Berdasarkan gambaran umum yang telah dijabarkan, kemudian dilakukan identifikasi motivasi wisatawan berkunjung ke objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Motivasi wisatawan adalah keputusan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata yang dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor penarik. Adapun dua faktor penting yang memotivasi wisatawan untuk membuat keputusan dalam menentukan destinasi wisata yang akan dikunjungi yaitu faktor pendorong (X1) dan faktor penarik (X2).
Sebelumnya dilakukan validasi dan reabilitas hasil kuisoner motivasi kunjung wisatawan pada objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata sebagai berikut:
139 Tabel 4.21 Hasil uji validitas kuisoner pada objek yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara*)
Varia bel
Keterangan Variabel
Objek wisata Waduk Panji Sukarame Planetarium Jagad
Raya
Pantai Tanah Merah Pulau Kumala Tugu Equator R
hitung R tabel
Hasil R hitung
R tabel
Hasil R hitung
R tabel
Hasil R hitung
R tabel
Hasil R hitung
R tabel
Hasil X1.1 Escape 0.471 0.089 Valid 0.394 0.092 Valid 0.215 0.089 Valid 0.403 0.088 Valid 0.428 0.106 Valid X1.2 Relaxation 0.406 0.089 Valid 0.405 0.092 Valid 0.225 0.089 Valid 0.456 0.088 Valid 0.453 0.106 Valid X1.3 Memperkuat
Ikatan Keluaraga
0.409 0.089 Valid 0.362 0.092 Valid 0.148 0.089 Valid 0.266 0.088 Valid 0.484 0.106 Valid X1.4 Prestige 0.415 0.089 Valid 0.468 0.092 Valid 0.461 0.089 Valid 0.340 0.088 Valid 0.490 0.106 Valid X1.5 Educational 0.524 0.089 Valid 0.204 0.092 Valid 0.336 0.089 Valid 0.485 0.088 Valid 0.427 0.106 Valid X1.6 Play 0.384 0.089 Valid 0.423 0.092 Valid 0.193 0.089 Valid 0.354 0.088 Valid 0.453 0.106 Valid X1.7 Interaksi 0.511 0.089 Valid 0.502 0.092 Valid 0.422 0.089 Valid 0.485 0.088 Valid 0.530 0.106 Valid X1.8 Romance 0.455 0.089 Valid 0.483 0.092 Valid 0.360 0.089 Valid 0.445 0.088 Valid 0.458 0.106 Valid X1.9 Pemenuhan
Diri
0.589 0.089 Valid 0.576 0.092 Valid 0.397 0.089 Valid 0.506 0.088 Valid 0.586 0.106 Valid X1.10 Pemenuhan
Keinginan
0.499 0.089 Valid 0.470 0.092 Valid 0.418 0.089 Valid 0.482 0.088 Valid 0.513 0.106 Valid X2.1 Histori 0.509 0.089 Valid 0.406 0.092 Valid 0.509 0.089 Valid 0.375 0.088 Valid 0.237 0.106 Valid X2.2 Nature
Enviroment
0.442 0.089 Valid 0.527 0.092 Valid 0.217 0.089 Valid 0.448 0.088 Valid 0.513 0.106 Valid X2.3 Facilities 0.461 0.089 Valid 0.182 0.092 Valid 0.362 0.089 Valid 0.368 0.088 Valid 0.564 0.106 Valid
*)Penulis, 2020
140 Berdasarkan tabel diatas, validitas hasil kuisoner motivasi wisatawan pada objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwiata Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki nilai kolerasi r hitung lebih besar daripada r tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan pada tiap variabel adalah valid. Untuk hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.22 Hasil reliabilitas kuisoner pada objek yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara*)
Objek Wisata Cronbachs Alpha Keterangan
Waduk Panji Sukarame 0,825 reliabilitas sangat tinggi Planetarium jagad raya 0,792 reliabilitas tinggi
Pantai Tanah Merah 0,708 reliabilitas tinggi
Puala Kumala 0,789 reliabilitas tinggi
Tugu Equator Marang Kayu 0,830 reliabilitas sangat tinggi
*)Penulis, 2020
Berdasarkan tabel diatas, reliabilitas kuisoner motivasi wisatawan pada objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut dinyatakan memiliki reliabilitas sangat tinggi hingga reliabilitas tinggi.
