BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Penelitian ini dikerjakan guna melihat pengembangan, kelayakan, dan effektifitas E-LKPD Matematika. Berikut adalah penjabaran dari tujuan pengembangan E-LKPD:
1. Tahap pengembangan E-LKPD Matematika
Setelah melewati tahapan dalam pengembangan dihasilkan bahan ajar yang berbentuk elektronik atau E-LKPD yang dapat dioperasikan melalui Hand Phone, Android atau komputer.
Pengembangan E-LKPD ada lima tahapan yang digunakan antara lain adalah tahap analysis (tahap analisis), tahap design (tahap perancangan), tahap development (tahap pengembangan), tahap implement (tahap penerapan), dan tahap evaluate (tahap penilaian).
Tahap pertama yang dilakukan adalah tahap Analysis, pada fase ini meliputi dua analisis yakni analisa kinerja dan analisa kebutuhan. Analisa kinerja digunakan guna melihat kendala yang dialami oleh peserta didik maupun pendidik melalui wawancara dengan wali kelas III. Dari hasil interview tersebut diambil simpulan bahwa permasalahan yang terjadi akibat masa pandemi yang sudah berlangsung cukup lama mengakibatkan siswa kesusahan dalam memahami materi pengajaran yang diterangkan oleh pendidik. Sebelumnya pengajar hanya memakai bahan ajar berupa buku paket, video conference, kemudian melakukan evaluasi dengan meminta peserta didik mengerjakan latihan yang
ada dibuku paket. pengajaran ini lama kelamaan dinilai kurang cocok karena menyebabkan kejenuhan. Disisi lain pendidik hanya bisa menyamaratakan semua kemampuan peserta didik, sedangkan tidak seluruh siswa mempunyai kemampuan dan cara berfikir yang sama. Akibatnya berdampak pada nilai peserta didik, ada 10 anak yang masih memiliki nilai dibawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dari hasil analisis kinerja tersebut kemudian langkah selanjutnya adalah untuk melakukan analisa kebutuhan siswa yaitu dibutuhkannya bahan ajar yang inovatif. “Karena bahan ajar mempunyai benefit yang dapat berdampak besar atas kesuksesan pencapaian tujuan pengajaran”.
Tahap yang kedua ialah fase design, pada tahap penyusunan tersebut produk inovasi ini diberi nama “E-LKPD Matematika”
yang fokus pada materi pengukuran kelas III. Tahap perancangan dimulai dari penyusunan materi, pada penyusunan materi digunakan berbagai refrensi baik dari buku, internet atau youtube.
Selanjutnya pembuatan Latihan soal, soal dibuat fokus pada KD 3.7 dan 4.7. Adapun kompetensi dasar yang difokuskan di penelitian ialah:
KD 3.7 Menjabarkan dan memilah relasi diantara satuan baku untuk berat, waktu, dan panjang, dimana hal tersebut sering digunakan dikehidupan nyata.
69
KD 4.7 Menuntaskan duduk kasus yang terkait relasi diantara satuan baku yakni berat, waktu, dan panjang, dimana hal tersebut sering digunakan dikehidupan nyata.
Tahap ketiga adalah development atau pengembangan, pada fase ini dikerjakan pendesainan background, penyusunan video materi pengukuran, mencari soal dengan menggunakan berbagai refrensi, sehingga dapat menjadikan bahan ajar elektronik yang memenuhi beberapa aspek antara lain adalah aspek materi, penyajian, komunikasi visual, dan Bahasa. Kesulitan dalam tahap ini adalah perihal waktu mendesain serta pembuatan video. Desain bahan ajar menggunakan aplikasi Canva dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menghasilkan draft bahan ajar yang utuh dengan layout berbagai macam warna dan menarik. Setelah bahan ajar dihasilkan dan berupa draf, kemudian dilakukan validasi oleh dua validator yakni Bapak Dr. Mochamad Abdul Basir, M.Pd. dan Bapak Dr. Muhamad Afandi, M.Pd. dari kedua validator menghasilkan
Tahap implementation menghasilkan E-LKPD yang valid untuk kemudian diterapkan pada subjek penelitian. Bahan ajar diuji coba kepada peserta didik kelas III A SDN Gebangsari 01 Semarang dengan jumlah 28 peserta didik untuk mengetahui keefektifan. Uji coba dilakukan selama dua hari diawali dengan memberlakukan pre-test lalu memberlakukan post-test.
