyimak gambar atau tayangan tersebut, guru kemudian melakukan tanya jawab tentang kelahiran seorang anak di keluarga yang bahagia dan di keluarga yang tidak harmonis, sehingga mengarah pada permasalahan yang akan didiskusikan yaitu tentang contoh bagian-bagian karmaphala, uraian dari dampak akibat perbuatan baik dan perbuatan tidak baik.
4) Guru membagikan LKS terkait ciri-ciri keluarga bahagia dan keluarga yang tidak bahagia (pre tes).
5) Guru menunjukan beberapa gambar di LKS kepada siswa untuk dideskripsikan.
6) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran baik secara tertulis maupun lisan.
7) Guru menyampaikan lingkup penilaian, yaitu contoh dari bagian-bagian karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam ajaran agama Hindu, teknik penilaian yang digunakan, yaitu observasi, tes tertulis, kinerja.
b. Kegiatan Inti (95 menit) Fase 2. Menyajikan informasi
1) Siswa mendapat penjelasan yang didahului dengan sebuah cerita-cerita terkait contoh perilaku baik dan dan tidak baik, kelahiran, keluarga bahagia dan keluarga yang menderita.
2) Guru menyampaikan cerita tentang contoh-contoh hasil pebuatan kehidupan sebelumnya yang dinikmati pada kehidupan sekarang (Sancita Karmaphala), perbuatan sekarang dinikmati hasilnya pada kehidupan saat ini juga (Prarabda Karmaphala) dan hasil perbuatan dalam kehidupan sekarang dinikmati pada kehidupan yang akan datang (Kriyamana Karmaphala).
Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
3) Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 4-5 anak. Kelompok yang anggotanya terbentuk dari kondisi yang beragam dan heterogen dalam kemampuan akademik dan/atau jenis kelamin yang berbeda.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
4) Guru membimbingan siswa di setiap kelompok dalam mendiskusikan sesuai dengan materi yang dimuat dalam LKS bersama anggota kelompoknya untuk membuat identifikasi contoh kehidupan keluarga yang bahagia dengan LKS yang dibagikan dan contoh-contoh hasil pebuatan kehidupan sebelumnya yang dinikmati pada kehidupan sekarang (Sancita Karmaphala),
perbuatan sekarang dinikmati hasilnya pada kehidupan saat ini juga (Prarabda Karmaphala) dan hasil perbuatan dalam kehidupan sekarang dinikmati pada kehidupan yang akan datang (Kriyamana Karmaphala).
5) Mediskusikan pengembangan dari identifikasi contoh bagian-bagian karmaphala yang dikerjakan siswa di masing-masing kelompok.
6) Guru membimbing siswa dalam mengidentifikasi contoh perbuatan dimaksud dihubungkan dengan kehidupan dalam sebuah keluarga.
7) Secara berkelompok siswa dibantu guru mengembangkan hasil diskusi untuk dibuat synopsis menjadi cerita.
8) Guru memfasilitasi siswa untuk secara bergantian memerankan (bermain peran) hasil identifikasi dari contoh hasil perbuatan sesuai dengan bagian- bagian karmaphala yang dihasilkan dalam diskusi kelompok yang dihubungkan dengan kehidupan keluarga yang bahagia karena anggota keluarga tersebut selalu berbuat baik dan keluarga yang tidak bahagia.
Fase 5: evaluasi
9) Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait konsep Karmaphala dan bagian-bagianya secara tertulis (postes)
10) Guru menghitung skor perolehan siswa dengan cara membandingkan skor yang siswa peroleh dengan skor dasar sebelumnya.
11) Jika skor akhir lebih 10 poin dibawah skor dasar maka tidak mendapatkan poin (0), jika 10 poin di bawah sampai 1 poin dibawah skor dasar maka mendapat 10 poin, jika skor dasar sampai 10 poin di atas skor dasar maka mendapatkan 20 poin, jika lebih dari 10 poin di atas skor dasar maka mendapatkan 30 poin dan pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar)
12) Guru bersama-sama siswa melakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan kegiatan pembelajaran pertemuan hari ini.
Fase 6: memberikan penghargaan
13) Berdasarkan hasil evaluasi keaktipan kerja kelompok dan hasil LKS yang telah diselesaikan, guru memberikan penghargaan untuk kelompok yang memperoleh nilai poin tertinggi.
c. Kegiatan Penutup (15 menit)
1) Guru menyampaikan penyimpulan hasil diskusi tentang contoh-contoh hasil pebuatan kehidupan sebelumnya yang dinikmati pada kehidupan sekarang (Sancita Karmaphala), perbuatan sekarang dinikmati hasilnya pada kehidupan saat ini juga (Prarabda Karmaphala) dan hasil perbuatan dalam kehidupan sekarang dinikmati pada kehidupan yang akan datang (Kriyamana Karmaphala).
2) Guru memberi tugas kepada siswa untuk mencatat dan mengidentifikasi perbuatan baik dan tidak baik.
3) Siswa merapihkan meja, tempat duduk dan dan membuang sampah pada tempatnya.
4) Guru mengajak siswa menutup pembelajaran dengan doa penutup dan mengakhiri dengan Parama Santih “ Om Santih, Santih, Santih Om”.
I. Penilaian Pertemuan Pertama
1. Teknik penilaian
a. Sikap (spiritual dan sosial) 1). Observasi (jurnal) 2). Penilaian diri
3). Penilaian antarteman b. Pengetahuan
1). Tes tertulis 2). Tes lisan 3). Penugasan 4). Portofolio c. Keterampilan
1). Kinerja 2). Proyek 3) Portofolio 2. Instrumen penilaian
a. Pertemuan Pertama (sampel butir soal terlampir) b. Pertemuan Kedua (sampel butir soal terlampir) c. Pertemuan Ketiga (sampel butir soal terlampir) d. Dst.
3. Pembelajaran Remedial
Tulis kegiatan pembelajaran remedial antara lain dalam bentuk:
• pembelajaran ulang
• bimbingan perorangan
• belajar kelompok
• pemanfaatan tutor sebaya
bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian.
4. Pembelajaran Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan dan/atau pendalaman materi (kompetensi) antara lain dalam bentuk tugas mengerjakan soal-soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, meringkas buku-buku referensi dan mewawancarai nara sumber.
Jakarta , Nopember 2016 Mengetahui
Kepala ... Guru Mata Pelajaran