Sehingga disimpulakan bahwa secara keseluruhan validitas dan reliabilitas untuk jawaban kuisoner motivasi wisatawan layak untuk digunakan. Berikut motivasi wisatawan ke objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata tersebut:
1. Motivasi Wisatawan di objek wisata Waduk Panji Sukarame
Berikut hasil jawaban setuju faktor pendorong motivasi wisatawan pergi ke objek wisata Waduk Panji Sukarame:
141 Gambar 4.56Pie Chart faktor pendorong motivasi wisatawan ke objek wisata
Waduk Panji Sukarame (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor pendorong motivasi wisatawan melakukan perjalanan wisata ke objek wisata Waduk Panji Sukarame adalah Escape yaitu melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari dan stres dari area umum tempat tinggal dan tempat kerja wisatawan. Sedangkan untuk jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut sebagai berikut:
Gambar 4.57 Pie chart faktor penarik motivasi wisatawan ke objek wisata Waduk Panji Sukarame (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas dapat disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek
14.45%
14.35%
12.13%
11.94% 3%
11.89%
10.20%
6.48%
10.20%
6.48%
Escape Relaxation
Memperkuat Ikatan Keluaraga
Prestige Educational Play Interaksi Romance Pemenuhan Diri Pemenuhan Keinginan
23.39%
41.60%
35.01% Histori
Nature Enviroment Facilities
142 wisata Waduk Panji Sukarame adalah Nature Enviroment karena objek wisata memiliki kondisi lingkungan alam yang terjaga atau masih alami.
2. Motivasi Wisatawan objek wisata Planetarium Jagad Raya
Berikut faktor pendorong motivasi wisatawan pergi ke objek wisata Planetarium Jagad Raya:
Gambar 4.58 Pie Chart faktor pendorong motivasi wisatawan ke objek wisata Planetarium Jagad Raya (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor pendorong motivasi wisatawan melakukan perjalanan wisata ke objek wisata Planetarium Jagad Raya adalah Educational yaitu untuk meningkatkan pengetahuan. Sedangkan untuk jawaban faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut sebagai berikut:
Gambar 4.59 Pie Chart faktor penarik motivasi wisatawan ke objek wisata Planetarium Jagad Raya (Primer, 2020)
14.95%
14.08%
11.47%
3.32%
16.85%
11.79%
8.21%
4.73%
7.45%
7.17% Escape
Relaxation
Memperkuat Ikatan Keluaraga Prestige
Educational Play
Interaksi Sosial Romance Pemenuhan Diri Pemenuhan Keinginan
33.03%
25.69%
41.28% Histori
Nature Enviroment Facilities
143 Berdasarkan pie chart diatas dapat disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Planetarium Jagad Raya adalah Facilities karena fasilitas yang ada di objek wisata tersebut.
3. Motivasi Wisatawan di objek wisata Pantai Tanah Merah
Berikut faktor pendorong motivasi wisatawan pergi ke objek wisata Pantai Tanah Merah:
Gambar 4.60 Pie chart pendorong motivasi wisatawan ke objek wisata Pantai Tanah Merah (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor pendorong motivasi wisatawan melakukan perjalanan wisata ke objek wisata Pantai Tanah Merah adalah Escape yaitu melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari dan stres dari area umum tempat tinggal dan tempat kerja wisatawan. Sedangkan untuk modus jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut sebagai berikut:
15.57%
15.14%
14.43%
2.18%
8.19%
13.20%
8.33%
6.86%
9.51%
6.58% Escape
Relaxation
Memperkuat Ikatan Keluaraga Prestige
Educational Play Interaksi Romance Pemenuhan Diri Pemenuhan Keinginan
144 Gambar 4.61 Pie Chart faktor penarik motivasi wisatawan ke objek wisata
Pantai Tanah Merah (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas dapat disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Pantai Tanah Merah adalah Nature Enviroment karena objek wisata memiliki kondisi lingkungan alam yang terjaga atau masih alami.
4. Motivasi Wisatawan di objek wisata Pulau Kumala
Berikut faktor pendorong motivasi wisatawan pergi ke objek wisata Pulau Kumala:
Gambar 4.62 Pie chart pendorong motivasi wisatawan ke objek wisata Pulau Kumala (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor pendorong motivasi wisatawan melakukan perjalanan wisata ke
14.06%
54.47%
32.47%
Histori
Nature Enviroment Facilities
16.38%
15.36%
15.63%
2.3%
13.12%
13.12%
7.55%
4.44%
7.82%
4.87% Escape
Relaxation
Memperkuat Ikatan Keluaraga Prestige
Educational Play Interaksi Romance Pemenuhan Diri Pemenuhan Keinginan
145 objek wisata Pulau Kumala adalah Escape yaitu melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari dan stres dari area umum tempat tinggal dan tempat kerja wisatawan. Sedangkan untuk modus jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut sebagai berikut:
Gambar 4.63 Pie Chart faktor penarik motivasi wisatawan ke objek wisata Pulau Kumala (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas dapat disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Pulau Kumala adalah Histori karena bangunan atau tempat bersejarah.
