BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
Kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan MBS sekolah dasar di Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa, merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan dan tidak terpisahkan sesuai dengan konsep dan karakteristik MBS.
MBS yang mengetengahkan prinsip-prinsip yang demokratis, partispatif, dan akuntabilitas pada hakekatnya merupakan desentralisasi kewenangan yang lebih besar dalam mengelolah sekolahnya, sehingga sekolah lebih mandiri, lebih berdaya dalam mengembangkan program yang disesuaikan dengan potensi yang dimilikinya. Berdasarkan pengamatan peneliti, bahwa para kepala sekolah dasar di kecamatan Manuju, dalam menerapkan kepemimpinan dalam pekerjaan dengan
kewenangan kepada bawahannya sesuai dengan job description. Dalam proses pembuatan keputusan dan penetapan kebijakan cenderung bersifat botton up dan melalui tahapan-tahapan musyawarah dan rapat, pola komunikasi bercorak terbuka dan berlangsung timbal balik sesuai dengan norma yang telah disepakai bersama, Peranan kepala sekolah dalam memberikan motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan dan administratif sangat penting sehingga mereka bersemangat dan bergairah dalam menjalankan tugasnya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Konsep MBS diharapkan dapat menciptakan pemimpin yang dapat memimpin, membimbing, mengontrol perilaku dan perasaan orang lain di bawah kepengawasannya, dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin (leadership) di sekolah. Kepala sekolah merupakan guru yang memiliki kompetensi tinggi dan diberi tanggung jawab sebagai pemimpin di satuan pendidikan tertentu. Pada tanggungjawab seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah melekat keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin kependidikan seperti dikemukakan oleh Tim Dosen AP UPI Bandung (2012:125).
Keterampilan-keterampilan tersebut adalah: 1) keterampilan dalam memimpin, 2) keterampilan dalam hubungan insani, 3) keterampilan dalam proses kelompok, 4) keterampilan dalam administrasi personil, dan 5) keterampilan dalam menilai.
Pada akhirnya dalam diri seorang pemimpin melekat tuntutan kompetensi- kompetensi yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
supervisi, kompetensi manejerial, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian.
Peneliti melihat bahwa para kepala sekolah dasar di Kecamatan Manuju telah memiliki keterampilan seperti yang disebutkan di atas. Keterampilan dalam memimpin tampak dalam pertemuan-pertemuan rutin yang dilaksanakan di berbagai kesempatan baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi kegiatan. Membagi dan menyerahkan tanggungjawab juga dilakukan dalam berbagai kegiatan dan kesempatan, misalnya dalam rapat pembagian tugas mengajar. Pemberdayaan guru, tata usaha sekolah secara maksimal sesuai dengan bidang yang ditangani (kesiswaan, sarana prasarana, kurikulum, dan hubungan masyarakat) bukti bahwa pekerjaan tidak ditangani sendiri. Keterampilan dalam hubungan insani yang ada dalam diri kepala sekolah terungkap dalam sikap saling menghargai. Sikap penghargaan ditunjukkan oleh kepala sekolah dengan perlakuan yang wajar dan penuh sikap hormat kepada bawahan. Pada waktu- waktu tertentu bahkan setiap hari beliau menyempatkan diri untuk bergabung bersama-sama guru di ruang guru atau dengan staf tata usaha di tata usaha..
Kesempatan itu digunakan untuk sekedar menyapa, minum atau baca koran bersama. Ada keakraban dalam kekerabatan yang dibangun oleh kepala sekolah.
Beliau meupakan pribadi yang luwes, ini berarti kepala sekolah telah melaksanakan peran dan fungsinya sebagai educator, leader dan motivator.
Untuk mengimplementasikan MBS secara efektif dan efisien, kepala sekolah perlu memiliki pengetahuan kepemimpinan, perencanaan, dan pandangan yang luas tentang sekolah dan pendidikan. Wibawa kepala sekolah harus
disiplin kerja, keteladanan, dan hubungan manusiawi sebagai model perwujudan iklim kerja yang kondusif. Lebih lanjut kepala sekolah dituntut untuk melakukan supervisi kelas, membina, dan memberikan saran-saran positif kepada guru.
(Mulyasa, 2004:57).
Tuntutan kemandirian dalam pengelolaan sekolah merupakan tuntutan yang mendesak untuk dilakukan. Kemandirian pengelolaannya bagi peneliti merupakan indicator tersendiri dari keberhasilan pelaksanaan MBS. Prinsip pengelolaan murni dan otonom tanpa ketergantungan sama sekali merupakan suatu kemustahilan. Sekolah dasar di Kecamatan Manuju dalam beberapa hal masih bergantung kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tidak dipungkiri sama sekali ketergantungan itu menjadi semakin kuat manakala kepemimpinan tidak terlaksana dengan baik. Sehingga peneliti menganggap bahwa implementasi MBS di Kecamatan Manuju sudah sesuai dengan konsep/karakteristik MBS.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Kecamatan Manuju Kab. Gowa dapat dikemukakan sebagai berikut :
A. Kesimpulan
1. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah yang meliputi; Kepala sekolah sebagai :
a. Edukator, yaitu kepala sekolah telah dan sedang, dan terus melakukan bimbingan, pengarahan kepada guru dan siswa dalam melaksanakan tugas atau kewajibannya, serta selalu berusaha mengembangkan profesionalisme pendidik dan menjadi tauladan yang baik dalam berbagai hal.
b. Leader, yaitu kepala sekolah menampilkan pribadinya sebagai seorang pemimpin, memiliki visi dan misi, mampu berkomunikasi dan mengambil keputusan.
c. Motivator, yaitu kepala sekolah sering memberikan motivasi baik berupa dalam bentuk fisik maupun psikis.
