• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pembelajaran menulis cerpen yang merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang berupaya menjadikan siswa lebih kreatif dalam bidang menulis.

Hal itu menuntut guru agar lebih kreatif dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran sebagai bentuk variasi belajar. Penggunaan penerapan metode latihan terbimbing dalam menulis cerpen siswa.

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan guru bahasa Indonesia SDN No. 20 Inpres sebagai pengajar di tempat penelitian, ditemukan bahwa kegiatan menulis cerpen kurangnya model pengajaran. Pembelajaran yang monoton atau mengajar secara konvensional menjadikan siswa tidak bersemangat menulis cerpen, suasana yang terjadi di kelas menjadi membosankan. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran dan mempengaruhi hasil tulisan siswa.

Salah satu penyebab rendahnya minat siswa terhadap menulis cerpen adalah kurangnya penerapan metode pembelajaran oleh guru. Penyampaian materi dengan metode pembelajaran yang kurang menarik juga mengakibatkan proses serta hasil pembelajaran menjadi tidak optimal. Dari hasil menulis cerpen siswa sebelum di terapkan metode latihan terbimbing dijumpai banyak kekurangan dalam cerpen yang dibuat siswa. Siswa sebagian besar kurang lancar dalam menulis cerpen sebab siswa kurang memiliki dan mengembangkan ide untuk menulis, alur cerita, mengmbangkan pokok cerita, mengmbangkan latar cerita, dan diksi dan bahasa dalam fiksi.

Berdasarkan hasil pre-test, nilai rata-rata hasil belajar murid 68,8 dengan kategori sangat rendah yaitu 17,64 %, rendah 23,52 %, sedang 35,29 %, tinggi 23,52 %, dan sangat tinggi berada pada presentase 0,00 %. Melihat dari hasil presentase yang ada, dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan murid dalam memahami dan menguasai materi pembelajaran menulis cerita sebelum diterapkan metode latihan terbimbing tergolong rendah.

Selanjutnya, nilai rata-rata post-test adalah 87,05. Jadi, hasil belajar menulis cerita setelah diterapkan metode latihan terbimbing mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum diterapkan metode latihan terbimbing. Selain itu, presentase kategori hasil belajar menulis cerita juga meningkat yaitu sangat tinggi 17,64 %, tinggi 52,94 %, sedang 23,52 %, rendah dan sangat rendah berada pada presentase 0,00 %.

Berdasarkan hasil analisis statistic inferensial dengan menggunakan rumus uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitungsebesar 10. Dengan frekuensi (dk) sebesar 17 – 1 = 16, pada taraf signifikan 0,05 diperoleh ttabel= 1,72, maka hipotesis Nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima, yang berarti bahwa penerapan metode latihan terbimbing berpengaruh terhadap keterampilan menulis cerita pada murid kelas IV SDN No. 20 Inpres Somba Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.

Hasil analisis di atas yang menunjukkan adanya pengaruh penerapan metode latihan terbimbing terhadap keterampilan menulis cerita, sejalan dengan hasil observasi yang dilakukan. Berdasarkan hasil observasi, terdapat perubahan terhadap murid, pada awal kegiatan pembelajaran ada murid yang melakukan aktifitas negatif selama proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat pada pertemuan

pertama murid yang melakukan kegiatan lain sebanyak 2 orang, sedangkan pada pertemuan selanjutnya tidak ada lagi murid yang melakukan aktifitas negatif.

Pada pertemuan pertama, hanya sedikit murid yang aktif pada saat pembelajaran berlangsung, akan tetapi saat diterapkan metode latihan terbimbing murid mulai aktif pada setiap pertemuan.

Hasil observasi menunjukkan banyaknya jumlah murid yang mengerjakan soal-soal yang diberikan dan murid bertanya tentang materi yang belum dipahami.

Murid juga mulai aktif mempresentasekan hasil kerjanya di depan kelas serta aktif dalam memberikan tanggapan terhadap pertanyaan guru.

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yang diperoleh serta hasil observasi yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode latihan terbimbing memiliki pengaruh terhadap keterampilan menulis cerita pada murid kelas IV SDN No. 20 Inpres Somba Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.

