• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Kemudian Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) melaksanakan akad murabahah dengan kostumer untuk kesepakatan harga.dalam kesepakatan harga tersebut membahas harga perolehan, marjin keuntungan yang di dalamnya termasuk biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh pihak Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) selama mengadakan barang pesanan.

Bila pembiayaan murabahah digunakan dalam modal kerja maka kostumer sebagai pemohon supaya menyusun proposal permohonan terkait usahanya.

Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) juga melakukan survei kondisi layak atau tidak.setelah disetujui maka dilaksanakan akad murabahah untuk membuat kesepakatan harga .

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatangan perjanjian pembiayaan baik pembiayaan murabahah produktif maupun komsumtif. Setelah sepakat maka terjadi serah terima barang antara Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) dengan kostumer. Selanjutnya kostumer melakukan pembayaran secara berangsur yang telah mewajibkannya sampai lunas sesuai jangka waktu yang di tentukan. Bila kostumer telah menyelesaikan kewajibannya maka barang tersebut sepenuhnya sudah milik kostumer.

pinjaman pokok yang diterima pemberi pinjaman dari peminjam sebagai imbalan karena menangguhkan atau pisah dari sebagian modalnya selama periode tertentu.(Zulkarnain Lubis.2021)

Riba terbagi menjadi beberapa macam, yaitu Riba Nasi’ah, Riba Yadh, riba Qardhi dan Riba Fadhal.

1. Riba Nasi’ah adalah tambahan yang diambil kepada penundaan Pembayaran utang untuk dibayarkan pada tempo yang baru, sama saja apakah tambahan itu merupakan transaksi atas keterlambatan pembayaran hutang, atau sebagai tambahan yang baru.

2. Riba Yadh adalah jual beli yang dilakukan seseorang sebelum menerima barang yang dibelinya dari sipenjual dan tidak boleh menjualnya lagi kepada siapapun, sebab barang yang dibeli belum diteriima dan masih dalam ikatan jual beli yang pertama dengan kata lain, kedua belah pihak yang melakukan penukaran uang atau barang telah berpisah dari tempat akad sebelum diadakan serah terima.

3. Riba Qardhi adalah meminjam uang kepada seseorang dengan syarat ada kelebihan atau keuntungan yang harus diberikan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman.

4. Riba Fadhal adalah riba yang diambil dari kelebihan penukaran barang yang sejenis yang barangnya sama, tetapi jumlahnya berbeda.

Pendapat ulama terhadap riba dan bunga bank menunjukkan bahwa persoalan riba sebenarnya sangat terkait dengan masalah uang. Evolusi Konsep riba ke bunga tidak lepas dari perkembangan lembaga keuangan. Lembaga keuangan timbul karena kebutuhan modal untuk membiayai industri dan

perdagangan. Untuk itu, perlu dicermati secara mendalam persoalan riba terkait dengan masalah keuangan Islam. (Dudi Badruzaman.2019)

Gharar secara etimologi berarti resiko atau bahaya. Asal kata Gharar dari bahasa Arab yaitu Gharar, taghrir atau yaghara yang berarti menipu orang dan membuat orang tertarik untuk berbuat kebatilan, salah satu bentuk Gharar ialah menukarkan sesuatu benda dengan pihak lain dengan adanya unsur yang tidak diketahui atau tersembunyi untuk tujuan yang merugikan atau membahayakan.

Gharar yaitu ketidakpastian dalam transaksi yang diakibatkan dari tidak terpenuhinya ketentuan syariah dalam transaksi tersebut. ( Hadist Shohih,Rof’ah Setyowati ,2021).

Denda adalah keterlambatan utang mempunyai kaitan mendasar tentang aturan utang piutang dalam islam.Oleh karena itu keterlambatan pembayaran utang terkait erat dengan teori riba, kerena apapun nama riba yang diterapkan oleh manusia jika substansinya sama dengan riba maka ia akan tetap dianggap sebagai perbuatan riba. Pada dasarnya, jika pihak kreditur menerapkan suatu denda kepada debitur, hal ini dapat disamakan dengan riba jahiliyah pada hakikatnya adalah tambahan utang /denda utang. (A. Rizal Fahlefi, 2020)

Sita dapat terjadi apabila suatu barang sengketa merupakan barang yang sebelumnya sudah diletakkan sita jaminan, atau barang yang diagunkan dan memiliki hak tanggungan.pada suatu saat pasti akan dilakukan pelelangan oleh pihak bank atau pihak ketiga lainnya sebab debitur tidak dapat memenuhi prestasinya untuk melunasi hutang. (Iin Winarni, Harjono.2021)

a. Pengakuan dan Pengukuran Murabahah

1. Pada perolehan, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya perolehan.

2. Diskon pembelian aset murabahah diakui sebagai:

• Pengurangan biaya perolehan aset murabahah, jika terjadi sebelum akad murabahah

• Kewajiban kepada pembeli, jika terjadi setelah akad

murabahah dan sesuai dengan akad yang disepakati menjadi hak pembeli.

