• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1.5. Pemodelan dan Penggambaran Asumsi Analisis Jalur

Pada item empiris kelima mengetahui secara teknis cara melaksanakan pekerjaan dengan tepat, dimana 56,3% responden menyatakan sangat setuju, 35,0% responden menyatakan setuju, kemudian 8,7% responden menjawab cukup setuju, serta 0,0% responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.

5.1.5. Pemodelan dan Penggambaran Asumsi Analisis Jalur (Path Analysis )

2. Persamaan substruktur kedua Y= b3YX

1 + b

4YZ + b

5 YX

2 +E

2

Melakukan pemeriksaan terhadap asumsi yang melandasi analisis jalur, yaitu hubungan antar variabel adalah linier dan aditif. Berdasarkan gambar 5.4 Maka dapat dijelaskan hubungan antar variabel adalah linier, yaitu sistem aliran ke satu arah, tidak ada variable dependen ( endogen ) yang mempunyai pengaruh bolak balik.

5.1.5.1. Hasil Analisis Jalur (Path Analysis) Sub Struktur Pertama (Z = b

1ZX

1 + b

2 ZX

2 + E

1)

A. Uji Kelayakan Model dan Koefisien Determinasi Sub Struktur Pertama Uji regresi linear berganda (serempak) dimana pengujian ini untuk menentukan signifikan atau tidak signifikan nilai koefisien regresi ( b

1, b

2 ) terhadap iklim organisasi (Z) untuk uji kelayakan model. berikut hasil output regresi :

Tabel 5.11. Hasil Uji F ( ANOVA ) Sub Struktur Pertama ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 142.064 2 71.032 53.352 .000b

Residual 133.140 100 1.331

Total 275.204 102

a. Dependent Variable: Z

b. Predictors: (Constant), X2, X1 Sumber : Data Diolah, 2019

Hasil output regresi sebagaimana dijelaskan pada Tabel 5.11 dapat dijelaskan bahwa secara serempak variable pelatihan dan disiplin berpengaruh signifikan secara serempak terhadap iklim organisasi pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep. Hal ini ditandai dengan membandingkan antara F hitung = 53.352 > F tabel= 2.70 dan signifikansi 0,000 < 5%, maka H

0 ditolak berarti nilai koefisien regresi predictor (b

1, b

2 ) signifikan dan model layak. Besarnya pengaruh secara serempak dari kedua variable ini dapat dilihat dari koefisien determinasinya berikut ini:

Tabel 5.12. Determinasi (Model Summary) Sub Struktur Pertama Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 .718a .516 .507 1.15386 2.400

a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Z

Sumber : Data Diolah, 2019

Berdasarkan hasil dari Tabel 5.12, koefisien determinasi pengaruh variabel pelatihan dan disiplin terhadap iklim organisasi adalah sebesar 0,516 atau 51.6% artinya perubahan didasarkan iklim organisasi dapat dijelaskan oleh perubahan variable pelatihan dan disiplin sedangkan selebihnya sebesar 48.4%

dijelaskan oleh faktor lain diluar variable pelatihan dan disiplin.

B. Uji Partial (Uji t)

Langkah berikutnya didalam analisis jalur adalah pendugaan parameter atau perhitungan koefisien path. Pengujian pengaruh secara parsial antara variable bebas dan variable terikat menggunakan perbandingan nilai t hitung dan nilai t tabel atau nilai signifikansi dan nilai alpha (). Untuk menentukan besarnya pengaruh langsung pelatihan dan disiplin terhadap iklim organisasi dapat dilihat pada tabel standardized coefficient (beta). Output koefisien regresi program SPSS sebagai berikut:

Tabel 5.13. Hasil Uji t (Coefficients) Sub Struktur Pertama Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Toleranc

e

VIF

1

(Constant) 2.642 1.373 1.924 .057

X1 .659 .085 .615 7.770 .000 .771 1.296

X2 .165 .073 .179 2.264 .026 .771 1.296

a. Dependent Variable: Z Sumber : Data Diolah, 2019

Berdasarkan hasil tabel 5.13. dapat dijelaskan : 1. Pengaruh Pelatihan terhadap Iklim organisasi