2. Penerapan MBS di Sekolah Dasar Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa kepala sekolah dalam berbagai hal membangun komitmen bersama yaitu Kekompakan, Kebersamaan dan Kekeluargaan (3 K) terhadap sasaran organisasi dan memberikan kewenangan berupa kepercayaan kepada para pengikutnya yaitu guru, staf dan karyawan untuk mencapai sasaran.
kesadaran bersama hal ini sejalan dengan karakteristik MBS dimana kewenangan sekolah dalam pengelolaan sangat luas, juga adanya partisipasi aktif dari stakeholder. Namun tidak dipungkiri bahwa prinsip pengelolaan murni dan otonom tanpa ketergantungan sama sekali dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah merupakan hal suatu kemustahilan apalagi jika kepemimpinan kepala sekolah tidak terlaksana dengan baik.
B. Saran-Saran
1. Kepada para kepala sekolah dasar di Kecamatan Manuju Kab. Gowa ,pada umumnya dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk terus mengembangkan lembaga yang dipimpinnya. Disarankan agar prestasi yang sudah dicapai sekarang ini dapat didesiminasikan kepada sekolah lain, sehingga kehadiran sekolah dasar ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan lingkungan di sekitarnya.
2. Kepada para kepala sekolah, disarankan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu pedoman dalam memimpin sekolahnya. Perlu kiranya dikembangkan MBS yang sehat sesuai dengan tujuan diterapkannya MBS serta karakteristik MBS.
3. Kepada birokrasi disarankan agar selalu memantau kinerja kepala sekolah serta perkembangan penerapan MBS di wilayahnya karena pada dasarnya dewan pendidik (kepala sekolah, guru) memiliki potensi yang cukup tinggi untuk berkreasi dan meningkatkan kinerja , namun banyak factor yang menghambat mereka dalam mengembangkan berbagai potensinya secara optimal. Oleh karena itu sangat dirasakan perlunya pembinaan yang kontinu dan berkesinambungan dengan program yang terarah dan sistematis terhadap para guru dan personil pendidikan lain di sekolah.
Anwar. 2003. Perilaku dalam Pencapaian Tujuan Organisasi. Bulan Bintang:
Jakarta.
Arcaro. 2006. Transformasi Sekolah Bermutu Terpadu. P T Sarana Panca Karya:
Bandung.
Budiningsih. 2004. (Tesis) Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.
Depdiknas. 2007. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum: Jakarta.
Dharma. 2000. Kepemimpinan adalah Proses Mempengaruhi Kegiatan. Gema Media: Jakarta.
Ditjen Kelembagaan Agama Islam, 2004. Buku Pedoman MBS. Balitbang:
Jakarta.
Djatmiko. 2002. Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan. AV Publisher:
Jakarta.
Fachruddin,JS,Pareke, 2004, Jurnal Kepemimpinan Transformasional dan Prilaku Kerja bawahan.
Hamalik, Oemar, 1991. Manajemen dan Organisasi, Gramedia; Jakarta.
Handoko,T.Hani, 1999. Manajemen edisi 2 BPPE,Pustaka Karya; Jakarta.
Marjohan, 2007. Artikel Tanggung jawab Kepala Sekolah atas Mutu Pendidikan, www.edu-artcies-com.
MBE, 2007. Jurnal Peran Kepala Sekolah dan Komite Sekolah. http://
Imberproject.net/mbe 59.html.
Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja.
Mulyasa, Emco, 2002. Manajemen Berbasis Sekolah tentang Konsep, Strategi, dan Implementasi, PT. Remaja Rosdakarya Bandung.
Mulyasa, Emco, 2004. Manajemen Berbasis Sekolah. Rosadakarya : Bandung.
Mulyasa, Emco, 2011. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara.
and associatis.
Nurkolis, 2005, Manajemen Berbasis Sekolah, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia; Jakarta.
Pareka, Fachruddin,JS, 2004, Jurnal Kepemimpinan Transformasional dan Prilaku Kerja Bawahan.
Pawar dan Eastman, 1997. Penelitian tentang Kepemimpinan Transformasional.
Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007 tentang Kompetensi Kepala Sekolah.
Pidarta, 1988, Hambatan-hambatan dalam pengembangan pendidikan Kencana Predana Media Group; Jakarta.
PP Nomor 33 Tahun 2004 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom.
Rohiat, 2010. Manajemen Sekolah tentang Teori Dasar dan Praktek. PT Reftika Aditama : Bandung.
Santoso, Thomas B. 2001. Jurnal Manajemen Sekolah di Masa Kini.
Setznick, 1982, Organization Structure and Process.
Siagian, Sondang P. 1994. Manajemen Strategik. Bumi Aksara : Bandung.
Stoner, James A.F. 1982. Management.sixth edition. Mc. Graw-Hill Book Company: New York.
Sudaryanto, 2005. (Tesis) Pengaruh Pola Kepemimpinan terhadap Kinerja guru dalam Kerangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sugiyono, 2003. Indikator Kinerja. PT. Gramedia; Jakarta.
Sugiyono, 2009. Memahami Penelitian kualitatif . Bandung : Alfabeta.
Sujoko, 2006. (Tesis) Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Lingkungan kerja dalam Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Kinerja SMU Negeri 5 Sukoharjo.
Suryadi, 2009. Manajemen Mutu Berbasis Sekolah tentang Konsep dan Aplikasi, PT. Sarana Panca Karya Nusa.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2012. Manajemen Pendidikan. Alfabeta : Bandung.