• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan

Berdasarkan tabel diatas maka dapat diketahui bahwa nilai koefisien alpha adalah sebesar 0,762 suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai laphanya lebih daro 0,60 maka dari hal in dapat katakan bahwa 0,762 ≥ dari 0,60 sehingga instrumen reliabel.

b. Kepemimpinan komunikatif c. Kepemimpinan demokratis.

a. Pembimbing

Menurut Kartono ( 2010) kepempinan adalah menjadi seseorang pemimpin harus mampu mengarahkan atau membimbing pegawainya agar mampu bekerja serta membawah pula bawahanya pada sasaran dan tujuaqn yang sesuai dengan perencanaan serta ketentuan waktu. Pembimbing akan mendorong pegawai untuk menetapkan tujuan jangka panjang dan membantu mereka membuat konsep untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam indikator kepemimpinan pembimbing ini adalah bagian variabel kepemimpinan maka itu untuk mengetahui kepemimpinan pembimbing diukur melalui deksriptor yaitu terdiri dari 3 (tiga) pernyataan /pertanyaan yang terlah diisi oleh responden dan dapat dilihat dalam penegelolaan. Dengan pengumpulan data yang diperoleh pada saat penelitian dari hasil kuesioner dikumpulkan, pada tahap selanjutnya yaitu melaksanakan analisis data tentang variabel X “kepemimpinan” dan untuk menjawab pertanyaan rumusan masalah dengan utama penelitian untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan dikantor dinas sosial kabupaten kolaka.

Adapun indikator kepemimpinan yaitu sebagai berikut:

dapat dilihat dalam pengelolaan data pada tabel 4.9 yang telah di buat dalam satu tabel sebagai berikut variabel X „Kepemimpinan‟

Tabel 4.8 Indikator Pembimbing

Pernyataan SS

(%) S (%)

KS (%)

TS (%)

STS (%)

JUMLAH (%) Kepala dinas mengarahkan

pegawainya sesuai bidang kerjanya masing-masing

25 42,5 30 2,5 - 100

Kepala dinas membawa pegawainya menuju tujuan yang sesuai dengan perencanaan

60 37,5 2,5 - - 100

Kepala dinas membawa pegawainya mencapai tujuan sesuai waktu yang telah ditentukan

37,5 62,5 - - - 100

Rata-Rata (%) 40,8 47,5 10,8 0,9 - 100

Jumlah 16,32 19 4,32 0,36 - 40

Sumber: Kuesioner Penelitian 2019

Berdasarkan pada tabel 4.9 terkait: pernyataan pertama yaitu, kepala dinas mengarahkan pegawainya sesuai bidang kerjanya masing-masing mempunyai penilaian sangat setuju dari 10 orang pegawai atau sebesar 25%, penilaian setuju dari 17 orang pegawai atau sebesar 42,5%, penilaian kurang setuju dari 12 orang pegawai atau sebesar 30%, penilaian tidak setuju dari 1 orang pegawai atau sebesar 2,5%, dan sedangkan dari penilaian sangat tidak setuju yaitu 0%, dengan jumlah sebesar 100% Maka dari pernyataan ini dapat disimpulkan dengan penilainan yang cukup baik.

Pernyataan kedua yaitu, kepala dinas membawah pegawainya menuju tujuan yang sesuai dengan perencanaan dengan mempunyai penilaian sangat setuju dari 24 orang pegawai atau sebesar 60%, penilaian setuju dari 15 orang pegawai atau sebesar 37,5%, penilaian kurang setuju dari 1 orang pegawai atau sebesar 2,5%, sedangkan dari penilaian tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu

0%, dengan jumlah sebesar 100% dengan penilaian ini dapat dikatakan dengan penilaian yang baik.

Pernyataan ketiga yaitu, kepala dinas membawa pegawainya mencapai tujuan sesuai waktu yang telah di tentukan dengan mempunyai penilaian sangat setuju dari 15 orang pegawai atau sebesar 37,5%, penilaian setuju dari 25 orang pegawai atau sebesar 62,5%, sedangkan dari penilaian kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 0% dengan jumlah sebesar 100% maka dari pernyataan ini disimpulkan mempunyai penilaian paling banyak yang setuju dibanding dengan penilaian yang sangat setuju. Dengan rata rata penilaian yang cukup baik terhadap indikator kepemimpinan pembimbing di kantor Dinas sosial.