Pengujian dilakukan untuk menentukan signifikan atau tidak signifikan nilai koefisien regresi ( b

1 ). Diperoleh perbandingan t hitung = 7,770 > t tabel 1,984

atau nilai signifikansi = 0,000 < alpha = 5%, maka Ho ditolak berarti nilai koefisien regresi predictor pelatihan berpengaruh langsung terhadap iklim organisasi. Besarnya pengaruh Pelatihan terhadap iklim organisasi dilihat pada standardized coefficient (beta) sebesar 0,615 atau 61,5% artinya setiap pelatihan yang baik, maka akan meningkatkan kenaikan iklim organisasi pegawai sebanyak 0,615.

2. Pengaruh Disiplin terhadap Iklim organisasi

Pengujian dilakukan untuk menentukan signifikan atau tidak signifikan nilai koefisien regresi ( b2 ). Diperoleh perbandingan t hitung = 2,264 > t tabel 1,984 atau nilai signifikansi = 0,000 < alpha = 5%, maka Ho ditolak berarti nilai koefisien regresi predictor disiplin berpengaruh langsung terhadap iklim organisasi. Besarnya pengaruh disiplin terhadap iklim organisasi dilihat pada standardized coefficient (beta) sebesar 0,179 atau 17,9% artinya disiplin baik dan nyaman, maka akan meningkatkan kenaikan iklim organisasi pegawai sebanyak 0,179.

Hasil output SPSS dapat digambarkan jalur sub struktur pertama sebagai berikut :

Gambar 5.2. Hasil Estimasi Jalur Sub Struktur Pertama

Adapun sub struktur pertama pengaruh pelatihan dan disiplin terhadap iklim organisasi pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep adalah sebagai berikut :

5.1.5.2. Hasil Analisis Jalur (Path Analysis) Sub Struktur Kedua (Y= b3YX1+ b4YZ + b5YX2+E2)

A. Uji Kelayakan Model dan Koefisien Determinasi Sub Struktur Kedua Uji regresi linear berganda (serempak) dimana pengujian ini untuk menentukan signifikan atau tidak signifikan nilai koefisien regresi (b3, b4, b5) terhadap prestasi kerja (Y) berikut :

Tabel 5.14. Hasil Uji F ( ANOVA ) Sub Struktur Kedua ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 174.394 3 58.131 32.157 .000b

Residual 178.965 99 1.808

Total 353.359 102

a. Dependent Variable: Y

b. Predictors: (Constant), Z, X2, X1 Sumber : Data Diolah, 2019

Hasil output regresi sebagaimana dijelaskan pada Tabel 5.14 Dapat dijelaskan bahwa secara serempak variable pelatihan, disiplin dan iklim organisasi berpengaruh signifikan secara serempak terhadap prestasi kerja pegawai

Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep. Hal ini ditandai dengan membandingkan antara F hitung = 31.157 > F tabel = 2.70 dan signifikansi 0,000 < 5%, maka H0

ditolak berarti nilai koefisien regresi predictor (b3, b4, b5) signifikan. Besarnya pengaruh secara serempak dari ketiga variable ini dapat dilihat dari koefisien determinasinya berikut ini:

Tabel 5.15. Determinasi (Model Summary) Sub Struktur Kedua Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 .703a .494 .478 1.34452 1.536

a. Predictors: (Constant), Z, X2, X1 b. Dependent Variable: Y

Sumber : Data Diolah, 2019

Berdasarkan hasil dari Tabel 5.15, koefisien determinasi pengaruh veriabel Pelatihan dan disiplin terhadap iklim organisasi adalah sebesar 0,494 atau 49,4% artinya perubahan didasarkan prestasi kerja dapat dijelaskan oleh perubahan variable pelatihan, disiplin dan iklim organisasi sedangkan selebihnya sebesar 50,6% dijelaskan oleh factor lain diluar variable pelatihan, disiplin dan iklim organisasi.