5. Motivasi Wisatawan di objek wisata Tugu Equator
Berikut faktor pendorong motivasi wisatawan pergi ke objek wisata Tugu Equator:
34.42%
33.06%
32.52%
Histori
Nature Enviroment Facilities
146 Gambar 4.64Pie chart pendorong motivasi wisatawan ke objek wisata Tugu
Equator (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas disimpulkan bahwa modus jawaban setuju faktor pendorong motivasi wisatawan melakukan perjalanan wisata ke objek wisata Tugu Equator adalah Educational yaitu untuk meningkatkan pengetahui. Sedangkan untuk modus jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut sebagai berikut:
Gambar 4.65 Pie Chart faktor penarik motivasi wisatawan ke objek wisata Tugu Equator (Primer, 2020)
Berdasarkan pie chart diatas dapat disimpulkan bahwa modus jawaban setuju pada faktor penarik motivasi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Tugu Equator adalah Histori karena bangunan atau tempat bersejarah.
Berikut peta motivasi wisatawan pada objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara:
14.39%
13.75%
10.93%
3.74%
14.67%
11.99%
10.72%
4.16%
9.45%
6.21%
Escape Relaxation
Memperkuat Ikatan Keluaraga Prestige
Educational Play Interaksi Romance Pemenuhan Diri Pemenuhan Keinginan
35.86%
33.97%
30.17%
Histori
Nature Enviroment Facilities
147 Gambar 4.66 Peta Motivasi Wisatawan di Objek Wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Olahan Penulis, 2020)
148 4.2.2 Faktor Pengembangan Pariwisata Yang Mempengaruhi Minat Kunjung ke Objek Wisata
Kemudian dilakukan analisia faktor pengembangan pariwisata yang mempengaruhi minat berkunjung ke objek wisata. Berikut variabel laten DAN indikator/variabel manifes yang tersusun untuk digunakan pada penelitian ini:
a. Variabel Atraksi (X1) i. Atraksi Alami (X1.1) ii. Atraksi Buatan (X1.2) b. Variabel Amenitas (X2)
i. Akomodasi (X2.1)
ii. Restoran/ Rumah Makan (X2.2) iii. Jaringan Listrik (X2.3)
iv. Jaringan Air Bersih (X2.4) v. Fasilitas Kesehatan (X2.5) vi. Fasilitas Keamanan (X2.6) vii. Toko/Tempat Belanja (X2.7) viii. Jaringan Air Limbah (X2.8)
ix. Bank (X2.9)
x. Jaringan Telekomunikasi (X2.10) c. Variabel Aksesibilitas (X3)
i. Sarana Transportasi (X3.1) ii. Jaringan Jalan (X3.2) d. Variabel Ancillary (X4)
i. Peraturan (X4.1) ii. Promosi (X4.2)
e. Variabel Minat Bekunjung (Y1) i. Atraksi (Y1.1)
ii. Amenitas (Y1.2) iii. Aksesibilitas (Y1.3) iv. Ancillary (Y1.4)
Sebelum melakukan evaluasi outer model dan inner model maka dilakukan validasi dan reliabilitas kuisoner. Untuk melihat validasi kuisoner maka
149 r hitung harus lebih besar dari r tabel. R tabel yang digunakan sebesar 0.3044 (df:
42-2= 40) yaitu dengan signifikansi 5% dimana tabel r terlampir pada lampiran C.
Kuisoner dianggap reliabel dengan kategori reliabilitas seperti berikut:
a. r hitung: 0,81 - 1,00 reliabilitas sangat tinggi b. r hitung: 0,61 - 0,80 reliabilitas tinggi c. r hitumh: 0,39 - 0,60 reliabilitas sedang d. r hitung: 0,19 - 0,40 reliabilitas rendah
e. r hitung: -1,00 – 0,20 reliabilitas rendah (tidak reliable) Berikut tabel validasi kuisoner pada objek wisata:
150 Tabel 4.23 Validasi kuisoner Pengembangan Pariwisata Yang Mempengaruhi Minat Kunjung ke Objek Wisata*)
Variabel Keterangan Variabel
R tabel Objek wisata
Waduk Panji Sukarame
Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah
Pulau Kumala Tugu Equator R hitung Hasil R hitung Hasil R hitung Hasil R hitung Hasil R hitung Hasil X1.1 Atraksi Alam 0.3044 0.421 Valid 0.418 Valid 0.367 Valid 0.481 Valid 0.685 Valid X1.2 Atraksi Buatan 0.3044 0.471 Valid 0.552 Valid 0.489 Valid 0.458 Valid 0.611 Valid X2.1 Akomodasi 0.3044 0.697 Valid 0.749 Valid 0.704 Valid 0.417 Valid 0.658 Valid X2.2 Restoran/Rumah
Makan
0.3044 0.733 Valid 0.668 Valid
0.663 Valid 0.504 Valid 0.736 Valid X2.3 Jaringan Listrik 0.3044 0.623 Valid 0.670 Valid 0.732 Valid 0.590 Valid 0.688 Valid X2.4 Jaringan Air
Bersih
0.3044 0.684 Valid 0.722 Valid
0.516 Valid 0.632 Valid 0.758 Valid X2.5 Fasilitas
Kesehatan
0.3044 0.633 Valid 0.643 Valid
0.770 Valid 0.610 Valid 0.783 Valid X2.6 Fasilitas
Keamanan
0.3044 0.363 Valid 0.730 Valid
0.672 Valid 0.648 Valid 0.846 Valid X2.7 Toko/Tempat
Belanja
0.3044 0.588 Valid 0.622 Valid
0.604 Valid 0.511 Valid 0.669 Valid X2.8 Jaringan Air
Limbah
0.3044 0.707 Valid 0.764 Valid
0.657 Valid 0.554 Valid 0.690 Valid
X2.9 Bank 0.3044 0.775 Valid 0.832 Valid 0.683 Valid 0.607 Valid 0.708 Valid
X2.10 Jaringan
Telekomunikasi
0.3044 0.622 Valid 0.657 Valid
0.417 Valid 0.570 Valid 0.654 Valid X3.1 Sarana 0.3044 0.606 Valid 0.561 Valid 0.614 Valid 0.394 Valid 0.695 Valid
151 Variabel Keterangan
Variabel
R tabel Objek wisata
Waduk Panji Sukarame
Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah
Pulau Kumala Tugu Equator R hitung Hasil R hitung Hasil R hitung Hasil R hitung Hasil R hitung Hasil Transportasi0
X3.2 Jaringan Jalan 0.3044 0.724 Valid 0.644 Valid 0.480 Valid 0.447 Valid 0.713 Valid X4.1 Peraturan 0.3044 0.615 Valid 0.704 Valid 0.503 Valid 0.658 Valid 0.658 Valid X4.2 Promosi 0.3044 0.621 Valid 0.773 Valid 0.699 Valid 0.655 Valid 0.735 Valid Y1.1 Atraksi 0.3044 0.648 Valid 0.829 Valid 0.415 Valid 0.588 Valid 0.549 Valid Y1.2 Amenitas 0.3044 0.716 Valid 0.592 Valid 0.517 Valid 0.635 Valid 0.515 Valid Y1.3 Aksesibilitas 0.3044 0.481 Valid 0.565 Valid 0.563 Valid 0.489 Valid 0.536 Valid Y1.4 Ancillary 0.3044 0.566 Valid 0.768 Valid 0.448 Valid 0.469 Valid 0.569 Valid
*)Olahan Penulis, 2020
152 Berdasarkan tabel diatas, validitas kuisoner komponen pengembangan pariwisata yang mempengaruhi minat berkunjung pada objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwiata Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki nilai kolerasi r hitung lebih besar daripada r tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan pada tiap variabel adalah valid. Untuk hasil uji reliabilitas dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.24 Hasil reliabilitas kuisoner komponen pengembangan pariwisata yang mempengaruhi minta berkunjung pada objek wisata*)
Objek Wisata Cronbachs Alpha Keterangan
Waduk Panji Sukarame 0,932 reliabilitas sangat tinggi Planetarium Jagad Raya 0,949 reliabilitas sangat tinggi Pantai Tanah Merah 0,919 reliabilitas sangat tinggi
Pulau Kumala 0,908 reliabilitas sangat tinggi
Tugu Equator 0,948 reliabilitas sangat tinggi
*)Olahan Penulis, 2020
Berdasarkan tabel diatas, reliabilitas kuisoner komponen pengembangan pariwisata yang mempengaruhi minat berkunjung pada objek wisata dinyatakan memiliki reliabilitas sangat tinggi. Sehingga disimpulakan bahwa secara keseluruhan validitas dan reliabilitas untuk jawaban kuisoner komponen pengembangan pariwisata yang mempengaruhi minat berkunjung layak untuk digunakan. Berikut analisis faktor pengembangan pariwisata yang mempengaruhi minat berkunjung wisatawan pada objek wisata:
1. Outer Model
