BAB I PENDAHULUAN
12. Indikator Motivasi Belajar
4.2. PEMBAHASAN
Adapun acuan yang dilakukan oleh penulis dalam melihat presentase dari kedua sebuah hasil penelitian dalam pengaruh keharmonisan keluarga terhadap motivasi belajar siswa SMA Lentera berdasarkan tabel yang dilansir dari Fuedi dan Muliatna [CITATION Fue14 \n \t \l 1033 ]. Kriteria ini menjadi acuan dalam menentukan kesimpulan akhir dari variabel. Presentase dan kriteria disajikan pada tabel berikut:
Tabel 9. Persentase dan Kriteria
Persentase Kriteria Presentase
0% - 20% Sangat Kurang
20% - 40% Kurang
40% - 60% Cukup
60% - 80% Baik
80% - 100% Sangat Baik
Menurut Azizah & Istiqamah [CITATION Azi21 \n \t \l 1033 ] keluarga yang baik adalah keluarga yang menunjukkan cinta kasihnya kepada anak dengan mengungkapkan rasa perhatiannya, mendengarkan anak, memuji anak, dan meluangkan waktu untuk anak. Keluarga memiliki sebuah tanggung jawab dan kewajiban dalam memberikan pendidikan kepada anak. Bantuan keluarga sangat diperlukan, karena keluarga menjadi pendidik pertama yang utama bagi anak dan juga anak lebih banyak menghabiskan waktu nya di rumah dari pada di lingkungan sekolah. Ketika anak yang belajar dirumah, anak akan mendapatkan perhatian dan pengawasan dari keluarga.
Selain perhatian dari keluarga, keluarga memiliki tanggung jawab dalam menyediakan fasilitas yang menunjang pembelajaran anak seperti buku, jadwal pembelajaran, dan teknologi yang mendukung proses pembelajaran anak. Melalui hal tersebut, anak akan berpotensi atau berpeluang untuk mencapai prestasi yang baik karena adanya ketersediaan fasilitas yang diberikan. Artinya, anak akan memiliki semangat untuk belajar ketika dan mendapatkan dukungan dari keluarga apabila ada dukungan yang positif dari keluarga yang harmonis. Motivasi belajar seorang anak dapat didorong melalui sebuah keluarga. Serta juga, keluarga memiliki peran untuk mendukung motivasi belajar seorang anak untuk melakukan segala sesuatu yang dikerjakan. Salah satu peran orang tua kepada anak adalah memberikan nasihat yang baik dan memberikan bekal positif kepada anak
Perlu sekali adanya kesadaran untuk orang tua ataupun keluarga salah satu dengan hubungan yang baik, agar segala kegiatan pendidikan anak akan terlaksana dengan baik dan dapat menunjang terciptanya kehidupan keluarga yang harmonis.
Melalui teori yang didapat, keluarga yang harmonis juga dapat berpengaruh dalam motivasi belajar anak. Motivasi belajar merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi anak, karena tanpa adanya motivasi belajar, kegiatan pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik. Dalam sebuah keluarga yang harmonis, perlu sekali yang namanya saling memperhatikan satu sama lain. Melalui perhatian yang di berikan
keluarga atau orang tua kepada anak hal itu akan berpengaruh pada motivasi belajar anak.
Menurut Endirani [CITATION End16 \n \t \l 1033 ] mengatakan bahwa perhatian keluarga adalah proses pemberian bantuan keluarga terhadap anak. Seperti memberikan dorongan untuk belajar, memberikan pengarahan yang penting saat belajar, serta memperhatian kebutuhan-kebutuhan alat yang menunjang proses pembelajaran anak. Dalam proses pembelajaran, sangat penting ketika anak diberikan fasilitas yang baik, karena hal tersebut dapat menunjang proses pendidikannya.
Menurut uraian diatas, dapat dikatakan bahwa perhatian dan dukungan dari keluarga yang harmonis memiliki pengaruh dalam proses pembelajaran anak. Sehingga, anak memiliki motivasi belajar yang baik karena orang tua ataupun keluarga mendukung dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan indikator, seorang anak dapat dikatakan semangat belajar dan memiliki keharmonisan dalam keluarga, ketika keluarga dengan anak menunjukkan sikap saling keterbukaan antara satu dengan lain. Sebagaimana ketika anak dengan keluarga menunjukkan sikap keterbukaan satu sama lain, hal tersebut akan menciptakan sebuah relasi yang baik, dimana dalam suatu relasi yang baik, hal tersebut akan menciptakan suatu hubungan yang erat dalam sebuah keluarga.
