• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motivasi

Dalam dokumen PDF PEMIMPIN - Repository UIN Mataram (Halaman 123-128)

satu pihak harus mengalah dan menyerah secara terpaksa.

e. Dan lain-lain.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemimpin dalam mengatasi konflik dalam organisasi, yaitu: (1) Bangun sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif; (2) Lakukan pencegahan sebelum konflik terjadi; (3) Tetapkan peraturan dan prosedur kerja yang baik terutama yang menyangkut hak staf atau bawahan; (4) Pimpinan harus tanggap dalam menyelesaikan setiap konflik yang muncul; (5) Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang kondusif; (6) Bentuklah team work dan kerja sama yang baik antarunit kerja; (7) Memberikan pemahaman kepada semua pihak, hendaknya sadar bahwa semua unit merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat dan jangan pula merasa paling rendah; (8) Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antarunit.

Berbagai cara yang telah penulis paparkan tersebut sudah barang tentu hanya merupakan sebagian saja dari banyak cara yang dapat dipilih dalam mengelola konflik.

Cara apapun yang dipilih akan tergantung pada beberapa faktor, antara lain: (1) Latar belakang terjadinya konflik;

(2) Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik; (3) Kompleksitas masalah yang akan dipecahkan; dan (4) Organisasi tempat terjadinya konflik.

sebagai proses mempengaruhi dan merangsang seseorang dengan melaksanakan suatu tindakan untuk mencapai suatu sasaran. Siagian (1995), mengartikan motivasi sebagai daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk menyerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut Sudarwan Danim (2010), “Motivasi merupakan dorongan pemimpin, termasuk kepala sekolah, untuk bertindak dengan cara tertentu. Sedangkan menurut Robbins (2001) motivasi yaitu kesediaan untuk me- ngeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi beberapa kebutuhan individual.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat di- simpulkan bahwa motivasi merupakan suatu kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Dalam hal ini, motivasi dapat mempengaruhi prestasi seseorang dalam melakukan suatu kegiatan tertentu. Apabila para guru mempunyai motivasi kerja yang tinggi, mereka akan terdorong dan berusaha untuk meningkatkan kemampuannya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum yang berlaku di sekolah atau madrasah, sehingga diperoleh hasil kerja yang maksimal.

Dalam proses manajemen secara umum maupun manajemen pendidikan Islam, seorang pimpinan harus selalu dapat memotivasi (memelihara semangat, kesadaran dan kesungguhan dari anggotanya untuk terus bergerak

menunjukkan kinerja yang optimal). Adapun fungsi motivasi dalam kepemimpinan adalah: (a) motivasi merupaka motor penggerak atau sebagai energi yang menggerakkan; (b) Motivasi merupakan penentu tujuan atau arah dari kegiatan yang dilakukan; (c) motivasi merupakan penyeleksi jenis kegiatan yang akan dilakukan.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Motivasi sebagai proses psikologis dalam diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Penjelasannya berikut ini:

a. Faktor Internal, yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri individu, meliputi: (1) Keinginan untuk dapat bertahan hidup; (2) Keinginan untuk dapat memiliki; (3) Keinginan untuk memperoleh penghargaan; (4) Ke- inginan untuk berkuasa; (5) Keinginan untuk men- dapatkan perhatian, dan lain-lain.

b. Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri individu, meliputi: (1) Kondisi lingkungan kerja; (2) Kompensasi; (3) Supervisi yang baik; (4) Adanya jaminan pekerjaan, dan lain-lain.

3. Upaya Pemimpin untuk Memotivasi Para Staf

Motivasi orang tergantung pada kekuatan motifnya. Motif yang dimaksud dalam uraian ini adalah keinginan, dorongan atau gerak hati dalam diri individu (Hersey, Blanchard dan Johnson, 1996). Dengan kata lain, motivasi merupakan sesuatu yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu (Hodge, 1996). Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu; pertama, motivasi yang didasarkan atas kekuatan. Dia

melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita. Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu. Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu. Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya, bekerja bukan sekedar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.

Dalam buku The One Minute Manager, kedua penulis (Kenneth Blanchard dan Spencer Jonson) merangkum topik bahasan mengenai motivasi ini di dalam sebuah ilustrasi yang amat menarik mengenai “Manajer satu menit.” Untuk menjadi manajer yang efektif dan dapat memotivasi anak buah untuk mencapai tujuan organisasi, maka ada tiga hal yang harus dilakukan:

Pertama, membangkitkan inner motivation dari orang yang dipimpinnya dengan menetapkan berbagai misi atau sasaran yang akan dicapai. Sebagai pimpinan perlu berbagi dengan tim untuk secara bersama melihat visi secara jelas dan bagaimana melakukannya. Motivasi yang

benar akan tumbuh dengan sendirinya ketika seseorang telah dapat melihat visi yang jauh lebih besar dari sekedar pencapaian target. Sehingga setiap orang dalam organisasi, dapat bekerja dengan lebih efektif karena didorong oleh motivasi dari dalam dirinya.

Hal kedua dan ketiga yang perlu dilakukan oleh seorang manajer efektif dalam memberikan pujian yang tulus dan teguran yang tepat. Kita dapat membuat orang lain melakukan sesuatu secara efektif dengan cara memberikan pujian, dorongan dan kata-kata yang positif.

Pekerjaan seorang pemimpin yang paling penting antaralain adalah, bagaimana dia bisa memotivasi orang yang dipimpin untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam buku “Manajemen Pendidikan, karya M Sobry Sutikno (2012) memaparkan bahwa seorang pemimpin yang ingin meningkatkan motivasi karyawannya bisa dilakukan dengan berbagai upaya, di antaranya:

a. Menginspirasi, yaitu dengan memasukkan semangat ke dalam diri orang agar bersedia melakukan sesuatu dengan efektif. Orang diinspirasi melalui kepribadian pimpinan, keteladanannya, dan pekerjaan yang dilakukannya;

b. Meminta masukan dari karyawan dan melibatkan mereka di dalam pembuatan keputusan yang mem- pengaruhi pekerjaan mereka;

c. Kenalilah kebutuhan-kebutuhan pribadi karyawan, karena karyawan akan lebih terdorong untuk bekerja bagi organisasi yang memperhatikan keperluan pribadi- nya;

d. Memberikan insensif material kepada karyawan yang berprestasi baik;

e. Tanggung jawab terhadap tugas. Dengan tanggung-

jawab ini, para karyawan akan memiliki kebebasan untuk memutuskan sendiri apa yang dihadapinya dan bagaimana menyelesaikan sendiri tugas-tugas yang diberikan kepadanya;

f. Kompetisi. Persaingan, baik yang bersifat individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi kerja. Karena terkadang jika ada saingan, karyawan akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai kualitas kerja;

g. Pujian. Apabila ada karyawan yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi kerja serta sekaligus akan membangkitkan harga diri;

h. Memberikan semacam funishment; dan lain-lain.

Dari berbagai pejelasan tentang motivasi tersebut, nampak jelas bahwa motivasi berperan sangat penting sekali untuk meningkatkan semangat dan prestasi kerja.

Para pemimpin diharapkan agar selalu mengupayakan untuk memotivasi para staf setiap saat, tanpa terkecuali, baik bagi pihak yang baik, yang biasa-biasa, maupun yang tidak semangat di dalam bekerja. Para pemimpin bisa memotivasi staf dengan berbagai cara secara proporsional.

Dalam dokumen PDF PEMIMPIN - Repository UIN Mataram (Halaman 123-128)