• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

D. Motivasi

c. Memperhitungkan, mengawasi, dan mengubah serta mengarahkan tingkah laku.

Tingkah laku bawahan dalam kehidupan organisasi pada dasarnya berorintasi pada tugas. Artinya, bahwa tingkah laku bawahan biasanya diawasi, dan diarahkan dalam kerangkapelaksanaan tugas dalam mencapai tujuan organisasi yangtelah ditetapkan. Sehingga perilaku para bawahan dalam. Dan serangkaian tingkah laku seseorang pada hakikatnya disebut aktivitas.

karena tidak menyukai pemimpinnya; atau dapat juga karena kekurangan energy, dan lain sebagainya.

Dalam psikologi keadaan seperti itu dilakukan sebagai berikut : bukan kecakapan (ability) yang kurang, melainkan motivasi (motivation) yang kurang atau tidak ada. Motifnya yang tidak kuat, sehingga hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan kecakapanya.

Motif adalah kondisi seseorang yang mendorong untuk mencari suatu kepuasan atau mencapai suatu tujuan. Sedangkan motifasi adalah kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Jadi motifasi berarti membangkitkan motif, membangkitkan motif, membangkitkan daya gerak, atau menggerakkan seseorang atau diri sendiri untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai suatu kepuasan atau suatu tujuan (Effendy,2009:69).

Seseorang melaksanakan kecakapannya, karena ada suatu motif. Kalau motif itu tidak timbul, belum tentu ia berbuat sesuatu melaksanakan kecakapannya,meskipun ia sanggup berbuat demikian. Suatu motif timbul berdasarkan kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup manusia ada dua jenis, kebutuhan primer dan sekunder.

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok sehari-hari guna memenuhui kebutuhan sehari-hari, sedangkan kebutuhan sekunder lebih bervariasi dari pada kebutuhan sekunder. Kebutuhan kedua atau motif sekunder itu berpengaruh kepada tingkah laku seseorang. Motif yang sama bisa menimbulkan tingkah laku yang berbeda pada saat yang berbeda.

Sebaiknya suatu tingkah laku yang sama dapat disebabkan oleh berbagai motif (Effendy,2009:70).

Fungsi human relations dalam manajemen adalah memotivasi para karyawan, membangkitkan motif mereka, menggugah daya gerak mereka untuk bekerja lebih giat. Jadi dalam memotivasi para karyawan akan menggunakan kata-kata, maka kata-kata itu harus positif, mengandung kebijaksanaan, menimbulkan sikap optimistis, bukan kata-kata negative yang menjatuhkan mental (Effendy, 2009:71).

2) Hakikat dan pegertian motivasi

Dalam kehidupan organisasi motivasi bagi setiap unsure kepemimpinan mempunyai arti sendiri. Motivasi sebagai sesuatu yang dirasakan sangat penting, tetapi motivasi juga dirasakan sebagai sesuatu yang sulit, hal ini disebabkan karena beberapa alasan:

a. Motivasi sebagai suatu yang penting (important subject) Dikatakan penting karena peran pemimpin itu sendiri kaitannya dengan bawahannya.

Tipe seorang pemimpin tidak boleh tidak harus bekerja bersama-sama dan melalui orang lain atau karyawan, untuk itu diperlukan kemampuan motivasi kepada bawahan.

b. Motivasi sebagai sesuatu yang sulit (puzzling subject) Dikatakan sulit sebab, motivasi sendiri tidak bisa diamati dan diukur secara pasti. Dan untuk mengamati dan mengukur motivasi berarti harus mengkaji lebih jauh perilaku masing-masing bawahan. Buhkan disamping itu disebabkan adanya berbagai teori motivasi yang berbeda-beda satu sama lain. Untuk lebih jauh

memahami pengertian dan hakikatnya motivasi itu, apabila dalam kehidupan suatu organisasi diadakan pengamatan secara cermat, didalam organisasi itu akan terjadi hal-hal seperti :

● Dalam interkasi kerja sama antara pemimpin dengan bawahan, kolega maupun dengan atasan pemimpin itu sendiri.

