• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen pengaruh tingkat pendidikan dan penempatan (Halaman 72-77)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

E. Pembahasan Hasil Penelitian

pengaruh signifikan Tingkat Pendidikan (X1) terhadap Produktivitas Kerja (Y) sehingga hipotesis ditolak.

b. Penempatan (X2)

Hasil statistik uji t variabel penempatan diperoleh nilai t hitung sebesar 3,426 > dari t tabel 2,010 dengan tingkat signifikansi 0,001 karena t hitung > dari t tabel maka dapat disimpulkan bahwa Penempatan (X2) berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y) sehingga hipotesis diterima.

Catatan : cara mencari ttabel

ttabel= (a/2 : n – k – 1) = (0,05/2 : 50 – 1 – 1)

= (0,025 : 48) [ dilihat pada distribusi nilai ttabel ] =2,010

kemudian dijawab sesuai dengan jawaban yang paling tepat menurut masing-masing responden.

Teknik yang digunakan pada uji validitas adalah korelasi pearson metode corrected item total correlation. Suatu item dikatakan valid jika memiliki r-hitung lebih besar dari r-tabel. Pada penelitian ini jumlah respondennya adalah 50 atau N=50, maka r tabelnya adalah 0.279.

Pada analisis masalah ini penulis ingin mengetahui seberapa besar Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Penempatan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk menguji penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan uji T parsial serta uji reliabilitas.

1. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.

Hasil analisis regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat dilihat pada tabel 4.9 hal.54 diketahui nilai Constant sebesar 26,934 sedangkan nilai tingkat pendidikan (b/koefisien regresi) 0,001, dengan nilai signifikan 0.999 lebih besar dari 0,05 artinya Tingkat Pendidikan (X1) tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). Hasil statistik uji t variabel Tingkat Pendidikan diperoleh nilai t hitung sebesar 0,002 dan t tabel 2,010 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,999 karena t hitung < t tabel maka hal ini berarti tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan Tingkat Pendidikan (X1) terhadap Produktivitas Kerja (Y) sehingga hipotesis ditolak. Dikarenakan adanya ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan yang dimiliki

tenaga kerja dengan persyaratan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan pada pekerjaannya. Peningkatan kualitas tenaga kerja yang ditawarkan tidak diikuti dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi dapat menyebabkan adanya Ketidaksesuaian kualifikasi jurusan yang terjadi pada tenaga kerja hal inilah yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja.

Artinya Hasil pengujian hipotesis Tingkat Pendidikan tidak menjadi faktor pemicu dan faktor pendorong dalam peningkatan produktivitas kerja pegawai pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan untuk bekerja lebih optimal.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Gloria Natalia Mandik, Adolfina, Greis M Sendow (2019) Pengaruh tingkat pendidikan, penempatan dan kepuasan kerja terhadap produktivitas karyawan pada PT. PLN (Persero) Rayon Paniki Manado. Menyatakan bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan.

2. Pengaruh Penempatan Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.

Hasil analisis regresi linear bergand dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat dilihat pada tabel 4.9 hal.54 diketahui nilai Constant sebesar 26,934 sedangkan nilai penempatan (b/koefisien regresi) 0,433, dengan nilai signifikan 0.001 lebih kecil dari 0,05 artinya Penempatan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y).

Hasil statistik uji t variabel penempatan diperoleh nilai t hitung sebesar

3,426 > dari t tabel 2,010 dengan tingkat signifikansi 0,001 karena t hitung > dari t tabel maka dapat disimpulkan bahwa Penempatan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y) sehingga hipotesis diterima. Dikarenakan penempatan pegawai tidak sekedar menempatkan saja, melainkan harus men-cocohkan dan membandingkan kualifikasi yang dimiliki pegawai dengan kebutuhan dan persyaratan dari suatu jabatan atau pekerjaan yaitu dengan memperhatikan pendidikan, Pengetahuan, Pengalaman Kerja, dan Keterampilan kerja menjadi faktor penting pada saat bekerja. Dan hubungan atasandan bawahan juga akan mempengaruhi kegiatanyang dilakukan sehari-hari bagaimanapandangan atasan terhadap bawahan, sejauh mana bawahan diikut sertakan dalam penentuan tujuan. Sikap yang saling jalin-menjalin telah mampu meningkatkan produktivitas karyawan dalam bekerja. Dengan demikian, jika pegawai diperlakukan secara baik, maka pegawai tersebut akan berpartisipasi dengan baik pula dalam proses produksi, sehingga akan berpengaruh pada tingkat produktivitas kerja sehingga visi dan misi instansi tercapai.

Artinya penempatan yang tepat akan memberikan dampak positif bagi instansi sehingga penempatan membuka peluang yang cukup besar sehingga menjadi faktor pendorong dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Endang Haryati dan Siti Hajar (2016) Pengaruh Penempatan Karyawan Terhadap Produktivitas Kerja Pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) menyatakan bahwa Penempatan karyawan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yakni Produktivitas Kerja.

61 A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa :

1. Tingkat Pendidikan secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan sehingga tingkat pendidikan tidak menjadi faktor pendorong atau acuan dalam peningkatan produktivitas kerja pegawai pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.

