• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

C. Pembelajaran IPS Terpadu Berbasis Kearifan Lokal

Jadi berdasarkan hasil wawancara, gambaran hasil wawancara dan observasi tersebut, peneliti simpulkan bahwa kearifan lokal yang ada di SMP Salafiyah Darul Falah, adalah sekolah yang sangat mewajibkan peserta didiknya untuk berbahasa Sasak halus dan jika dalam pendidikan formal bahasa Sasak halus diintegrasikan dengan bahasa Indonesia, dan dalam penananaman bahasa Sasak halus kepada peserta didik, bukan hanya para guru saja yang dilibatkan, tetapi para santri seniorpun juga dilibatkan untuk membimbing, mengajarkan santri junior di dalam berbahasa, berkomunikasi dengan baik, halus dan sopan. Jadi kearifan lokal yandg ada di Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah ini yaitu : 1.

Berembuq: untuk membangun sikap demokratis dan disiplin santri didik, 2. Besemeton: untuk membangun sikap persahabatan, kekeluargaan dan rasa peduli sosial, 3. Bahasa Halus: untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kebudayaan yang dimilikinya dan mampu berbahasa yang baik, sopan dan halus, 3. Tertib Tapsile: untuk menumbuhkan kesopanan, kedamaian.

C. Pembelajaran IPS Terpadu Berbasis Kearifan Lokal di SMP

Bapak Zahirul Hadi mengatakan;

Di dalam perangkat pembelajaran nike, para guru sudah menyusun RPP sesuai dengan kurikulum yang berlaku di kurikulum 2013, para guru sudah mencantumkan nilai-nilai kearifan lokal di dalam RPP seperti; nilai religius, gotong royong,dan kerja sama, hanya bahasa Sasak halus yang tidak ada di dalam kurikulum 2013, akan tetapi kami di niki para guru menambahkan kearifan lokal bahasa Sasak halus dikarenakan kami berdiri dalam naungan Yayasan Pondok Pesantren yang tidak bisa lepas dari kearifan lokal bahasa Sasak halus, karena kearifan lokal bahas Sasak halus niki sudah menjadi ciri khas seorang santri sarungan menjadi sebuah identitas diri. Kearifan lokal niki seringikali dikaitkan dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual oleh Pak Ismu.51

Jadi berdasarkan hasil wawancara dari waka kurikulum SMP Salafiyah Darul Falah sekolah tersebut menggunakan kurikulum 2013 yang di mana kurikulum 2013 itu tidak mencantumkan kearifan lokal dalam kegiatan belajar mengajar, akan tetapi walaupun sekolah tersebut menggunakan kurikulum 2013, pimpinan sekolah seperti kepala sekolah dan para wakil kepala sekolah SMP Salafiyah Darul Falah tidak menghapus kearifan lokal yang ada di sekolah tersebut karena itu hal yang tidak mungkin dilakukan tanpa perintah langsung dari Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah.

Sedangkan Pak Ismu mengatakan: hal yang membuat pembelajaran IPS terpadu berbasiskan kearifan lokal; karena Yayasan Ponpes Darul Falah mempunyai budaya kearifan lokal yang menjadi sumber belajar peserta didik, terus adanya sarana dan prasarana yang membantu berjalannya pembelajaran dan semua pihak sekolah, lembaga mendukung

51Hasil Wawancara dengan Waka Kurikulum, Tanggal 3 Desember 2020 Pukul 13:45.

seperti; kepala sekolah, waka kesiswaan, waka kurikulum, dan peserta didik.52

Adapun hasil wawancara peneliti mengenai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS terpadu dengan guru IPS yaitu:

Sebelum memulai proses pembelajaran tentunya tiyang membuat perencanaan pembelajaran seperti Silabus, RPP, sesuai dengan arahan dari permendikbud akan tetapi selama proses pembelajaran IPS di kelas tiyang mengintegrasikan bahasa Indonesia dengan bahasa Sasak halus agar santri didik yang masih kurang mengerti bahasa Sasak halus juga bisa sambil belajar karena bahasa Sasak halus ini merupakan kebijakan dari yayasan sedangkan sekolah ini berdiri dibawah nauangan yayasan kebijakan dari yayasan santri didik harus bisa bahasa Sasak halus. jadi driki tiyang sebagai guru IPS ketika berintraksi langsung dengan murid menggunakan bahasa Sasak halus, mengajarkan juga kepada santri didik agar mampu berintraksi dengan sesama temannya ketika di lingkungan pondok menggunakan bahasa Sasak halus. Dalam pembelajaran IPS terpadu niki memiliki keterkaitan dengan kearifan lokal yang di terapkan oleh yayasan ponpes Darul Falah seperti nilai-nilai sosial, tata krama, norma, moral, bahasa sasak halus, aturan-aturan khusus yang dibuat oleh yayasan, dalam mata pelajaran IPS tentang materi interaksi sosial nike, kalau mengenai bahasa Sasak halus nike hal yang berkaitan dalam pembelajaran IPS nike juga masuk ke dalam interaksi sosial yang mengenai tentang bertutur kata/berkomunikasi dengan lawan bicara dengan baik, sopan dan halus.

Adapun gambaran hasil wawancara peneliti dengan peserta didik terkait langkah proses pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan lokal, peserta didik atas nama Rifa Hafizakia, Reza Pahlevi dan 3 peserta didik lainnya mengatakan, sebagai berikut: dalam mata pelajaran IPS yang dipadukan dengan kearifan lokal nike kami lebih mudah memahami

52Hasil Wawancara dengan Guru IPS, Tanggal 4 Desember 2020.

tentang makna pentinganya kearifan lokal yang harus selalu dijaga dan dilestarikan.

Berdasarkan hasil wawancara guru IPS dan gambaran hasil wawancara peserta didik bahwa pembelajaran IPS terpadu dengan berbasis kearifan lokal di SMP Salafiyah Darul Falah dapat secara efektif dan efisien memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta didik tentang kearifan lokal, sehingga peserta didik dapat ikut berkontribusi terhadap uapaya mengaplikasikan, memelihara, melestarikan dan memiliki kesadaran tentang nilai-nilai kebudayaan daerah tempat tinggalnya.

Peneliti melanjutkan wawancara mengenai penerapan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS, Pak Ismu guru IPS mengatakan: dalam mata pelajaran IPS terkait materi dengan interaksi sosial ada nilai-nilai kearifan lokal yang bisa di ajarkan kepada santri didik niki seperti nilai, moral, tata krama kan ada di dalam interaksi sosial, tiyang memberikan sebuah teori kepada santri didik setelah itu tiyang menugaskan santri didik untuk turun ke lingkungan pesantren untuk mengamati, menganalisis teori interaksi sosial dengan yang ada di lingkungan pesantren, model pembelajaran kontekstual niki tiyang hanya gunakan di kelas VII saja, karena santri didik kelas VII niki masih awam dengan norma-norma yang ada di pesantren. Dan kami niki sebagai pendidik di yayasan di tugaskan untuk selalu mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal yang sudah di terapkan oleh Yayasan, dan menurut tiyang melalui model pembelajaran kontekstual bisa lebih mudah menerapakan kearifan lokal nike, kan dalam

pembelelajaran IPS kearifan lokal niki ada keterkaitan, dan bahasa Sasak halus pun niki memiliki keterkaitan dalam pembelajaran IPS, contohnya nike dalam bentuk interaksi sosial terdapat asimilasi niki kan merupakan cara bersikap dan bertingkah laku, tiyang di dalam mengajar sering mengintegrasikan bahasa Sasak halus dengan bahasa Indonesia, karena kan buku pembelajaran nike menggunakan bahasa Indonesia, santri didik menggunakan bahasa Sasak halus murni nike hanya di dalam asrama dan di lingkungan pesantren ketika berkomunikasi dengan warga pensantren.53

Berdasarkan hasil wawancara di atas penerapan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS, guru IPS memberikan materi pembelajaran terkait interaksi sosial dalam mata pelajaran IPS, peserta didik di tugaskan untuk turun ke lingkungan pondok pesantren untuk mengamati dan menganalisis apa yang sedang terjadi lingkungan pesantren agar peserta didik melihat kesesuaian teori dengan lingkungan, guru IPS ketika melakukan pembelajaran tidak menggunakan bahasa Sasak halus murni, akan tetapi mengintegrasikan bahasa Sasak halus dengan bahasa Indonesia.