A. Validitas Konvergen
Berikut hasil outer loading untuk masing-masing indikator yang dimiliki oleh variabel kontruk pada objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwiata Kabupaten Kutai Kartanegara:
153 Tabel 4.25 Outer Loading (Measurement Model) dalam Variabel Konstruk*)
Konstruk Indikator
Objek Wisata Waduk Panji
Sukarame
Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah Pulau Kumala Tugu Equator Nilai Outer Loading Nilai Outer Loading Nilai Outer Loading Nilai Outer Loading Nilai Outer
Loading Model
Awal
Modifikasi Model Awal
Modifikasi Model Awal
Modifikasi Model Awal
Modifikasi Model Awal
ATRAKSI X1.1 0,883 0,883 0,863 0,863 0.761 0.707 0,933 0,877 0,916
X1.2 0,933 0,933 0,868 0,868 0.945 0.968 0,933 0,973 0,901
AMENITAS
X2.1 0,753 0.776 0,822 0,817 0.783 0.795 0,486 - 0,735
X2.2 0,795 0.818 0,734 0,724 0.715 0.77 0,522 - 0,814
X2.3 0,721 0,725 0,749 0,783 0.873 0.859 0,638 - 0,816
X2.4 0,768 0,796 0,827 0,835 0.634 - 0,748 0,768 0,869
X2.5 0,727 0.764 0,754 0,759 0.826 0.827 0,736 0,766 0,880
X2.6 0,445 - 0,829 0,836 0.790 0.787 0,756 0,815 0,870
X2.7 0,656 - 0,697 - 0.693 - 0,594 - 0,729
X2.8 0,769 0.750 0,864 0,859 0.704 0.705 0,660 - 0,725
X2.9 0,836 0.833 0,873 0,868 0.774 0.791 0,755 0,755 0,783
X2.10 0,724 0.749 0,722 0,743 0.433 - 0,670 - 0,722
AKSESIBILITAS X3.1 0,929 0,929 0,899 0,899 0.937 0.975 0,854 0,911 0,920
X3.2 0,920 0,920 0,906 0,906 0.800 0.713 0,868 0,802 0,955
ANCILLARY X4.1 0,951 0,951 0,896 0,896 0.808 0.794 0,875 0,894 0,906
X4.2 0,918 0,918 0,920 0,920 0.937 0.945 0,902 0,884 0,937
MINAT Y1.1 0,804 0,804 0,906 0,906 0.880 0.911 0,665 - 0,780
154 Konstruk Indikator
Objek Wisata Waduk Panji
Sukarame
Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah Pulau Kumala Tugu Equator Nilai Outer Loading Nilai Outer Loading Nilai Outer Loading Nilai Outer Loading Nilai Outer
Loading Model
Awal
Modifikasi Model Awal
Modifikasi Model Awal
Modifikasi Model Awal
Modifikasi Model Awal
BERKUNJUNG Y1.2 0,869 0,869 0,859 0,859 0.914 0.932 0,829 0,864 0,836
Y1.3 0,708 0.711 0,813 0,813 0.654 - 0,764 0,868 0,744
Y1.4 0,792 0.790 0,880 0,880 0.822 0.853 0,735 0,782 0,859
*)Olahan Penulis, 2020
155 Berdasarkan table diatas nilai outer loading pada model awal untuk setiap indikator terdapat nilai yang lebih kecil dari 0,7. Nilai outer loading yang lebih kecil dari 0,7 menunjukkan indikator tersebut tidak valid, berikut penjelasannya:
a) Hasil di Waduk Panji Sukarame terdapat indikator yang tidak valid yaitu X2.6 dan X2.7
b) Hasil di lokasi Planetarium Jagad Raya terdapat indikator yang tidak valid, yaitu X2.7
c) Hasil di lokasi Pantai Tanah Merah terdapat indikator yang tidak valid, yaitu X2.4, X2.7, X2.10
d) Hasil di lokasi Pulau Kumala terdapat indikator yang tidak valid, yaitu X2.1, X2.2, X.2.3, X2.10 dan Y.1.1
e) Hasil di lokasi Tugu Equator tidak terdapat indikator yang tidak valid Sehingga dilakukan modifikasi model dengan mengeluarkan indikator yang tidak valid kecuali pada objek wisata Tugu Equator karena model awal dapat digunakan untuk mengukur kontruk peubah kontruknya. Setelah model dimodifikasi, diperoleh nilai outer loading di setiap indikator lebih besar dari 0,7. Berdasarkan nilai outer loading dari model modifikasi dapat disimpulkan bahwa semua indikator dalam penelitian di lokasi objek wisata yang di kelola oleh Dinas Pariwiata Kabupaten Kutai Kartanegara ini dapat digunakan dalam mengukur konstruk peubah konstruknya. Berikut model yang terbentuk pada setiap objek wisata:
156 Gambar 4.67 Hasil pengujian model awal SEM-PLS di objek wisata Waduk Panji
Sukarame (Olahan Penulis, 2020)
Gambar 4.68 Hasil pengujian model awal SEM-PLS di objek wisata Waduk Panji Sukarame (Olahan Penulis, 2020)
157 Gambar 4.69 Hasil Pengujian SEM-PLS model awal di objek wisata Planetarium
Jagad Raya (Olahan Penulis, 2020)
Gambar 4.70 Hasil Pengujian SEM-PLS model modifikasi di objek wisata Planetarium Jagad Raya (Olahan Penulis, 2020)
158 Gambar 4.71Hasil Pengujian SEM-PLS model awal di objek wisata Pantai Tanah
Merah (Olahan Penulis, 2020)
Gambar 4.72Hasil Pengujian SEM-PLS model awal di objek wisata Pantai Tanah Merah (Olahan Penulis, 2020)
159 Gambar 4.73 Hasil Pengujian SEM-PLS model awal di objek wisata Pulau
Kumala (Olahan Penulis, 2020)
Gambar 4.74 Hasil Pengujian SEM-PLS model modifikasi di objek wisata Pulau Kumala (Olahan Penulis, 2020)
160 Gambar 4.75 Hasil Pengujian SEM-PLS model awal di objek wisata Tugu
Equator (Olahan Penulis, 2020) B. Discriminant Validity
Validitas diskriminan digunakan untuk memastikan bahwa masing-masing variabel konstruk berbeda dengan variabel lainnya. Hasil validitas diskriminan pada objek wisata dapat dilihat dari hasil estimasi cross loading sebagai berikut:
Tabel 4.26 Nilai Discriminant Validity (Cross Loading) Indikator di Objek wisata*)
Konstruk ATRAK
SI
AMENI TAS
AKSESIBILI TAS
ANCILL ARY
MINAT.BERK UNJUNG
ATRAKSI 0.908 0.517 0.287 0.261 0.330
AMENITAS 0.517 0.777 0.616 0.598 0.646
AKSESIBILITAS 0.287 0.616 0.925 0.441 0.744
ANCILLARY 0.261 0.598 0.441 0.934 0.544
MINAT.BER
KUNJUNG 0.330 0.646 0.744 0.544 0.795
(a) Waduk Panji Sukarame
161 Konstruk ATRAK
SI
AMENIT AS
AKSESI
BILITAS ANCILLARY MINAT.BER KUNJUNG
ATRAKSI 0,865 0,397 0,456 0,500 0,685
AMENITAS 0,397 0,804 0,579 0,765 0,651
AKSESIBILITA
S 0,456 0,579 0,902 0,556 0,602
ANCILLARY 0,500 0,765 0,556 0,908 0,674
MINAT.BER
KUNJUNG 0,685 0,651 0,602 0,674 0,865
(b) Planetarium Jagad Raya
Konstruk ATRAKSI AMENI TAS
AKSESI
BILITAS ANCILLARY MINAT.BER KUNJUNG
ATRAKSI 0.848 0.425 0.244 0.319 0.597
AMENITAS 0.425 0.786 0.671 0.623 0.491
AKSESIBILITA
S 0.244 0.671 0.854 0.482 0.237
ANCILLARY 0.319 0.623 0.482 0.873 0.415
MINAT.BERK
UNJUNG 0.597 0.491 0.237 0.415 0.899
(c) Pantai Tanah Merah
Konstruk ATRAK SI
AMENI TAS
AKSESI
BILITAS ANCILLARY MINAT.BER KUNJUNG
ATRAKSI 0,926 0,336 0,279 0,336 0,239
AMENITAS 0,336 0,776 0,365 0,620 0,599
AKSESIBILITA
S 0,279 0,365 0,858 0,388 0,240
ANCILLARY 0,336 0,620 0,388 0,889 0,471
MINAT.BERKU
NJUNG 0,239 0,599 0,240 0,471 0,839
(d) Pulau Kumala
Konstruk ATRAKSI AMEN ITAS
AKSESI
BILITAS ANCILLARY MINAT.BER KUNJUNG
ATRAKSI 0,908 0,626 0,538 0,508 0,654
AMENITAS 0,626 0,796 0,673 0,681 0,553
AKSESIBILIT
AS 0,538 0,673 0,938 0,800 0,457
ANCILLARY 0,508 0,681 0,800 0,921 0,541
MINAT.BERK
UNJUNG 0,654 0,553 0,457 0,541 0,806
(e) Tugu Equator
*)Olahan Penulis, 2020
162 Hasil estimasi cross loading pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai korelasi antara konstruk atau variabel laten dengan indikator-indikatornya (variabel manifes) lebih besar daripada kolerasi dengan indikator variabel laten lainnya pada setiap lokasi objek wisata, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel laten yang ada di penelitian ini mampu memprediksi indikatornya lebih baik daripada variabel laten lainnya.
