13) Pekerjaan Pengecatan
4.3. PEKERJAAN URUGAN
CV. NETWORK 09 CONSULTANT 35 dilakukan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Supervisi dan bagian yang akan diurug kembali harus diurug dengan tanah dan memenuhi syarat material tanah urug.
CV. NETWORK 09 CONSULTANT 36 b. Untuk lapisan yang dalamnya lebih dari 30 cm dari permukaan
rencana, kepadatannya 90% dari standard proctor.
4.3.6. Hasil test di lapangan harus tertulis dan diketahui oleh Perencana/
Supervisi. Semua hasil-hasil pekerjaan diperiksa kembali terhadap patok-patok referensi untuk mengetahui sampai dimana kedudukan permukaan tanah tersebut.
4.3.7. Bagian permukaan tanah yang telah dinyatakan padat sesuai hasil pengetesan, harus dipertahankan dan dijaga jangan sampai rusak, akibat pengaruh luar dan tetap menjadi tanggung jawab kontraktor s/d masa pemeliharaan.
4.3.8. Pekerjaan pemadatan telah dianggap cukup, setelah mendapat persetujuan Supervisi.
4.3.6. Bahan urugan untuk pelaksanaan pengerasan harus disebar dalam lapisan-lapisan yang rata dalam ketebalan yang tidak melebihi 200 mm pada kedalaman gembur.
4.3.7. Gumpalan-gumpalan tanah harus digemburkan dan bahan tersebut harus dicampur dengan cara menggaru atau cara sejenisnya sehingga diperoleh lapisan yang kepadatannya sama.
4.3.8. Setiap lapisan harus diarahkan pada kepadatan yang dibutuhkan dan diperiksa melalui pengujian lapangan yang memadai, sebelum dimulai dengan lapisan berikutnya. Lapisan berikutnya tidak boleh dihampar sebelum hasil pekerjaan lapisan sebelumnya mendapat persetujuan dari Supervisi.
4.3.9. Bilamana bahan tersebut tidak mencapai kepadatan yang dikehendaki, lapisan tersebut harus diulang kembali pekerjannya atau diganti, dengan cara-cara pelaksanaan yang telah ditentukan, guna mendapatkan kepadatan yang dibutuhkan.
CV. NETWORK 09 CONSULTANT 37 4.3.10. Jadwal pengujian akan ditentukan / ditetapkan oleh Perencana /
Supervisi. Pengujian diadakan minimum setiap 500 m2. Biaya pengujian ditanggung oleh Kontraktor. Setelah pemadatan selesai, kelebihan tanah urugan harus dipindahkan ketempat yang ditentukan oleh Supervisi. Ketinggian (peil) disesuaikan dengan gambar.
4.3.11. Sarana-sarana darurat :
Kontraktor harus mengadakan drainage yang sempurna setiap saat, apabila perlu harus membangun saluran-saluran, memasang parit- parit, memompa dan atau mengeringkan drainage.
4.4. PEKERJAAN PENGURUGAN PASIR DASAR PONDASI, PILE CAP, TIE BEAM 4.4.1. Pengurugan pasir untuk dasar pondasi, pile cap, tie beam dengan
ketebalan pengurugan sesuai dengan gambar.
4.4.2. Pasir urug yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung potongan-potongan bahan keras yang berukuran lebih besar dari 1,5 cm.
4.5. PEMBUANGAN MATERIAL HASIL GALIAN.
4.5.1.Pembuangan material hasil galian menjadi tanggung jawab kontra ktor. Material hasil galian harus dikeluarkan paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam, sehingga tidak mengganggu penyimpanan material lain.
4.5.2. Material dari hasil galian tersebut atas persetujuan Supervisi telah
diseleksi bagian-bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai material timbunan dan urugan.
Sisanya harus dibuang ke luar site atau tempat lain atas persetujuan Supervisi.
CV. NETWORK 09 CONSULTANT 38 Pasal 5
PEKERJAAN PONDASI BORE PILE 5.1. PENGEBORAN
5.1.1. Tiang Bore dengan diameter Ø30 Beton untuk bahan tiang pancang, harus mempunyai tegangan tekan karakteristik K.350.
