BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Pembahasan
Menurut (Assauri, 2008) produksi adalah keseluruhan proses dan operasi yang dilakukan untuk menghasilkanproduk atau jasa. System produkasi merupakan kumpulan dari sub sitem yang saling berinteraksi dengan tujuan mentransformasi input produksi menjadi output produkasi. Input produksi ini dapat berupa bahan baku, mesin, tenaga kerja, modal, informasi. Sedangkan output produksi merupakan produk yang dihasilkan.
Pada program Pamsimas ini yang menjadi target utama adalah bagaimana masyarakat bisa terpenuhi kebutuhannya terkhusus kebutuhan dasar air bersih. Berdasarkan teori efektiitas yang dikemukakan oleh Gibson (1996:34) dalam bukunya Perilaku, Struktur, Proses pada poin produksi dapat dikatakan sudah tepat karena pemerintah mengusahakan sebuah program yang dibentuk untk memenuhi kebutuhan masyarkatnya.
Dari hasil yang telah dilakukan oleh peneliti, menemukan bahwa program PAMSIMAS yang telah direncanakan pemerintah di Desa
Waetuwo sejak tahun 2019 ini sudah terealisasi pada tahun 2021. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan bersama kepala Desa Waetuwo program Pamsimas untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi sudah berjalan dan masyarakat telah merasakan manfaatnya.
2. Efisiensi
Menurut Sedarmayanti (2014:22) Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat atau sedikit penggunaan sumber daya, maka prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat.
Efisiensi suatu program dapat dilihat dalam proses pembentukan dan atau pelalksanaan program, melihat bagaimana pengelola program bisa memanfaatkan sumber daya yang ada dengan cepat, tepat seta memuaskan.
Dalam hal ini, berdasarkan teori efektivitas yang dikemukakan oleh Gibson (1996:34), dalam poin efesiensi dinilai cukup efektif dan maksimal karena berdasar atas dana yang telah disediakan yang kemudian pengelola menyusun RKM (Rencana Kegiatan Masyarakat) dan proses pembangunan program berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan.
3. Kepuasan
Menurut Kotler dan Keller (2018:138), kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk (atau hasil) terhadap ekspetasi mereka. Apabila kinerja gagal memenuhi ekspektasi, pelanggan akan tidak puas. Jika kinerja sesuai dengan ekspektasi, pelanggan akan puas.
Selain itu, apabila kinerja melebihi ekspektasi, pelanggan akan sangat puas atau senang.
Kepuasan masyarakat merupakan tujuan dari pemerintah dalam membentuk suatu program. Apabila masyarakat merasa puas dan terbantu dengan adanya program PAMSIMAS ini maka program dapat dikatakan berhasil.
Dalam hal ini, berdasarkan teori efektivitas yang dikemukakan oleh Gibson (1996:34), pada poin kepuasan dapat dikatakan cukup berhasil karena masyarakat merasa puas dan terbantu dengan adanya program PAMSIMAS di Desa Waetuwo ini. Meskipun demikian masyarakat masih seringkali terkendala jika mati lampu atau masyarakat bersamaan menggunakan air sehingga aliran air kecil, akan tetapi hal tersebut tidak menjadi kendala yang besar dibandingkan sebelum adanya program pamsimas ini.
4. Keunggulan
Menurut (Gibson 1996) Keunggulan merupakan tingkat dimana suaru produk dapat dan benar-benar tanggap terhadap perubahan internal dan eksternal. Keunggulan program dapat dilihat melalui
keberhasilan dan hal yang membedakannya dengan program-program lainnya.
Dalam hal ini, berdasarkan teori efektivitas yang dikemukakan oleh Gibson (1996:34), pada poin keunggulan dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan program sebelumnya dan dapat memberikan dampak atau perubahan dalam kehidupan masyarakat. Berdarkan penjelasana yang telah diberikan oleh kepala Desa Waetuwo dan coordinator program Pamsimas pada saat dilakukan wawancara oleh peneliti bahwa program Pamsimas ini memang memiliki keunggulan yang lebih daripada program lainnya karena program Pamsimas ini melibatkan masyarakat secara langsung baik itu dalam hal proses pembentukan program, pelaksanaan program, hingga pengawasan program.
5. Pengembangan
Menrut (Gibson :1996) Pengembangan adalah merupakan mengukur kemampuan organisasi untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi tuntutan masyarakat.