C. Reability
Berikut tabel Nilai Composite Reliability, Cronbach’s Alpha dan AVE di seluruh objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara:
163 Tabel 4.27 Nilai Composite Reliability, Cronbach’s Alpha dan AVE di objek wisata*)
Konstruk
Objek Wisata Waduk Panji
Sukarame
Planetarium Jagad
Raya Pantai Tanah Merah Pulau Kumala Tugu Equator
CA CR AVE CA CR AVE CA CR AVE CA CR AVE CA CR AVE
ATRAKSI 0.791 0.904 0.825 0,664 0,856 0,749 0.672 0.833 0.718 0,852 0,923 0,858 0,788 0,904 0,825 AMENITAS 0.907 0.924 0.604 0,931 0,943 0,647 0.897 0.918 0.618 0,782 0,858 0,603 0,936 0,945 0,634 AKSESIBILITAS 0.831 0.922 0.855 0,788 0,898 0,824 0.702 0.841 0.730 0,652 0,848 0,736 0,865 0,936 0,879 ANCILLERY 0.857 0.932 0.873 0,772 0,904 0,814 0.710 0.864 0.761 0,735 0,883 0,790 0,824 0,918 0,849 MINAT.BERKUNJUNG 0.805 0.873 0.633 0,889 0,922 0,749 0.882 0.927 0.809 0,793 0,877 0,704 0,820 0,881 0,649
*)Olahan Penulis, 2020
164 Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa secara keseluruhan nilai Composite Reliability dan Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,7 dan nilai AVE lebih besar dari 0,5. Meskipun terdapat Cronbach’s Alpha pada konstruk ATRAKSI di Planetarium Jagad Raya dan Pantai Tanah Merah sebesar 0,664 dan 0,672 serta konstruk AKSESIBILITAS di Pulau Kumala sebesar 0,652 namun dianggap sudah mendekati 0,7. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semua variable konstruk dalam model sudah reliabel.
2. Inner Model
A. Koefisien Determinasi
Berikut tabel koefisien derterminasi pada setiap objek wisata:
Tabel 4.28 Nilai R² kontruk endogen pada objek wisata*) Kontruk
Endogen
Waduk Panji Sukarame
Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah
Pulau Kumala
Tugu Equator Minat
Berkunjung
0.632 0.672 0.449 0.375 0.499
*)Olahan Penulis, 2020
Berdasarkan tabel diatas maka setiap objek wisata semua variabel endogen tergolong moderat dan kuat karena mendekati nilai 0,33 dan 0,67 dapat dijelasan sebagai berikut:
a) Variasi konstruk endogen MINAT.BERKUNJUNG dapat dijelaskan oleh peubah konstruk eksogen (AKSESIBILITAS, AMENITAS, ANCILLARY, ATRAKSI) pada Waduk Panji Sukarame sebesar 63,2% sedangkan sisanya yaitu sebesar 36,8% dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak terdapat dalam model penelitian.
b) Variasi konstruk endogen MINAT.BERKUNJUNG dapat dijelaskan oleh peubah konstruk eksogen (AKSESIBILITAS, AMENITAS, ANCILLARY, ATRAKSI) pada Planetarium Jagad Raya sebesar 67,2% sedangkan sisanya yaitu sebesar 32,8% dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak terdapat dalam model penelitian.
c) Variasi konstruk endogen MINAT.BERKUNJUNG dapat dijelaskan oleh peubah konstruk eksogen (AKSESIBILITAS, AMENITAS, ANCILLARY, ATRAKSI) pada Pantai Tanah Merah sebesar 44,9% sedangkan sisanya
165 yaitu sebesar 55,1% dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak terdapat dalam model penelitian.
d) Variasi konstruk endogen MINAT.BERKUNJUNG dapat dijelaskan oleh peubah konstruk eksogen (AKSESIBILITAS, AMENITAS, ANCILLARY, ATRAKSI) pada Pulau Kumala sebesar 37,5% sedangkan sisanya yaitu sebesar 62,5% dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak terdapat dalam model penelitian.
e) Variasi konstruk endogen MINAT.BERKUNJUNG dapat dijelaskan oleh peubah konstruk eksogen (AKSESIBILITAS, AMENITAS, ANCILLARY, ATRAKSI) pada Tugu Equator sebesar 49,9% sedangkan sisanya yaitu sebesar 50,1% dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak terdapat dalam model penelitian.
B. Koefisien Jalur
Hasil perhitungan jalur pada model penelitian menunjukan apakah jalur memiliki nilai koefisien jalur yang signifikan atau tidak. Berikut tabel nilai koefisien jalur di objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara:
Tabel 4.29 Nilai Koefisien Jalur di objek wisata*) Jalur
Waduk Panji Sukarame
Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah
Pulau Kumala
Tugu Equator
ATRAKSI
MINAT.BERKUNJUNG
0.030 0,181 0.456 0,021 0,333
AMENITAS
MINAT.BERKUNJUNG
0.188 0,250 0.303 0,495 0,124 AKSESIBILITAS
MINAT.BERKUNJUNG
0.536 0,166 -0.151 -0,009 -0,157
ANCILLARY
MINAT.BERKUNJUNG
0.188 0,419 0.154 0,160 0,492
*)Olahan Penulis, 2020
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat jalur yang tidak signifikan karena nilai koefisien jalurnya berada di dalam rentang nilai - 0,1 sampai dengan 0,1 yaitu jalur ATRAKSI terhadap MINAT BERKUNJUNG pada Waduk Panji Sukarame dan Pulau Kumala serta jalur
