BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka pembahasan yang akan dijelaskan berdasarkan rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti adalah sebagai berikut
1. Potensi Desa Wisata Seribu Goa
Potensi Desa Wisata Seribu Goa yang berada di Desa Banuarea yang diteliti oleh peneliti terdiri dari dua bagian yaitu potensi fisik dan Potensi sarana dan prasarana Untuk pembahasannya adalah sebagai berikut
a. Potensi fisik
Potensi fisik wisata merupakan daya tarik wisata berupa atraksi keindahan alam yang dapat menarik minat pengunjung untuk berkunjung ke suatu Kawasan wisata. Pada penelitian ini terdapat 4 potensi fisik yang dikaji dalam penelitian ini Adapun potensi tersebut terdiri dari : Sungai, air terjun, goa dan vegetasi
Sungai merupakan salah satu potensi fisik Desa Wisata Seribu Goa, sungai pada Desa Wisata Seribu Goa ini tergolong jernih, dan air sungai tidak berbau.
Sungai yang ada di Desa Banuarea saat ini digunakan penduduk sebagai sumber air irigasi sawah dan juga beberapa masyarakat menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci dan juga untuk mandi. Selain itu sungai yang ada di Desa Wisata Seribu Goa juga dijadikan sebagai atraksi wisata alam, yang disebut sebagai atraksi susur sungai. Pada Desa Wisata Seribu Goa ini sungai yang terdapat disana masuk kedalam kategori periodik dimana sungai ini volume debitnya naik
apabila musim penghujan dan akan berkurang apabila musim kemarau. Saat ini sungai yang dijadikan sebagai destinasi wisata adalah Sungai Aek Simbo, dan Sungai Sirahar. Sungai ini memiliki air yang jernih, selain itu arus sungai tidak terlalu deras para wisatawan boleh melakukan kegiatan didalam sungai seperti berenang dan juga melakukan kegiatan lainnya akan tetapi harus memperhatikan keselamatan dan juga kebersihan dari sungai tersebut dengan tidak membuang sampah. Untuk indikator sungai di Desa Wisata Seribu Goa ini masuk kedalam kategori baik dengan skor 3.
Potensi wisata alam lainnya yang ada di Desa Wisata Seribu Goa yang dapat menarik minat wisatawan adalah air terjun yang ada pada Desa ini. Pada Desa Wisata Seribu Goa ini terdapat 3 air terjun yang diperbolehkan dikunjungi oleh wisatawan, dimana nama air terjun tersebut terdiri dari air terjun Boru Ni Raja yang terdapat di dekat pintu masuk Goa Pinapan dengan ketinggian ±10 Meter, air terjun Sijoi merupakan air terjun yang terdapat pada Goa Air Terjun Sijoi yang memiliki ketinggian ±15 Meter dan air terjun Litong Mauli memiliki ketinggian ±18 Meter.
Untuk akses jalan menuju destinasi wisata ini akses jalannya masih berlumpur karena belum diaspal, akan tetapi tidak membahayakan pengunjung. Potensi air terjun Desa Wisata Seribu Goa ini masuk kedalam kategori sedang dengan skor 2.
Goa merupakan ikon utama dari Desa Wisata Seribu Goa dan merupakan ciri khas dari desa wisata ini. Goa yang terdapat pada Desa Wisata Seribu Goa ini memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda. Pada Desa Wisata Seribu Goa ini terdapat 5 goa yang sering dikunjungi oleh para wisatawan, Adapun goa tersebut terdiri dari Goa Rahar Niapi, Goa Liang Godang, Goa Liang Torus, Goa Pinapan,
dan Goa Air Terjun Si Joi. Keadaan didalam goa secara keseluruhan hampir sama dimana keadaan dalam goa memiliki lorong yang tidak terlalu sempit, memiliki lantai goa yang lembab dan sedikit licin akan tetapi tidak membahayakan pengunjung, dan beberapa goa memiliki akses jalan yang terjal didalamnya.