Pengembangan merupakan suatu usaha yang dilakukan seacara terarah dan terencana untuk membuat dan memperbaiki, sehingga menjadi produk yang semakin bermanfaat untuk meningkatkan kualitas sebagai upaya menciptakan mutu yang lebih baik.
Pengembangan program diperlukan untuk mengukur kemampuan program dalam meningkatkan kapasitasnya untuk menghadapi tuntutan masyarakat. Pemantauan program untuk mengamati pelaksanaan program dan meminimalisir kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program dan menindaklanjuti segala permasalahan yang dihadapi.
Dalam hal ini, berdasarkan teori efektivitas yang dikemukakan oleh Gibson (1996:34), pada poin pengembangan program dapat diketahui program masih kurang efektif karena program Pamsimas ini masih menghadapi beberapa kendala seperti masalah pada pompa, terkadang ada pemadaman lsitrik, debit air yang berkurang. Tidak lepas dalam hal pengawasan pengelola masih menghadapi beberapa hambatan seperti masih pada sarana yang belum maksimal dan masih ada beberapa pelanggan yang kurang disiplin dalam pembayaran iuran
69
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti melalui wawancara bersama informan serta melakukan observasi langsung di Desa Waetuwo Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone, maka disimpulkan bahwa :
Secara umum program Pamsimas di Desa Waetuwo Kecamatan Kajuara Sudah berjalan dengan baik dan efektif. Selanjutnya dalam pengembangan program perlu sosialisasi dan pemahaman kepada msyarakat mengenai iuran dan biaya oprasional program. Hasil penelitian berdasarkan 5 indikator efektivitas, sebagai berikut :
1. Produksi program yang dilakukan oleh pemerintah berupa program Pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat di Desa Waetuwo Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone dapata dikatakan sudah berjalan dengan efektif karena program ini telah berhasil berjalan dan bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih dalam kehidupan sehari-hari.
2. Efisiensi program Pamsimas di Desa Waetuwo selama berjalannya proses pembangunan program Pamsimas tersebut dapat dikatakan efektif karena pengelola mampu mengelola dana dan sumber daya yang ada sehingga program saat ini bisa digunakan oleh masyarakat.
3. Kepuasan program Pamsimas di Desa Waetuwo dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses air bersih merasa sangat puas dan terbantu dengan adanya program ini.
4. Keunggulan program Pamsimas di Desa Waetuwo dapat dilihat dari pelaksanaan programnya dimana program Pamsimas ini melibatkan semua aspek dalam suatu Desa baik itu pemeritah desa, tim pengelola dan seluruh masyarakat dalam pelaksanaan hingga pengawasan pogram.
5. Pengembangan program Pamsimas di Desa Waetuwo sudah efektif sesuai dengan rencana pemerintah desa Waetuwo dan pihak pengelola Pamsimas untuk menjadika Pamsimas Sebagai program mandiri dan menjadi PAD.
Akan tetapi masih diperlukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang iuran dan biaya operasional pengembangan program Pamsimas ini.
B. Saran
1. Berdasarkan target untuk Saluran Rumah (SR) yang telah ditetapkan, semua telah teraliri oleh air, akan tetapi masih ada sekitar 90 rumah yang belum memiliki akses air bersih langsung ke rumah. maka di sarankan kepada pemerintah Desa Waetuwo dan pengelola program PAMSIMAS di Desa Waetuwo segera melakukan tindakan agar semua masyarakat bisa menikmati air bersih langsung di rumah sehingga tidak tejadi kecemburuan social dalam masyarakat.
2. Demi kelancaran dan keberhasilan suatu program, maka maka pemerintah desa dan pengelola Pamsimas perlu melakukan pemehaman lebih kepada
masyarakat pengguna program Pamsimas agar bisa dengan tepat untuk membayar iuran demi untuk mempersiapkan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.
72
DAFTAR PUSTAKA
Anggara, S. (2014). Kebijakan publik. Yogyakarta : CV. Pustaka setia.
Arikunto, S. (2021). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 3. Bumi Aksara.
Arikunto & Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Aneka Cipta, 2009), hlm. 78.
Assauri, Sofyan, 2008, Manajemen Pemasaran, edisi pertama, cetakan kedelapan, Penerbit : Raja Grafindo, Jakarta
Kotler, P. and Kevin Lane Keller. 2018. Perilaku Konsumen (sikap dan pemasaran). Terjemahan: Firmansyah, M. A. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media.