2. Penempatan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan Artinya penempatan yang tepat akan memberikan dampak positif bagi instansi sehingga penempatan membuka peluang yang cukup besar sehingga menjadi faktor pendorong dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.

B. Saran

Setelah melakukan penelitian dan melakukan perhitungan dari data yang dikumpulkan, maka ada beberapa saran yang ingin penulis kemukakan yaitu :

1. Untuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan Pada variabel tingkat pendidikan perlu di perhatikan dan ditingkatkan

lagi sebaiknya diharapkan bagi pimpinan untuk memperhatikan hasil kerja yang diperoleh pegawai selama pendidikan telah diterapkan dalam pekerjaannya.

2. Pada variabel penempatan sudah menjadi faktor pendorong dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi sulawesi selatan tetapi alangkah baiknya lebih ditingkatkan lagi dan diharapkan instansi menempatkan pegawai sesuai dengan kemampuan yang dimiliki agar mampu bekerja maksimal dalam mewujudkan tujuan instansi.

3. Bagi peneliti selanjutnya dapat dilakukan penambahan variabel – variabel lain diluar dari variabel penelitian ini, agar memperoleh hasil yang bervariatif mengenai efektivitas pelatihan dan pengembangan terhadap kinerja pegawai.

63

Makassar. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan Rs. Dr. Soetomo Vol. 6 No.2

Ariestika Dwi Pratiwi. 2009. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Luwes Lojiwetan Surakarta.

Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Bambang Permadi Saputra Prabowo, Victor P K. Lengkong, Lucky O H Dotulong. 2016. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Penempatan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Industri Kapal Indonesia, Bitung. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi.

Bima Ramadhan Arios. 2018. Pengaruh Penempatan dan Kemampuan Bekerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara. Skripsi Universitas Area Medan.

Darwis Agustriyana. 2015. Analisis Faktor-Faktor Penempatan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja Kayawan di PT. Yunika Asia Prima di Kota Bandung. Jurnal Bisnis dan Entrepreneuirship. Vol.9 No.2 Deden Misbahudin Muayyad, Ade Irma Oktafia Gawi. (2016). Pengaruh

Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Bank Syariah X Kantor Wilayah II. Jurnal Manajemen dan Pemasaran Jasa

Edi Saputra Pakpahan, 2014. “Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang”

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 2 No. 1, Hal. 116-121.

Endang Haryati, Siti Hajar. (2016). Pengaruh Penempatan Karyawan Terhadap Produktivitas Kerja Pada Pt. Pelabuhan Indonesia I (Persero). Jurnal Bisnis Administrasi Vol. 5 No. 01

Ermala, Listya. 2016. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pelatihan, Dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk 2016. Fakultas Ekonomi (Fe).

Universitas Nusantara Persatuan Guru Republik Indonesia.

Gloria Natalia Mandik, Adolfina, Greis M. Sendow. (2019). Pengaruh Pendidikan, Penempatan, dan Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Pada PT. PLN (Persero) Rayon Paniki Manado. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi.

Vol. 7 No.3

Hasibuan, Malayu S.P. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:

Bumi Aksara.

Hendrayani. 2020. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PD. Pasar Makassar Raya Kota.

Makassar. Jurnal Ekonomi x Vol. 8. No.1 StimiYapmi Makassar.

Afriyana Amelia, Ricky Perdana Poetra, Paramitha Lestari Putri. (2020).

Pengaruh Kesesuaian Penempatan Kerja dan Kualifikasi Pendidikan Terhadap Kinerja Pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan Rs. Dr. Soetomo Vol. 6 No.2

Mangkunegara, A. Anwar Prabu. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mathis, L.R dan Jackson, H.J. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Jakarta: Salemba Empat.

Mifta Septarina. 2017. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Lamanya Bekerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pegadaian Syariah Simpang Patal Palembang. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah.

Ranupandojo, H., dan Suad Husnan, 2007. Manajemen Personalia, Edisi III.

Yogyakarta: BPFEE

Sastrohadiwiryo, B. Siswanto. 2002. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administrasi dan Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Sapta Rini Widyawati. 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bali: CV Noah Alethera

Sedarmayanti. 2009. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja.

Bandung: Mandar Maju.

Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:

STIE YKPN.

Sisdiknas. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003.

Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Siswidiyanto, H. & Fadilah. (2013). Pengaruh Penempatan Pegawai terhadap Kinerja, Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 1 No. 5. diakses pada 17 Desember 2015 (Online), http://www.administrasipublik.

studentjournal.ub.ac.id.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Keenambelas.

Bandung:Alfabeta.

Sulistiyani, A.T. dan Rosidah. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wahyu Prama Reza. 2017. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengalaman Kerja dan Penempatan Terhadap Produktivitas Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Riau KPRI Cabang Teluk Kuantan. JOM Fekom. Vol 4.

No.1.

Yani, H., M. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Pertama, Jakarta : Mitra Wacana Media

Zulkifly Rusby. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pekanbaru Riau:

Pusat Kajian Pendidikan Islam FAI UIR.