Hasil analisis deskriptif tentang indikator kepemimpinan pembimbing dapat dilihat bahwa penilaian rata-rata responden dari sangat setuju sebesar 40,8%, penilaian rata rata responden dari setuju sebesar 47,5%, penilaian rata-rata responden dari kurang setuju sebesar 10,8%, penilaian rata-rata responden dari tidak setuju sebesar 0,9%, sedangkan dari penilaian rata rata responden dari sangat tidak setuju yaitu 0%, dengan jumlah sebesar 100%. Kepemimpinan dikantor Dinas sosial dengan menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap pegawainyanya menunjukkan bahwa memiliki penilaian sangat baik yaitu dengan skor 90,5% responden, penilaian tersebut diperoleh dari hasil analisis indikator pembimbing sebanyak 47,5% responden setuju jumlah dengan responden yang memberikan penilaian tidak baik 9,5% responden yang diperoleh dari penilaian sebesar 10,8% responden kurang setuju berjumlah dengan 0,9%

responden tidak setuju.

Dengan hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa indikator pembimbing berapada pada tingkat penilaian sangat baik dengan perolehan hasil yaitu skor 90,5% tingkat penilaian tersebut dikatakan sangat baik dapat di ketahui dari tabel 3.1 yaitu tabel kriteria jawaban responden yang berada pada bab 3 halaman 34. Dengan nilai skor 90,5% yang diperoleh bedasarkan kepemimpinan pembimbing, hal ini sesuai dengan kepemimpinan yang dijalankan pada Kantor Dinas Sosial di Kabupaten Kolaka yaitu kekuasaan dan wewenang dipegang penuh oleh pimpinan.

b. Komunikatif

Menurut Kartono(2010) komunikatif pemimpin perlu mampu berkomunikasi dengan semua pihak,baik melalui hubungan informal maupun formal. Berhasilnya kegiatan tugas pemimpin itu sebagian besar ditentukan oleh hubungan komunikasinya yang tepat dan ke semua pihak secara vertikal maupun horizontal, kebawah dan keatas. Pimpinan yang komukatif adalah dambaan setiap orang yang selalu mampu menyampaikan ide-ide yang meraka pahami oleh setiap orang dan juga mampu memberikan motivasi kepada semua orang. Dalam indikator komunikatif ini merupakan bagian dari variabel kepemimpinan, maka dari itu untuk mengetahui indikator komunikatif diukur melalui deskriptor yang terdiri dari 3 (tiga) pertanyaan/pernyataan yang telah di isi oleh responden.

indikator kepemimpinan komunikatif dengan penelitian ini terkait yaitu:

1. pemimpin mampu berkomunikasi semua pegawainya dengan baik.

2. pemimpin berkomunikasi kepada pegawainya dengan ketepatan waktu.

3. pemimpin berkomunikasi pada semua pegawainya tanpa membeda-bedakan.

dapat di lihat dalam pengelolaan data pada tabel 4.10 yang telah dibuat dalam satu tabel sebagai berikut:

Tabel 4.9 Indikator Komunikatif

Pernyataan SS

(%)

S (%)

KS (%)

TS (%)

STS (%)

JUMLAH (%)

Pemimpin mampu

berkomunikasi semua pegawainya dengan baik

37,5 60 2,5 - - 100

Pemimpin

berkomunikasi kepada pegawainya dengan ketepatan waktu

40 55 5 - - 100

Pemimpin

berkomunikasi pada semua pegawainya

tanpa membeda-

bedakan.

27,5 72,5 - - - 100

Rata-Rata (%) 35 62,5 2,5 - - 100

Jumlah 14 25 1 - - 40

Sumber: Kuesioner Penelitian 2019

Berdasarkan pada tabel 4.10 maka indikator komunikatif dengan 3 item deskriptor pernyataan penilaian rata-rata dari 40 responden yaitu Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator komunikatif dengan tiga item pernyataan penilaian rata-rata dari 40 responden Berdasarkan pada tabel 4.10 terkait: pernyataan pertama yaitu, pemimpin mampu berkomunikasi semua pegawainya dengan baik mempunyai penilaian sangat setuju dari 15 orang pegawai atau sebesar 37,5%, penilaian setuju dari 24 orang pegawai atau sebesar 60%, penilaian kurang setuju dari 1 orang pegawai atau sebesar 2,5%, sedangkan dari penilaian tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 0%. Maka dari pernyataan ini dapat disimpulkan dengan penilainan yang baik. Pernyataan kedua yaitu, pemimpin berkomunikasi kepada pegawainya dengan ketepatan waktu dengan

