BAB IV METODE PENELITIAN
C. Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawab
Di dalam melaksanakan setiap kegiatan diperlukan adanya penempatan dan pemberian tugas untuk setiap karyawan, karena dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab maka perusahaan dapat menjalankan aktivitas kegiatannya dengan baik. Berdasarkan struktur organisasi PT. Bawakaraeng Lestari Makassar, maka dapat dijelaskan pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian yakni sebagai berikut :
1. Direktur Utama
PT. Bawakaraeng Lestari Makassar dipimpin oleh direktur utama yang mengambil peranan penting dalam mengendalikan operasional perusahaan. Oleh karena itu seorang direktur harus memiliki jiwa kepemimpinan dan bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan agar dapat memberikan hasil yang terbaik demi kemajuan perusahaan. Adapun tugas dan tanggung jawab dari direktur utama PT. Bawakaraeng Lestari Makassar adalah sebagai berikut :
a. Melaksanakan dan mengkoordinir seluruh kegiatan operasional perusahaan.
b. Melakukan koodinator dan mensupervisi semua kegiatan yang ditugaskan pada tiap-tiap divisi.
2. Divisi Keuangan (Financing)
Pada divisi ini menfokuskan pada urusan keuangan perusahaan yang harus dirincikan secara benar dan tepat serta dipertanggungjawabkan langsung kepada direktur utama. Adapun rincian tugas dan tanggung jawab dari divisi keuangan (financing) adalah sebagai berikut :
a. Mengatur cash flow perusahaan baik untuk urusan operasional maupun non operasional kantor dan proyek pembangunan perumahan.
b. Mengefisienkan biaya-biaya yang berkaitan dengan kantor dan proyek pembangunan perumahan.
c. Membuat skala prioritas kebutuhan kantor dan proyek pembangunan perumahan.
d. Mengarsip surat masuk yang berhubungan dengan surat penawaran kerjasama, permohonan pencairan fee serta membuat surat keluar yang berhubungan dengan kantor dan proyek pembangunan perumahan.
3. Divisi SDM
Fungsi utama dari divisi SDM yaitu mengatur hal-hal yang berkaitan dengan manusia-manusia yang dipekerjakan oleh perusahan mulai dari karyawan, buruh, dan tenaga kerja lainnya agar dapat menunjang aktivitas organisasi. Adapun tugas dan tannggung jawab divisi SDM dalam perusahaan, yaitu sebagai berikut :
a. Menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, buruh, dan tenaga kerja lainnya yang dapat meningkatkan produktifitas dari perusahaan.
b. Melakukan perekrutan karyawan sesuai kebutuhan perusahaan.
c. Menyelenggarakan pelatihan pengembangan untuk karyawan, pemberian kompensasi, pemberian fasilitas untuk coordinator/kepala divisi sesuai instruksi direktur utama.
4. Divisi Humas
Pada perusahaan developer sangat dibutuhkan bagian humas yang menangani hubungan perusahaan dengan pihak ketiga baik user dan pihak yang melakukan penawaran kerjasama seperti, pihak pemerintahan, bank maupun perusahaan developer lainnya. Adapun tugas dan tanggung jawab dari divisi humas yaitu antara lain :
a. Menjaga hubungan baik dengan pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan.
b. Menjalin hubungan kerjasama oleh pihak ketiga seperti :
1) PLN (mengurus tiang listrik , travo, jaringan listrik pada proyek perumahan).
2) Dinas Tata Ruang melakukan pengurusan IMB).
3) Dinas Perhubungan (melakukan izin trayek pada proyek perumahan).
4) PSDA (melakukan konsultasi perencanaaan pembuatan pintu air dan danau buatan penampungan air pada proyek perumahan).
c. Menerima komplain dari user dan berkoodinasi dengan divisi pemasaran.
d. Menghadiri acara-acara pihak ketiga yang ditugaskan direktur utama.
e. Menerima tamu dari pihak ketiga yang ingin melakukan penawaran kerja sama seperti pihak pemerintah, bank, maupun perusahaan- perusahaan developer lainnya.
5. Divisi IT (Informasi dan Teknologi)
a. Memastikan arus komunikasi data antar divisi berjalan normal.
b. Mengelolah dan melakukan perawatan perangkat teknologi informasi.
c. Mengelolah jaringan data digital perusahaan.
d. Mengelolah brand perusahaan di dunia maya seperti email, facebook, twitter, website, serta melakukan online promotion.