Sehingga untuk keadaan potensi goa masuk kedalam kategori sedang dengan skor 2. Vegetasi
Vegatasi atau sering disebut juga dengan tumbuhan pada Desa Wisata Seribu Goa ini memiliki vegetasi yang beragam dan berdasarkan hasil observasi dari peneliti terdapat lebih dari 100 jenis vegetasi yang ada pada desa wisata ini yang terdiri dari tumbuhan perdu, semak, rumput-rumputan, herbal dan lain sebagainya . Selain itu juga terdapat tumbuhan yang dapat dijadikan pengunjung sebagai oleh-oleh khas dari Desa Wisata Seribu Goa ini tumbuhan tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai sayuran, nama tumbuhan tersebut adalah Sibortiktik, Sitariudan, Pindul dan Simambo. Untuk tumbuhan Simambo ini masyarakat memanfaatkan daunnya untuk dijadikan Asam. Untuk kategori vegetasi pada Desa Wisata Seribu Goa ini masuk kedalam kategori baik dengan skor 3 karena memiliki tumbuhan yang beragam selain itu juga terdapat tumbuhan khas yang dapat menjadi oleh-oleh untuk para wisatawan apabila berkunjung kedesa wisata seribu goa ini.
Secara keseluruhan berdasarkan hasil observasi peneliti potensi fisik Desa Wisata Seribu Goa dan penghitungan dengan skala koordinat potensi fisik Desa Wisata Seribu Goa masuk kedalam katergori baik dimana jumlah keseluruhan nilainya adalah 10.
b. Potensi Sarana Dan Prasarana
Potensi sarana dan prasarana merupakan bagian penting dalam sebuah kepariwisataan, potensi sarana dan prasarana merupakan potensi pendukung dalam sebuah pengembangan kepariwisataaan, dalam penelitian ini potensi sarana dan prasana pada Desa Wisata Seribu Goa adalah sebagai berikut.
a. Sarana
Sarana merupakan bagian penting dalam sebuah kepariwisataan, sarana sendiri merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya. Menurut Wahab dalam Isdamarmato (2017:34) sarana kepariwisataan diperlukan oleh wisatawan yang bertempat tinggal jauh, maka mereka memerlukan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya mulai dari berangkat hingga sampai ke tujuan. Pada penelitian ini sarana yang dikaji ada 6 indikator yaitu : Transportasi, Warung Makan, Toilet, Penginapan, Pemandu Wisata Dan Tempat sampah. Berdasarkan hasil penelitian berikut ini merupakan pembahasan mengenai sarana yang ada pada Desa Wisata Seribu Goa.
Berdasarkan hasil observasi dan penilaian sarana dengan melakukan penghitungan skala koordinat, secara keseluruhan 6 indikator sarana yang ada pada Desa Wisata Seribu Goa adalah baik dengan jumlah bobot penilaian secara keseluruhan adalah 15. Pada penilaian indikator sarana tidak semua indikator masuk kedalam penilaian baik terdapat satu indikator sarana yang masuk kedalam penilaian buruk dengan skor 1 yaitu sarana transportasi karena saat ini sarana transportasi yang ada pada Desa Wisata Seribu Goa belum tersedia, sehingga
apabila wisatawan ingin berkunjung ke Desa Wisata Seribu Goa harus menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu juga terdapat satu indikator sarana yang masuk kedalam penilaian sedang dengan bobot skor 2 indikator sarana tersebut adalah sarana penginapan dimana jumlah sarana penginapan yang ada pada Desa Wisata Seribu Goa ini hanya satu akan tetapi memiliki kondisi yang terawat. Sarana Desa Wisata Seribu Goa yang masuk kedalam kategori baik terdapat empat sarana dengan skor bobot 3. Adapun sarana tersebut adalah warung makan, toilet, Pemandu Wisata dan tempat sampah.
b. Prasarana
Menurut Suwantoro dalam Narendra (2018:3) menyatakan prasarana pariwisata merupakan segala fasilitas mutlak yang dibutuhkan oleh para wisatawan dalam perjalanannya di daerah tujuan wisata seperti jaringan jalan, listrik, air, telekomunikasi dan lain sebagainya. Pada penilaian prasarana di Desa Wisata Seribu Goa yang di kaji terdapat 6 indikator prasarana yang terdiri dari : jaringan jalan, jaringan telekomunikasi dan internet, pelayanan Kesehatan, pelayanan perbankan, listrik dan pusat informasi.