B. Uji Partial (Uji t)

Langkah berikutnya didalam analisis jalur adalah pendugaan parameter atau perhitungan koefesien path. Pengujian pengaruh secara parsial antara variable bebas dan variable terikat menggunakan perbandingan nilai t hitung dan nilai t

tabel atau nilai signifikansi dan nilai alpha (a). Untuk menentukan besarnya pengaruh langsung pelatihan, disiplin dan iklim organisasi terhadap prestasi kerja dapat dilihat pada tabel standardized coefficient (beta). Output koefisien regresi program SPSS sebagai berikut:

Tabel 5.16. Hasil Uji t (Coefficients) Sub Struktur Kedua Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Consta nt)

6.119 1.629 3.755 .000

X1 .272 .125 .224 2.176 .032 .481 2.079

X2 .332 .087 .317 3.798 .000 .734 1.363

Z .340 .117 .300 2.918 .004 .484 2.067

a. Dependent Variable: Y Sumber : Data Diolah, 2019

Berdasarkan hasil tabel 5.16, diatas dapat dijelaskan : 1. Pengaruh pelatihan terhadap prestasi kerja

Pengujian dilakukan untuk menentukan signifikan atau tidak signifikan nilai koefisien regresi (b3). Diperoleh perbandingan t hitung = 2.176 > t tabel = 1,984 atau nilai signifikansi = 0,032 < alpha = 5%, maka Ho ditolak berarti nilai koefisien regresi predictor pelatihan berpengaruh langsung terhadap prestasi kerja.

Besarnya pengaruh pelatihan terhadap prestasi kerja dilihat pada standardized

coefficient (beta) sebesar 0,224 atau 22.4% artinya setiap pelatihan pegawai yang baik, maka akan meningkatkan kenaikan prestasi kerja pegawai sebanyak 0,224.

2. Pengaruh iklim organisasi terhadap prestasi kerja

Pengujian dilakukan untuk menentukan signifikan atau tidak signifikan nilai koefisien regresi (b4). Diperoleh perbandingan t hitung = 3,798 > t tabel =1,984 atau nilai signifikansi = 0,000 < alpha = 5%, maka Ho ditolak berarti nilai koefisien regresi predictor iklim organisasi berpengaruh langsung terhadap prestasi kerja. Besarnya pengaruh iklim organisasi terhadap prestasi kerja dilihat pada standardized coefficient (beta) sebesar 0,317 atau 31.7% artinya setiap peningkatan iklim organisasi, maka akan meningkatkan kenaikan prestasi kerja pegawai sebanyak 0,317

3. Pengaruh disiplin terhadap prestasi kerja

Pengujian dilakukan untuk menentukan signifikan atau tidak signifikan nilai koefisien regresi ( b5 ). Diperoleh perbandingan t hitung = 2.918 > t tabel = 1,984 atau nilai signifikansi = 0,004 < alpha = 5%, maka Ho ditolak berarti nilai koefisien regresi predictor disiplin langsung berpengaruh terhadap prestasi kerja.

Besarnya pengaruh disiplin terhadap prestasi kerja dilihat pada standardized coefficient (beta) sebesar 0,300 atau 30.0% artinya disiplin pegawai yang baik dan nyaman, maka akan meningkatkan kenaikan prestasi kerja pegawai sebanyak 0,300.