166 AKSESIBILITAS terhadap MINAT BERKUNJUNG pada Pantai Tanah Merah, Pulau Kumala, dan Tugu Equator.
C. Ukuran Efek Cohen (f²)
Berikut tabel nilai efek cohen setiap jalur pada objek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara:
Tabel 4.30 Nilai Efek Cohen Setiap Jalur pada Objek Wisata*) Jalur
Waduk Panji
Sukarame Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah
Pulau Kumala
Tugu Equator Nilai
ATRAKSI
MINAT.BERKUNJUNG
0.002 0,376 0.305 0,001 0.281
AMENITAS
MINAT.BERKUNJUNG
0.038 0,072 0.066 0,230 0,013
AKSESIBILITAS MINAT.BERKUNJUNG
0.479 0,050 0.022 0,000 0,016
ANCILLARY
MINAT.BERKUNJUNG
0.061 0,050 0.026 0,024 0,071
*)Olahan Penulis, 2020
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulakan bahwa terdapat jalur dengan konstruk eksogen yang memiliki pengaruh yang kecil terhadap konstruk endogen karena memiliki nilai f² mendekati nilai 0,02 dan kurang dari 0,15 yaitu:
a) ATRAKSI MINAT.BERKUNJUNG pada Waduk Panji Sukarame, Pulau Kumala.
b) AMENITAS MINAT.BERKUNJUNG pada Waduk Panji Sukarame, Planetarium Jagad Raya, Pantai Tanah Merah, dan Tugu Equator.
c) AKSESIBILITAS MINAT.BERKUNJUNG pada Planetarium Jagad Raya, Pantai Tanah Merah, Pulau Kumala dan Tugu Equator
d) ANCILLARY MINAT.BERKUNJUNG pada seluruh objek wisata Selanjutnya, terdapat jalur dengan konstruk eksogen yang memiliki pengaruh menengah terhadap konstruk endogen karena memiliki nilai f2 antara 0,15 hingga kurang dari 0,35 yaitu ATRAKSI MINAT.BERKUNJUNG pada Pantai Tanah Merah dan Tugu Equator serta AMENITAS MINAT.BERKUNJUNG pada Pulau Kumala. Kemudian terdapat jalur
167 dengan konstruk eksogen yang memiliki pengaruh besar terhadap konstruk endogen karena memiliki nilai f2 lebih dari 0,35 yaitu ATRAKSI MINAT.BERKUNJUNG pada Planetarium Jagad Raya dan AKSESIBILITAS
MINAT.BERKUNJUNG D. Relevensi Prediktif (Q²)
Berdasarkan persamaan 4.1 menghasilkan nilai Q² pada setiap objek wisata dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.31 Nilai Relevansi Prediktif (Q2) pada objek wisata*) Waduk Panji
Sukarame
Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah
Pulau Kumala
Tugu Equator
0.632 0.672 0.449 0.375 0.499
*)Olahan Penulis, 2020
Dari hasil perhitungan relevansi prektiktif menujukan bahwa prediksi yang dilakukan oleh model dinilai telah relevan karena nilainya lebih besar dari nol pada semua objek wisata.
E. Indeks Kualitas
Hasil perhitungan indeks kualitas berdasarkan persamaan 4.2 model menghasilkan nilai Goodness of Fit (GoF) seperti berikut:
Tabel 4.32 Nilai Goodness of Fit (GoF) Waduk Panji
Sukarame
Planetarium Jagad Raya
Pantai Tanah Merah
Pulau Kumala
Tugu Equator
0.692 0.713 0.571 0.526 0.619
*)Olahan Penulis, 2020
Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai GoF > 0,36 di semua objek wisata yang berarti bahwa secara keseluruhan model dianggap fit.
F. Pengujian Hipotesis
Tahap pengujian hipotesis ini dilakukan setelah tahap evaluasi structural model. Pertimbangan penilaian dilihat dari nilai koefisien jalur dan p-value yang dilakukan. Berikut tabel hasil pengujian hipotesis pada objek wisata:
Tabel 4.33 Hasil pengujian hipotesis pada model penelitian pada Objek Wisata*) Objek Wisata
Jalur Koef.
Jalur
p-value Keterangan Waduk Panji
Sukarame
ATRAKSI
MINAT.BERKUNJUNG
0.030 0.850 Tidak signifkan AMENITAS 0.188 0.218 Tidak signifkan