BAB III PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
3.3 Pelaksanaan PKL : RISA WIDYASARI, NPM 15311698
3.3.2 Pelaksanaan Kerja
Kegiatan yang dilakukan penulis selama melaksanakan PKL di bagian OPSDA 1 diantaranya, yaitu :
1. Input Data Hidrologi
Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang terjadinya pergerakan dan distribusi air di bumi baik diatas maupun di bahwa permukaan bumi, tentang sifat kimia dan fisika air dengan reaksi terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan. (Marta dan Adidarma, 1983)
Data hidrologi merupakan data yang menjadi dasar dari perencanaan kegiatan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di wilayah sungai, seperti perencanaan bangunan irigasi, bagunan air, pengelolaan sungai, pengendalian banjir dan lain-lain. Setiap akhir tahun BBWS Mesuji Sekampung mempublikasikan buku data hidrologi dan klimatologi tahunan.
Buku ini memuat data curah hujan, data tinggi muka air, dan data iklim yang dihasilkan dari pencatatan harian dan perjam di stasiun-stasiun hidroklimatologi yang dimiliki BBWS Mesuji Sekampung, dilihat pada Gambar 3.26
lii
Gambar 3. 26 Buku Hidrologi dan Klimatologi Tahunan
liii
Data yang diinputkan oleh penulis antara lain adalah sebagai berikut : 1. Data curah hujan
Pengumpulan data curah hujan di dapat dari stasiun penangkaran hujan dimana stasiun pengamatan banyaknya curah hujan yang jatuh di suatu wilayah daerah aliran sungai (DAS). Dimana alat penangkar hujan dipasang disuatu tempat terbuka dengan kemiringan kurang lebih 45 derajat dari bangunan atau tanaman yang ada disekitarnya. Dapat dilihat pada gambar 3.27
Gambar 3.27 Alat Penangkar Hujan Smart Control Unit
liv 2. Data tinggi muka air (TMA)
Pengumpulan data tinggi muka air (tma) didapat lokasi pemantauan stasiun sungai (Pos Duga Air). Pengamatan tinggi muka air dilakukan dengan dua jenis alat yaitu:
1. Manual (Peilskal)
Merupakan alat duga air biasa, berupa papan pencatatan tinggi muka air yang pembacaannya dilakukan 3 (tiga) kali dalam sehari yaitu dalam pukul 07.00, pukul 12.00 dan pukul 17.00 selain itu dibaca juga pada tinggi muka air tertentu. Misalnya pada saat banjir.
2. AWLR (Automatic Water Level Record)
Merupakan alat duga air otomatis yang berupa hydrograph muka air yang menggambarkan hubungan muka air dan waktu.
Setelah data sudah diperoleh penulis mengambil data curah hujan perjam, data curah hujan perhari, data duga air perjam dan data duga air perhari dari server telemetry komtronik yang ada di unit hidrologi, dilihat pada Gambar 3.28
Gambar 3.28 Pengambilan Data Dari Server
lv
Kemudian penulis menginputkan data curah hujan perhari dan perjam dengan lima belas pos hujan dan data duga air perhari dan perjam dengan enam pos duga air tersebut untuk dikelola kedalam suatu sistem hidrologi agar tersedia informasi SDA yang akurat, benar dan tepat waktu bagi semua pihak yang berkepentingan, dilihat pada Gambar 3.29 dan Gambar 3.30
Gambar 3.29 Data Pos Hujan perhari dan Hidrograf Curah Hujan
lvi
Gambar 3.30 Data Pos Duga Air perhari dan Hidrograf TMA Sungai
lvii
2. Input Inventarisasi Pengukuran Aliran Sungai
Pengumpulan data pengukuran aliran sungaidi semua pos duga air menggunakan metode pengukuran debit secara tidak langsung (indirect method) yaitu slope area method (metode pengukuran debit dengan cara kemiringan-luas), Salah satu tahapannya adalah dengan pengukuran penampang melintang sungai. Diperolehnya data penampang melintang sungai (lebar, kedalaman dan kemiringan), untuk digunakan berbagai keperluan seperti laporan kegiatan pengukuran aliran sungai tahunan. Dapat dilihat pada gambar 3.31
Gambar 3.31 Laporan Kegiatan Pengukuran Aliran Sungai Penulis membantu memasukan data tma, kecepatan, debit dan luas dari buku laporan pengukuran aliran sungai dari tahun 2014 sampai tahun 2017 ke dalam form Inventarisasi Pengukuran Aliran Sungai lalu menginputkannya, dilihat pada gambar 3.32
lviii
Gambar 3.32 Form Inventarisasi Pengukuran Aliran Sungai
Setelah itu penulis menginputkan data (nomor pos, nama sungai, lokasi pos duga air, koordinat, tma, kecepatan, debit) serta foto kegiatan pengukuran aliran sungai pada wilayah sungai (ws) sekampung, wilayah sungai seputih dan wilayah sungai mesuji tulang bawang dari tahun 2016 sampai tahun 2018 Kedalam Kegiatan Pengukuran Aliran Sungai DAS Sekampung, dapat dilihat pada gambar 3.33
Gambar 3.33 Penulis menginputkan data Kegiatan Pengukuran Aliran Sungai
lix 3. Input E-Kinerja
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2007) berdasarkan jurnal (Sukmarwati 2013), kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Disini penulis menginputkan data SKP pada E-Kinerja dengan cara memasukkan data yang berasal dari formulir Sasaran Kerja Pegawai Kementerian PUPR.
Gambar 3.34 Tampilan Login Aplikasi E-Kinerja 4. Input Data Kualitas Air
Kualitas air adalah sifat-sifat yang ditunjukan dengan nilai atau kadar makhluk hidup, zat, energy, termasuk bahan pencemaran dan atau komponen lain yang ada dan atau terkandung di dalam air. Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut.
(Acehpedia, 2010)
Pengelolahan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin agar kondisi air tetap dalam kondisi alamiahnya, dilihat pada Gambar 3.35
lx
Gambar 3.35 Sertifikat Hasil Uji
Penulis melakukan input data kualitas air dari sertifikat hasil uji untuk di kelola kedalam sistem database kualitas air, dapat dilihat pada gambar 3.36
Gambar 3.36 Sistem Database Kualitas Air
lxi
5. Input Status Pos Hidrologi Berdasarkan DAS
Penulis melakukan rekap kondisi status pos berdasarkan peta pos hidrologi rasionalisasi wilayah sungai (ws) seputih sekampung dan wilayah sungai tulang bawang dengan status aktif atau tidak prioritas kemudian penulis melakukan input data dari form rekap kondisi status pos berdasarkan daerah aliran sungai (DAS) sesuai tahun anggaran 2018, dilihat pada gambar 3.37 dan gambar 3.38
Gambar 3.37 Peta Pos Hidrologi Rasionalisasi Wilayah Sungai Seputih Sekampung dan Wilayah Sungai Tulang Bawang
lxii
Gambar 3.38 Rekap Kondisi Status Pos
Gambar 3.39 Inputan Status Pos Hidrologi berdasarkan (DAS) Tahun Anggaran 2018
lxiii