3. Kewajiban penjual kepada pembeli atas pengembalian akan tereliminasi pada saat:

• Dilakukan pembayaran kepada pembeli sebesar jumlah potongan setelah dikurangi dengan biaya pembelian atau c. Dipindahkan sebagai dana kebajikan jika pembeli sudah tidak dapat

dijangkau oleh penjual.

4. Pada saat akad murabahah , piutang murabahah diakui sebesar biaya perolehan aset murabahah ditambah keuntungan yang disepakati . Pada akhir periode pelaporan keuangan. Piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Yaitu saldo piutang dikurangi penyisihan kerugian piutang.

5. Denda dikenakan jika pembeli lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai dengan akad dan denda yang diterima diakui sebagai bagian dana kebijakan.

6. Pengakuan dan pengukuran uang muka adalah sebagai berikut:

a. Uang muka diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima.

b. Jika barang jadi dibeli oleh pembeli, maka uang muka dikembalikan kepada pembeli kepada pembeli setelah dipertimbangkan dengan biaya-biaya dikeluarkan oleh penjual.

c. Jika barang batal dibeli oleh pembeli. Maka uang muka dikembalikan kepada pembeli setelah dipertimbangkan dengan biaya-biaya dikeluarkan oleh penjual.

b. Penyajian Transaksi Murabahah

1. Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan kerugian piutang.

2. Margin murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (Contra account ) piutang murabahah.

c.Pengungkapan Transaksi Murabahah

1. Penjual mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah ,tetapi tidak terbatas pada:

a. Harga perolehan aset murabahah

b. Janji pemesan dalam murabahah berdasarkan pesanan sebagai kewajiban atau bukan dan dari transaksi murabahah.

Tabel 4.3

Kesesuaian Perlakuan Akuntansi Murabahah Pengkreditan Syariah Makassar

No

Penerapan Pada Pengkreditan Syariah Makassar

PSAK 102 Kesesuaian dengan PSAK 1. Aset Murabahah (pihak PSM Aset Murabahah Belum sesuai

sebagai lembaga keuangan

syariah memberikan

pembiayaan aset jual beli semua biaya yang timbul tidak masuk dalam akad. Sehingga pihak PSM hal ini tidak berpengaruh terhadap pencatatan, Ini artinya aset tidak diakui sebagai persediaan sebesar nilai perolehan).

diakui sebagai persediaan besaran perolehan

dengan PSAK 102 karena Pengkreditan Syariah tidak menerapkan .

2. Piutang Murabahah ( Biaya piutang murabahah dalam Pengkreditan Syariah Makassar harus dari awal disepakati jual beli di PSM dengan harga barang Rp. 3.000.000 dengan angsuran 3 bulan 10%

walaupun PSM sudah membeli barangnya dan kostumer membatalkan akadnya itu tidak mengapa itu lumrah).

Piutang

murabahah diakui sebesar biaya perolehan aset

Sudah sesuai dengan PSAK 102.

3. Diskon Pembelian Barang (pihak Pengkreditan Syariah Makassar memberikan penjelasan bahwa jika barang

Diskon pembelian aset murabahah diakui saat pengurangan

Belum sesuai dengan PSAK 102 karena Pengkreditan

yang dibeli langsung oleh pihak PSM dari pihak pemasok ada diskon , aset diskon itu sebagai harga perolehan untuk pembelian barang).

biaya, kewajiban kepada pembeli dan pendapatan operasional lainnya.

Syariah tidak menerapkan

4. Uang Muka (PSM menjelaskan bahwa PSM tidak melakukan pencatatan apapun terkait uang muka karena langsung menjadi pengurang harga perolehan barang atau pengurang biaya yang di keluarkan oleh pihak PSM).

Uang muka diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah barang diterima.

Sudah sesuai dengan PSAK 102.

