BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
dan sikap pelaku usaha yang suka meniru orang lain dalam artian tidak punya inisiatif sendiri.143
Senada, Bapak AG mengungkapkan bahwa persaingan usaha mikro di Desa Tebat Monok ini cukup tinggi karena keseragaman jenis produk yang ditawarkan oleh masing-masing penjual itu sama.
Berbeda saat awal membuka usaha, ia mengungkapkan persaingan tidak terlalu tinggi seperti sekarang ini.144
Sedangkan Ibu Jsn mengungkapkan bahwa tingkat persaingan usaha di Desa Tebat Monok ini sangat tinggi karena hampir seluruh pedagang menjual produk yang sama. Pernyataan tersebut sama seperti yang diungkapkan oleh informan lainnya.145
Dari hasil wawancara di atas diketahui bahwa tingkat persaingan usaha di Desa Tebat Monok ini cukup tinggi karena keseragaman jenis produk yang diperjual belikan dan adanya sikap pelaku usaha yang suka meniru orang lain dalam artian tidak punya inisiatif sendiri dalam hal persediaan produk yang ditawarkan kepada pembeli.
yang mana pada tahun 2013 jumlah usaha mikro sebanyak kurang slebih 27 unit sedangkan di tahun 2016 bertambah menjadi kurang lebih 58 unit.
Sedangkan untuk kualitasnya juga mengalami peningkatan namun masih belum mengalami peningkatan yang berarti. Hal ini diketahui dari adanya peningkatan jenis produk yang dijual, adanya pelanggan tetap dan cabang usaha serta karyawan yang telah dimiliki oleh beberapa pelaku usaha.
Tetapi untuk jumlah penjualan barang setiap harinya tidak menentu (kadang- kadang naik kadang turun), dan pendapatan yang diperoleh para wirausaha mikro di Desa Tebat Monok ini juga tidak menentu, bahkan ada yang mendapatkan hasil penjualan bersih setiap bulannya yang kurang dari 1 juta rupiah, yang mana nilai tersebut jauh dari nilai upah minimum propinsi saat ini sekitar 1,7 juta rupiah.
Hasil penelitian tersebut sejalan dengan indikator keberhasilan usaha yang diungkapkan oleh Suryana, yaitu terdiri dari: modal, pendapatan, volume penjualan, output produksi, perluasan usaha, perluasan daerah pemasaran, tenaga Kerja.146
Sementara itu, hasil penelitian tentang faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha mikro di Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, yaitu pendukung kemajuan usaha mikro yang ada di Desa Tebat Monok yaitu karena letaknya yang strategis. Sementara faktor penghambat/yang menjadi kendala perkembangan usaha mikro tersebut adalah keterbatasan modal merupakan hal yang menjadi kendala utama yang
146 Suryana, Kewirausahaan..., h.85
diungkapkan hampir seluruh informan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Tambunan, modal atau biaya adalah salah satu faktor yang sangat penting bagi setiap usaha, baik skala kecil, menengah maupun besar.147
Selain terkendala modal, keterbatasan alat produksi yang lebih modern serta tingginya tingkat persaingan antar pelaku usaha mikro karena belum adanya kreativitas pedagang dalam menjual jenis produk yang ditawarkan dan hampir semua pedagang menjual jenis produk yang sama juga menjadi faktor penghambat. Selain itu, dari hasil penelitian diketahui bahwa adanya keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh para pelaku usaha itu sendiri hal ini terlihat dari sistem manajemen keuangan usaha masih belum baik karena ada beberapa pelaku usaha yang tidak membuat catatan mengenai transaksi harian ataupun bulanan baik uang masuk ataupun keluar dengan baik. Padahal dari hal tersebut sangat mempengaruhi sejauh mana perkembangan usaha yang dijalani oleh pengusaha itu sendiri. Dari adanya catatan tersebut dapat digunakan sebagai analisa pedagang untuk mengatur strategi penjualan selanjutnya.
Sebagaimana yang di ungkapkan oleh W . Keith Schilit yang dikutip oleh Suryana, salah satu hal yang membuat usaha atau bisnis meraih kesuksesan atau keberhasilan yaitu manajemen yang berkualitas.148 Manajemen yang berkualitas tentunya didukung dari pendidikan yang berkualitas pula.