Tahap yang terakhir adalah evaluate yang dilakukan dengan menyebar angket respon pendidik maupun angket respon siswa sebagai respon pengguna produk. Dari tahap evaluasi akan didapatkan hasil dan kesimpulan mengenai pengguna produk inovasi E-LKPD. Kemudian tahapan pengembangan E-LKPD Matematika disajikan dalam grafik berikut :
Gambar 4.13 Tahapan Model ADDIE 2. Kelayakan Bahan Ajar
Perancangan produk berlandaskan dari bermacam literatur yang kompeten, leveling materi dari kategori ringan mengarah ke lebih sulit dan melihat sebagian aspek estetika sehingga bahan ajar elektronik menjadi menarik serta layak digunakan. Penilaian kelayakan E-LKPD Matematika dikerjkaan melewati uji validasi oleh dua validator. Uji validasi dilakukan memakai pengisian kuisioner penilaian E-LKPD yang memiliki 20 pertanyaan dilengkapi 5 opsi jawaban. Telaah kepantasan E-LKPD dinilai dari
Tahap Analysis Tahap Design Tahap Development Tahap Implementation
Tahap Evaluate
71
empat kategori diantaranya adalah kepantasan isi, tata bahasa, penyajian dan kegrafikan. Hasil validasi yang diperoleh dari validator pertama mencapai skor 89 sedangkan validator kedua mencapai skor 94. Dari hasil validasi yang diperoleh kemudian skor dari kedua validator dihitung dengan rumus Aiken’s didapatkan hasil V = 0,89 dengan kategori “Valid”. Maka, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD Matematika dikatakan “Layak”.
Hasil analisa bisa ditelaah pada tabel berikut:
Butir Validator
𝑠1 𝑠2 ∑ 𝑠 V Keterangan
I II
Butir 1-20 89 94 69 74 143 0,89 VALID
Dengan demikian E-LKPD Matematika dinyatakan “Valid”
dan dapat dipakai oleh siswa. Dari hasil percobaan yang dikerjakan siswa kelas III A SD Negeri Gebangsari 01, peneliti memberlakukan angket respon siswa dan pengajar sebagai hasil penilaian pengguna E-LKPD Matematika.
3. Keefektifan E-LKPD
E-LKPD bisa diklasifikasikan efektif apabila ada kenaikan hasil belajar siswa yang bisa dilihat dari nilai pre-test dan post-test peserta didik.
Dari hasil analisa data yaitu melewati rata-rata nilai pretest dan postest yangmana besaran pretestnya ialah 64,46 dan posttest 86,07. Uji hipotesis yang sudah menggambarkan bahwa terjadi
beda hasil belajar sesudah serta sebelum memakai produk inovasi E-LKPD Matematika. Kejadian tersebut dikuatkan dengan besar Lower dan Uppernya yang bemilai negatif. Dimana besaran Lowernya ialah - 25.696 sedangkan Uppernya -17.518, nilai Sig.
(2-tailed) menunjukan besaran 0,000 artinya < 0,05. Dari standar uji jika nilai sig. > 0,05 berarti Ho valid. Hal ini sama halnya Ha diterima yang artinya terjadi beda yang signifikan pada hasil belajar ketika sesudah diberlakukan produk inovasi E-LKPD Matematika dengan sebelumnya.
Peningkatan pemahaman peserta didik pada materi pengukuran ini dibuktikan memakai jawaban benar pada pertanyaan pengubahan satuan panjang lebih besar berbading ketika pre-test. Berarti peserta didik bisa mengingat perhitungan sederhana. Peningkatan pemahaman peserta didik pada materi pengukuran ini juga ditunjukkan dengan jumlah total jawaban benar saat post-tes pada penyelesaian soal cerita jika dibandingkan saat pre-test. Berarti peserta didik telah mampu menerapkan suatu aktivitas pada contoh masalah yang simpel. Keberhasilan bahan ajar tersebut didukung oleh kondisi internal siswa yang terbuka untuk mempelajari hal-hal baru dari lingkungan berupa sumber ajar elektronik. Elemen pendukung seperti video juga dapat memberikan rangsangan segar kepada siswa. Sebab bahan ajar tidak terpaku pada tulisan, tapi bisa diubah menjadi lebih abstraktif
73
dan menarik sebab digabungkan dengan gambar, video, dan animation, alhasil bisa memberi dampak berubahnya sikap belajar peserta didik. Disimpulkan bahwa E-LKPD Matematika mempengaruhi nilai hasil belajar siswa dilihat dari nilai sebelum diberikan perlakuan dan sesudahnya.
