565- 50. Pasal 158 dihapus
Pasal 5 Pasal 5 ayat (21 huruf a berfungsi menyelenggarakan program jaminan kesehatan
(21 BPJS Ketenagakerjaan
sebagaimana dimaksuddalam Pasal 5 ayat (2) huruf b berfungsi
menyelenggarakan program jaminan
kecelakaan
kerja, program jaminan kematian, program
jaminan
pensiun, program jaminan hari tua,
dan
program
jaminan
kehilangan pekerjaan.Ketentuan Pasal
42
diubah sehinggaberbunyi
sebagai berikut:Pasal42
(1)
Modal awal sebagaimana dimaksud dalamPasal4l
ayat (1)huruf
auntuk
BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan ditetapkan masing-masing palingbanyak Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun
rupiah) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
3
(2) Modal
...
PRESIDEN
REPUELIK INDONESIA
-573-
(2)
Modal awal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (1)huruf
auntuk
program jaminan kehilanganpekerjaan ditetapkan paling
sedikit Rp6.000.000.000.OO0,00(enam triliun rupiah)
yang
bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara.
Bagian Kelima
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Pasal 84
Beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor
18Tahun
2Ol7
tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2Ol7
Nomor 242, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia614l)
diubah sebagai berikut:Ketentuan Pasal
1 diubah
sehinggaberbunyi
sebagai berikut:Pasal 1
Dalam Undang-Undang
ini
yang dimaksud dengan:1. Calon Pekerja Migran lndonesia adalah setiap
tenaga kerja Indonesia yang memenuhi
syarat sebagaipencari kerja yang akan bekerja di luar negeri dan terdaftar di instansi
pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.2. Pekerja Migran Indonesia adalah setiap warga
negara Indonesia yang akan,
sedang, atau
telah
melakukan
pekerjaan dengan menerima upah
di
luar wilayah Republik Indonesia.
3.
Keluarga Pekerja Migran Indonesia adalah suami,istri, anak, atau orang tua termasuk
hubungan karenaputusan dan/atau
penetapan pengadilan, baik yang berada di Indonesia maupun yang tinggal bersama Pekerja Migran Indonesia diluar
negeri.1
4.Pekerja...
PRESIDEN REPUBLIK INOONESIA
-574-
4. Pekerja Migran Indonesia Perseorangan adalah
Pekerja Migran Indonesiayang akan bekerja ke luar
negeri tanpa melalui pelaksana penempatan.
5. Pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah
segala upaya untuk
melindungi kepentingan Calon
Pekerja Migran Indonesia dan/atau
Pekerja Migran
Indonesia dan keluarganya dalam
mewujudkan
terjaminnya pemenuhan haknya
dalamkeseluruhan kegiatan sebelum bekerja,
selama bekerja, dan setelah bekerja dalam aspek hukum, ekonomi, dan sosial.6.
Pelindungan Sebelum Bekerja adalah keseluruhanaktivitas untuk memberikan pelindungan
sejak pendaftaran sampai pemberangkatan.7.
Pelindungan Selama Bekerja adalah keseluruhanaktivitas untuk
memberikan pelindungan selama Pekerja Migran Indonesia dan anggota keluarganya berada diluar
negeri.8.
Pelindungan Setelah Bekerja adalah keseluruhanaktivitas untuk memberikan pelindungan
sejak Pekerja Migran lndonesia dan anggota keluarganyatiba di
debarkasidi
Indonesia hinggakembali
ke daerah asal, termasuk pelayananlanjutan
menjadi pekerja produktif.9.
Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia adalah badanusaha
berbadanhukum
perseroan terbatas yangtelah
memperolehizin tertulis
dariPemerintah Pusat untuk menyelenggarakan pelayanan penempatan Pekerj a Migran Indonesia.
10. Mitra Usaha adalah instansi dan/atau
badan usaha berbentuk badanhukum di
negaratujuan
penempatan yang bertanggung
jawabmenempatkan Pekerja Migran Indonesia
pada Pemberi Kerja.11.
Pemberi Kerja adalahinstansi
pemerintah, badanhukum pemerintah, badan hukum
swasta,dan/atau perseorangan di negara tujuan
penempatan yang mempekerjakan Pekerja Migran Indonesia.
12.
Perjanjian.
. .PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-575-
12. Perjanjian Kerja Sama Penempatan
adalah perjanjiantertulis
antara Perusahaan Penempatan PekerjaMigran
Indonesiadan Mitra
Usaha atau PemberiKerja yang memuat hak dan
kewajibansetiap pihak dalam rangka penempatan
dan Pelindungan PekerjaMigran
Indonesiadi
negaratujuan
penempatan.13.
Perjanjian Penempatan PekerjaMigran
Indonesiayang
selanjutnyadisebut
Perjanjian Penempatanadalah perjanjian tertulis antara
pelaksanapenempatan Pekerja
Migran
Indonesiadan
Calon PekerjaMigran
Indonesiayang memuat hak
dan kewajiban setiap pihak, dalam rangka penempatanPekerja Migran Indonesia di negara tujuan
penempatan sesuai denganketentuan
peraturan perundang-undangan.14.