6. Divisi Field Coordinator
Field coordinator merupakan sebuah team lapangan yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek perumahan yang sedang masa pengerjaan. Tugas dan tanggung jawab dari divisi field coordinator adalah sebagai berikut :
a. Melaksanakan pekerjaan pembangunan setiap proyek secara efesien dan efektif.
b. Membuat laporan harian jalannya kemajuan pekerjaan proyek perumahan.
c. Memberi informasi/saran dalam proses pelaksanaan proyek perumahan.
d. Menjaga asset perusahaan yang berkaitan dengan proyek perumahan.
e. Meminimalisasi harga dan penertiban administrasi pembelian material.
f. Bekerjasama dengan divisi marketing untuk persiapan KPR.
7. Divisi Pemasaran (Marketing)
Pada umumnya pemasaran ini difokuskan pada sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Dalam segala bidang usaha bisnis, sebagian besar bagian pemasaranlah yang begitu memberi partisipasi dalam kesuksesan suatu usaha. Untuk itu dalam perusahaan ini, divisi pemasaran (marketing) mempuyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
a. Memasarkan produk perusahaan yaitu perumahan PT. Bawakaraeng Lestari Makassar.
b. Merencanakan promosi produk perumahan PT. Bawakaraeng Lestari Makassar.
c. Memberi penjelasan kepada calon user mengenai produk yang sedang dipasarkan serta menangani administrasi berkas user.
d. Melengkapi prosedur penyuratan/komunikasi user baik kepada bank maupun ke perusahaan.
e. Mengkoodinasi dengan pihak Bank dan menjalin kerjasama yang baik guna lancarnya pengurusan KPR serta mempersiapkan kebutuhan KPR.
f. Membantu pihak Bank menagih tunggakan angsuran user.
g. Mengatasi komplain user.
D. Kelayakan Investasi Tanpa Penambahan 1. Proyeksi pendapatan/ hasil penjualan
Sesuai dengan lampiran laporan rugi laba, maka dapat dilihat hasil penjumlahan yang selama tiga tahun adalah sebagai berikut :
Tahun 2011 = Rp. 789.950.000,- Tahun 2012 = Rp. 1.798.944.000,- Tahun 2013 = Rp. 12.799.300.000,-
Kenaikan hasil penjualan tersebut, dapatlah dikalkulasikan sebagai berikut :
Tahun 2011 – 2012 = Rp. 1.798.944.000, – Rp. 789.950.000,- Rp. 789.950.000,-
= 1,28 = 128%
Tahun 2012 – 2013 = Rp. 12.799.300.000 – Rp. 1.798.944.000,- Rp. 1.798.944.000,-
= 6,11 = 611 %
Jadi kenaikan rat-rata = 128 % + 611 %
2
= 369,5 %
Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut : TABEL I
PT. BAWAKARAENG LESTARI MAKASSAR KENAIKAN HASIL PENJUALAN
TAHUN 2011 – 2013
TAHUN HASIL PENJUALAN (RP)
KENAIKAN (%) 2011
2012 2013
789.950.000,- 1.798.944.000,- 12.799.300.000,-
- 128,0 611,0
Rata-rata 5.125.398.000,- 369,5
Sumber : PT. Bawakaraeng Lestari Makassar
Berdasarkan rata-rata dan kenaikan hasil penjualan diatas, maka dapat disusun proyeksi hasil penjualan pada tahun – tahun yang akan datang sebagai berikut :
Tahun 2014 = Rp. 5.129.398.000 x 3,695 = Rp. 18.953.125.610,- Tahun 2015 = Rp. 18.953.125.610 x 3,695 = Rp. 70.031.799.129,- Tahun 2016 = Rp. 70.031.799.129 x 3,695 = Rp. 258.767.497.781,- Tahun 2017 = Rp. 258.767.497.781 x 3,695 = Rp. 956.145.904.303,- Tahun 2018 = Rp. 956.145.904.303x 3,695 = Rp. 3.532.959.116.398
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL II
PT. BAWAKARAENG LESTARI MAKASSAR PROYEKSI HASIL PENJUALAN
TAHUN 2014-2018
TAHUN HASIL PENJUALAN
(Rp) 2014
2015 2016 2017 2018
18.953.125.610 70.031.799.129 258.767.497.781 956.145.904.303 3.532.959.116.398 Sumber : PT. Bawakaraeng Lestari Makassar
2. Proyeksi Biaya-biaya a. Harga Pokok Penjualan
Berdasarkan harga pokok penjualan adalah sebagai berikut : Tahun 2011 = Rp.383.523.000,- x 100 % = 48,6 %
Rp. 789.950.000,-
Tahun 2012 = Rp. 1.263.241.000,- x 100 % = 70,2 % Rp. 1.798.944.000,-
Tahun 2013 = Rp. 10.914.023.000,- x 100 % = 85,3 % Rp. 12.799.300.000,-
Rata-rata harga pokok penjualan = 48,6% + 70,2% + 85,3%
3 = 68 %
= 0,68
Dari perhitungan diatas nampak bahwa dengan harga pokok penjualan rata-rata sebesar 0,68, perusahaan masih dapat meningkatkan keuntungannya.