5. Margin Murabahah ( Margin dalam Pengkreditan Syariah Murabahah hasil dari penjualan barang secara angsuran akan dibagi dalam setahun dengan sistem bagi hasil 50%

keuntungan hak pengelola dan 50% hak investor (pemegang saham) dan besaran keuntungan berkisaran 20 %).

Margin murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang piutang murabahah

Sudah sesuai dengan PSAK 102.

6. Potongan Pelunasan Piutang (tidak ada potongan dalam

Potongan pelunasan

Belum sesuai dengan PSAK

pembiayaan ,karena sudah ditentukan padda saat akad disepakati).

piutang dilakukan pada saat

pembeli

membayar tepat waktu.

102 karena Pengkreditan Syariah tidak menerapkan

7. Potongan Pelunasan Angsuran (pembiayaan murabahah pada Pengkreditan Syariah Makassar tidak ada walaupun pembayarannya tepat waktu harga perolehan tetap sama, karena akad telah ditentukan pada saat akad disepakati).

Potongan angsuran murabahah diberikan setelah pelunasan

Belum sesuai dengan PSAK 102 karena Pengkreditan Syariah tidak menerapkan

8. Denda (dalam Pengkreditan Syariah Makassar tidak ada apabila pembayaran tidak tepat waktu akan di diingatkan dan di musyawarahkan apa saja kendala kostumer, jika tidak sanggup untuk melanjutkan pembiayaan maka ada penjamin ,jika tidak sanggup maka barang tersebut akan di jual kembali untuk membayar utang yang tersisa).

Denda dikenakan jika pembeli lalali dalam

kewajibannya.

Belum sesuai dengan PSAK 102 karena Pengkreditan Syariah tidak menerapkan

Berdasarkan tabel diatas, Praktik Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) dalam pembiayaan murabahah ,aset tidak diakui sebesar nilai perolehan . Ini dikarenakan pihak PSM sebagai lembaga keuangan syariah memberikan pembiayaan aset jual beli semua biaya yang timbul tidak masuk dalam akad.

Sehingga pihak PSM hal ini tidak berpengaruh terhadap pencatatan, Ini artinya aset tidak diakui sebagai persediaan sebesar nilai perolehan, maka perlakuan pihak PSM tersebut belum sesuai dengan PSAK No.102.

Selanjutnya, pengakuan piutang murabahah dilakukan pada saat akad murabahah yaitu pihak PSM memberikan barang kepada kostumer.

Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) melakukan pencatatan piutang murabahah sebesar kas yang telah dibelanjakan oleh kostumer ditambah keuntungan/margin yang telah disepakati. Saat uang muka diterima oleh pihak PSM , PSM tidak melakukan pencatatan apapun terkait uang muka krena langsung menjadi pengurang harga perolehan atau pengurang harga biaya yang dikeluarkan oleh pihak PSM dan diperhitungkan saat akad murabahah.

Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) belum menerapakan pencatatan akuntansi uang muka berdasarkan PSAK No. 102.

Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) tidak memperlakukan diskon pembelian, sebagai lembaga keuangan syariah PSM dalam bertransaksi pihak kostumer dan lembaga sama tahu harga barang tersebut. Jika ada diskon dari tempat pemasok barang maka akan disampaikan sebagai harga perolehan untuk pembelian barang yang dimana itu sudah termasuk harga jual. Diskon di PSM tidak ada tapi pyur jual sesuai dengan harga perolehan .

Kostumer yang melakukan kelalaian dalam melaksanakan kewajibannya maka kostumer tersebut akan diberi peringatan oleh pihak PSM, dan mencari tahu apa saja kendala dan bisa merekap penjamin yang bisa bayarkan jika tidak sanggup barang tersebut akan dijualkan kembali. Dalam perlakuan akuntansi murabahah terkait denda Pengkreditan Syariah Makassar belum sesuai dengan PSAK No .102.

Pengkreditan Syariah Makassar Menggunakan akad jual beli murabahah, pihak-pihak yang melakukan akad hanya ada penjual dan pembeli, tidak ada bunga, yang ada hanya margin karena menggunakan skema jual beli, tidak dikenakan denda keterlambatan,tidak ada asuransi dan sita bisa dilakukan musyawarah untuk penyelesaiannya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis menyimpulkan bahwa Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) belum sesuai dengan PSAK No. 102 karena potongan angsuran murabahah tidak diterapkan di dalam lembaga tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Luluk Ernawati 2020 pada tahun 2020 yang berjudul Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan PSAK 102 (Studi Kasus BMT Maslahah Cabang Pembantu Diwek) memiliki kesamaan dengan hasil penelitian penulis dimana pengukuran dan penyajian belum sesuai dengan PSAK No. 102.

Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Zezi Nanda Oktafiya dan Chaidir Iswanaji pada tahun 2020 yang berjudul Menyimbak Penerapan PSAK 102 Atas Prosedur Akad Murabahah (Studi Kasus Pada KSPPS BMT Arma Magelang) dengan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perlakuan akuntansi terhadap pembiayaan murabahah yang dilakukan pada BMT Arma sudah sesuai dengan

prisnsip akuntansi yaitu PSAK 102.

54 A. Kesimpulan

Berdasarkaan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh peneliti pada perlakuan akuntansi murabahah yang diterapkan oleh Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) dalam skripsi ini maka peneliti dapat manyimpulkan hal-hai sebagai berikut:

Perlakuan Akuntansi Murabahah yang dilakukan oleh Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) dalam pengakuan, pengukuran, penyajian, serta pengungkapan sebagian besar sesuai dengan PSAK Nomor 102 terdapat Piutang Murabahah, Uang Muka, dan Margin Murabahah . Sedangkan yang belum sesuai dengan PSAK 102 terdapat Aset Murabahah, Diskon Pembelian Barang, Potongan Pelunasan Piutang, Potongan Pelunasan Angsuran dan Denda pembiayaan.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka dari itu penulis memberi sedikit masukan untuk dijadikan bahan acuan dan evaluasi baik dari kelembagaan maupun akademik.

1. Bagi pengkreditan Syariah Makassar (PSM)

Penulis berharap untuk kinerja dari pihak Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) lebih ditingkatkan dan pengelolaannya lebih teliti lagi agar supaya target yang dicapai bisa sesuai dengan program-program yang direncanakan, karena selama ini sudah memberikan kinerja dan pengelolaan dana yang sangat baik.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penulis berharap agar penelitian ini bisa berbagi manfaat, ilmu dan juga wawasan dalam lingkup Pembiaayan secara Syari dikalangan ummat.

56

Adiwarman, A. K. (2014). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan (4th ed.).

Raja Grafindo Persada.

Akhmad, B. M. (2020). Analisis Penerapan PSAK NO. 102 Tentang Akuntansi Murabahah Pada Pembiayaan Murabahah Di KSPPS Tunas Artha Mandiri Cabang Malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 8(2).

Alimi, R. F. (2021). Pelaksanaan Denda Atas Nasabah Mampu Penunda Pembayaran Utang Di Lembaga Keuangan Syariah. Tsaqafah Jurnal Peradaban Islam. 16(1). 51-72.

Amini, N., & Wirman. (2021). Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Dan Musyarakah Terhadap Profitabiltas Return on Assets Pada Bank Syariah Mandiri. JIMEA| Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, Dan Akuntansi), 5(2), 50–63. www.syariahmandiri.co.id.

Arifianto, T., & Apollo. (2020). Pengaruh Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah Pembiayaan Musyarakah Dan Pembiayaan Murabahah Terhadap Profitabilitas. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 1(4), 385-391.

https://doi.org/10.31933/jimt.v1i4.190.

Anugrah, Y. D. Y. (2020). Analisis Konsep Penerapan Pembiayaan Murabahah pada Perbankan Syariah. Muhasabatuna: Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Islam, 1(2), 1–12.

Badruzaman, D. (2019). Riba Dalam Perspektif Hukum Islam. 1(2).

[email protected].

DSN-MUI. (2000). Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah. Dsn Mui, 1(1), 2–4.

Ernawati, L. (2020). Analisis Penerapan Akuntansi Murabahah Berdasarkan PSAK 102 (Studi Kasus BMT Maslahah Cabang Pembantu Diwek). JFAS: Journal of Finance and Accounting Studies, 2(2), 76-89.

Ernomo, M. (2013). Analisis Metode Pengakuan Keuntungan Pembiayaan

Murabahah Pada PT. Bank Syariah Mandiri.

http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/23846

IAI, P. (2013). Pernyataan standar Akuntansi Keuangan No. 102 Tentang Auntansi Murabahah. Ikatan kauntansi Indonesia Graha Akuntan.