Sehingga pada penelitian ini menegaskan bahwa pentingnya orang tua memiliki peran untuk menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif dalam sebuah keluarga karena hal tersebut sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan motivasi belajar. Salah satu peran orang tua kepada anak adalah dengan memberikan dukungan belajar kepada anak. Sehingga melalui dukungan tersebut anak akan memiliki ketekunan, keuletan dalam belajar dan juga dorongan semangat untuk belajar. [ CITATION Mut12 \l 1033 ]
Berdasarkan indikator tersebut, didapat hasil persentase sebesar 67% yang masuk dalam kriteria atau persentase “Baik”, maka dari itu dapat diketahui bahwa keharmonsian keluarga ini memiliki pengaruh yang baik pada motivasi belajar siswa
kelas X IPA/IPS. Hal ini menunjukkan bahwa situasi keluarga yang harmonis akan mendorong anak untuk lebih giat belajar, sebagimana anak memerlukan perhatian dan kasih sayang dari orang tua [ CITATION Rah13 \l 1033 ]. Hal itu dikarenakan data yang di dapat oleh peneliti, bahwa pada pernyataan diantaranya keharmonisan keluarga pada angket (1, 2, 3, 4, 5, 8, 11, 14, 15), dapat dilihat bahwa keluarga mendukung dan memberikan dorongan bagi anak. Untuk motivasi belajar siswa pada penelitian ini ditemukan sebesar 95% yang mana masuk dalam kategori “Baik”, serta dapat dilihat bahwa motivasi belajar yang di miliki oleh anak baik. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa motivasi belajar ada dalam kategori baik. Hal ini dapat dilihat dalam aspek motivasi yang dimiliki anak yaitu motivasi dari eksternal dan internal. Sebagaimana, hal tersebut yang menyangkut adanya hasrat ingin berhasil, cita-cita dan lingkungan yang kondusif. [ CITATION Rah13 \l 1033 ]
Berdasarkan hasil angket, ternyata anak bisa memiliki keuletan dan ketekunan dalam belajar walaupun keluarganya tidak harmonis, yang artinya anak memiliki ketekunan dalam belajar yang bisa timbul dari dua aspek yaitu dukungan dari keluarga dan juga dari dalam diri anak, yang artinya keharmonsian keluarga memiliki pengaruh yang pada proses pembelajaran anak. Peran keluarga yang harmonis memiliki pengaruh yang baik pada motivasi belajar anak. Adapun anak dapat memiliki motivasi belajar yang baik tidak hanya berasal dari keluarga, melainkan hal tersebut dapat timbul dari faktor internal yaitu dirinya sendiri, karena hal tersebut disebabkan karena dari dorongan dalam diri, adanya hasrat ingin berhasil dan mencapai sebuah keinginan.
Anak mendapat motivasi belajar tidak hanya berasal dari keluarga, namun juga anak mendapatkan motivasi belajar dari dalam diri anak. Selain itu, peneliti juga menggunakan wawancara untuk memperkuat hasil dari angket yang telah diperoleh.
Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa motivasi seorang anak itu tidak hanya bergantung pada keharmonisan keluarga, karena motivasi yang didapat oleh anak tidak hanya dari keluarga, melainkanjuga anak memiliki motivasi belajar itu
didapat dari dalam diri anak. Sebagaimana juga ketika seorang anak memiliki motivasi yang didapat dari dalam diri sendiri, anak bisa menciptakan dukungan dan motivasi sendiri. Anak memiliki motivasi dalam diri sendiri karena adanya keinginan ingin berhasil atau mencapai sebuah tujuan yang diinginkan.Maka dari itu, keluarga perlu menciptakan hubungan dan suasana yang kondusif agar keluarga dapat memberikan dukungan yang baik bagi anak..
Terdapat sebuah hasil yang telah diteliti bahwa, perlu sekali kedekatan hubungan antara keluarga dengan anak. Sebagaimana anak adalah sebagai anugerah dari Tuhan yang mulia. Keluarga memiliki peran dalam pendidikan anak, menuntun kedalam pengajaran Kristus dan juga mendidik anak dengan baik, mendidik anak hal yang benar adalah tugas keluarga. Seperti ada tertulis dalam Amsal 1:8-9 Allah berfirman, ayat 8 “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia- nyiakan ajaran ibumu”, ayat 9 “sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.” Pada ayat ini, lebih menekankan pada peran orang tua untuk mendidik anak. Sebagaimana tugas orang tua adalah mengajar dan tugas anak adalah mendengarkan setiap ajaran dari orang tua.