mempunyai penilaian sangat setuju dari 16 orang pegawai atau sebesar 40%, penilaian setuju dari 22 orang pegawai atau sebesar 55%, penilaian kurang setuju dari 2 orang pegawai atau sebesar 5%, sedangkan dari penilaian tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 0%. Dengan penilaian ini dapat dikatakan dengan penilaian yang cukup baik. Pernyataan ketiga yaitu, pemimpin berkomunikasi pada semua pegawainya tanpa membeda-bedakan dengan mempunyai penilaian sangat setuju dari 11 orang pegawai atau sebesar 2,75%, penilaian setuju dari 29 orang pegawai atau sebesar 72,5%, sedangkan dari penilaian kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 0% maka dari pernyataan ini disimpulkan mempunyai penilaian yang baik. Dengan rata rata penilaian yang cukup baik terhadap indikator kepemimpinan komunikatif di kantor Dinas sosial.

Hasil analisis deskriptif tentang indikator komunikatif dapat dilihat bahwa penilaian rata-rata responden paling tinggi yaitu: sebanyak 62,5% responden memberikan penilaian setuju, sebanyak 35% responden memberikan penilaian sangat setuju, sebanyak 2,5% responden memberikan penilaian ragu-ragu, sebanyak 0% responden yang memberikan penilaian tidak setuju, sedangkansebanyak 0% responden yang memberikan penilaian sangat tidak setuju. Kepemimpinan di Kantor Dinas Sosial dalam menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap pegawainya menunjukkan bahwa memiliki penilaian sangat baik terhadap indikator komunikatif yaitu dengan skor 88%

responden, penilaian tersebut diperoleh dari hasil analisis indikator komunikatif sebesar 62,5% responden setuju dijumlah dengan 35% responden sangat setuju.

Namun dengan begitu masih ada beberapa responden yang memberikan penilaian

ragu-ragu yaitu sebesar 2,5% responden diperoleh dari penilaian 0% ragu-ragu dijumlah 0% responden tidak setuju.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa indikator komunikatif berada pada tingkat penilaian sangat baik dengan perolehan skor 88%

tingkat penilaian tersebut dikatakan sangat baik dapat diketahui dari tabel kriteria jawaban responden yang ada pada bab 3 halaman 34. Dengan nilai skor 88% yang diperoleh bedasarkan demokratis, hal ini sesuai dengan kepemimpinan yang dijalankan pada Kantor Dinas sosial kabupaten kolaka selain kepemimpinan komunikatif yang palig sering diterapkan dan menjadi acuan masalah, Kantor Dinas social kabupaten kolaka juga menerapkan demokratis yaitu mengambil keputusan dengan bekerjasama antara pimpinan dan bawahan.

c. Demokratis

Menurut Kartono (2010) Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia serta memberikan pengarahan atau bimbingan pada seseorang secara efisien pada bawahannya, yang terdapat semua koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dan penegasan pada tanggung jawab internal dan tanggung jawab yang baik. Pemimpin yang baik atau demokratis menghargai potensi setiap individu mau mendengarkan nasihat serta sugesti bawahan. Seorang pemimpin yang menghargai karakteristik dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggota organisasi dan pemimpin harus selalu melibatkan bawahanya dalam mengambil sebuah keputusan saat ada masalah. Dalam indikator Demokratis ini adalah bagian dari variabel kepemimpinan, maka dari itu untuk mengetahui indikator

demokratis diukur melalui deskriptor yang terdiri dari 3 (tiga) pertanyaan/pernyataan yang telah diisi oleh responden.

indikator kepemimpinan demokratis dengan penelitian ini terkait yaitu:

1. pemimpin dapat berorientasi pada pegawainya dengan baik.