74 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian dan pembahasan mengenai “Pengembangan E-LKPD Matematika pada Materi Pengukuran Kelas III SD Negeri Gebangsari 01” ialah sebagai berikut:
1. Perancangan E-LKPD Matematika memakai pola ADDIE dengan lima tahapan antara lain 1) tahap analysis (tahap analisis) termasuk analisa kinerja dan analisa kebutuhan, 2) tahap design (tahap perancangan) yaitu menyusun materi yang akan disajikan melalui berbagai refrensi baik dari buku, internet atau youtube, 3) tahap development (tahap penembangan) pada tahap ini meliputi pembuatan E-LKPD, dilakukannya uji validasi oleh dua dosen yakni bapak Dr. Mochamad Abdul Basir, M.Pd. dan bapak Dr. Muhamad Afandi, M.Pd. kemudian revisi produk, 4) tahap implement ( tahap penerapan) dilakukan pre-test beserta post-test dengan siswa kelas III SDN Gebangsari 01 yang melibatkan 28 peserta didik, 5) tahap evaluate (tahap penilaian) yang meliputi pengisian angket oleh pendidik maupun peserta didik sebagai respon pengguna setelah menggunakan produk.
2. Produk inovasi E-LKPD Matematika dikatakan absah dari hasil uji validasi oleh dua validator, validator pertama diperoleh skor 89 dan validator kedua diperoleh skor 94 dari skor kedua validator dihitung
75
dengan rumus Aiken’s didapatkan hasil V = 0,89 dengan kategori
“Valid”. Kemudian, Produk inovasi E-LKPD Matematika ini juga mendapatkan respon “Baik” dari pendidik, hal tersebut dibuktikan dari pengisian angket respon pendidik yang memperoleh skor 38. Skor dikonferensikan dalam bentuk persen yakni pada angka 76% dengan predikat “Baik”. Sedangkan hasil respon siswa skor rata-rata yang diperoleh yakni 42,93 dengan persentase 85% dengan predikat “Sangat baik”.
3. Percobaan effektifitas didapat dengan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil analisa data yaitu melewati rata-rata nilai pretest dan posttest, besaran pretestnya ialah 64,46 sedangkan posttest ialah 86,07.
Uji hipotesis menggambarkan bahwa terjadi perubahan hasil belajar sebelum maupun sesudah memakai produk inovasi E-LKPD Matematika. Hasil dikuatkan memakai besaran Lower dan Upper yang bemilai negatif. Dimana nilai -25.696 untuk Lower dan -17.518 Upper nilai Sig. (2-tailed) memunculkan besaran 0,000 artinya < 0,05. Dari kriteria uji jika besaran sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho absah. Hal ini sama halnya Ha diterima yang artinya terjadi beda yang signifikan pada hasil belajar diantara sebelum maupun sesudah memakai produk inovasi E-LKPD Matematika.
B. Saran
Berlandaskan telaah penelitian yang sudah dikerjakan, saran yang bisa peneliti sampaikan guna menjadi masukan maupun referensi untuk riset di kemudian hari.
1. Pemakaian E-LKPD Matematika baiknya didampingi oleh pendidik atau orangtua. Karena bahan ajar berbasis pada teknologi IT seperti handphone, tablet, leptop maupun computer.
2. Pengembangan E-LKPD Matematika ini dapat dijadikan referensi guna mengembangkan hal serupa teruntuk materi yang lain.
3. Produk inovasi E-LKPD Matematika diharapkan bisa bermanfaat bagi pengajar, siswa dan sekolah.
77
Daftar Pustaka
Afandi, M. (2017). Evaluasi Pembelajaran Sekolah Dasar. Unissula Press.
Aisyah, N., Syahchruroji, & Hendracipta. (2019). Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning. Jurnal Pendidikan Dasar, 10, 68–76.
Aisyah, S., Noviyanti, E., & Triyanto. (2020). Bahan Ajar Sebagai Bagian Dalam Kajian Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Salaka, 2(1), 62—65.
Amir, A. (2014). Pembelajaran Matematika Sd Dengan Menggunakan Media Manipulatif. Forum Paedagogik, 4(1), 72–89.
Andriyani, N., Hanafi, Y., Safitri, I. Y. B., & Hartini, S. (2020). Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan LKPD Live Worksheet Untuk Meningkatkan Keaktifan Mental Siswa Pada Pembelajaran Tematik Kelas V A. Prosiding Pendidikan Profesi Guru, September, 122–130.
Apriliyani, S. W., & Mulyatna, F. (2021). Prosiding Seminar Nasional Sains Flipbook E-LKPD dengan Pendekatan Etnomatematika pada Materi Teorema Phytagoras. 2(1), 491–500.
Arliyah, A. N., & Ismono. (2015). Development of Student Worksheet with Mind Mapping Oriented Using Mind Map Application for Atomic Structure and the Periodic System of Elements Topic. UNESA Journal of Chemical Education, 4(3), 508–515.