Berdasarkan perhitungan tersebut, maka harga pokok penjualan rata-rata sebesar 0,68 dapat digunakan sebagai dasar untuk menghitung proyeksi harga penjualan pada waktu yang akan datang.
Dengan demikian, maka proyeksi harga pokok penjualan adalah sebagai berikut :
Tahun 2014 = Rp. 18.953.125.610,- x 0,68 = Rp. 12.888.125.415,- Tahun 2015 = Rp. 70.031.799.129,- x 0,68 = Rp. 47.621.623.408,- Tahun 2016 = Rp. 258.767.497.78,- x 0,68 = Rp. 175.961.898.491,- Tahun 2017 = Rp. 956.145.904.303,- x 0,68 = Rp. 650.179.214.926,- Tahun 2018 = Rp. 3.532.959.116.398,- x 0,68 =Rp. 2.402.412.199.151 b. Biaya Usaha
Besarnya biaya usahanya dari penjualan (operating cost rasio) selama ini sebagai berikut :
Tahun 2011 = Rp.408.562.000,- x 100 % = 51,7 % Rp. 789.950.000,-
Tahun 2012 = Rp. 528.655.000,- x 100 % = 29,4 % Rp. 1.798.944.000,-
Tahun 2013 = Rp. 1.840.729.000,- x 100 % = 14,4 % Rp. 12.799.300.000,-
Rata-rata harga pokok penjualan = 51,7% + 29,4% + 14,4%
3 = 31 % = 0,31
Dari perhitungan diatas bahwa dengan rata-rata biaya usaha sebesar 0,31 dapat digunakan untuk menghitung proyek-proyek usaha sebagai berikut :
Tahun 2014 = Rp. 18.953.125.610,- x 0,31 = Rp. 5.875.468.939,- Tahun 2015 = Rp. 70.031.799.129,- x 0,31 = Rp. 21.709.857.730,- Tahun 2016 = Rp. 258.767.497.781,- x 0,31 = Rp. 80.271.924.312,- Tahun 2017 = Rp. 956.145.904.303,- x 0,31 = Rp. 296.405.230.334,- Tahun 2018 = Rp. 3.532.959.116.398,- x 0,31 =Rp. 1.095.217.326.083
Berdasrkan proyeksi hasil penjualan, harga pokok penjualan dan biaya usaha diatas, maka proyeksi rugi laba adalah sebagai berikut :
TABEL III
PT. BAWAKARAENG LESTARI MAKASSAR
PROYEKSI RUGI LABA (TANPA PENAMBAHAN INVESTASI) TAHUN 2014 – 2018
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
URAIAN
TAHUN 2014
(Rp)
2015 (Rp)
2016 (Rp)
2017 (Rp)
2018 (Rp) Hasil
Penjualan HPP
18.953.126 12.888.125
70.031.799 47.621.623
258.767.498 175.961.898
956.145.904 650.179.215
3.532.959.116 2.402.412.199 Laba Bruto
Biaya Usaha
6.065.001 5.875.468
22.410.176 21.709.857
82.805.600 80.271.924
305.966.689 296.405.230
1.130.546.917 1.095.217.326 Laba/rugi
Usaha Bunga
189.533 18.682
700.319 18.682
2.533.676 18.682
9.561.459 18.682
35.329.591 18.682 Laba
Seb. Pajak Pajak (30%)
170.851 51.255
681.637 204.491
2.514.994 754.498
9.542.777 2.862.833
35.310.909 10.593.273 Laba
Set. Pajak 119.596 477.146 1.760.496 6.679.944 24.717.636 Sumber : PT. Bawakaraeng Lestari Makassar
c. Proyeksi Net Cash Flow
Proyeksi net cash flow dapat dihitung dengan rumus : NCF = EAT + D + I (1 – TX)
Berdasarkan rumus tersebut diatas, maka dapat dihitung proyeksi net cash flow sebagai berikut :
TABEL IV
PT. BAWAKARAENG LESTARI MAKASSAR
PROYEKSI NET CASH FLOW (TANPA PENAMBAHAN INVESTASI) TAHUN 2014 – 2018
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
URAIAN
