PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN
C. Pemeriksaan (Auditing) Anggran Pembiayaan Pendidikan Berbasis Aplikasi e-RKAM di MTs AL-Qodiri IV Wringin Agung Jombang
126
ditujukan kepada pihak berwenang dalam tatanan stuktural secara horisontal.149
Pendapat walter ini kemudian diperkuat dengan pendapat Indra Bastian peran dan fungsi accounting adalah menyediakan informasi berguna dalam menentukan kebijakan Anggaran yang dilakukan oleh lembaga.
Berdasarkan hal tersebut diatas, pelaksanaan Pembukuan Anggaran (Accounting) di Madrasah Tsanawiyah Al-Qodiri IV Wringin Agung Jombang Kabupaten Jember yang dibuat dalam daua format Buku Kas Umum dan Buku Kas Tunai menunjukkan lembaga ini telah melaksakan pembukuan sesuai dengan ketentuan dan teori para pakar keuangan.
Artinya, melalui dua format pembukuan ini Madrasah Tsanawiyah Al- Qodiri IV Wringin Agung Jombang Jember telah menyajikan wadah informasi tentang arus keluar dan arus masuk keuangan lembaga.
C. Pemeriksaan (Auditing) Anggran Pembiayaan Pendidikan Berbasis
127
Hasil penelitian di Madarasah Tsanawiyah Al-Qodiri IV Wringin Agung Jombang Jember menunjukkan bahwa pelaporan biaya pendidikan dilakukan setiap Enam bulan sekali. Dalam laporan ini pihak madrasah menyertakan bukti seperti kwitansi dan nota untuk menguatkan data.
Kemudian berkas laporan dibuat dalam dua rangkap laporan. Satu berkas ditujukan kepada pihak yayasan sebagai audit internal Madrasah dan sekaligus sebagai pihak struktural horisontal langsung diatas Kepala Madrasah, kemudian satu rangkap lainnya ditujukan kepada pihak pemerintah setempat. Dalam hal ini adalah Pengawas Madrasah yang merupakan auditing ekternal Madrasah. Hal ini dilakukan sebagai wujud pertanggung jawaban terhadap pengalokasian dana BOS dari pemerintah.
Pelaporan atau pertanggung jawabannya mengacu pada penyijuk tehnis pelaporan BOS yang telah ditetapkan.
Jika pelaporan atau pertanggung jawaban dilaksanakan secara tertib, akurat dan transparan akan berimplikasi pada masa depan lembaga yang cerah. Akan timbul kepercayaan dari berbagai pihak, untuk menanamkan modal, mempercayakan keuangan secara utuh karena melihat hasil alokasi Pembiayaan yang sudah sangat sesuai dengan pelaporan.
Pemaparan penelitian diatas sudah sesuai dengan pernyataan Luther M. Guillik yang menyatakan bahwa pelaporan atau Auditing merupakan salah satu rangkaian kualitifitas manajeman Pembiayaan yang
128
berfungsi melaporkan perkembangan atau hasil dari sebuah kegiatan kepada pihak-pihak yang berwenang.150
Pendapat ini kemudian dikuatkan dengan penyataan Nanang Fattah yang mengatakan bahwa pelaporan Auditing dimaksudkan untuk menguji kebenaran jumlah uang dengan transaksi yang telah dilaporkan serta membandingkannya data yang akurat.151
Proses Pemeriksaan Anggaran (Auditing) adalah kegiatan yang menyangkut pertanggungjawaban penerimaan, penyimpanan dan pembayaran atau penyerahan uang yang dilakuakan bendahara kepada pihak-pihak yang berwenang. Untuk melaksanakan audit, diperlukan informasi yang dapat diverifikasi dan sejumlah standar (kriteria) yang dapat digunakan sebagai pegangan pengevaluasian informasi tersebut.
Agar dapat diverifikasi, informasi harus dapat diukur. Ada beberapa jenis pemeriksaan (audit) keuangan.
1. pemeriksaan Pemeriksaan pembiayaan, bertujuan menentukan apakah laporan pembiayaan secara keseluruhan merupakan informasi yang terukur dan sudah diverifikasi, disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu. Umumnya adalah prinsip akuntabilitas yang berlaku umum seringkali dilakukan audit pembiayaan yang disusun berdasarkan pada basis kas akuntansi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan lembaga yang bersangkutan.
