• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Temuan

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

C. Pembahasan Temuan

hasil jawabannya dan tidak melakukam perhitungan kembali atau memeriksa ulang.

Berdasarkan hasil pekerjaan siswa kategori rendah pada TBK 1 dan TBK 2, diperoleh hasil tahapan verifikasi sebagaimana berikut.

Tabel 4.16

Tahap Verifikasi Siswa Kategori Rendah

Langkah Tahap Verifikasi TBK 1 TBK 2 Menguji ide yang ditemukan saat tahap

iluminasi

Mengimplementasikan ide yang telah

ditemukan untuk menentukan solusi masalah

Mengujsi solusi masalah

Berdasarkan tabel 4.16 di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa kategori rendah pada tahap verifikasi mengalami proses berpikir kreatif secara konsisten. Adapun langkah-langkah proses berpikir kreatif yang dialami siswa kategori rendah pada tahap verifikasi yaitu dimulai dari tidak dapat menguji ide yang ditemukan pada saat tahap iluminasi, tidak dapat mengimplementasikan ide yang telah ditemukan untuk menentukan solusi masalah, dan tidak menguji solusi masalah.

yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Pada tahap persiapan, siswa kategori tinggi mencermati masalah yang diberikan dengan seksama, lalu siswa mengidentifikasi masalah dengan menyebutkan informasi apa saja yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan. Selain itu siswa juga menyebutkan informasi-informasi yang relevan serta informasi yang terkait dengan masalah yang diberikan. Dalam menyebutkan informasi- informasi yang ada, siswa kategori tinggi cenderung menggambar terlebih dahulu dalam lembar jawabannya. Kemudian, setelah siswa menentukan informasi yang ada, siswa mulai merumuskan masalah serta mengaitkan setiap informasi untuk mendapatkan suatu gambaran penyelesaian masalah.

Kemudian pada tahap inkubasi, siswa kategori tinggi pertama mengawalinya dengan menentukan ide yang dianggap tepat sebagai solusi penyelesaian masalah; dalam hal ini siswa kategori tinggi menggunakan faktor untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Siswa kategori tinggi menyebutkan bahwasannya faktor merupakan ide yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang behubungan untuk mencari panjang dan lebar kotak. Kemudian siswa kategori tinggi menguji ide yang telah dipilih dengan melakukan perhitungan secara tepat. Pada tahap ini siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah. Ia diam sejenak dan memikirkan jalan keluar dengan menata kembali konsep-konsep matematika yang digunakan.

Tahap selanjutnya yang ketiga yaitu tahap iluminasi. Pada tahap ini siswa kategori tinggi mendapatkan solusi yang datang setelah melakukan

perenungan pada tahap sebelumnya dalam menyelesaikan masalah.

Kemudian, siswa kategori tinggi mengembangkan ide yang didapat dengan melakukan perhitungan sehingga didapatkan sebuah penyelesaian lebih dari satu jawaban. Pada tahap ini, siswa kategori tinggi mengaitkan masalah- masalah dengan konsep matematika sebelumnya.

Tahap terakhir yaitu tahap verifikasi. Pada tahap ini, siswa kategori tinggi menguji ide yang ditemukan pada saat tahap sebelumnya dengan mempertimbangkan kembali apakah ide yang didapatkan sudah sesuai dengan masalah yang ada. Selanjutnya, siswa kategori tinggi mengimplementasikan dengan sebuah solusi permasalahan. Pada tahap ini, siswa kategori tinggi setelah mendapatkan jawaban selalu melakukan pengecekan kembali atau memeriksa kembali pekerjaan yang sudah didapatkannya. Jadi, pada proses berpikir kreatif siswa kategori tinggi telah melewati tahapan secara berurutan mulai dari tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi.

Kedua, proses berpikir kreatif siswa pada subjek penelitian siswa kategori sedang menunjukkan bahwasannya siswa melalui tahapan-tahapan berpikir kreatif berdasarkan indikator yang ada; yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Tahapan-tahapan yang dilalui oleh siswa kategori sedang yang pertama yaitu tahap persiapan. Pada tahap persiapan siswa kategori sedang terlebih dahulu mencermati masalah yang diberikan dengan membaca berulang-ulang serta mengidentifikasi masalah dengan menentukan informasi-informasi yang relevan. Kemudian, setelah siswa menentukan informasi, ia mulai merumuskan masalah dengan mengumpulkan informasi-

informasi yang terkait sehingga menemukan gambaran dalam menyelesaikan masalah yang diberikan.