TAHUN 2014
(Rp)
2015 (Rp)
2016 (Rp)
2017 (Rp)
2018 (Rp) EAT
D i(I-TX)
119.596 694.270 13.077
477.146 694.270 13.077
1.760.496 694.270 13.077
6.679.944 694.270 13.077
24.717.636 694.270 13.077 NCF 826.943 1.184.493 2.467.843 7.387.291 25.424.983 Sumber : PT. Bawakaraeng Lestari Makassar
d. Proyeksi Net Present Value
Proyeksi Net Present Value dapat dihitung dengan menggunakan tingkat discount rate sebesar 25 % mengingat keadaan sekarang ini nilai uang rendah karena laju inflasi yang tinggi.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka proyeksi net present value adalah sebagai berikut :
TABEL V
PT. BAWAKARAENG LESTARI MAKASSAR
PROYEKSI NET PRESENT VALUE (TANPA PENAMBAHAN INVESTASI) TAHUN 2014 – 2018
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
TAHUN NCF
(Rp)
DISCOUNT RATE (25%)
PV.NCF
2014 2015 2016 2017 2018
826.943 1.184.493 2.467.843 7.387.291 25.424.983
0.8000 0,6400 0,5120 0,4096 0,3280
661.554 758.076 1.263.536 3.025.834 8.339.394 Jumlah
Nilai buku investasi Net Present Value
14.048.394 2.520.313 11.528.081 Sumber : PT. Bawakaraeng Lestari Makassar
E. Kelayakan Investasi Keseluruhan (Dengan Adanya Penambahan) Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penambahan investasi pada perusahaan ini bertujuan untuk meningkatkan laba melalui peningkatan biaya yang lebih besar dari pada peningkatan biaya-biaya.
Adapun penambahan investasi dengan jumlah sebesar Rp.
768.000.000,- adalah untuk membeli tanah seluas 2 hektar atas pembangunan perumahan di lokasi proyek sebagai berikut :
- Perumahan Suriah Inda Lestari Jl. Bonto Manai, Kabupaten Gowa, Kecamatan Patallassang, Kelurahan Patallassang dengan Tipe rumah 45/90, 40/90, 36/90 Luas tanah 6x15 dan Suriah Indah Lestari dengan Tipe rumah 36/72, 30/72 Luas tanah 6x12, sebanyak 150 unit.
- Perumahan Bumi Suriah Inda Jl. Japing, Kabupaten Gowa, Kecamatan Patallassang, Kelurahan Sungguminasa dengan Tipe rumah 40/90,30/72 Luas Tanah 6x15 sebanyak 50 unit. Dan Perumahan Bumi Suriah Indah dengan Tipe rumah 30/60, 27/60 Luas tanah 6x5 sebanyak 80 unit.
- Perumahan Taman Suriah Inda Tamarunang Jl. Tamarunang Macanda, Kabupaten Gowa, Kecamatan Somba Opu, Kelurahan Tamarunang, yang sementara ini dalam proses pengerjaan dan akan siap untuk segera dipasarkan.
Dengan demikian, melalui penambahan investasi tersebut, maka total investasi sebagai berikut :
- Nilai buku aktiva lama (akhir tahun 2011) Rp. 2.520.313.000,- - Investasi tambahan Rp. 768.000.000,- - Investasi keseluruhan Rp. 3.288.313.000,-
Jadi terdapat kenaikan sebesar 75%
a. Proyeksi Pendapatan/hasil pendapatan
Adanya penambahan investasi sebesar 75% tersebut diharapkan akan meningkatkan penjualan sebesar 75% pula dari penjualan sebesar penambahan investasi dan kenaikan seterusnya diharapkan tetap sebesar 1,75.