Berdasarkan observasi dan penilaian prasarana dengan cara penghitungan skala koordinat menunjukkan 6 indikator prasarana secara keseluruhan pada Desa Wisata Seribu Goa adalah sedang, dengan jumlah nilai secara keseluruhan adalah 12. Pada indikator prasarana ini terdapat beberapa indikator yang memiliki nilai buruk dengan skor 1 dimana indikator tersebut terdiri dari prasarana perbankan yang saat ini tidak tersedia di Desa Wisata Seribu Goa, dan apabila ingin menggunakan layanan perbankan maka para wisatawan berkunjung ke Kecamatan
Pakkat untuk mengakses layanan perbankan yang jaraknya dari Desa Banuarea ke Kecamatan Pakkat ± 16 Km. Selain indikator perbankan yang memiliki nilai buruk indikator lainnya adalah pusat informasi yang mana saat ini di Desa Wisata Seribu Goa belum tersedia pusat informasi khusus dan apabila para wisatawan membutuhkan informasi seputar Desa Wisata Seribu Goa maka wisatawan dapat datang ke Kantor Kepala Desa. Pada prasarana terdapat beberapa indikator yang bernilai sedang dengan skor 2, Adapun indikator tersebut terdiri dari jaringan jalan dan jaringan telekomunikasi dan internet. Selanjutnya untuk prasarana juga terdapat dua indikator yang masuk kedalam kategori baik Adapun indikator tersebut adalah pelayanan kesehatan dan juga listrik.
Pada Desa Wisata Seribu Goa harapannya prasarana yang tersedia ditingkatkan Kembali terkhusus pada jaringan jalan yang ada pada desa wisata ini, karena saat ini kondisi jaringan jalan yang ada pada Desa Wisata Seribu Goa masih tergolong rusak dan belum diaspal, dengan diperbaikinya prasarana yang ada maka akan berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan pada Desa Wisata Seribu Goa dan nantinya akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Wisata Seribu Goa dan juga masyarakat sekitarnya.
2. Pengelolaan Desa Wisata Seribu Goa
Pengelolaan wisata merupakan salah satu langkah dalam pengembangan sebuah kepariwisataan, pada Desa Wisata Seribu Goa untuk indikator pengelolaan Desa Wisata ini terbagi menjadi empat tahapan dimana tahap pertama perencanaan, yang kedua tahap pengorganisasian, ketiga tahap pelaksanaan atau penggerakan, dan ke empat tahap pengawasan.
1) Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan tahap awal dalam sebuah pengelolaan wisata.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Pokdarwis dan juga pemerintah Desa Banuarea telah merencanakan beberapa kegiatan untuk pengelolaan Desa Wisata tersebut, Adapun kegiatan tersebut adalah sebagai berikut
a. Pembentukan BUMDES
Pembentukan badan usaha milik desa (BUMDES) merupakan salah satu kegiatan yang direncanakan oleh pemerintah Desa Banuarea dan juga Pokdarwis Desa Wisata Seribu Goa untuk membentuk organisasi Badan Usaha Milik Desa.
pembentukan BUMDES ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah Desa Banuarea dan juga Pokdarwis dalam membantu mengelola Desa Wisata Seribu Goa ini. Pembentukan badan usaha milik desa ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan desa, dan juga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Wisata Seribu Goa. Pemerintah Desa Wisata Seribu Goa berharap dengan dibentuknya BUMDES ini akan membantu dalam membentuk dan melatih masyarakat untuk membuat usaha-usaha dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
b. Upaya Pembangunan Jalan
Desa Wisata Seribu Goa merupakan salah satu desa wisata yang memiliki banyak potensi alam yang dapat dijadikan sebagai destinasi wisata, akan tetapi akses jalan menuju Desa Wisata Seribu Goa ini masih banyak yang rusak, sehingga menyebabkan beberapa kegiatan dapat terhalang. Berdasarkan hasil wawancara
bersama informan menyatakan bahwa keadaan jalan yang masih rusak menyebabkan banyak para wisatawan mengeluh untuk berkunjung ke Desa Wisata ini. Oleh karena itu salah satu kegiatan yang direncanakan oleh Pemerintah Desa dan juga pengelola Desa Wisata Seribu Goa tengah mengupayakan pembangunan jalan pada Desa Wisata Seribu Goa, dengan harapan apabila dibangunnya jalan pada Desa Wisata Seribu Goa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan pada Desa Wisata Seribu Goa.
c. Pembuatan Taman Bermain Anak
Pembuatan taman bermain anak merupakan salah satu rencana dalam pengelolaan Desa Wisata Seribu Goa ini, pembuatan taman bermain pada Desa Wisata Seribu Goa ini dimaksudkan untuk menarik minat wisatawan keluarga agar nantinya anak-anak yang dibawa untuk berkunjung ke Desa Wisata Seribu Goa ini tidak merasa bosan apabila berkunjung ke Desa Wisata Seribu Goa.
d. Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif
Peningkatan ekonomi kreatif merupakan salah satu Upaya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat oleh sebab itu salah satu perencanaan dalam pengelolaan desa wisata ini adalah peningkatan ekonomi kreatif, Pokdarwis dan juga pemerintah Desa Wisata Seribu Goa berupaya dalam membuat ekonomi kreatif dan berupaya untuk melatih masyarakat Desa Wisata Seribu Goa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Wisata Seribu Goa.
e. Upaya Pelestarian Budaya dan Pelatihan Ilmu Bela Diri
Upaya pelestarian budaya dan juga pelatihan ilmu bela diri merupakan salah satu kegiatan yang direncanakan oleh pengelola dan juga pemerintah Desa Wisata
Seribu Goa. Untuk pelestarian budaya ini pengelola dan juga pemerintah Desa Wisata Seribu Goa merencanakan melakukan pelatihan Tor-tor yang merupakan salah satu tarian khas Batak Toba. Selain dari pelatihan budaya, pengelola juga merencanakan membuat pelatihan bela diri pada anak muda yang ada di Desa Wisata Seribu Goa, pelatihan tersebut berupa pelatihan Kungfu. Dengan dilakukannya pelatihan Kungfu dan juga pelatihan Tor-tor diharapkan dapat dijadikan salah satu atraksi wisata pada Desa Wisata Seribu Goa ini.
f. Upaya Penggalian Potensi Wisata
Pada Desa Wisata Seribu Goa pengelola dan juga pemerintah Desa Banuarea merencanakan menggali potensi wisata pada Desa ini. potensi wisata yang dimaksud adalah potensi wisata alam. Pemerintah desa dan juga pengelola Desa Wisata Seribu Goa berencana menggali potensi alam yang ada di Desa Wisata Seribu Goa ini. , mengingat saat ini banyak potensi wisata alam yang tersebar di Desa Wisata Seribu Goa yang saat ini belum terjamah oleh masyarakat. Oleh sebab itu pemerintah setempat dan juga para pengelola merencanakan untuk menggali lagi atraksi wisata alam menarik lainnya, saat ini yang menjadi ikon utama pada Desa ini adalah Goa yang terdapat pada Desa ini. Sehingga para pengelola dan juga Pemerintah setempat hendak menjelajahi dan juga mengkaji Goa mana dan potensi alam lainnya yang dapat dijadikan sebagai salah satu atraksi wisata alam.
g. Upaya Peningkatan Jumlah Kunjungan Wisatawan
Desa wisata seribu goa merupakan salah satu desa wisata yang masih tergolong baru, sehingga desa wisata ini masih kurang terkenal dikalangan luar, pada
pengelolaan desa wisata seribu goa ini, Pokdarwis dan juga pemerintah setempat tengah merencanakan upaya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mengingat saat ini jumlah kunjungan wisatawan masih tergolong sedikit hal ini dilihat pada hari biasa jumlah pengunjung pada desa wisata seribu goa ini hanya ada satu atau dua orang saja dan bahkan kadang tidak ada sama sekali pengunjung. Oleh karena itu Pokdarwis dan juga pemerintah tengah merencanakan upaya peningkatan kunjungan wisatawan dengan harapan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan akan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
2) Pengorganisasi
Organisasi merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah pengelolaan, Pengorganisasian merupakan penentuan kelompok dalam pelaksanaan perencanaan yang telah dibuat guna untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Adapun organisasi yang berperan dalam pengelolaan Desa Wisata Seribu Goa ini adalah para Pengelola Desa Wisata atau yang disebut dengan Pokdarwis Desa Banuarea yang berada di bawah naungan Pemerintah Desa atau Kepala Desa, jumlah Pokdarwis yang ada di Desa Banuarea sebanyak 15 orang yang terdiri dari ketua Pokdarwis, Wakil ketua Pokdarwis, Sekretaris Pokdarwis, Bendahara, dan juga anggota yang memiliki tugas masing-masing dalam mengelola Desa Wisata Seribu Goa Banuarea, sedangkan Kepala Desa berperan sebagai pengawas dan juga penasehat dalam berbagai kegiatan yang dibuat oleh Pokdarwis Desa Wisata Seribu Goa Banuarea.