147 Tulus Tambunan 2009, Usaha..., h.-
148 Suryana, Kewirausahaan..., h. 40
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pelaku usaha mikro di Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang telah diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan:
1. Perkembangan usaha mikro di Desa Tebat Monok dari tahun 2013 hingga tahun 2016 mengalami peningkatan dari segi kuantitas atau jumlah, hal tersebut terlihat dari hasil observasi awal peneliti yang mana pada tahun 2013 jumlah usaha mikro kurang lebih 27 unit sedangkan di tahun 2016 bertambah menjadi kurang lebih 58 unit. Selain itu, peningkatan jenis produk yang dijual, adanya pelanggan tetap dan cabang usaha serta karyawan yang telah dimiliki oleh beberapa pelaku usaha. Namun dari segi kualitasnya masih belum mengalami peningkatan yang berarti, hal tersebut terungkap dari hasil penelitian diman jumlah penjualan barang setiap harinya tidak menentu (kadang-kadang naik kadang turun), dan pendapatan yang diperoleh para wirausaha mikro di Desa Tebat Monok ini juga tidak menentu.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha mikro di Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang ini yaitu untuk faktor pendukung kemajuan usaha mikro yang ada di Desa Tebat Monok
80
yaitu karena lokasi yang strategis dan merupakan pasar wisata tradisional buah-buahan . Sementara faktor penghambat/yang menjadi kendala perkembangan usaha mikro tersebut yaitu faktor keterbatasan modal, keterbatasan alat produksi yang lebih modern serta tingginya tingkat persaingan antar pelaku usaha mikro, belum adanya sistem manajemen usaha yang baik dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah.
B. Saran-Saran
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharpkan dapat memberikan kontribusi bagi berbagai pihak sebagi sebuah masukan yang bermanfaat demi kemajuan hidup dimasa mendatang adapun pihak-pihak tersebut antara lain:
1. Pemerintah
Agar lebih berfokus lagi perhatiannya terhadap perkembangan usaha mikro karena usaha tersebut mempunyai potensi yang cukup menjanjikan bagi pendapatan asli daerah ataupun bagi kesejahteraan masyarakat Desa Tebat Monok itu sendiri sehingga dapat mengurangi tingkat kemiskinan yang ada.
2. Pelaku Usaha/Pengusaha Mikro
Agar dapat membuat suatu manajemen usaha dengan baik, dapat meningkatkan daya kreativitas dalam berusaha dan agar dapat bersaing secara sehat dengan pedagang lain.
Ardiyanto, Bagus, Analisis Bantuan Kredit Dari Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (Pkbl) PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Emas Semarang Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil di Kota Semarang.
Semarang: Universitas Diponegoro, 2013
Asnaini, et,al. Pedoman Penulisan Skripsi. Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu. 2015
Basri,Hasan.Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: CV Pustaka Setia, 2009
Bungin,Burhan M. Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis Ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada, 2001
Fuad,Ihsan.Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2010 HB, Sutopo.Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.2006
Huda,Nurul, Mohamad Haekal.Lembaga Keuangan Islam, Jakarta: Prenada Media Group, 2013
Kasmir.Kewirausahaan. Jakarta: Rajawali Pers, 2013
Kementrian Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah. 2011. Al-Qur’an dan Terjemahnya
Kholid,Narbuko.Metode Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009
Muhammad.Metodoligi Penelitian Ekonomi Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008
Nasution,Az. Hukum Perlindungan Konsumen Suatu Pengantar. Jakarta: Diadit Media, 2001
Notoatmodjo,Soekidjo.PendidikandanPerilakuKesehatan. Jakarta:PT Rineka Cipta, 2003
Partomo, Titik Sartika dan Abd. Rachman Soedjono.Ekonomi: Skala Kecil, Menengah, dan Koperasi. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002
Sugiono.Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. 2014 Sukirno, Sadono. Et al.PengantarBisnis. Jakarta: Prenada Media, 2012
Suryana, KewirausahaanPedomanPraktis. Kiatdan Proses MenujuSukses, Jakarta:
SalembaEmpat
Sutrisno,Hadi.Metodologi Research, jilid 2. Yogyakarta: Andi Offset, 2001 Tarmudji,Tarsisi.Prinsip-Prinsip Wirausaha. Yogyakarta: Liberty, 2003
UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS dan PP RI Tahun 2003 tentang Standar Nasional Pendidikan serta wajib Belajar. 2010. Bandung: Nuansa Aulia.
Lampiran 1
Data Responden Penelitian
No Nama Inisial Jenis
Kelamin
Pendidikan
Terakhir Ket.