Dengan demikian, maka proyeksi penjualan adalah sebagai berikut :
Tahun 2014 = Rp. 18.953.125.610,- x 1,75 = Rp. 33.167.969.818,- Tahun 2015 = Rp. 70.031.799.129,- x 1,75 = Rp.122.555.648.476,- Tahun 2016 = Rp. 258.767.497.781,- x 1,75 = Rp.452.843.121.117,- Tahun 2017 = Rp. 956.145.904.303,- x 1,75 = Rp.1.673.255.332.530,- Tahun 2018 = Rp. 3.532.959.116.398,- x 1,75 =Rp.6.182.678.453.688
b. Proyeksi biaya-biaya 1. Harga pokok penjualan
Harga pokok penjualan bersifat variabel, sehingga diasumsikan sebesar 0,68 dari hasil penjualan.
Dengan demikian, maka proyeksi harga pokok penjualan adalah sebagai berikut :
Tahun 2014 = Rp. 33.167.969.818,- x 0,68 = Rp. 22.554.219.476,- Tahun 2015 = Rp.122.555.648.476,- x 0,68 = Rp.83.337.840.964,- Tahun 2016 = Rp. 452.843.121.117,- x 0,68 = Rp.307.933.322.359,- Tahun 2017= Rp.1.673.255.332.530,- x 0,68 = Rp.1.137.813.626.121,- Tahun 2018 = Rp.6.182.678.453.688,- x 0,68 =Rp.4.204.221.348.508,- 2. Biaya Usaha
Biaya usaha diasumsikan sebesar 0,31 dari penjualan. Dengan demikian,maka proyeksi biaya usaha sebagai berikut :
Tahun 2014 = Rp. 33.167.969.818,- x 0,31 = Rp. 10.282.070.643,- Tahun 2015 = Rp.122.555.648.476,- x 0,31 = Rp.37.992.251.027,- Tahun 2016 = Rp. 452.843.121.117,- x 0,31 = Rp.140.381.367.546,- Tahun 2017= Rp.1.673.255.332.530,- x 0,31 = Rp.518.709.151.084,- Tahun 2018 = Rp.6.182.678.453.688,- x 0,31 =Rp.1.916.630.320.643,-
Berdasarkan proyeksi hasil penjualan dan biaya-biaya tersebut, maka rugi laba sebagai berikut :
TABEL VI
PT. BAWAKARAENG LESTARI MAKASSAR
PROYEKSI RUGI LABA (DENGAN PENAMBAHAN INVESTASI) TAHUN 2014 – 2018
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
URAIAN
TAHUN 2014
(Rp)
2015 (Rp)
2016 (Rp)
2017 (Rp)
2018 (Rp) Hasil
Penjualan HPP
33.167.970 22.554.219
122.555.648 83.337.841
452.843.121 307.933.322
1.673.255.333 1.137.813.626
6.182.678.454 4.204.221.349 EBIT
Bunga
10.613.751 18.682
39.217.807 18.682
144.909.799 18.682
535.441.707 18.682
1.978.457.105 18.682
Laba Seb. Pajak Pajak (30%)
10.595.069 3.178.521
39.199.125 11.759.738
144.891.117 43.467.335
535.423.025 160.626.908
1.978.438.423 593.531.527 Laba
Set. Pajak 7.416.548 27.439.387 101.423.782 374.796.117 1.384.906.896
Sumber : PT. Bawakaraeng Lestari Makassar
c. Proyeksi Net Cash Flow
TABEL VII
PT. BAWAKARAENG LESTARI MAKASSAR
PROYEKSI NET CASH FLOW (DENGAN PENAMBAHAN INVESTASI) TAHUN 2014 – 2018
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
TAHUN NCF D I(1-TX) NCF
2014 2015 2016 2017 2018
7.416.548 27.439.387 101.423.782 374.796.117 1.384.906.896
694.270 694.270 694.270 694.270 694.270
13.077 13.077 13.077 13.077 13.077
8.123.895 28.146.734 102.131.129 375.503.464 1.385.614.243
Sumber : PT. Bawakaraeng Lestari Makassar
d. Proyeksi Net Present Value
Proyeksi Net Present Value setelah penambahan investasi sebagai berikut :
TABEL VIII
PT. BAWAKARAENG LESTARI MAKASSAR
NET PRESENT VALUE (DENGAN PENAMBAHAN INVESTASI) TAHUN 2014 – 2018
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
TAHUN NCF
(Rp)
DF (25%)
PV.NCF
2014 2015 2016 2017 2018
8.123.895 28.146.734 102.131.129 375.503.464 1.385.614.243
0.8000 0,6400 0,5120 0,4096 0,3280
6.499.116 18.013.910 52.291.138 153.806.219 454.481.472 Jumlah
Nilai buku investasi Net Present Value
685.091.855 3.288.313 681.803.542 Sumber : PT. Bawakaraeng Lestari Makassar
F. Keputusan Investasi
Apabila dibandingkan antara net present value tanpa penambahan investasi dengan net present value setelah penambahan investasi, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Net Present Value tanpa penambahan Investasi = Rp. 11.528.081,- 2. Net Present Value setelah penambahan investasi = Rp. 681.803.542,-
Oleh karena itu net present value meningkat apabila dilakukan penambahan investasi, maka keputusannya adalah penambahan investasi tersebut layak dilaksanakan, dengan demikian hipotesis yang diajukan sebelumnya telah terbukti.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelummnya maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Perusahaan PT..Bawakaraeng Lestari Makassar membutuhkan tambahan investasi sebesar Rp. 768.000.000,- untuk membeli tanah seluas 2 hektar atas pembangunan perumahan di lokasi proyek guna memenuhi permintaan konsumen agar hasil penjualannya meningkat.