● Dalam proses interaksi terjadi perilaku bawahan ( orang lain) yang diperhatikan, diarahkan,dibina, dikembangkan, tetapi kemungkinan juga dipaksakan agar perilaku tersebut sesuai dengan keinginan yang diharapkan oleh pimpinan.

● Perilaku yang ditampilkan oleh para bawahan berjalan sesuai dengan sistem nilai atau aturan ketentuan yang berlaku dalam organisasi dalam organisasi yang bersangkutan.

● Berbagai perilaku yang terjadi dan ditampilkan oleh para bawahan mempunyai latar belakang dorongan yang berbeda.

● Dorongan perilaku yang berbeda-beda, dapat terjadi karena keinginan dalam rangka pemenuhan kebutuhan yang berbeda-beda.

Jadi, motivasi merupakan suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi anatara sikap, kebutuhan, persepsi, dan kepuasan yang terjadi pada diri seseorang.

Dan motivasi sebagai proses psikologis timbul diakibatkan oleh faktor didalam diri seseorang itu sendiri yang disebut intristik atau faktor diluar diri yang disebut faktor ekstrinsik.

Faktor di dalam diri seseorang dapat berupa kepribadian, sikap,pengalam, dan pendidikan, atau berbagai harapan, cita-cita yang menjangkau ke masa depan. Sedangkan faktor diluar diri, dapat ditimbulkan oleh berbagai sumber, bisa karena pengaruh pemimpin, kolega atau faktor-faktor lain yang sangat kompleks. Tetapi baik faktor intrinsic maupun faktor luar motivasi timbul karena adanya rangsangan.

3) Teori Motivasi

Terdapat berbagai teori motivasi dalam kepemimpinan terhadap bawahan, di antaranya :

a. Teori Hierarki Maslow

Teori Hierarki ini dikemukakan oleh seorang psikolog yang bernama Abraham Maslow pada tahun 1943. Teori ini mengemukakan 5 kebutuhan hidup manusia berdasarkan Hirarkinya yaitu mulai dari kebutuhan yang mendasar hingga kebutuhan yang lebih tinggi. Teori ini kemudian dikenal dengan Teori Maslow atau Teori Hirarki Kebutuhan. Hirarki kelima Kebutuhan tersebut diantaranya adalah :

 Kebutuhan Fisiologis (Physiological needs), yaitu kebutuhan terhadap makanan, minuman, air, udara, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan untuk bertahan hidup. Kebutuhan Fisiologis merupakan kebutuhan yang paling mendasar.

 Kebutuhan Keamanan (Safety needs), yaitu kebutuhan akan rasa aman dari kekerasan baik fisik maupun psikis seperti lingkungan

yang aman bebas polusi, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja serta bebas dari ancaman.

 Kebutuhan Sosial (Social needs), yaitu kebutuhan untuk dicintai dan mencintai. Manusia merupakan makhluk sosial, Setiap orang yang hidup di dunia memerlukan keluarga dan teman.

 Kebutuhan Penghargaan (Esteem needs), Maslow mengemukan bahwa setelah memenuhi kebutuhan Fisiologis, Keamanan dan Sosial, orang tersebut berharap diakui oleh orang lain, memiliki reputasi dan percaya diri serta dihargai oleh setiap orang.

 Kebutuhan Aktualisasi diri (Self-Actualization), Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tertinggi menurut Maslow, Kebutuhan Aktualisasi diri adalah kebutuhan atau keinginan seseorang untuk memenuhi ambisi pribadinya.

b. Teori ERG Alderfer

Pada tahun 1969, Clayton Alderfer mempublikasikan artikel tentang kebutuhan manusia yang berjudul “An Empirical Test of a New Theory of Human Need”. Teori tersebut merupakan Teori Alternatif terhadap Teori Hirarki Maslow. Teori ini mengemukan Tiga kebutuhan Manusia yaitu :

 Kebutuhan Eksistensi (Existence needs) yaitu kebutuhan akan pemenuhan faktor fisiologis dan Materialistis termasuk kebutuhan akan rasa aman.