3) Pelaksanaan
Menurut Amin dalam Hamdi (2020:157) menyatakan Pelaksanaan merupakan bagian dari pengelolaan yang secara langsung berusaha merealisasikan atau menerapkan keinginan-keinginan organisasi sehingga dalam aktivitasnya senantiasa berhubungan dengan metode dan kebijaksanaan dalam mengatur dan mendorong orang agar bersedia melakukan tindakan yang diinginkan oleh organisasi tersebut. Pada Desa Wisata Seribu Goa terdapat beberapa kegiatan yang sudah terlaksana yang terdiri dari :
Tahap penggerakan atau tahap pelaksanaan merupakan tahapan dalam mewujudkan rencana-rencana yang telah disusun secara bersama. Berdasarkan hasil wawancara bersama Pokdarwis dan juga Pemerintah setempat (20/5/2023) menyatakan bahwa tahapan pelaksanaan pengelolaan Desa Wisata Seribu Goa adalah sebagai berikut:
a) Pembentukan BUMDES
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Alirman Simanullang selaku kepala Desa Banuarea (20/5/2023) menyatakan bahwa diharapkan pembentukan BUMDES ini dapat terlaksana dan menjalankan tugasnya pada tahun 2024 nantinya. Saat ini pada pelaksanaan pengelolaan dalam pembentukan BUMDES Pemerintah Desa telah membentuk struktur organisasi ini. Dengan dibentuknya BUMDES ini dapat membantu Pokdarwis dalam melaksanakan pelatihan ekonomi kreatif dan pelatihan budaya.
Pembentukan BUMDES ini juga berguna untuk membantu Pokdarwis dalam memberikan ide-ide atau gagasan dalam pembentukan kegiatan-kegiatan lainnya dalam pengelolaan Desa Wisata Seribu Goa dan nantinya dengan dibentuknya BUMDES ini diharapkan dapat membantu mengembangkan Desa Wisata Seribu Goa menjadi lebih baik lagi.
b) Upaya Pembangunan Jalan
Jalan merupakan salah satu prasarana yang sangat berpengaruh pada berkembangnya sebuah pariwisata, dengan adanya prasarana jalan yang bagus dan memadai dapat memperlancar pergerakan kegiatan para wisatawan. Pada Desa Wisata Seribu Goa jalan yang tersedia masih banyak yang mengalami kerusakan sehingga upaya pembangunan jalan merupakan salah satu perencanaan yang dibuat oleh para pengelola guna untuk mengembangkan Desa Wisata Seribu Goa.
Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua Pokdarwis Atdontua Simanullang (20/5/2023) menyatakan saat ini Upaya pelaksanaan yang dibuat untuk pembangunan jalan di Desa Wisata Seribu Goa adalah membuat proposal yang akan diajukan ke Pemerintah pusat guna memperoleh dana untuk pembangunan jalan di Desa Wisata Seribu Goa ini. Pokdarwis Desa Wisata Banuarea juga menyatakan bahwasanya pada bulan Oktober 2023 akan dilaksanakan pembangunan jalan pada dua titik yaitu di Dusun 2 menuju Dusun 3 dan Dusun 3 menuju Dusun 1 yang saat ini kondisi dua titik ini sangat memprihatinkan. Dengan pembuatan dan perbaikan akses jalan menuju Desa Wisata Seribu Goa ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke Desa Wisata ini dan juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa
Wisata Seribu Goa, karena di Desa Wisata Seribu Goa ini banyak hasil alam yang dapat dijual keluar daerah guna meningkatkan pendapatan masyarakat, akan tetapi karena akses jalan yang kurang bagus menyebabkan beberapa hasil alam tidak dapat diangkut keluar daerah untuk diperjual belikan.
c) Pembuatan Taman Bermain Anak
Pembuatan taman bermain anak di Desa Wisata Seribu Goa merupakan salah satu perencanaan yang dibuat oleh Pokdarwis guna untuk menarik minat para pengunjung yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, dengan dibuatnya taman bermain anak ini diharapkan anak-anak yang berkunjung tidak merasa bosan. Pada tahap pelaksanaan pembuatan taman bermain ini telah terlaksana sebagian akan tetapi belum sempurna sepenuhnya, saat ini pembangunan taman bermain yang telah terlaksana yaitu berupa kolam renang, dan ayunan. Dari hasil wawancara dengan pengelola Desa Wisata Seribu Goa menyatakan arena permainan yang tersedia akan dirawat guna menarik minat pengunjung. Dengan pembuatan taman bermain anak ini dapat menjadikannya salah satu atraksi wisata pada Desa Wisata Seribu Goa.
d) Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang menerapkan kreatifitas dari ide-ide dan pengetahuan sumber daya manusia, pembentukan ekonomi kreatif ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwasanya pada pelaksanaan upaya peningkatan ekonomi kreatif di Desa Wisata Seribu Goa saat ini yaitu melakukan pelatihan pembuatan kerajinan dari bahan akar kayu yang sudah berumur tua, kerajinan
tersebut berupa meja dan juga hiasan-hiasan ruangan. Untuk pelatihan ekonomi kreatif kerajinan dari bahan kayu dilaksanakan satu minggu sekali yaitu pada hari Rabu. Selanjutnya selain dari pelatihan kerajinan kayu dibuat juga pelatihan ekonomi kreatif menganyam untuk pembuatan kursi, meja, dan juga hiasan lainnya.
Untuk pelaksanaan ekonomi kreatif ini dilaksanakan seminggu sekali yaitu pada hari Jumat. Untuk kegiatan pelatihan ini dilatih langsung oleh Pengelola atau Pokdarwis dan juga masyarakat yang berpengalaman dalam bidang kerajinan.
Dengan dibuatnya upaya peningkatan ekonomi kreatif ini dapat meningkatkan pendapatan dan juga menambah kegiatan ekonomi masyarakat, karena mengingat saat ini kegiatan ekonomi yang dominan pada Desa Wisata Seribu Goa ini bergerak pada bidang pertanian saja.
e) Upaya Pelestarian Budaya dan Pelatihan Ilmu Bela Diri
Berdasarkan hasil penelitian pada pelaksanaan upaya pelestarian budaya di Desa Wisata Seribu Goa diperoleh bahwasanya dilaksanakan pelatihan kepada anak-anak berupa Latihan Tor-tor yang merupakan tarian khas batak pelatihan ini dilaksanakan di Kantor Desa. Untuk pelatih penari ini memanfaatkan pemuda sekitar untuk membantu melatih anak-anak dalam menari. Pelatihan menari ini dilaksanakan seminggu sekali yaitu pada hari Minggu setelah selesai ibadah. Selain dari pelatihan Tor-tor ada juga pelatihan Kungfu yang merupakan ilmu bela diri.
Pelatih Kungfu ini dulunya direkrut oleh Pengelola Desa Wisata Seribu Goa dari luar daerah yang berpengalaman akan tetapi akibat upah yang tidak mencukupi menyebabkan pelatih tersebut mengundurkan diri dan tidak lagi melatih para anak- anak di Desa Wisata Seribu Goa. Saat ini untuk pelatih Kungfu sendiri
memanfaatkan pemuda sekitar yang berpengalaman, dan untuk pelatihannya dilaksanakan setiap hari pada sore hari di lapangan gereja HKBP Banuarea.
Tujuan dibuatnya upaya pelestarian budaya ini adalah untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dan juga keunikan budaya tersebut kepada anak muda agar dapat melestarikannya dan lebih dapat mencintai budaya daerahnya, selain itu dengan dibuatnya upaya pelestarian budaya di Desa Wisata Seribu Goa diharapkan dapat menjadi salah satu atraksi budaya pada desa wisata ini.
f) Upaya Penggalian Potensi Wisata
Penggalian potensi wisata pada Desa Seribu Goa ini adalah mengeksplor potensi alam yang dapat dijadikan sebagai salah satu atraksi wisata alam pada Desa Wisata Seribu Goa ini, pada tahap pelaksanaan penggalian potensi wisata ini dilaksanakan oleh Pokdarwis dan juga Pemerintah Setempat. Pada tahap pelaksanaan penggalian potensi wisata saat ini Pokdarwis dan juga Pemerintah Setempat telah membuka beberapa atraksi wisata alam yang terdiri dari Goa Jabi- Jabi, tempat meditasi, dan juga tempat pemandangan Sosor Gadong di Desa Wisata Seribu Goa. Penggalian potensi wisata khususnya wisata alam yang ada di Desa Wisata Seribu Goa saat ini menjadi salah satu kegiatan yang akan terus dikembangkan oleh Pokdarwis dan juga Pemerintah Setempat, mengingat saat ini masih banyak potensi alam yang ada di Desa Wisata belum di eksplor dan juga dikaji, terkhusus pada potensi alam berupa Goa di Desa Wisata Seribu goa ini.
g) Upaya Peningkatan Jumlah Kunjungan Wisatawan