Hasil output SPSS dapat digambarkan jalur sub struktur kedua sebagai berikut :

Gambar 5.3. Hasil Estimasi Jalur Sub Struktur kedua

Sub struktur kedua pengaruh pelatihan, disiplin dan iklim organisasi terhadap prestasi kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep adalah sebagai berikut:

5.1.5.3. Pengaruh Langsung (Direct Effect) dan Tidak Langsung (Indirect Effect) Pelatihan, Disiplin dan Iklim organisasi Terhadap Prestasi kerja

A. Pengaruh Langsung ( Direct Effect )

Pengaruh langsung dapat dilihat dari nilai beta atau standardized coefficient pada tabel coefficients. Pengaruh langsung antara variable (X1, X2 ) dengan variable intervening (Z) dan variable dependen (Y)

Pengaruh langsung variable pelatihan terhadap iklim organisasi (X1 Z) = 0,615 atau 61,5%, artinya setiap peningkatan pelatihan, maka akan meningkatkan

kenaikan iklim organisasi pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep sebanyak 0,615 atau 61,5%.

Pengaruh langsung variable disiplin terhadap iklim organisasi (X2  Z) = 0,179 atau 17.9%, artinya setiap peningkatan disiplin, maka akan meningkatkan kenaikan iklim organisasi pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep sebanyak 0,179 atau 17.9%.

Pengaruh langsung variable pelatihan terhadap prestasi kerja (X1  Y) = 0,224 atau 22.4%, artinya setiap peningkatan pelatihan, maka akan meningkatkan kenaikan prestasi kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep sebanyak 0,224 atau 22.4%.

Pengaruh langsung variable iklim organisasi terhadap prestasi kerja (Z

Y) = 0,300 atau 30.0%, artinya setiap peningkatan iklim organisasi, maka akan

meningkatkan kenaikan prestasi kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep sebanyak 0,300 atau 30.0%.

Pengaruh langsung variable disiplin dan prestasi kerja (X2  Y) = 0,317 atau 31.7%, artinya setiap peningkatan disiplin, maka akan meningkatkan kenaikan prestasi kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep sebanyak 0,317 atau 31.7%.

B. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effect)

Pengaruh tidak langsung adalah perkalian antara koefisien jalur dari jalur yang dilalui setiap persamaan variable (X1, X2) dengan variable dependen (Y) melalui variable intervening (Z)

Pengaruh tidak langsung variable pelatihan (X1) dengan variable prestasi kerja ( Y ) melalui variable iklim organisasi ( Z ) dengan rumus sebagai berikut :

X1 Z  Y = ( b1x b4) = (0,615 x 0,300) = 0,185

Nilai sebesar 0,185 memiliki arti bahwa pengaruh tidak langsung variable pelatihan terhadap variable prestasi kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep melalui variable iklim organisasi adalah sebesar 0,185 atau 18.5%

Pengaruh tidak langsung variable disiplin (X2) dengan variable kepuasan (Y) kerja melalui variable iklim organisasi (Z) dengan rumus sebagai berikut.

X2  Z  Y = ( b2x b4 ) = (0,179 x 0,300) = 0,053

Nilai sebesar 0,053 memiliki arti bahwa pengaruh tidak langsung variable disiplin terhadap variable prestasi kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep melalui variable iklim organisasi adalah sebesar 0,053 atau 5.3%.

C. Total Pengaruh ( Total Effect )

Total pengaruh adalah penjumlahan dari pengaruh langsung dengan seluruh pengaruh tidak langsung, total pengaruh diperoleh dengan rumus sebagai berikut.

Total Effect (X1) = pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung

= b3+ ( b1x b4) = 0,224 + (0,615 x 0,300)

= 0,224 + 0,185

= 0,409

Artinya total pengaruh langsung variable pelatihan (X1) terhadap prestasi kerja (Y) pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep melalui iklim organisasi (Z) adalah sebesar 0,409 atau 40.9%

Total Effect ( X2) = pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung

= b5+ ( b2x b4) = 0,317 + (0,179 x 0,300)

= 0,317 + 0,053

= 0,370

Artinya total pengaruh langsung variable disiplin ( X2) terhadap prestasi kerja (Y) pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep melalui iklim organisasi (Z) adalah sebesar 0,370 atau 37,0%.

Dokumen terkait