1 Padila Sandi, A.Md PS L D3 Ka. Desa Tebat Monok
2 Abdul Ghofur AG L SD Pelaku Usaha Mikro
3 Bagus Bgs L SMA Pelaku Usaha Mikro
4 Tedi Td L SMA Pelaku Usaha Mikro
5 Jusni Jsn P SD Pelaku Usaha Mikro
6 Hertati Htt P SD Pelaku Usaha Mikro
7 Mesi Ms P SMA Pelaku Usaha Mikro
8 Anton Atn L SMA Pelaku Usaha Mikro
9 Maryana Myn P Tidak Tamat
SD
Pelaku Usaha Mikro
10 Samsul Hidayat SH L SMA Pelaku Usaha Mikro
11 Parida Prd P Tidak Sekolah Pelaku Usaha Mikro
PEDOMAN WAWANCARA
Nama : Ria
NIM : 2123138446
Program Studi : Ekonomi Islam
Judul Skripsi : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Usaha Mikro di Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten
Kepahiang.
A. Wawancara kepada Kepala Desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang 1. Sudah berapa lamakah Bapak menjabat sebagai kepala desa di Desa Tebat
Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang ini?
2. Dari sebelum Bapak menjabat sebagai kepala desa, apakah usaha mikro yang ada di desa ini mengalami peningkatan?
3. Menurut Bapak bagaimana potensi usaha terutama bagi usaha mikro disini?
4. Apakah Bapak selaku pemerintah ikut berperan serta dalam usaha mengembangkan usaha mikro yang ada di desa ini?
5. Menurut Bapak seberapa besarkah antusiasme pelaku usaha mikro di sini dalam menyambut kebijakan yang Bapak lakukan?
6. Menurut Bapak, apa saja yang memfaktori perkembangan usaha mikro di Desa Tebat Monok ini?
B. Wawancara kepada Pengusaha Mikro di Desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang
1. Sudah berapa lamakah Bapak/Ibu membuka usaha di Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang ini?
2. Menurut Bapak/Ibu bagaimana potensi usaha disini?
3. Apakah tempat usaha mikro yang Bapak/Ibu kelola merupakan tempat sendiri ataukah sewa?
4. Dari manakah sumber modal usaha awal yang Bapak/Ibu jalankan ini?
5. Apakah dari awal buka hingga sekarang ada perubahan jenis produk yang dijual?
6. Apakah Bapak/Ibu membuat sendiri inovasi produk terbaru yang Bapak/Ibu jual?
7. Siapa sajakah pelanggan dari usaha Bapak/Ibu ini? Dan selama menjalankan usaha ini, apakah Bapak/Ibu telah mempunyai pelanggan tetap?
8. Apakah jumlah penjualan ada peningkatan setiap harinya?
9. Apakah Bapak/Ibu membuat catatan setiap transaksi yang terjadi dalam usaha dengan baik?
10. Apakah Bapak/Ibu sudah menggunakan alat teknologi yang lebih modern dalam upaya pembuatan dan pemasaran produk?
11. Dari usaha ini, berapakah penghasilan bersih yang Bapak/Ibu dapatkan setiap bulannya?
12. Apakah usaha Bapak/Ibu sudah ada cabang di daerah lain?
13. Apakah Bapak/Ibu telah mempunyai karyawan untuk membantu Bapak/Ibu menjalankan usaha ini?
14. Apakah usaha yang Bapak/Ibu jalankan ini pernah mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah?
15. Menurut Bapak/Ibu apa faktor-faktor pendukung ataupun penghambat Bapak/Ibu dalam mengembangkan usaha ini?
Bengkulu, September 2016 Disusun Oleh,
RIA
NIM. 2123138446
Mengetahui:
Pembimbing I
Dr. Asnaini, MA NIP. 197304121998032003
Pembimbing II
Eka Sri Wahyuni, SE., MM NIP.197705092008012014
DOKUMENTASI PENELITIAN
Foto Usaha Mikro di Desa Tebat Monok
Foto Wawancara dengan Informan Padila Sandi, A.Md
Foto Wawancara dengan Informan Abdul Ghofur
Foto Wawancara dengan Informan Bagus
Foto Wawancara dengan Informan Tedi
Foto Wawancara dengan Informan Jusni
Foto Wawancara dengan Informan Hertati
Foto Wawancara dengan Informan Mesi
Foto Wawancara dengan Informan Anton
Foto Wawancara dengan Informan Maryana
Foto Wawancara dengan Informan Samsul Hidayat