Pada akhir tahun tahun 2018, nilai buku aktiva tetap sebesar Rp.
2.520.313.000,- sehingga dengan penambahan investasi tersebut dapat menyebabkan tingkat resiko investasi yang besar bila kenaikan tersebut tidak ditunjang dengan kenaikan laba yang lebih besar.
2. Dengan adanya penambahan investasi dan diasumsikan bahwa akan terjadi kenaikan hasil penjualan yang lebih besar dari pada kenaikan biaya-biaya diamana kenaikan hasil penjualan sebesar kenaikan investasi, maka dengan menggunakan criteria net present value, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penambahan investasi tersebut layak dilaksanakan karena akan memberikan net present value yang lebih besar, adapun net present value tanpa penambahan investasi adalah
sebesar Rp. 11.528.081,- sedangkan bila dilakukan penambahan investasi, maka net present value adalah sebesar Rp. 681.803.542,- 3. Perusahaan pada PT. Bawakaraeng Lestari dari tahun ke tahun
mengalami kenaikan penjualan atas keberhasilan perusahaan tersebut karena sistem pemasaran yang digunakan untuk menghadapi persaingan pasar sudah tepat, sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan.
B. Saran
Adapun beberapa saran yang diberikan penulis agar dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan adalah :
Penambahan investasi yang dilakukan hendaknya berpedoman kepada anggaran yang telah disusun agar dalam implementasinya investasi tersebut benar-benar terlaksana. Hal ini yang mendasar perlu diperhatikan asumsi-asumsi dasar seperti kenaikan hasil penjualan dan kenaikan biaya-biaya agar laba dan net cash flow yang diharapkan benar-benar tercapai. Apabila hasil penjualan yang dicapai lebih kecil dari yang telah dianggarkan, maka harus diupayakan agar pengeluaran biaya lebih ditekan agar penurunan biaya lebih besar dari pada menurunnya penjualan.
Perusahaaan pada PT. Bawakaraeng Lestari sebaiknya mengoptimalkan penggunaan aktiva tetap dimana dana tersebut diinvestasikan agar dapat meningkatkan penghasilan, laba maupun cash flow. Bilamana terdapat aktiva yang menganggur, maka sebaiknya aktiva tersebut segera dijual agar dapat menambah cash flow sehingga tidak mengurangi kelayakan investasi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim, 2003. Analisis Investasi Penerbit Salemba Empat.
Alex Nitisemito & Umar Burhan, 1991 Wawasan Studi Kelayakan Dan Evaluasi Proyek Edisi Revisi, Penerbit Bumi Aksara.
Alex Nitisemito, Pembelanjaan Perusahaan , Jakarta : Penerbit Ghalia 1978.
Bambang Riyanto, 1995. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi keempat Penerbit Gajah Mada Yogyakarta.
Clive Gray, 1976. Pengantar Evaluasi Proyek Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.
Eduardus Tandelilin, 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio.
Edisi Pertama Cetakan Pertama.
Gitman. 2000
James Van Horne. Financial Management and Policy, Two Edition Prentice Hall Internasional, 1981.
E. J. Clark dkk, 1981. Financial Management and Policy.
Kamaruddin Ahmad, 1996.
Warsono, 2003. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jilid 1 Edisi 3 Penerbit Bayu Media Publishing.