2. Kepala dinas mampu mengkoordinasi pekerjaan yang sesuai bidang kerjanya.

3. Kepala dinas akan menghargai potensi setiap individu serta mendengarkan saran dari pegawai.

dapat di lihat dalam pengelolaan data pada tabel 4.11 yang telah dibuat dalam satu tabel sebagai berikut:

Tabel 4.10 Indikator Demokratis Pernyataan SS

(%) S (%)

RR (%)

TS (%)

STS (%)

JUMLAH (%) Pemimpin dapat

berorientasi pada pegawainya dengan baik

40 57,5 2,5 - - 100

Kepala dinas mampu mengkoordinasi pekerjaan yang sesuai bidang kerjanya

35 62,5 2,5 - - 100

Kepala dinas akan menghargai potensi setiap individu serta mendengarkan saran dari pegawai

37,5 60 2,5 - - 100

Rata-Rata (%) 37,5 60 2,5 - - 100

Jumlah 15 24 1 - - 40

Sumber: Kuesioner Penelitian 2019

Berdasarkan pada tabel 4.11 maka indikator demokratis dengan 3 item deskriptor pernyataan penilaian rata-rata dari 40 responden yaitu Berdasarkan

tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator demokratis dengan 3(tiga) item pernyataan penilaian rata-rata dari 40 responden yang terkait: pernyataan pertama yaitu, pemimpin dapat berorientasi pada pegawainya dengan baik, mempunyai penilaian sangat setuju dari 16 orang pegawai atau sebesar 40%, penilaian setuju dari 23 orang pegawai atau sebesar 57,5%, penilaian kurang setuju dari 1 orang pegawai atau sebesar 2,5%, sedangkan dari penilaian tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 0%. Maka dari pernyataan ini dapat dikatakan penilainan baik.

Pernyataan kedua yaitu, Kepala dinas mampu mengkoordinasi pekerjaan yang sesuai bidang kerjanya dengan mempunyai penilaian sangat setuju dari 14 orang pegawai atau sebesar 35%, penilaian setuju dari 25 orang pegawai atau sebesar 62,5%, penilaian kurang setuju dari 1 orang pegawai atau sebesar 2,5%, sedangkan dari penilaian tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 0%. Dengan penilaian ini dikatakan dengan penilaian yang baik.

Pernyataan ketiga yaitu, Kepala dinas akan menghargai potensi setiap individu serta mendengarkan saran dari pegawai dengan mempunyai penilaian sangat setuju dari 15 orang pegawai atau sebesar 37,5%, penilaian setuju dari 24 orang pegawai atau sebesar 60%, penilaian kurang setuju dari 1 orang pegawai atau sebesar 2,5%, sedangkan dari penilaian tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 0% maka dari pernyataan ini dapat dikatakan mempunyai penilaian yang cukup baik. Dengan rata rata penilaian yang cukup baik terhadap indikator kepemimpinan demokratis di kantor Dinas sosial.

Hasil analisis deskriptif tentang indikator demokratis dapat dilihat bahwa penilaian rata-rata responden paling tinggi yaitu: sebanyak 37,5% responden

memberikan penilaian sangat setuju, sebanyak 60% responden memberikan penilaian setuju, sebanyak 2,5% responden memberikan penilaian ragu-ragu, sebanyak 0% responden yang memberikan penilaian tidak setuju, sedangkan sebanyak 0% responden yang memberikan penilaian sangat tidak setuju.

Kepemimpinan di Kantor Dinas Sosial dalam menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap pegawainya menunjukkan bahwa memiliki penilaian sangat baik terhadap indikator demokratis yaitu dengan skor 88%

responden, penilaian tersebut diperoleh dari hasil analisis indikator demokratis, sebesar 37,5% responden sangat setuju dijumlah dengan sebesar 60% responden setuju. Namun dengan begitu masih ada beberapa responden yang memberikan penilaian sebesar 2,5% responden diperoleh dari penilaian 0% ragu-ragu dijumlah 0% responden tidak setuju.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut menununjukkan bahwa indikator demokratis berada pada tingkat penilaian sangat baik dengan perolehan hasil sebesar 92,5% tingkat penilaian tersebut dikatakan sangat baik dapat diketahui dari tabel 3.1 yaitu tabel kriteria jawaban responden yang ada pada bab 3 halaman 34. Dengan nilai skor 92,5% yang diperoleh bedasarkan demokratis, hal ini sesuai dengan kepemimpinan yang dijalankan pada Kantor Dinas sosial kabupaten kolaka selain kepemimpinan komunikatif dan kepemimpinan pembimbing, Kantor Dinas sosial kabupaten kolaka juga menerapkan demokratis yaitu memberikan wewenang kepada bawahan untuk mengambil keputusan.