5.1.2. Tulangan utama digunakan BJTD 40 dan tulangan Beugel digunakan U 24.
5.1.3 Data mengenai ketinggian dan skema penempatan tiang tercantum dalam gambar. Penentuan lokasi dan pekerjaan uitzet tiang dilaksanakan oleh Kontraktor, Kontraktor harus memelihara semua ketinggian yang ditentukan,termasuk ketinggian dari ujung atas tiang sebelum tiang dipotong.
5.1.4 Pemborong harus membuat patok referensi, menara ketinggiannya terhadap Datum dengan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pengawas/Konsultan. Penentuan patok-patok bouwplank dan lainlain, harus dilakukan dengan peralatan theodolith/waterpass yang sebelumnya harus diperiksakan/disetujui.
5.1.5 Setelah lokasi tiang bor yang akan dibuat ditentukan dan disetujui oleh Pengawas maka pekerjaan pembuatan tiang bor dapat dimulai. Sebelum pekerjaan ini dimulai Kontraktor sudah harus menyiapkan drilling record yang bentuk dan isinya sudah disetujui oleh Pengawas. Isi drilling record antara lain tertulis dalam item pekerjaan
5.1.6 Bila kekuatan dinding lubang bor diperkirakan tidak cukup kuat menahan longsor, perlu dipergunakan steel casing sementara dengan ukuran panjang yang sesuai dengan kebutuhan.
Sambungan dari casing harus kedap air.
CV. NETWORK 09 CONSULTANT 39 5.1.7 Untuk mencapai hasil pekerjaan yang maksimal Kontraktor
diwajibkan untuk menempatkan seorang ahli tanah yang sudah berpengalaman dengan pekerjaan tiang bor. Pengeboran baru dihentikan setelah mendapat persetujuan dari Pengawas.
Walaupun telah disetujui olehPengawas, tetapi tanggung jawab atas mutu pekerjaan yang dihasilkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.
5.1.8 Setelah pengeboran selesai harus dicatat kedalaman yang dicapai.
Tahapan kedua adalah pekerjaan pembersihan dasar lubang bor dari longsoran dan lumpur yang terjadi pada dasar lubang bor.
Pekerjaan ini mutlak harus dilakukan oleh Kontraktor karena longsoran dan lumpur tersebut dapat mempengaruhi daya dukung serta perilaku dari tiang bor. Pekerjaan pembersihan ini baru dapat dihentikan setelah mendapat persetujuan dari Pengawas. Lama pembersihan dan kedalaman darilubang bor setelah pembersihan dilakukan ini harus dicatat.
5.1.9 Tahap selanjutnya adalah penyetelan/pemasangan tulangan dari tiang bor. Tulangan dari tiang bor harus sudah siap dimasukkan ke dalam lubang bor setelah pekerjaan pembersihan selesai dilakukan.
Apabila ternyata tulangan tersebut belum siap maka pekerjaan pembersihan lubang bor harus dilakukan kembali sampai tulangan tersebut siap untuk dimasukkan. Apabila ternyata diperlukan penyambungan tulangan maka di tempat pekerjaan harus disediakan mesin las yang dapat digunakan setiap saat untuk men las tulangan. Pada sisi luar tulangan harus diberi beton tahu setebal 7 cm pada beberapa tempat untuk mendapatkan selimut beton yang baik pada semua bagian tiang bor.
5.1.10 Tahapan selanjutnya adalah pekerjaan pengecoran beton ke dalam lubang bor. Setelah pekerjaan pemasangan tulangan selesai dilakukan,maka adukan beton yang akan digunakan sudah harus
CV. NETWORK 09 CONSULTANT 40 siap di tempat pekerjaan, sehingga pengecoran langsung dilakukan setelah pekerjaan pemasangan tulangan disetujui oleh Pengawas.
Pengecoran ini harus dilakukan sampai selesai, tidak diperkenankan menunda pekerjaan pengecoran ini.