Lysa Angrayni,Yusliati(2018).Efektivitas Rehabilitas Pecandu Narkotika Serta Pengaruhnya Terhadap Tingkat Kejahatan Di Indonesia, Sidoharjo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Mahmudi (2005) Manajemen Kinerja SektorPublik, Yogyakarta: UPP AMP YPKN.
Sedarmayanti. (2014). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Jakarta:
Mandar Maju.
Subarsono. (2005). Analisis kebijakan publik konsep, teori, dan aplikasi. Pustaka Pelajar.
Sugiyono (2021). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
Suharto, E. (2015). Analisis kebijakan publik: panduan praktis mengkaji masalah dan kebijakan sosial.
Taufiqurokhman (2014). Kebijakan Publik. Jakarta. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Moestopo Beragama (Pers)
Tangkilisan, Hessel Nogi S. (2007). Manajemen Publik. Jakarta: Grasindo.
V. Wiratna sujarweni. (2020). Metodologi penelitian. Yogyakarta:
Pustakabarupress.
Ahmad Fahrizal Maha (2019), dengan judul penelitian “Pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum
dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Oleh Kepala Desa (Studi di Desa Sinampang Kabupaten Dairi)
Kakaina, M. (2014). Efektivitas Program Reading Time di Sekolah Dasar (Studi Deskriptif: Efektivitas Program Reading Time di Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya).
Muttofi'ah, S., Hidayati, R., & Hartono, S. (2020). Efektivitas Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas)(Studi Desa Sei Toman, Kec. Mendahara Ulu) (Doctoral dissertation, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi).
Rachmawati Dwi, M., Yulianti, R., & Haris, D. M. (2014). Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Di Kabupaten Lebak (Doctoral dissertation, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Rahmah, M. (2021). Pengawasan Pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Di Desa Naumbai Kabupaten Kampar Tahun 2019-2020 (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).
Riski, S. N., & Harsasto, P. (2018). Analisis Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) II Kabupaten Semarang (Studi Kasus Desa Timpik Kecamatan Susukan). Journal of Politic and Government Studies, 7(2), 221-230.
Siswadi, Edi, Dr., 2012, Birokrasi Masa Depan Menuju Tata Kelola Pemerintah Yang Efektif dan Prima, Bandung: Mutiara Press.
Republik Indonesia. 2004. Undang No. 7 Pasal 5 Tahun 2004 Tentang Sumber daya air.
Republik Indonesia. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah bahwa memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi telah menjadi urusan dari pemerintah setempat.
Pedoman Umum Pengelolaan Program Pamsimas 2016.
Pedoman Umum Pengelolaan Program Pamsimas 2021 Juknis Perencanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat
74
LAMPIRAN
LAMPIRAN I
Tabel informan
No Nama Jabatan
1 Sudirman Amiruddin Kepala Desa Waetuwo
2 Mujetahid Coordinator KKM
3 Arifai Anggota KPSPAMS
4 Fitriani Masyarakat Desa Waetuwo
5 Rawiyah Masyarakat Desa Waetuwo
6 Irma Masyarakat Desa Waetuwo
7 Harmawati Masyarakat Desa Waetuwo
8 Jamaluddin Masyarakat Desa Waetuwo
LAMPIRAN II
TABEL MATRIKS INSTRUMEN PENELITIAN SKRIPSI No Kerangka
Konseptual
Informan Sumber Data Pertanyaan 1 Produksi Kepala Desa
Waetuwo
Observasi Wawancara Dokumentasi
1. Sejak kapan program PAMSIMAS ini direncanakan?
2. Bagaimana alur dari program PAMSIMAS ini?
3. Kapan Program PAMSIMAS ini dilaksanakan di Desa Waetuwo?
4. Apa alasan di pilihnya tempat program PAMSIMAS ini dilaksanakan ?
5. Bagaimana penganggaran untuk program PAMSIMAS ini?
2 Efisiensi Kepala Desa Waetuwo Coordinator KKM Ketua Satlak
Observasi Wawancara Dokumentasi
1. Seberapa efektifnya program Pamsimas ini di Desa
Waetuwo?
2. Berapa waktu yang digunakan dalam proses pembangunan PAMSIMAS ini?
3. Berapa target titik untuk pemasangan Saluran Rumah Pamsimas di Desa Sei Toman?
4. Berapa presentase untuk pembangunan infrastruktur Pamsimas ini?
5. Bagaimana proses untuk pembayaran dalam
penggunaan air Pamsimas?
