• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANJANG TUNGKAI

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN pencak silat (Halaman 86-92)

BAB XIII

Panjang tungkai merupakan bagian dari ukuran antropometrik tubuh yang termasuk dalam kategori panjang tubuh. Potensi tubuh yang dimiliki seseorang dari segi panjang tungkai dapat menunjang berbagai penampilan gerak dalam olahraga khususnya tendangan dalam olahraga pencak silat. Banyak faktor yang menentukan suksesnya seorang pesilat dalam penampilan olahraga, diantaranya adalah ukuran tubuh (postur dan struktur tubuh). Misalnya, untuk melakukan tendangan dalam olahraga pencak silat memerlukan jangkauan dari tungkai penendang untuk mencapai sasaran (lawan) sehingga diperlukan panjang tungkai.

“Ukuran panjang tubuh (length wise growth) meliputi; tinggi badan, tinggi duduk, panjang tungkai, panjang lengan, dan lain- lain”(Pasau, 1988: 7). Panjang tungkai sangat efektif untuk menunjang kemampuan tendangan dalam olahraga pencak silat terutama untuk menjangkau sasaran yang senantiasa bergerak menghindar atau menjaga sasaran.

Panjang tungkai melibatkan tulang-tulang dan otot-otot pembentuk tungkai baik tungkai bawah dan tungkai atas.

Tulang-tulang pembentuk tungkai meliputi tulang-tulang kaki, tulang tibia dan fibula, serta tulang femur (Evelin, 2009:114).

Anggota gerak bawah dikaitkan pada batang tubuh dengan perantaraan gelang panggul, meliputi: (1) tulang pangkal paha (Coxae), (2) tulang paha (Femur), (3) tulang kering (Tibia), (4) tulang betis (Fibula), (5) tempurung lutut (Patela), (6) tulang pangkal kaki (Tarsalia), (7) tulang telapak kaki (Meta Tarsalia), dan (8) Ruas jari-jari kaki (Phalangea) (Syaifuddin, 1996: 31).

Menurut Imam Hidayat (1999: 255) bahwa tungkai merupakan anggota tubuh (ekstremitas) bagian bawah dan terdiri dari tungkai atas (femur), tungkai bawah (tibia dan fibula) dan kaki. Sedangkan kaki meliputi pergelangan kaki (ankle/ tarsus), tapak kaki (metatarsus), dan lima jari kaki (phalangeus)”

Gerakan menendang adalah gerakan angular, karena

gerakan ini didasari dengan gerakan tulang, gerakan ini disertai dengan linier badan agar benda yang disepak rnengenai sasaran” (Radioputro, 1973:80). Selanjutnya Radioputro mengatakan “kecepatan berbanding dengan besarnya radius”. Radioputro juga mengatakan “bahwa suatu subyek yang bergerak pada ujung radius yang panjang akan memiliki kecepatan linier lebih besar daripada subyek yang bergerak pada ujung radius yang pendek. Seandainya kecepatan angulernya dibuat konstan maka panjang radius makin besar daripada kecepatan liniernya. Jadi lebih menguntungkan kalau digunakan pengungkit yang panjang.

Untuk memberi kecepatan linier pada obyek dengan ketentuan panjang pengungkit tersebut tidak mengorbankan kecepatan angulernya.

Adapun fungsi dari tungkai menurut Tim Anatomi FIK UNY (2003): “Tungkai sesuai fungsinya sebagai alat gerak, menahan berat badan bagian atas, dapat memindahkan tubuh (bergerak), dapat menggerakkan tubuh ke arah atas dan lainnya”.

Gambar 24. Struktur Anatomi Tungkai

(http://www.google.co.id/search?hl=id&noj=1&biw=1280&bi- h=677&q=hakekat+panjang+tungkai+tendangan).

Panjang tungkai melibatkan tulang-tulang dan otot-otot pembentuk tungkai baik tungkai bawah dan tungkai atas.

Tulang-tulang pembentuk tungkaimeliputi tulang-tulang kaki, tulang tibia dan fibula, serta tulang femur.” (Raven, 1981:14).

Tipe tubuh atau bentuk tubuh merupakan salah satu bagian yang dapat mempengaruhi pencapaian prestasi olahraga.

Menurut Moeloek dan Tjokronegoro (1984:76) bahwa “bentuk fisik olahragawan yang berbakat dapat mendukung pencapaian prestasi olahraga.” Namun demikian bentuk fisik tersebut harus didukung penggunaan teknik, taktik dan mental yang baik. Demikian halnya dengan cabang permainan sepakbola, bentuk tubuh memegang peranan penting untuk mencapai

prestasi tinggi. Moeloek dan Tjokronegoro (1984:77-78) “juga menambahkan bahwa tipe tubuh dibedakan menjadi tiga macam, yakni 1) somatotif endomorfi, 2) somatotif mesomorfi, dan 3) somatotif ektomorfi.”

Panjang tungkai melibatkan tulang-tulang dan otot-otot pembentuk tungkai baik tungkai bawah dan tungkai atas.

Tulang-tulang pembentuk tungkai meliputi tulang-tulang kaki, tulang tibia dan fibula, serta tulang femur. Otot-otot pembentuk tungkai yang terlibat pada pelaksanaan menendang bola adalah otot-otot anggota gerak bawah. Otot-otot anggota gerak bawah 23 terdiri dari beberapa kelompok otot, yaitu: 1) otot pangkal paha, 2) otot tungkai atas, 3) otot tungkai bawah dan 4) otot kaki.

Otot penggerak tungkai atas, mempunyai selaput pembungkus yang sangat kuat dan disebut fasia lata. Otot-otot tungkai atas menjadi 3 golongan yaitu: “1) otot abduktor, meliputi muskulus abduktor maldanus sebelah dalam, b) muskulus abduktor brevis sebelah tengah, dan c) muskulus abduktor longus sebelah luar. Ketiga otot ini menjadi satu yang disebut muskulus abduktor femoralis, dengan fungsi menyelenggarakan gerakan abduksi tulang femur ; 2) muskulus ekstensor, meliputi : a) muskulus rektus femoris, b) muskulus vastus lateralis eksternal, c) muskulus vastus medialis internal,d) muskulus vastus intermedial; 3) otot fleksor femoris, meliputi : a) biseps femoris berfungsi membengkokkan pada dan meluruskan tungkai bawah, b) muskulus semi membranosis berfungsi membengkokkan tungkai bawah, c) muskulus semi tendinosus

berfungsi membengkokkan urat bawah serta memutar ke dalam, d) muskulus sartorius berfungsi untuk eksorotasi femur, memutar keluar pada waktu lutut mengentul, serta membantu gerakan fleksi femur dan membengkokkan keluar.”

(Syaifuddin, 1992 :44).

Panjang tungkai merupakan anggota gerak bagian bawah yang terdiri dari tungkai dan panggul. Secara garis besar manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu : tungkai atas, yaitu paha dari pangkal paha sampai ke lutut. Istilah anatominya adalah femur atau fligh. Tulang paha ini adalah tulang terpanjang pada tubuh, yang berupa tulang pipa. Tungkai bawah, yaitu dari lutut sampai pergelangan kaki (dibatasi patea), yang istilahnya leg atau calt. Tungkai bawah ini terdiri dari tibia (tulang kering) yang merupakan kerangka utama dari tungkai bawah, berupa tulang pipa, dan fibula(tulang betis), letaknya sebelah lateral tungkai bawah. Tapak kaki, terdiri tulang tarsal dan falanks.

Tulang tarsal (tulang mata kaki), tulang-tulang ini menopang berat badan saat berdiri. Sedangkan falanks adalah ruas jari kaki bentuknya sama dengan jari-jari tanga tetapi lebih pendek.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas sehingga bisa dimaknai bahwa panjang tungkai mempunyai pengaruh penting serta keterikatan yang baik terhadap peningkatan suatu tendangan selain itu panjang tungkai memiliki peran penting terhadap gerakan kecepatan serta kekuatan dalam pelaksanaan suatu gerak.

BAB XIV

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN pencak silat (Halaman 86-92)

Dokumen terkait