Dalam proses pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan lokal ada langkah-langkah dalam proses pembelajaran, adapun guru IPS SMP Salafiyah Darul Falah mengatakan sebagai berikut:

Sebelum memulai pembelajaran, tiyang melakukan pembukaan dengan salam, mengajak peserta didik berdoa, mengecek kehadiran peserta didik serta menyiapkan fisik dan psikis peserta didik untuk memulai pembelajaran. Setelah nike tiyang menggali pengetahuan

53 Hasil Wawancara Dengan Guru IPS, Tanggal 5 Desember 2020, Pukul 11:00.

peserta didik, memberi motivasi kepada peserta didik, dalam pembelajaran IPS niki ada materi mengenai interaksi sosial, mengenai materi tersebut tiyang memadukannya dengan kearifan lokal yang ada di yayasan ponpes, kearifan lokal yang terkait dengan materi niki yaitu nilai-nilai sosial, tata krama, mengenai bahasa Sasak halus niki juga masuk ke dalam interaksi sosial pada bagian berkomunikasi dengan baik, sopan dan halus dengan lawan bicaranya dan tiyang sendiri menggunakan metode diskusi dalam model pembelajaran kontekstual ini, tiyang mengelompokkan peserta didik dalam kelompok belajar yang homogen, setelah nike tiyang menyiapkan LKS, PPT yang sudah di print terkadang tiyang juga memakai LCD/proyektor, mengenai materi yang akan kami bahas yang terkait dengan pendidikan kearifan lokal nike materi interaksi sosial, dalam pembahasan materi interaksi sosial nike yang selalu tiyang ingatkan kepada santri didik yaitu mengenai nilai-nilai sosial, cara berkomuniksi terhadapa lawan bicara dengan baik, sopan dan halus. Setelah nike memberikan tugas kelompok kepada peserta didik untuk turun ke lapangan (sekitar lingkungan tempat tinggal), dan tiyang memberikan waktu kepada peserta didik untuk bertanya mengenai tugas yang tiyang beri, setelah nike saya menugaskan peserta didik untuk merumuskan materi dengan hal yang di amati di lapangan, setelah itu tiyang membantu peserta didik untuk memahami pembelajaran, dan mengajak peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran, setelah nike tiyang mengevaluasi peserta didik dengan memberikan beberapa soal tes yang terkait dengan materi pembelajaran. Setelah penutupan pembelajaran dengan merefleksi peserta didik, memberikan motivasi kepada peserta didik agar tetap semangat belajar dan selalu menjaga kesehatan terkait dengan terjadinya pandemi covid 19, setelah nike tiyang mengajak peserta didik berdoa karena terselesainya pembelajaran, dan akhirul salam.54

Berdasarkan hasil wawancara di atas guru IPS telah melakukan proses pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal dengan cukup baik.

Adapun gambaran hasil wawancara peneliti dengan peserta didik terkait langkah proses pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan lokal, peserta didik atas nama Rifa Hafizakia, Reza Pahlevi dan 3 peserta didik lainnya mengatakan, sebagai berikut:

54Hasil Wawancara dengan Guru IPS Pada Tanggal 4 Desember 2020, Pukul 14:30

Sebelum pembelajaran dimulai, pak guru membuka pembelajaran dengan mengucap salam dan mengajak kami berdoa, setelah nike kami di absen, setelah nike ada beberapa pertanyaan yang diberikan oleh guru tentang keterkaitan materi yang akan diajar dengan yang di lapangan, dan kami mendengarkan sajian informasi dari pak guru, setelah pak guru membuatkan kami kelompok untuk berdiskusi, dan kamipun berdiskusi tentang materi yang diberikan oleh pak guru, pak guru memberikan kami tugas kelompok untuk merumuskan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata, setelah nike kami menyimpulkan materi pembelajaran melalui pengalaman belajar kami, kami diberikan soal untuk dijawab dan kami mengerjakan soal tes tersebut, setelah selese mengerjakan soal tes, kami mengunpulkannya ke pak guru, setelah nike penutup, kami melakukan refleksi dan mendengar motivasi dari guru, dan kami mencatat tugas PR yang diberikan oleh pak guru, dan kami berdoa karena pembelajaran selesai dan setelah nike kami menjawab salam pak guru, terus kami pulang ke asrama dengan tertib dan rapi.55

Berdasarkan hasil wawancara di atas dalam proses pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan lokal guru IPS mempersiapakan pembelajaran dengan baik dan sistematis, peserta didik menjadi lebih aktif dan pembelajaran menjadi efektif.

Peneliti melanjutkan wawancara mengenai pendidikan kearifan lokal, adapun hasil wawancara dengan kepala sekolah, waka kurikulum, guru IPS dan peserta didik mengenai pendidikan kearifan lokal yaitu :

Pendidikan berbasis kearifan lokal nike menjadikan santri didik kami menjadi aktif dan santri didik kami juga bisa mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan di sekolah niki masih berbasis kearifan lokal, karena kami yang ada di lembaga formal ini tidak bisa jauh dari yayasan, karena lembaga niki bisa berdiri karena dukungan dari jama’ah, wali santri yayasan ponpes Darul Falah, dengan adanya pendidikan berbasis kearifan lokal niki bisa mengembangkan potensi peserta didik, dan peserta didik juga tak melupakan jati diri mereka yang sesungguhnya. Dan bentuk potensi yang dimiliki yayasan niki yaitu mampu mencetak generasi-generasi yang memiliki keterampilan, pengetahuan,

55Gambaran Hasil Wawancara Dengan Peserta didik, Pada Tanggal 5 Desember 2020 Pukul 15:00.

sikap sopan santun dan menjaga akhlaqul karimah, dan mampu action di dalam berdakwah tentang agama, action di dalam menjadi ukwah/suri teladan bagi masyarakat.56

Berdasarkan hasil wawancara di atas tentang pendidikan berbasis kearifan lokal yang diterapkan di SMP Salafiyah Darul Falah menjadikan peserta didik jauh lebih aktif mengembangkan potensi dirinya.

Peneliti melanjutkan wawancara tentang tujuan dan pentingnya pendidikan kearifan lokal, adapun gambaran hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru IPS dan waka kurikulum sebagai berikut : Tujuan dan pentingnya dari penerapan pendidikan kearifan lokal ini, sebagai; identitas diri, bersosisialisasi dengan bijak, dan unsur budaya yang harus selalu dilestarikan/dijaga dan agar peserta didik kami tidak melupakan budaya lokalnya sendiri.

Adapun hasil wawancara yang senada dari peserta didik atas nama Salsabila Hakiki Azkia dan Qoys Zarjani, Hasdden Alfatan, yaitu: ” Menurut kami pendidikan berbasis kearifan lokal itu sangat baik dan bagus untuk kami, karena pendidikan berbasis kearifan lokal mengajarkan kami untuk selalu mencintai budaya lokal. Dan model pembelajaran kontekstual kan mengkaitkan teori yang diajar akan ke dalam kehidupan kita sampai kami menemukan sebuah makna di dalam kehidupan kami di lingkungan sekitar.57

56Gambaran Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, Wakakurkulum, Guru IPS, Pada tanggal 8 Desember 2020 pukul 13:35

57Gambaran hasil wawancara dengan peserta didik, pada Tanggal 8 Desember 2020, Pukul 13:55.

Berdasarkan hasil wawancara, gambaran wawancara dan observasi di atas pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual sangat membantu peserta didik, karena di dalam pembelajaran IPS terkait materi tentang interaksi sosial peserta didik dengan mudah mengkaitkan sebuah teori dengan kehidupan sehari-harinya. Pendidikan berbasis kearifan lokal merupakan sistem yang sangat produktif dan kondusif dalam melaksanakan pembelajaran IPS yang menyenangkan, pendidikan berbasis kearifan lokal membantu peserta didik dalam proses pembelajaran IPS karena peserta didik dapat langsung mengkaitkan antara teori dan faktual yang ada di lingkungan pesantren dan lingkungan masyarakat sehingga peserta didik dapat langsung melihat nilai-nilai yang ada di daerahnya. Oleh karena itu pendidikan berbasis kearifan lokal sangat mempermudah peserta didik dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap sehingga peserta didik dapat bertindak sesuai dengan norma-norma dan aturan-aturan sosial.

59

BAB III