Berdasarkan hasil analisis dari ketiga idikator variabel X yaitu, pembimbing, komunikatif, demokratis. Dapat disimpulkan bahwa kepemimpina

pembimbing merupakan kepemimpinan yang paling sering digunanakan atau diterapkan pada Kantor Dinas sosial di kabupaten kolaka, kepemimpinan pembimbing ini juga sering menjadi permasalahan yang di alami pada kantor dinas sosial, karena pengambilan keputusan yang diambil secara sepihak oleh pimpinan. Selain kepemimpinan pembimbing, Kantor dinas sosial juga menerapkan kepemimpinan komunikatif dan kepemimpinan demokratis untuk medengarkan dan menerima masukan-masukan bawahan, juga memberikan kebebasan bawahan untuk mengambil keputusan.

Berdasarkan hasil analisi data dari ketiga indikator variabel X “Pengaruh Kepemimpin dapat disimpulkan pada tabel 4.12 berikut:

Tabel 4.11 Tanggapan Responden pada Variabel X “Kepemimpinan”

Pernyataan

Jawaban Responden

Skor

SS S RR TS STS

Σ (%) Σ (%) Σ (%) Σ (%) Σ (%)

P1 10 25 17 42,5 12 30 1 2,5 - - 156

P2 24 60 15 37,5 1 2,5 - - - - 183

P3 15 37,5 25 62,5 - - - 175

P4 15 37,5 24 60 1 2,5 - - - - 174

P5 16 40 22 55 2 5 - - - - 174

P6 11 27,5 29 72,5 - - - 171

P7 16 40 23 57,5 1 2,5 - - - - 175

P8 14 35 25 62,5 1 2,5 - - - - 173

P9 15 37,5 24 60 1 2,5 - - - - 174

Total Skor 1.555 Rata-Rata 172,77 Sumber: Kuesioner penelitian 2019

Berdasarkan pada tabel diatas tanggapan responden tentang variabel X Kepemimpinan dengan total skor 1.555 atau dengan rata-rata skor 172,77 dari 9 item pernyataan yang di dapatkan pada ke tiga indikator. Adapun skor tertinggi

dari setiap item pernyataan diberi skor 5 dan skor terendah setiap item pernyataan diberi skor 1. Untuk mengetahui skor maximum variabel X Kepemimpinan adalah sebagai berikut:

Skor Maximum = Skor tertinggi item pernyataan x N x Item Pernyataan = 5 x 40 x 9

= 1.800

Berdasarkan dari hasil penelitian kepemimpinan dikantor dinas sosial kabupaten kolaka, diperoleh dari jumlah skor hasil perolehan dalam pengumpulan data kuesioner yang sebanyak 1.555 Maka tanggapan dari 40 responden terhadap kepemimpinan dikantor dinas pekerjaan umum yaitu:

a.

Dari hasil penelitian kepemimpinan yaitu 86,38% yang ditetapkan, hal ini secara kontinum dapat dibuat kategori sebagai berikut:

0 20 40 60 80 86,38 100

Tidak Baik Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik 0 360 720 1.080 1.440 1.800

SKB KB CB B SB 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑥𝑖𝑚𝑢𝑚𝑥 100% = 1.555

1.800𝑥 100% = 86,38%

Keterangan :

Sangat Baik (SB) = 5 = 5 x 40 x 9 = 1.800

Baik (B) = 4 = 4 x 40 x 9 = 1.440

Cukup Baik (CB) = 3 = 3 x 40 x 9 = 1.080 Kurang Baik (KB) = 2 = 2 x 40 x 9 = 720 Sangat Kurang Baik (SKB) = 1 = 1 x 40 x 9 = 360

Berdasarkan hasil penelitian dikantor Dinas sosial kabupaten kolaka mendapatkan hasil 86,38% yang menunjukkan bahwa pelaksanaan responden pada variabel X “kepemimpinan” berada pada penilaian baik.