Peran orang tua sangat penting bagi proses belajar anak, karena orang tua diberi tugas oleh Tuhan untuk mengajarkan anak dan seharusnya juga anak mendengarkan didikan dan ajaran orang tua. Salah satu tanggung jawab orang tua adalah mendidik anak untuk mengenal dan taat kepada Allah. Selain itu, pada ayat ini mengingatkan bahwa mendengarkan nasihat dan memahami sebuah nasihat dari keluarga dapat menuntun anak untuk mencapai kebijaksaan. Nasihat yang baik akan menuntun dan membantu anak mencapai kesuksesan dalam hidup.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN
Keharmonisan keluarga merupakan salah satu faktor yang berpengaruh didalam keluarga. Dalam sebuah keluarga yang harmonis, keluarga sangat berperan didalam nya. Keharmonisan keluarga menjadi alasan bagi anak untuk memiliki sikap ataupun perilaku yang baik. Sebagaimana, melalui sebuah keluarga yang harmonis, anak akan mendapat bimbingan dan mendapatkan arahan yang baik dari keluarga.
Maka dari itu, hal tersebut membuat anak menjadi pribadi yang memiliki sifat dan sikap yang baik dan juga anak akan berkembang ke arah yang positif.
Keluarga mendampingi anak dan memberikan arahan kepada anak tanpa melakukan suatu paksaan kepada anak, agar anak memiliki kehidupan yang positif. Selain akan berpengaruh dalam tumbuh dan kembang anak, hal itu juga akan berpengaruh pada pendidikan anak. Jika keluarga memberikan arahan yang baik pada anak, anak akan memiliki pendidikan yang baik dan terarah. Dukungan dari keluarga itulah yang membuat anak termotivasi ketika belajar.
Hal itu akan mendorong semangat motivasi anak untuk belajar, supaya anak memiliki suatu tujuan yang terarah kedepan nya. Namun, selaras dengan data penulis sudah melakukan penelitian dan kemudian mendeskripsikan hasil dari pengaruh keharmonisan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas X IPS/IPA di Sekolah Lentera Harapan Banjar Agung. Dapat dikatakan melalui teori yang didapat dengan literasi, keluarga yang harmonis dapat memiliki pengaruh bagi anak karena suasana keluarga yang baik dapat menimbulkan ketenangan bagi anak dan dari situ dapat membuat anak menjadi nyaman dirumah, sehingga hal tersebut dapat mendorong anak untuk memiliki motivasi belajar yang lebih giat di sekolah maupun di rumah.
Peneliti juga sudah melakukan penelitian terhadap anak-anak kelas X IPA/IPS, dan berdasarkan hasil data yang di dapat, banyak anak mengatakan bahwa motivasi yang mereka miliki tidak hanya berasal dari keluarga, adapun motivasi anak itu timbul dari dalam diri anak. Keluarga yang tidak harmonis ternyata tidak terlalu signifikan dalam motivasi anak. Ketika keluarga sedang dalam kondisi tidak harmonis, anak akan tetap memiliki motivasi belajar yang didasari pada diri sendiri, dikarenakan anak memiliki motivasi belajar didasarkan dengan keinginan dan tujuan ingin berhasil.
Peneliti juga ingin mengingatkan melalui alkitab, Keluarga berperan dalam mendidik, mengajar, dan membimbing anak. Keluarga menjadi dasar anak untuk memiliki kehidupan yang baik. Perlu sekali keluarga menunjukkan sikap yang baik terhadap anak, seperti menunjukkan sikap dan perilaku yang baik kepada anak, dan menjalin relasi yang baik satu sama lain.
Perlu ada nya ikatan yang kuat di dalam sebuah keluarga, agar dapat tercipta nya keluarga yang harmonis. Keluarga yang harmonis akan tercipta bila di dalam sebuah keluarga saling mendukung dan memotivasi satu sama lain.
Seperti ada tertulis dalam Amsal 29 ayat 17, demikian bunyi Firman Tuhan
“Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.” Sebagaimana diperlukan keluarga yang harmonis sehingga dapat mendidik anak nya dengan benar sehingga anak tersebut bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik.