PERSYARATAN PABRIKASI
1. Harus dirancang, dibuat, dipasang, digunakan dan dipelihara sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Bahan dan konstruksi pesawat tenaga dan produksi harus kuat dan memenuhi syarat & harus memiliki tanda hasil pengujian atau sertifikat bahan yang diakui.
3. Semua bagian yang bergerak harus dipasang alat perlindungan /penutup atau ditempatkan tersembunyi.
4. Setiap mesin yang digerakan dengan penggerak mula harus dilengkapi tombol on/off dan emergency stop.
5. Alat-alat control dibuat dan dipasang sehingga aman dan mudah dioperasikan dari tempat operator.
6. Tempat operator mesin harus cukup luas, aman dan mudah dicapai.
7. Pelat nama (name plate) yang memuat data-data mesin.
8. Roda gigi dengan putaran cepat harus ditutup penuh, sedangkan dengan putaran lambat, minimal pertemuan antara 2 roda gigi harus tertutup.
9. Baut penyetel pada bagian yang bergerak dimanapun berada harus dibuat rata, terbenam atau diberi alat perlindungan
10. Semua kunci, grendel, nipel gemuk pada bagian yang berputar harus dibuat rata atau diberi alat perlindungan
11. Setiap mesin harus memiliki sistem pengereman yang efektif
PERSYARATAN PERAWATAN
1. Dilarang memindahkan, merubah atau menggunakan alat pengaman, Kecuali mesin dalam keadaan berhenti & harus dipasang sebelum mesin di operasikan kembali
2. Tata cara melakukan maintenance :
a. Kondisi mesin harus dalam keadaan mati.
b. Semua alat pengontrol harus di kunci dan diberi tanda larangan beroperasi.
c. Kontak dengan sumber pengerak harus diputus.
3. Pelumasan, pembersihan pesawat atau mesin dan pemasangan ban-ban harus dilaksanakan pada waktu pesawat atau mesin dalam keadaan berhenti, kecuali dapat dilakukan dengan aman.
4. Rantai, sabuk dan tali penghubung untuk roda gigi penggerak tidak boleh dilepas atau dipasang dengan tangan sewaktu berjalan atau berputar.
5. Dilarang mencuci atau membersihkan Pesawat Tenaga dan Produksi dengan cairan yang mudah terbakar atau bahan beracun.
PENGOPERASIAN AMAN
1. Sebelum mengoperasikan operator harus melakukan precheck
2. Apabila terjadi kerusakan pada alat/mesin, segera melaporkan ke atasan/ bagian yang berwenang.
3. Dilarang meningalkan mesin selama pengoperasian
4. Apabila terjadi kerusakan alat/mesin pada saat pengoperasian, segera matikan mesin dan lapor kepada atasan/ bagian yang berwenang.
5. Semua alat perlindungan harus terpasang selama alat/mesin dalam keadaan beroperasi
6. Operator PTP harus memiliki lisensi K3 operator
PERSARATAN UMUM K3 PTP DI PERUSAHAAN
1. Jarak antar mesin/alat harus cukup luas dan bebas dari segala sesuatu yg dapat membahayakan lalu lintas
2. Ban-ban penggerak, rantai-rantai dan tali-tali yang berat harus diberi pengamanan khusus, sehingga apa bila terlepas tidak membahayakan.
3. Pada motor-motor penggerak harus dinyatakan tanda arah perputaran dan kecepatan maximum yg aman.
PERSARATAN UMUM K3 PTP DI PERUSAHAAN
4. Mesin harus dipasang diatas pondasi konstruksi yang kuat, dan lantai kerjanya harus kering & bersih.
5. Tempat-tempat kerja yang mengandung uap, gas, asap yang menggangu atau berbahaya harus dilengkapi dengan exaust yang cukup.
6. menggiling dan menumbuk bahan-bahan yang mengeluarkan debu yang dapat meledak, harus mengunakan peralatan dan pengamanan khusus.
7. pekerjaan yang menimbulkan serbuk, serpih, debu dan bunga api yang dapat menimbulkan bahaya harus diadakan pengaman
PERSARATAN UMUM K3 PTP DI PERUSAHAAN
11. Mesin harus dipasang diatas pondasi konstruksi yang kuat, dan lantai bahaya harus diadakan pengaman
12. Pada pekerjaan yang menimbulkan serbuk, serpih, debu dan bunga api perlu dibuat perlindungan khusus
13. Semua peralatan dan mesin harus dirawat (Maintenance).
14. Antara mesin dan control harus ada pelindung.
15. Mesin jenis tua yang konstruksi tanpa perlengkapan yang baik harus diberi alat perlindungan yang efektif.
MESIN PERKAKAS KERJA DAN PRODUKSI merupakan pesawat atau alat untuk membuat, menyiapkan, membentuk, memotong, mengepres, menarik, menempa, menghancur, menggiling, menumbuk, merakit, dan/atau memporduksi barang, bahan dan produk teknis.
MESIN PERKAKAS KERJA DAN PRODUKSI meliputi mesin konvensional dan berbasis komputer numerik (CNC) antara lain mesin asah, mesin poles dan pelicin, mesin tuang dan cetak, mesin tempa dan pres, mesin pon, mesin penghancur, penggiling dan penumbuk, mesin bor, mesin frais, mesin bubut, mesin gunting/potong plat, mesin rol dan tekuk plat, mesin potong dan belah kayu, mesin ayak dan mesin pemisah, mesin panyaring pasir, mesin pintal dan mesin tenun, mesin jahit, mesin pengisi, mesin pengungkit, mesin perapat tutup, mesin pengampuh kaleng, mesin penutup botol, mesin pak dan pembungkus, serta mesin lain yang sejenis.
TANUR (FURNACE) merupakan pesawat yang bekerja dengan cara pemanasan dan digunakan untuk mengolah, memperbaiki, atau mengubah sifat logam, barang atau produk teknis
• Blast furnace
• Basic oxygen furnace
• Electric arc furnace
• Refractory furnace
• Tanur pemanas
• Klin
• Oven
• Furnace lain yang sejenis
❑ Pesawat Tenaga dan Produksi harus dilengkapi Alat Pengaman.
❑ Semua bagian yang bergerak dan berbahaya dari Pesawat Tenaga dan Produksi harus dipasang alat perlindungan.
Pada Pesawat Tenaga dan Produksi yang sedang diperbaiki, tenaga penggerak harus dimatikan dan alat pengontrol harus segera dikunci serta diberi tanda larangan operasi.
Jarak antara pesawat-pesawat atau mesin-mesin harus cukup lebar dan bebas dari segala sesuatu yang dapat membahayakan bagi lalu lintas.
❑ Pada pekerjaan yang menimbulkan serbuk, serpih, debu dan bunga api yang dapat menimbulkan bahaya harus diadakan pengaman dan perlindungan.
❑ Semua Pesawat Tenaga dan Produksi harus dipelihara secara berkala dan baik.
❑ Mesin-mesin yang digerakan oleh motor penggerak, mesin harus dapat dihentikan tanpa tergantung dari pesawat penggeraknya.
❑ Pemasangan mesin-mesin dalam suatu tempat kerja harus dipasang di atas pondasi dan kuat konstruksinya.
❑ Lantai disekitar mesin-mesin harus kering, bersih dan tidak licin.
Setiap Pesawat Tenaga dan Produksi harus diberi pelat nama yang memuat data-data Pesawat Tenaga dan Produksi.