Menurut pengamatan peneliti, hal tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan di Kantor Dinas sosial dalam menjalankan kepemimpinannya sudah termasuk baik dari perolehan nilai sebesar 86,38%.

Berdasarkan dari seluruh hasil yang telah dilakukan di atas maka dapat disimpulkan menunjukkan bahwa kepemimpinan di Dinas Sosial Kolaka tergolong kategori baik. Hal ini terlihat dari cara pimpinan berkomunikasi kepada para pegawai yang tergolong mudah untuk di pahami dan terkesan di lakukan dengan cara kekeluargaan sehingga dapat dijadikan teladan bagi para pegawai.

Dalam hal kemampuan memimpin terlihat dari pendelegasian wewenang yang dilakukan kepada bawahan selama ini tergolong baik dan terkoordinasi dengan baik pula. Sikap dalam mengambil keputusan tegas dan tetap melibatkan staf dalam hal mengambil keputusan, begitu juga dalam pelimpahan wewenang yang dilakukan selalu tepat dan sesuai dengan sasaran.

2. Kedisiplinan

Kedidiplinan adalah suatau kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian sikap yang menunjukkan nilai- nilai ketaatan, kepatuhan, keteraturan dan ketertiban. Tindakan yang memiliki sasaran yang baik atau positif

dengan cara bersifat mengarahkan, mengatur, mendidik serta mengoreksi, melainkan hal negatif dengan cara menjatuhkan pegawai atau bawahan yang disiplin dengan tujuan disiplin demi menjadi lebih baik pada efektifitas kerja dalam pergaulan sehari-hari. Hal tersebut dapat dilihat pengaruhnya dari hasil kuesioner peneliti pada Variabel Y “kedisiplinan” yaitu untuk mengukur sejauh mana peningkatan kedisiplinan pegawai di Kantor Dinas sosial kabupaten kolaka.

Dengan variabel kedisiplinan ini yang terkait dengan indikator yaitu:

a. Kedisiplinan ketepatan waktu.

b. Kedisiplinan pemanfaatan sarana.

c. Kedisiplinan tanggung jawab.

d. Kedisiplinan taat aturan.

Adapun indikator kedisiplinan yaitu sebagai berikut:

a. Ketepatan waktu

Menurut Soedjono (2002) ketika pegawai datang ke kantor dengan tepat waktu dan pulang kantor tepat waktu serta pegawai dapat besikap yang baik maka dapat dikatakan pegawai tersebut mempunyai kedisiplinan yang baik. Ketetapan waktu adalah perikatan yang hanya menangguhkan pelakasaanya ataupun menentukan lama waktu berlakuknya suatu perjanjian atau perikatan Meningkatkan ketepatan waktu adalah bagian dari indikator dalam variabel kedisiplinan kerja pegawai, maka dari itu untuk mengetahui indikator meningkatkan kedisiplinan pegawai dapat diukur melalui deskriptor dalam 2 (dua) pertanyaan/pernyataan yang peneliti buat didalam kuesioner peneliti pada variabel

Y “kedisiplinan Pegawai” untuk mendeskripsikan pernyataan dari 40 (empat puluh) responden tehadap peningkatan kedisiplinan pegawai.

indikator kedisiplinan ketepatan waktu dalam penelitian ini terkait yaitu:

a. Kemampuan datang dan pulang kantor sesuai waktu yang telah ditentukan, b. Kemauan untuk berperilaku baik dan benar,

dapat dilihat dalam pengolahan data pada tabel 4.13 yang telah disatukan dalam satu tabel sebagai berikut:

Tabel 4.12 Indikator Ketepatan Waktu Pernyataan SS

(%)

S (%)

KS (%)

TS (%)

STS (%)

JUMLAH (%) Kemampuan datang dan

pulang kantor sesuai waktu yang telah ditentukan,

32,5 57,5 10 - - 100

Kemauan untuk

berperilaku baik dan benar

35 65 - - - 100

Rata-Rata (%) 33,7 61,3 5 - - 100

Jumlah 13,48 24,52 2 - - 40

Sumber: Kuesioner Penelitian 2019

Berdasarkan dari tabel 4.13 maka indikator meningkatkan ketepatan dengan 2(dua) item pernyataan penilaian rata-rata dari 40 responden dengan table pernyataan pertama yaitu, Kemampuan datang dan pulang kantor sesuai waktu yang telah ditentukan dengan penilaian sangat setuju dari 13 orang pegawai nya sebesar 32,5%, penilaian setuju dari 23 orang pegawainya sebesar 57,5%, penilaian kurang setuju dari 4 oramg pegawainya sebesar10%, dan sedangkan dari penilaian tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 0%. Dengan penilaian ini dikatakan cukup baik. Dengan tabel pernyataan kedua yaitu, kemampuan untuk berperilaku baik dan benar dengan penilaian sangat setuju dari 14 orang pegawai atau sebesar 35%, penilaian setuju dari26 orang pegawai atau sebesar 65%, dan

sedangkan dari penilaian kurang setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju yaitu 0%

Terhadap indikator kedisiplinan ketepatan waktu pegawai di Kantor Dinas sosial kabupaten kolaka.

Hasil analisis deskriptif tentang indikator kedisiplinan pegawai dapat dilihat bahwa penilaian rata-rata responden paling tinggi adalah 61,3% responden memberikan penilaian setuju, sedangakan penilaian rata-rata responden paling terendah adalah 5% responden memberikan penilaian ragu-ragu dan penilaian tidak setuju. Indikator meningkatkan kedisiplinan pegawai di lingkungan Kantor Dinas sosial kabupaten kolaka menunjukkan bahwa memiliki penilaian sangat baik yaitu sebesar 97,5% responden, penilaian tersebut diperoleh dari hasil analisis indikator meningkatkan kedisiplinan pegawai sebesar 61,3% responden setuju dijumlah dengan 33,7% responden sangat setuju. Namun dengan begitu masih ada beberapa responden yang memberikan penilaian tidak baik sebesar 5%

responden yang diperoleh dari penilaian sebesar 5% responden ragu-ragu.

Hasil penelitian diatas merupakan hasil observasi peneliti dilapangan, bahwa kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas sosial pada indikator meningkatkan ketepatan waktu pegawai yaitu dengan melihat aktivitas yang dilakukan akan diselesaikan dengan baik, sehingga akan memberikan keuntungan pada kantor dan mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari responden hal tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian pada indikator kedisiplinan pegawai berada pada tingkat penilaian sangat baik dengan hasil sebesar 97,5% tingkat penilaian tersebut dikatakan sangat baik dapat diketahui dari tabel 3.1 yaitu tabel kriteria jawaban responden yang ada pada bab 3 halaman 34.

Hal ini juga dapat dibuktikan dari hasil observasi peneliti dilapangan bahwa motivasi yang dipeoleh di Kantor Dinas sosial kabupaten kolaka telah dimanfaatkan dengan baik sebagaimana pegawai Kantor Dinas sosial menjalankan tugas yang diberikan kepada pimpinan karena adanya kedisiplinan yang diberikan.

Sesuai dengan kuesioner dapat diketahui bahwa para pegawai di Kantor Dinas sosial senang menerima saran yang selalu diberikan kepada pimipinannya, berdasarkan tanggapan responden dari indikator ketepatan waktu pegawai dapat juga diketahui bahwa kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas sosial berada pada tingkat sangat baik, hal tersebut membuktikan bahwa dengan adanya kepemimpinan membuat kedisiplinan kerja pegawai meningkat meskipun belum seutuhnya.

a. Pemanfaatan sarana

Pemanfaatan sarana adalah proses dalam pendayagunaan berbagai fasilitas sarana yang dapat menunjang dan mempelancar jalannya kegiatan keberlangsungan hidup baik secara langsung mauoun tidak kangsung. pegawai yang berhati-hati menggunakan peralatan kantor demi menghindari terjadinya kerusakan alat kantor yaitu adalah cerminan atau pedoman bagi pegawai yang lainnya yang mempunyai sikap baik. Meningkatkan pemanfaatan sarana adalah bagian dari indikator dalam variabel kedisiplinan kerja pegawai, maka dari itu untuk mengetahui indikator meningkatkan pemanfaatan sarana dapat diukur melalui deskriptor dalam 2 (dua) pertanyaan/pernyataan yang peneliti buat didalam kuesioner peneliti pada variabel Y “kedisiplinan” untuk mendeskripsikan pernyataan dari 40 (empat puluh) responden terhadap indikator pemanfaatan sarana

Dokumen terkait