150 Luther M. Gullick, Papers on The Science of Administration, 8.
151 Nanang Fattah, Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan, 68.
129
2. Pemeriksaan operasional, merupakan penelaahan atas bagian manapun dari prosedur dan metode operasi suatu lembaga atau organisasi untuk menilai efisiensi dan efektivitasnya. Umumnya, pada saat selesainya pemeriksaan operasional, auditor akan memberikan sejumlah saran kepada manajemen untuk memperbaiki jalanya operasi lembaga.
Dalam pemeriksaan operasional, tinjauan yang dilakukan tidak terbatas pada masalah-masalah akuntansi, tetapi juga meliputi evaluasi terhadap struktur organisasi, pemanfaatan computer, metode produksi, pemasaran dan bidang-bidang lain sesuai kahlian auditor. Pelaksaan pemeriksaan operasional dan hasil yang dilaporkan lebih sulit untuk didefisinikan daripada jenis pemeriksaan lainnya. Efisiensi dan efektivitas operasi suatu organisasi jauh lebih sulit pengevaluasiannya secara objektif dibandingkan penerapan dan penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
3. Pemeriksaan (audit) ketaatan, bertujuan mempertimbangkan apakah klien telah mengikuti prosedur atau aturan tertentu yang telah ditetapkan pihak yang memiliki otoritas yang lebih tinggi. Suatu pemeriksaan ketaatan pada lembaga pendidikan, dapat termasuk menentukan apakah para pelaksana akuntansi pendidikan telah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh lembaga, contohnya
130
peninjauan standar biaya umum, pemeriksaan perjanjian dengan pihak lain.152
Beberapa pendapat ahli diatas sudah sangat sesuai dengan praktik Pemeriksaan pengguna biaya pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Al- Qodiri IV Wringin Agung Jombang Jember karena dengan pelaporan atau pertanggung jawaban telah melakukan uji keabsahan terhadap data yang disajikan .
152 Arwildayanto, Nina lamatenggo, dan warni tune sumar, Manajemen Kuangan dan PembiayaanPendidikan, (Bandung: Widya Padjadjaran 2017), 30
131 BAB VI PENUTUP A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan terhadap hasil penelitian, kesimpulan Penelitian ini Sebagai berikut:
1. Proses Penyusunan Anggaran (Budgeting) Pembiayaan Pendidikan Berbasis Aplikasi e-RKAM di MTs AL-Qodiri IV Wringin Agung Jombang Kabupaten Jember yaitu: a) Pelaksanaan rapat penetapan anggaran dengan menganalisis sumber dan tingkat kebutuhan lembaga.
b) Kepala Madrasah membentuk panitia kecil bisa disebut dengan Tim penjamin Mutu (TPM), c) Kepala Madrasah menetapkan SOP sebagai acuan dan langkah kerja, d) Rencana Kerja Anggaran Madrasah RKAM selama empat tahun d) Rencana Kerja Tahunan RKT
2. Proses Pembukuan (Accounting) Pembiayaan Pendidikan Berbasis Aplikasi e-RKAM di MTs AL-Qodiri IV Wringin Agung Jombang Kabupaten Jember yaitu: a) Kepala Madrasah akan melakukan perbandingan terhadap beberapa toko sebelum melakukan pembelanjaan., b) Format pembukuan tertuang dalam dua format yaitu buku kas Umum dan buku kas Tunai dan Buku Pembantu Pajak.
c) Pencatatan dilakukan secara kronologis dan sistematis.
3. Proses Pemeriksaan (Auditing) Pembiayaan Pendidikan Berbasis Aplikasi e-RKAM di MTs AL-Qodiri IV Wringin Agung Jombang Kabupaten Jember yaitu: a) Pelaporan biaya pendidikan dilakukan
131
132
secara rutin setiap Enam bulan sekali dengan melampirkan bukti pembelanjaan baik Kuitansi nota dan bukti foto barang. b) Laporan pertanggung jawaban ini dibuat dua rangkap, rangkap petama akan diajukan ke pihak yayasan sebagai audit internal, sedangkan rangkap kedua akan diajukan kepada pihak pemerintah setempat dalam hal ini adalah pengawas madrasah atau tim audit ekternal.