Kemudian, pada tahap kedua yaitu tahap inkubasi. Pada tahap ini siswa kategori sedang mulai menemukan ide yang digunakan dalam menyelesaikan masalah. Dalam hal ini, siswa kategori sedang menggunakan konsep faktor untuk mendapatkan solusi dalam menyelesaikan masalah.

Kemudian, setelah siswa kategori sedang menemukan ide tersebut, ia melakukan perhitungan secara matematis. Siswa kategori sedang dalam mengerjakan permasalahan megalami sedikit kesulitan sehingga masih mengendapkan masalah dengan mencoba-coba menggambar terlebih dahulu.

Tahap berikutnya yaitu tahap iluminasi. Pada tahap ini, siswa kategori sedang mendapatkan penyelesaian berdasarkan coba-coba yang dilakukan.

Kemudian, ia mulai mencoba membangun dan mengembangkan ide barunya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Namun, siswa kategori sedang dalam menyelesaikan permasalahan cenderung hanya menemukan satu jawaban.

Terakhir yaitu tahap verifikasi. Pada tahap ini, siswa kategori sedang dalam menyelesaikan permasalahan cenderung tidak melakukan perhitungan kembali atau pengecekan terhadap hasil jawaban yang ditemukan. Kemudian, siswa kategori sedang cenderung tidak teliti dalam melakukan perhitungan yang ia kerjakan. Jadi, proses berpikir kreatif pada siswa kategori sedang sudah melewati tahapan-tahapan dengan berurutan yaitu mulai dari tahapan persiapan, inkubasi, dan iluminasi.

Ketiga, proses berpikir kreatif pada subjek siswa kategori rendah menunjukkan bahwasannya siswa melalui tahapan-tahapan berpikir kreatif berdasarkan indikator yang ada; yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Adapun tahapan proses berpikir kreatif yang dilalui oleh siswa kategori rendah yaitu pertama tahap persiapan. Pada tahap ini, siswa kategori rendah mencermati masalah dengan membaca secara berulang-ulang.

Kemudian, siswa kategori rendah menuliskan informasi-informasi yang diketahui pada lembar jawabannya. Selain itu, siswa kategori rendah menyebutkan dengan ragu-ragu bahwa informasi yang diberikan berkaitan semua dengan permasalahan. Pada tahap ini, siswa kategori rendah tidak dapat menemukan suatu gambaran penyelesaian masalah.

Kedua, tahap selanjutnya yaitu tahap inkubasi. Pada tahap inkubasi, siswa kategori rendah dalam memilih ide untuk meyelesaikan permasalahan yang diberikan masih kurang tepat. Dalam menentukan ide, siswa kategori rendah cenderung menghabiskan waktu yang cukup lama. Ia memikirkan berulang-ulang ide yang sesuai dengan permasalahan. Setelah siswa kategori rendah menemukan ide, ia menguji ide tersebut tetapi dalam pengujian idenya masih salah total. Ketika siswa kategori rendah mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan, ia melakukan hal-hal seperti berbaring dan mencoret-coret kertasnya.

Tahap ketiga yaitu tahap iluminasi. Pada tahap ini, siswa kategori rendah menemukan gagasan tetapi cenderung kurang tepat dalam menyelesaikan permasalahan, sehingga tidak dapat melanjutkan perhitungan

sampai selesai. Siswa kategori rendah dalam menyelesaikan permasalahan hanya menemukan satu jawaban.

Tahap terakhir yaitu tahap verifikasi. Pada tahap ini, siswa kategori rendah tidak melakukan pengecekan atau perhitungan kembali terhadap hasil jawabannya, karena pada tahap sebelumnya siswa kategori rendah merasa kurang yakin dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Jadi, proses berpikir kreatif siswa kategori rendah cenderung kurang teliti dan kurang memikirkan konsep secara matematis namun berdasarkan tahapannya, siswa cenderung melewati tahapan proses berpikir kreatif dengan berurutan yaitu dimulai dengan persiapan, inkubasi, dan iluminasi.

BAB V

Dokumen terkait