Ilyas, R. (2020). Akuntansi Syariah Sebagai Sistem Informasi. JAS (Jurnal Akuntansi Syariah), 4(2), 209-221. https;//doi.org/10.46367/jas.v4i2.254 Irawan, M. (2018). Politik Hukum Ekonomi Syariah Dalam Perkembangan

Lembaga Keuangan Indonesia. https:doi.org/10.18196/jmh.2018.0097.10- 21.

Kasmir. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Raja Grafindo Persada.

Lubis, Z. (2021). Riba Dalam Kehidupan Ekonomi Ummat, 5(1),2721- 2297.http://uia.e-journal.id/alarbah/1544/

Manullang, M. (2001). Manjemen Sumber Daya Manusia. BPFE.

Muhammad. (2005). Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Unit Penerbit dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.

Nasution, S. F. (2021). Pembiayaan Murabahah Pada Perbankan Syariah di Indonesia. Industry and Higher Education, 3(1), 1689–1699.

http://journal.unilak.ac.id/index.php/JIEB/article/view/3845%0Ahttp://dspace.

uc.ac.id/handle/123456789/1288

Nurhayati, Sri, & Wasilah. (2017). Akuntansi Syariah di Indonesia. Salemba Empat.

Oktafiya, Z. N., & Iswanaji, C. (2020). Menyibak Penerapan PSAK 102 Atas Prosedur Akad Murabahah. JAS (Jurnal Akuntansi Syariah), 4(2), 154- 161.

Permono, B. (2020). Analisis Penerapan PSAK 102 Revis 2013 Tentang Akuntansi Murabahah Pada Produk Pembiayaan Murabahah Di BMT La Tahzan Indonesia (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Pradana, A. W. S., H. (2019). Implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Atas Transaksi Murabahah (Studi Kasus Pada Bank Syariah Indonesia).

Putra, P., & Hasanah, M. (2018). Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah, Murabahah, Dan Ijarah Terhadap Profitabilitas 4 Bank Umum Syariah Periode 2013-2016. Jurnal Organisasi Dan

Manajemen, 14(2), 140-150.

https://doi.org/10.33830/jom.v14i2.159.2018

Rossalina, R. S., & Hassan, M. (2017). Analisis Pengaruh Biaya Operasional Volume Pembiayaan Murabahah Dan Bagi Hasil, DPK Terhadap Margin Pembiayaan Murabahah Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Tahun 2010-2014.

Salman, K. R. (2017). Akuntansi Perbankan Syariah: Berbasis PSAK (2nd ed.).

Indeks Jakarta.

Siahaan, L. J. (2020). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Dalam Memilih Konsentrasi Akuntansi Syariah Di Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).

Shohih, H.,S. R.( 2021).Perspektif Hukum Islam Mengenai Praktik Gharar Dalam Transaksi Perbankan Syariah. Dialogia luridica Jurnal Hukum Bisnis dan Investasi, 12(2), 069-082.

Soemitra, A. (2017). Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Kencana.

Sriyono, J. (2021). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan PSAK 102 Tentang Pembiayaan Murabahah Pada Koperasi Pamandiri Tahun Buku 2020 (Doctoral dissertation, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia).

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.

Susilowati, D., & Sofi’i, I. (2018). Analisis Penerapan PSAK 102 Untuk Akad Murabahah Dalam Pembiayaan Kepemilikan Rumah pada PT. Bank BJB

Syariah KCP Tangerang.

http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/SNU/article/viewFile/956/787 Suwarni, N. (2021). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan Psak

102 Pada Akad Murabahah (Studi Kasus Pada BMT Al-Ishlah Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon) (Doctoral dissertation, IAIN Syekh Nurjati Cirebon).

Syauqoti, R., & Ghozali, M. (2018). Analisis Sistem Lembaga Keuangan Syariah dan Lembaga Keuangan Konvensional. Iqtishoduna, 14(1), 15–30.

Tamaria, F. (2019). Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan PSAK 102 Tentang Pembiayaan Murabahah Pada PT. BPRS Amanah Bangsa Tapian Dolok Kota Pematang Siantar. Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 5(2), 320–349. http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/9576

Winarni, I.,H. (2021). Studi Kajian Tentang Pelaksanaan Sita Persamaan (Vergelijkende Beslag) Dalam Perkara Perdata (Studi Kasus Putusan Nomor 9/Pdt.G/2016/PN.Cms). 9(1). email:[email protected].

Wiroso. (2005). Jual Beli Murabahah. UII Press.

L

A

M

P

I

R

A

N

LAMPIRAN 1 Gambar Surat Balasan

LAMPIRAN 2

Daftar Wawancara

No Pertanyaan Jawaban

1. Pengakuan dan Pengukuran

1). Bagaimana pengakuan aset murabahah PSM diakui sebagai biaya perolehan?

2). Bagaimna pengukuran aset murabahah dalam PSM?

3). Jika pada saat pembelian aset apakah ada pengakuan diskon?

Sebagai lembaga keuangan syariah yang berfungsi untuk

memberikan pembiayaan , aset jual beli/ biaya yang timbul, semua biaya itu tidak masuk ke dalam akad,biasanya

membebankan ke kostumer misalnya ongkos kirim .biayanya dibebankan tapi tidak di masukkan kedalam akad jual beli itu.

Untuk standarisasi harga di PSM murabahah

adalah modal

transparansi harga termasuk dari harga pesanan saja, misal pembelian kompor Rp.

300.000 dimana tidak ada penambahan harga, denda dan sita.

Sebagai lembaga keuangan syariah PSM dalam transaksi Murabahah pihak kostumer dan penjual sama tahu harganya.

Apabila ada diskon akan disampaikan diskon itu sebagai harga perolehan untuk pembelian barang.

Misalnya pengakuan diskon berapa harga

4). Apakah ada denda jika pembeli lalai membayar kewajibannya

yang diperoleh dari barang itu, yang sudah termasuk harga jual, potongan dan total dari akad tersebut di akadkan. Diskon di PSM tidak ada tapi pyur jual sesuai harga yang sudah

dipotong harga

perolehan itu adalah harga modal dari PSM.

Tidak ada denda tapi diingatkan apa saja kendalanya, jadi yang bisa di rekap ada penjamin yang bisa bayarkan jika tidak sanggup barang tersebut di jual kembali.

2. Penyajian

1). Apakah piutang murabahah diakui jika aset ditambah dengan keuntungan yang disepakati?

2). Apa saja keuntungan murabahah dalam PSM ?

Biaya piutang

murabahah harus dari awal disepakati jual beli di PSM dengan harga barang Rp. 3.000.000 dengan angsuran 3 bulan 2% walaupun PSM sudah membeli

barangnya dan kostumer membatalkan akad nya itu lumrah.

Keuntungannya meningkatkan

presentase keuntungan dari harga jual misal 3 bulan sekian persen, karena itu ada penyusutan mata uang.

3). Apakah ada potongan pelunasan piutang jika pembeli membayar tepat waktu atau lebih cepat dari jatuh tempo ?

Di PSM tidak ada namanya potongan

walau pun

pembayarannya tidak tepat waktu harganya tetap sama. Karena akad sudah di tentukan pada saat akad disepakati.

Apabila pembayarannya tidak tepat waktu maka bisa di musyawarahkan apa sja kendala kostumer, jika tidak sanggup lagi membayar maka barang tersebut akan di jual kembali untuk membayar utang yang tersisa.

3. Pengungkapan

1). Apakah saat barang jadi di beli, lembaga mengakui uang muka sebagai pembayaran piutang?

2). Apakah pencatatan di Pengkreditan Syariah Makassar (PSM) sesuai dengan PSAK 102?

3). Apa alasan anda sehingga tertarik untuk menjadi kostumer pada Pengkreditan Syariah Makassar (PSM)?

Uang muka itu tanda jadi dari akad, tetapi tidak termasuk dalam angsuran. Total harga (angsuran + biaya DP) Misalkan DP 20% dari harga barang dan setelah bulan depan biaya angsuran .

Belum, pencatatan di lembaga kami belum sesuai dengan PSAK No.102.

Alasan saya tertarik untuk bergabung pada PSM ialah dengan sistem pembiayaannya dilakukan dengan cara syari,dimana tidak terdapat bunga dan riba.

4). Sudah berapa lama anda menjadi kostumer pada Pengkreditan Syariah Makassar (PSM)?

Saya bergabung pada Pengkreditan Syariah Makassar Semenjak tahun 2020.

5). Apakah pelayanan pada PSM sangat membantu anda?

Pengkreditan Syariah Makassar sangat

membantu bagi

masyarakat terutama untuk saya sendiri

karena dapat

meringankan beban masyarakat untuk memperoleh suatu barang dengan cara pembayaran secara angsuran.

LAMPIRAN 3 Gambar Perjanjian Jual Beli

LAMPIRAN 4 Gambar Akad Transaksi PSM

LAMPIRAN 5 Dokumentasi

LAMPIRAN 6 Turnitin

Dokumen terkait