Perjanjian Kerja adalahperjanjian tertulis
antara Pekerja Migran Indonesiadan
Pemberi Kerja yangmemuat syarat kerja, hak, dan
kewajiban setiappihak,
sertajaminan
keamanandan
keselamatan selama bekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perrrndang-undangan.15.
Visa Kerja adalahizin tertulis
yang diberikan oleh pejabatyang
berwenangdi suatu
negaratujuan
penempatan yang memuat persetujuan untuk masuk dan
melakukan pekerjaandi
negara yang bersangkutan.16.
Surat Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia yang selanjutnya disebut SIP3MI adalahizin tertulis
yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada badan usaha berbadanhukum
lndonesiayang akan menjadi Perusahaan
Penempatan Pekerja Migran Indonesia.17. Surat Izin Perekrutan
PekerjaMigran
Indonesia yang selanjutnya disebut SIP2MI adalahizin
yangdiberikan
oleh kepala Badan kepada PerusahaanPenempatan Pekerja Migran Indonesia
yangdigunakan untuk menempatkan Calon
PekerjaMigran Indonesia.
18. Jaminan Sosial adalah salah satu bentuk
pelindungan sosial
untuk
menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhikebutuhan
dasar hidupnya yang layak.19.
Orang.
. .PITESIDEN
REPTIBIJK INDONESIA
-576-
19. Orang adalah orang perseorangan dan/atau
korporasi.20. Badan
PenyelenggaraJaminan Sosial
adalahbadan hukum yang
menyelenggarakan program Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia.21. Pemerintah Pusat adalah Presiden
RepublikIndonesia yang memegang kekuasaan
pemerintahan negara Republik Indonesia
yangdibantu oleh Wakil Presiden dan menteri
sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
22.
Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagaiunsur
penyelenggara Pemerintahan Daerah yangmemimpin pelaksanaan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.23.
Pemerintah Desaadalah kepala
desaatau
yang disebut dengan namalain dibantu
perangkat desa sebagaiunsur
penyelenggara pemerintahan desa.24.
Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri yang selanjutnya disebut Perwakilan Republik Indonesiaadalah perwakilan diplomatik dan
perwakilankonsuler Republik
Indonesiayang
secara resmimewakili dan memperjuangkan
kepentinganbangsa, negara, dan pemerintah
RepublikIndonesia
secarakeseluruhan di negara tujuan
penempatan atau pada organisasi internasional.25. Menteri adalah menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerj aan.26. Badan adalah lembaga pemerintah
nonkementerian yang bertugas sebagai pelaksana
kebijakan dalam pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara terpadu.
2 Ketentuan Pasal 51
diubah
sehinggaberbunyi
sebagai berikut:Pasal51...
FTIESIDEN
REPUBIJK INDONESIA
-577-
3
Pasal 51
(1)
Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagaimanadimaksud dalam
Pasal49 huruf
bwajib memiliki izin yang memenuhi
Perizinan Berusaha danditerbitkan
oleh Pemerintah Pusat.(2) Izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat dialihkan dan dipindahtangankan
kepada
pihak lain.
(3)
Perizinan Berusaha sebagaimanadimaksud
padaayat (1) harus memenuhi norma, standar,
prosedur, dan kriteria yang ditetapkan
oleh Pemerintah Pusat.Ketentuan Pasal 53
diubah
sehinggaberbunyi
sebagai berikut:Pasal 53
(1)
Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dapat membentukkantor
cabangdi luar
wilayah domisili kantor pusatnya.(21 Kegiatan yang dilakukan oleh kantor
cabangPerusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia menjadi tanggung jawab kantor pusat Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.
(3)
Kantor cabang sebagaimanadimaksud
pada ayat(1) wajib memenuhi Perizinan Berusaha
yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah provinsi.(41
Perizinan Berusaha sebagaimanadimaksud
padaayat (3) harus memenuhi norma, standar,
prosedur, dan kriteria yang ditetapkan
oleh Pemerintah Pusat.Ketentuan Pasal 57
diubah
sehinggaberbunyi
sebagai berikut:4
Pasal 57
...
PRESIDEN
REPUBLIK TNDONESIA
-578-
Pasal 57
(1)
Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia harus menyerahkan pembaruan data paling lambat 30 (tiga puluh)hari
kerja.(21
Dalam hal Perusahaan Penempatan Pekerja MigranIndonesia tidak menyerahkan pembaruan
data sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Perusahaan Penempatan PekerjaMigran Indonesia
diizinkanuntuk memperbarui izin paling lambat 30
(tigapuluh) hari kerja dengan membayar
denda keterlambatan.(3) Ketentuan mengenai denda
keterlambatan sebagaimana dimaksud pada ayat (21 dilaksanakansesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan.5. Di antara Pasal 89 dan
Pasal 90 disisipkan 1
(satu)
pasal, yakni Pasal 89A sehingga berbunyi
sebagai berikut:Pasal 89A
Pada saat berlakunya Undang-Undang