Awaluddin, R. F. D., & Wanarti, P. (2016). PLC Untuk SMK Raden Patah Kota Mojokerto Rafiqul Fahmi Dian Awaluddin. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 05(03), 711–716.
Choo, S. S. Y., Rotgans, J. I., Yew, E. H. J., & Schmidt, H. G. (2011). Effect of Worksheet Scaffolds On Student Learning in Problem-based Learning.
Advances in Health Sciences Education, 16(4), 517–528.
Dewi, R., Budiarti, R. S., & Aina, M. (2017). Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Bermuatan Pendidikan Karakter Dengan Model Pembelajaran Guided Inquiry Pada Materi Bakteri Bagi Siswa Kelas X SMA.
3(1), 17–26.
Ernawati, I. (2017). Uji Kelayakan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Administrasi Server. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education), 2(2), 204–210.
Gebby rhaska, M. (2020). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Materi Laju Reaksi. Jurnal Entalpi Pendidikan Kimia, 29–36.
Herawati, E. P., Gulo, F., & Hartono. (2017). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Interaktif Untuk Pembelajaran Konsep Mol Di Kelas X Sma.
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia, 3(2), 168–178.
Khikmiyah, F. (2021). Implementasi Web Live Worksheet Berbasis Problem Based Learning dalam Pembelajaran. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(1), 1–12.
Lashley, L. (2019). A Reflective Analysis of the Selection and Production of Instructional Material for Curriculum Delivery at the Primary Level in Postcolonial Guyana. SAGE Open, 9(2).
Lee, C.-D. (2014). Worksheet Usage, Reading Achievement, Classes’ Lack of Readiness, and Science Achievement: A Cross-Country Comparison.
International Journal of Education in Mathematics, Science and Technology, 2(2).
Lestari, Ika. (2013). Pengembangan BahanAjar Berbasis Kompetensi (Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Akademi Permata.
Lestari, Indri. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Matematika dengan (Development of Mathematics Teaching Material Using). 01(01), 26–36.
Mulyatiningsih, E. (2011). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan.
Alfabeta.
Nadiyah, S., Wijaya, F. Y., & Hakim, A. R. (2019). Desain Komik Strip Matematika pada Materi Statistika untuk Kelas VI Tingkat Sekolah Dasar.
JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika), 4(2), 135.
Nancy, A., & Mustaji. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Dengan Model Addie Untuk Mata Pelajaran Matematika Kelas 5 SDS Mawar Sharon Surabaya.
Kwangsan, 1(1), 1–15.
79
Nastiti, L. R. dan M. N. (2016). Pengembangan LKS Berbasis Saintifik Pada Materi Alatalat Optik Dan Efektivitasnya Terhadap Hasil Belajar Kognitif Fisika Siswa. Edusains, 4, 49–56.
Oktaviani, S. (2017). Pengembangan Bahan Ajar Tematik Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Kelas 1 Sekolah Dasar. EduHumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar, 9, 93.
Prabowo, A. (2021). Penggunaan Liveworksheet dengan Aplikasi Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia, 1(10), 383–388.
Prastowo, A. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Diva Press.
Prastowo, A. (2015). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Diva Press.
Pribadi, Y. T., Sholeh, D. A., & Auliaty, Y. (2021). Pengembangan E-LKPD Materi Bilangan Pecahan Berbasis Problem Based Learning Pada Kelas IV Sekolah Dasar. Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 2(2), 264–279.
Rachmantika, A. R. (2019). Peran Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Pemecahan Masalah. 2, 439–443.
Rahayu, S., Ladamay, I., Ulfatin, N., Kumala, F. N., & Aminatun, S. (2021).
Pengembangan LKPD Elektronik Pembelajaran Tematik Berbasis High Order Thinking Skill (HOTS). Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 112–118.
Rai, I. M., Wiranata, A., & Sujana, I. W. (2021). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Pemecahan Masalah Kontekstual Materi Masalah Sosial Kelas IV SD. Jurnal Pedagogi Dan Pembelajaran, 4(1), 30–38.
Rhosyida, N., Muanifah, T. M., Trisniawati, & Rosidah, A. H. (2021). Jurnal taman cendekia vol. 05 no. 01 juni 2021 mengoptimalkan penilaian dengan. 05(01), 568–578.
Rohaeti, E., Widjajanti, E., & Padmaningrum, R. T. (2009). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) mata pelajaran Sains Kimia untuk SMP. Jurnal Pendidikan, 10(1), 1–11.
Sari, Y., & Yustiana, S. (2021). Efektivitas bahan ajar cerita bergambar bemuatan