 Kebutuhan Hubungan (Relatedness needs) yaitu kebutuhan untuk memiliki hubungan dengan orang lain.

 Kebutuhan Pertumbuhan (Growth needs) yaitu kebutuhan atau keinginan untuk bertumbuh dan mencapai potensi diri secara maksmal.

Teori yang dikemukakan oleh Clayton Alderfer ini kemudian dikenal dengan Teori ERG Alderfer yaitu singkatan dari Existance, Relatedness dan Growth.

c. Teori Kebutuhan McClelland

Seorang Psikolog Amerika Serikat yang bernama David McClelland mengemukan hubungan antara kebutuhan pencapaian, afiliasi dan kekuasaan pada akhir 1940-an. Teori Kebutuhan McClelland diantaranya adalah :

 Kebutuhan akan Pencapaian (need for achievement)

 Kebutuhan akan Afiliasi (need for affiliation)

 Kebutuhan akan kekuasaan (need for power E. Teori Herzberg

Menurut Teori pemeliharaan motivasi (Motivation Manintenance Theory) yang dikemukakkan oleh Frederick Herzbreng dalam Wursanto (2005:305). Berdasarkan penelitian Herzberg (1959), ada 1959), ada dua macam situasi yang berpengaruh terhadap setiap individu/bawahan terhadap pekerjaannya, yaitu: kelompok satisfiers (faktor intrinsic) atau motivation merupakan faktor-faktor atau situasi yang merupakan sumber kepuasan kerja,

yang terdiri dari prestasi (achievement), pengakuan (recognition), pekerjaan itu sendiri (work it self), tanggung jawab (responsibility), kemajuan (advancement), adanya kemungkinan untuk berkembang (the possibility of growth). Tetapi ketidakpuasan yang terdiri dari gaji atau upah,keaman kerja, kondisi kerja, kebijakan perusahaan, mutu dari teknik pengawasan,interaksi antar personal yang dapat dibedakan menjadi: interaksi antar sesamanya, interaksi antar bawahan, dan interaksi antar pimpinan, dan yang terakhir adalah status.

Perbaikan terhadap kondisi ini akan menghilangkan atau mengurangi ketidakpuasan, tatapi tidak menimbulkan kepuasan, dan memang bukan sumber kepuasan.

Secara singkat teori Herzberg dapat disimpulkan :

1. Perbaikan gaji dan kondisi tidak akan menimbulkan kepuasan, melainkan sekedar mengurangi ketidakpuasan;

2. Yang dapat memacu bekerja baik ialah kelompok satisfiers;

3. Satiesfiers disebut pula intrinsic factors, job content, motivator, sedangkan dissatiesfier disebut pula extrinsic factor, job content, higyene factors.

4. Dalam perkembangan selamjutnya apabila dibandingkan dengan teori Maslow. Satiesfiers: berhubungan dengan higher order needs (social needs dan self actualization needs). Dissatisfiers : disebut sebagai tempat pemenuhan lower order needs (physiological needs,

safety dan security needs, dan sebagai social needs.

(Wahjosumidjo,1993:187).

Penyilidikan Herzberg membuktikan bahwa jawaban orang-orang yang merasa pekerjaannya kurang baik. Dengan kata lain dijelaskan bahwa jawaban seseorang sangat tergantung pada kepuasan kerja seseorang.

Faktor-faktor intrinsik seperti keberasilan, pengakuan, tanggung jawab, dan pengembangan mempunyai kaitan erat dengan kepuasan kerja. Sebaliknya faktor-faktor ekstrinsik seperti kebijaksanaan kantor, dan gaji, mempunyai kaitan erat dengan ketidakpuasan kerja. (Wahjosumdijo, 1993: 187).

Dokumen terkait