66

L A M P

I

R

A

N

Lampiran 1

KUESIONER PENELITIAN Kepada Yth

Bapak/Ibu/Sdr/i

Pegawai Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi selatan Dengan Hormat,

Bersama ini saya yang tersebut namanya dibawah ini : Nama : Sri Ayu Lestari

Pekerjaan : Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Makassar

Stambuk : 105721130517

Judul Penelitian : “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Penempatan Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan”

Bersama ini saya mohon ketersediaan para pegawai Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi selatan untuk mengisi data kuesioner yang telah disediakan. Informasi yang responden berikan saya jamin kerahasiaannya dan semata- mata digunakan untuk kegiatan penelitian

.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi yang diberikan oleh para responden yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini.

Hormat Saya,

Sri Ayu Lestari

KUESIONER

I. PROFIL RESPONDEN

1. Nama :

2. Jenis Kelamin : ( ) Laki-Laki ( ) Perempuan

3. Umur : ( ) <25 Tahun ( ) 26-30 Tahun ( ) 31-35 Tahun ( ) 36-40 Tahun ( ) 41-45 Tahun ( ) >46 Tahun

4. Pendidikan : ( ) SMA ( ) Diploma ( ) Sarjana ( ) Magister ( ) Doktoral

5. Masa Kerja : ( ) 0-4 Tahun ( ) 5-9 Tahun ( ) 10-14 Tahun ( ) 15-19 Tahun ( ) >20 Tahun

II.

PETUNJUK PENGISIANKUESIONER

Kuesioner dibawah ini memuat sejumlah pernyataan. Silahkan anda memberikan tanda ceklist (√) pada skor nilai jawaban yang anda pilih

untuk menunjukkan seberapa besar tingkat persetujuan atau ketidak setujuan anda terhadap pernyataan tersebut.

Keterangan Skor Penilaian :

Point 1 = Sangat Tidak Setuju (STS) Point 2 = Tidak Setuju (TS)

Point 3 = Cukup Setuju (CS) Point 4 = Setuju (S)

Point 5 = Sangat Setuju (SS)

1. Variabel Tingkat Pendidikan (X1)

No. Jenjang Pendidikan STS TS CS S SS

1. Yang dapat bekerja di instansi ini minimal tingkat pendidikan pegawai Sarjana S1

2. Setelah saudara bekerja, instansi memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan, saudara bersedia memenuhi persyaratan tersebut.

No. Kesesuaian Jurusan STS TS CS S SS

3. Instansi membuat suatu program pendidikan sesuai dengan jurusan pendidikan pada posisi saudara bekerja sekarang

4. Saudara senang bekerja pada posisi saudara saat ini.

2. Variabel Penempatan (X2)

No. Pendidikan STS TS CS S SS

1. Instansi perlu memberikan pendidikan terlebih dahulu jika pegawai di mutasi pada posisi lain.

2. Apakah perlu pegawai ditempatkan sesuai dengan pendidikannya.

No. Pengetahuan Kerja STS TS CS S SS 3. Perlukah instansi mengetahui pengetahuan

pegawai sebelum ditempatkan pada posisi tersebut.

4. Pengetahuan pegawai memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan.

No. Keterampilan Kerja STS TS CS S SS 5. Pegawai perlu memiliki kecakapan dan

keahlian dalam bekerja

6. Pegawai saling berbagi pengetahuan dengan orang lain mengenai pekerjaan

No. Pengalaman Kerja STS TS CS S SS

7. Pegawai diharuskan memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun sebelum ditempatkan pada posisi tersebut.

8. Pegawai yang memiliki banyak pengalaman kerja dimudahkan dalam promosi kenaikan jabatan.

3. Variabel Produktivitas Kerja (Y)

No. Pengetahuan STS TS CS S SS

1. Pengetahuan yang luas dan pendidikan yang tinggi, pegawai diharapkan mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan produktif.

2. Pengetahuan yang diperoleh secara formal maupun non formal memberikan kontribusi bagi pegawai dalam pemecahan masalah dan menyelesaikan pekerjaan.

No. Keterampilan STS TS CS S SS

3. Dengan keterampilan yang dimiliki seorang pegawai diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan secara efektif.

4. Keterampilan yang dimiliki pegawai menjadi perbandingan standar yang ditetapkan oleh instansi.

No. Kemampuan STS TS CS S SS

5. Kemampuan terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimiliki oleh seorang pegawai.

6. Pegawai mengerjakan tugas sesuai dengan kemampuannya.

No. Sikap STS TS CS S SS

7. Pegawai memiliki tanggung jawab pada saat bekerja.

8. Pegawai membantu sesama rekan kerja saat mereka memerlukan bantuan.

No. Perilaku STS TS CS S SS

9. Saling menghargai dan kerja sama sesama pegawai maka produktivitas dapat dipastikan akan terwujud.

10. Kebiasaan menunda suatu pekerjaan akan menghambat ke efektivan kerja.

LAMPIRAN 2 DATA TABULASI

Lampiran 4

Surat Penelitian

Lampiran 5

Dokumentasi

Dalam dokumen pengaruh tingkat pendidikan dan penempatan (Halaman 72-77)

Dokumen terkait