56

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Kesimpulan yang lebih rinci berkaitan dengan penerapan metode latihan terbimbing terhadap keterampilan membaca pemahaman pada murid kelas IV SDN No. 20 Inpres Somba Kecamatan Sendana Kabupaten Majene sebagai berikut:

Berdasarkan data yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa secara umum menulis cerita pendek siswa kelas IV SDN No. 20 Inpres Somba Kecamatan Sendana Kabupaten Majene sebelum diterapkan metode latihan terbimbing dikategorikan rendah. Hal ini ditunjukkan pada perolehan presentase hasil belajar murid dengan kategori sangat rendah yaitu 17,64 %, rendah 23,52 %, sedang 35,29 %, tinggi 23,52 %, dan sangat tinggi berada pada presentase 0,00

%.

Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa secara umum metode latihan terbimbing berpengaruh dalam menulis cerita pendek siswa kelas IV SDN No. 20 Inpres Somba Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Hal ini ditunjukkan pada perolehan presentase hasil belajar murid dengan kategori sangat tinggi 17,64 %, tinggi 52,94 %, sedang 23,52 %, rendah dan sangat rendah berada pada presentase 0,00 %.

Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode latihan terbimbing berpengaruh dalam menulis cerita pendek siswa kelas IV SDN No. 20 Inpres Somba Kecamatan Sendana

Kabupaten Majene setelah diperoleh thitung = 10 dan ttabel =1,72, maka diperoleh thitung> ttabelatau 7 > 1,72.

B. Saran

Berdasarkan temuan yang berkaitan dengan hasil penelitian penerapan metode latihan terbimbing yang mempengaruhi keterampilan menulis cerita murid kelas IV SDN No. 20 Inpres Somba Kecamatan Sendana Kabupaten Majene, maka dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:

1. Kepada para pendidik, khususnya guru SDN No. 20 Inpres Somba Kecamatan Sendana Kabupaten Majene, disarankan untuk menerapkan metode latihan terbimbing untuk membangkitkan minat dan motivasi murid untuk belajar.

2. Kepada peneliti, diharapkan mampu mengembangkan metode latihan terbimbing ini dengan menerapkan pada materi lain untuk mengetahui apakah pada materi lain cocok dengan metode pembelajaran ini demi tercapainya tujuan yang diharapkan.

3. Kepada calon peneliti, akan dapat mengembangkan dan memperkuat model pembelajaran CIRC (Cooperatif Integrated Reading And Composition) serta memperkuat hasil penelitian dengan cara mengkaji terlebih dahulu dan mampu mengadakan penelitian yang lebih sukses.

58 Jakarta: Erlangga.

Alwasilah, Chaedar. 2007. Pokoknya Menulis. Bnadung: PT Kiblat Buku Utama Arikunto, Suharsimi. 2008. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media

Depdiknas. 2005. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Balai Pustaka Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka

Cipta.

Hernowo. 2005. Menjadi Guru Yang Mau Dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan. Bandung: LMC

Kartono. 1980. Pengantar Meteodologi Riset Sosial. Bandung: Mandar Maju.

Karlinger. 2006. Asas-Asas Penelitian Behaviour. Edisi 3, Cetakan 7. Yogyakarta:

Gadjah Mada University Peers

Komaidi. 2007. Aku Bisa Menulis (Panduan Praktis Menulis Kreatif Lengkap).

Yogyakarta : Sabda Media.

Kuswari. 2009. Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Laksana. 2007. Kreatif Writing. Jakarta: Media Kita

Nurgiyantoro, Burhan. 2009. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.

Yogyakarta: BFFE-Yogyakarta. 2009. Teori Pengkajian Fiksi.

Yogyakarta: Gajah Mada University Press.187

Nurina. 2014. Pengaruh Penerapan Membaca Nyaring Melalui Metode Latihan Terbimbing Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri Paranonge.

Risnawati. 2015. Pengaruh Penerapan Menulis Surat Pribadi Melalui Metode Latihan Terbimbing Siswa Kelas V Sekolah Dasar Inpres Tomoli selatan.

Sayuti, Suminto A. 2009. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media. . 2009. Modul Menulis Fiksi. Yogyakarta. FBS UNY.

Semi, Atar. 2007. Dasar-dasar keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Sudjana, Nana. 1996. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar.

Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono. 2011. Metode penelitian kuantitatif dan R&D. Bandung: AFABETA CV

Suharsimi. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rinneka Cipta

Sukmadinata. 2005. Landasan psikologi proses pendidikan. Bandung: PT Rosda Karya Offiset

Suyono, Haryono. 2010. Belajar Dan Pembelajaran. Teori dan konsep dasar.