3 Kepuasan Masyarakat Desa Waetuwo yang menggunak an
PAMSIMA S
Observasi Wawancara Dokumentasi
1. Kebutuhan air bersih yang bapak / ibu gunakan dari mana?
2. Apakah ibu/bapak tau tentang program PAMSIMAS yang ada di Desa Waetuwo?
3. Bagaimana ibu tau tentang proses PAMSIMAS ini?
4. Apakah kendala yang bapak ibu hadapi atau rasakan?
5. Apakah bapak/ibu merasa terbantu dan puas dengan adanya program PAMSIMAS ini?
4 Keunggulan Kepala Desa Waetuwo
Observasi Wawancara Dokumentasi
1. Apa alasan di pilihnya tempat program Pamsimas ini
dilaksanakan ?
2. Bagaimana pelaksananaan dari Program Pamsimas ini?
3. Apa perbedaan program PAMSIMAS dengan Program air bersih lainnya?
5 Pengembang an
Kepala Desa Waetuwo Ketua KP- SPAMS Coordinator KKM
Observasi Wawancara Dokumentasi
1. Apakah sudah ada peraturan Desa yang mengatur
pelaksanaan Program
pamsimas di Desa Waetuwo?
2. Bagaimana pelaksanaan program PAMSIMAS sejauh ini? Apakah sudah baik dan sesuai dengan prosedur?
3. Apa yang menjadi penyebab masih adanya kendala dalam jalannya program
PAMSIMAS ini?
4. Apa yang menjadi factor penghambat dan pendukung dalam pengawasan
pelaksanaan program PAMSIMAS ini?
5. Bagaimana langkah pengembangan dan keberlanjutan program PAMSIMAS ini?
PEDOMAN WAWANCARA
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA WAETUWO
KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONE a. Produksi
1. Sejak kapan program PAMSIMAS ini direncanakan?
2. Bagaimana alur dari program PAMSIMAS ini?
3. Kapan Program PAMSIMAS ini dilaksanakan di Desa Waetuwo?
4. Apa alasan di pilihnya tempat program PAMSIMAS ini dilaksanakan ? 5. Bagaimana penganggaran untuk program PAMSIMAS ini?
b. Efisiensi
1. Seberapa efektifnya program Pamsimas ini di Desa Waetuwo?
2. Berapa waktu yang digunakan dalam proses pembangunan PAMSIMAS ini?
3. Berapa target titik untuk pemasangan Saluran Rumah Pamsimas di Desa Sei Toman?
4. Berapa presentase untuk pembangunan infrastruktur Pamsimas ini?
5. Bagaimana proses untuk pembayaran dalam penggunaan air Pamsimas?
c. Kepuasan
1. Kebutuhan air bersih yang bapak / ibu gunakan dari mana?
2. Apakah ibu/bapak tau tentang program PAMSIMAS yang ada di Desa Waetuwo?
3. Bagaimana ibu tau tentang proses PAMSIMAS ini?
4. Apakah kendala yang bapak ibu hadapi atau rasakan?
5. Apakah bapak/ibu merasa terbantu dan puas dengan adanya program PAMSIMAS ini?
d. Keunggulan
1. Apa alasan di pilihnya tempat program Pamsimas ini dilaksanakan ? 2. Bagaimana pelaksananaan dari Program Pamsimas ini?
3. Apa perbedaan program PAMSIMAS dengan Program air bersih lainnya?
e. Pengembangan
1. Apakah sudah ada peraturan Desa yang mengatur pelaksanaan Program pamsimas di Desa Waetuwo?
2. Bagaimana pelaksanaan program PAMSIMAS sejauh ini? Apakah sudah baik dan sesuai dengan prosedur?
3. Apa yang menjadi penyebab masih adanya kendala dalam jalannya program PAMSIMAS ini?
4. Apa yang menjadi factor penghambat dan pendukung dalam pengawasan pelaksanaan program PAMSIMAS ini?
5. Bagaimana langkah pengembangan dan keberlanjutan program PAMSIMAS ini?
LAMPIRAN III
DOKUMENTASI
Gambar 6.1 Wawancara bersama Kepala Desa Waetuwo
Gambar 6.2 Wawancara bersama ketua KKM dan Anggota KPSPMAS Pamsimas Desa Waetuwo
Gambar 6.3 Wawancara bersama masyarakat Desa Waetuwo
Gambar 6.4 Program Pamsimas 2021
LAMPIRAN PERSURATAN