Surabaya: PT Remaja Rosda Karya Offiset.

Syamsiah. 2009. Pengembangan Model Pembelajaran. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Saymsuddin. 2005. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosda Karya Offiset

Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis (Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa).

Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 2005. Menulis suatu ketermapilan berbahasa. Bandung:

Angkasa.

Wiyanto, Asul. 2005. Kesasteraan Sekolah Penunjang Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP dan SMA. Jakarta: Grasindo

LAMPIRAN

Pr df

0.25 0.10 0.05 0.025 0.01 0.005 0.001

0.50 0.20 0.10 0.050 0.02 0.010 0.002

1 1.00000 3.07768 6.31375 12.70620 31.82052 63.65674 318.30884 2 0.81650 1.88562 2.91999 4.30265 6.96456 9.92484 22.32712 3 0.76489 1.63774 2.35336 3.18245 4.54070 5.84091 10.21453 4 0.74070 1.53321 2.13185 2.77645 3.74695 4.60409 7.17318 5 0.72669 1.47588 2.01505 2.57058 3.36493 4.03214 5.89343 6 0.71756 1.43976 1.94318 2.44691 3.14267 3.70743 5.20763 7 0.71114 1.41492 1.89458 2.36462 2.99795 3.49948 4.78529 8 0.70639 1.39682 1.85955 2.30600 2.89646 3.35539 4.50079 9 0.70272 1.38303 1.83311 2.26216 2.82144 3.24984 4.29681 10 0.69981 1.37218 1.81246 2.22814 2.76377 3.16927 4.14370 11 0.69745 1.36343 1.79588 2.20099 2.71808 3.10581 4.02470 12 0.69548 1.35622 1.78229 2.17881 2.68100 3.05454 3.92963 13 0.69383 1.35017 1.77093 2.16037 2.65031 3.01228 3.85198 14 0.69242 1.34503 1.76131 2.14479 2.62449 2.97684 3.78739 15 0.69120 1.34061 1.75305 2.13145 2.60248 2.94671 3.73283 16 0.69013 1.33676 1.74588 2.11991 2.58349 2.92078 3.68615 17 0.68920 1.33338 1.73961 2.10982 2.56693 2.89823 3.64577 18 0.68836 1.33039 1.73406 2.10092 2.55238 2.87844 3.61048 19 0.68762 1.32773 1.72913 2.09302 2.53948 2.86093 3.57940 20 0.68695 1.32534 1.72472 2.08596 2.52798 2.84534 3.55181 21 0.68635 1.32319 1.72074 2.07961 2.51765 2.83136 3.52715 22 0.68581 1.32124 1.71714 2.07387 2.50832 2.81876 3.50499

25 0.68443 1.31635 1.70814 2.05954 2.48511 2.78744 3.45019 26 0.68404 1.31497 1.70562 2.05553 2.47863 2.77871 3.43500 27 0.68368 1.31370 1.70329 2.05183 2.47266 2.77068 3.42103 28 0.68335 1.31253 1.70113 2.04841 2.46714 2.76326 3.40816 29 0.68304 1.31143 1.69913 2.04523 2.46202 2.75639 3.39624 30 0.68276 1.31042 1.69726 2.04227 2.45726 2.75000 3.38518 31 0.68249 1.30946 1.69552 2.03951 2.45282 2.74404 3.37490 32 0.68223 1.30857 1.69389 2.03693 2.44868 2.73848 3.36531 33 0.68200 1.30774 1.69236 2.03452 2.44479 2.73328 3.35634 34 0.68177 1.30695 1.69092 2.03224 2.44115 2.72839 3.34793 35 0.68156 1.30621 1.68957 2.03011 2.43772 2.72381 3.34005 36 0.68137 1.30551 1.68830 2.02809 2.43449 2.71948 3.33262 37 0.68118 1.30485 1.68709 2.02619 2.43145 2.71541 3.32563 38 0.68100 1.30423 1.68595 2.02439 2.42857 2.71156 3.31903 39 0.68083 1.30364 1.68488 2.02269 2.42584 2.70791 3.31279 40 0.68067 1.30308 1.68385 2.02108 2.42326 2.70446 3.30688

Dokumen terkait