• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. ANALISA DATA

B. Pendapat Ibu Rumah Tangga Terhadap Berbagai Aspek dari

1. Pendapat Ibu Rumah Tangga Terhadap Keberadaan Bidan Desa

Pendapat ibu rumah tangga terhadap keberadaan bidan desa adalah merupakan suatu hal yang penting untuk kelancaran pelayanan bidan desa. Adanya perasaan senang dari ibu rumah tangga terhadap bidan desa akan membuat ibu mudah menerima segala bentuk pelayanan yang diberikan oleh bidan desa. Namun apabila ibu rumah tangga merasa tidak senang akan keberadaan bidan desa tersebut, maka ibu akan susah menerima apapun bentuk pelayanan yang diberikan bidan desa dalam upaya peningkatan kesehatan hidup keluarganya.

Untuk mengetahui tentang persepsi ibu rumah tangga terhadap pelayanan bidan desa, akan dapat kita lihat dalam tabel di bawah ini :

Tabel V.8

Tanggapan Responden Mengenai Keberadaan Bidan Desa No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1.

2.

Senang Tidak senang

19 2

90,47 9,53

Total 21 100

Berdasarkan sajian data pada tabel V.8 menunjukkan bahwa 90,47 % responden menyatakan merasa senang dengan keberadaan bidan desa dan 9, 53 % yang menyatakan tidak senang atas keberadaan bidan desa.

Adapun alasan para responden yang menyatakan senang dengan keberadaan bidan desa dapat kita lihat pada tabel di bawah ini :

Tabel V.9

Tanggapan Responden Menerima Keberadaan Bidan Desa No. Alasan Frekuensi Persentase (%) 1.

2.

3.

4.

Jadi mudah kalau mau melahirkan

Dekat unutk berobat

Biaya persalinan lebih murah Pertolongan lebih cepat tidak perlu ke pergi ke kecamatan Rumah Sakit.

3 8 4 6

14,29 38,1 19,04 28,57

Total 21 100

Dari sajian tabel V.9, temuan data menunjukkan bahwa alasan merasa senang menerima keberadaan bidan desa adalah dekat untuk berobat merupakan jawaban responden terbanyak, yaitu 38,1 %. Dengan alasan pertolongan lebih cepat berada pada urutan kedua, yaitu 28,57 %. Dan jawaban responden biaya lebih murah berada pada urutan ketiga, yaitu 19,04 % sedangkan jawaban yang paling sedikit responden jadi muda kalau mau melahirkan yaitu 14,29 %. Ini menunjukkan bahwa responden telah menerima keberadaan bidan desa di desa Nancawa.

2. Pendapat Ibu Rumah Tangga Terhadap Manfaat Keberadaan Bidan Desa

Ibu rumah tangga yang mengetahui manfaat keberadaan bidan desa akan mendukung penggunaan pelayanan dari bidan desa. Jika masyarakat hanya mengetahui sebagian kecil saja dari manfaat pelayanan yang diberikan bidan desa, maka ibu akan memanfaatkan pelayanan bidan desa hanya sebatas apa yang diketahui mengenai pelayanan bidan desa tersebut.

Dari hasil kuesioner menunjukan bahwa semua responden 100 % merasakan adanya manfaat dari keberadaan bidan desa di desa Nancawa. Manfaat yang dirasakan ibu rumah tangga dengan keberadaan bidan desa dapat kita lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel V.10

Tanggapan Responden Mengenai Manfaat Keberadaan Bidan Desa

No. Manfaat Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Ibu mendapatkan pertolongan persalinan Mudah mendapatkan pelayanan kesehatan Dapat membimbing kita untuk merawat bayi Meningkatkan kesehatan ibu dan anak

Bayi memperoleh imunisasi

Ibu mendapatkan pelayanan kontarsepsi

4 4 2 6 3 2

19,04 19,04 9,53 28,57 14,29 9,53

Total 21 100

Berdasarkan sajian data pada tabel V.10, menunjukkan bahwa responden mengenai manfaat bidan desa adalah meningkatkan kesehatan ibu dan anak merupakan jawaban responden terbanyak, yaitu 28,57 %. Responden yang menyatakan manfaat mudah mendapatkan pelayanan kesehatan dan ibu mendapatkan pertolongan persalinan merupakan urutan kedua, yaitu 19,04 %. dengan alasan manfaat bayi memperoleh imunisasi berada pada urutan ketiga, yaitu 14,29 %. Sedangkan urutan terahir dari manfaat adalah ibu mendapatkan pelayanan kontrasepsi, yaitu 9,53 % seimbang dengan dapat bimbingan dalam merawat bayi.

3. Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan adalah salah satu upaya untuk memberikan perawatan, pengawasan dan pemeliharaan ibu hamil dari pertama mengandung sampai melahirkan bayinya. Dengan tujuan menurunkan angka kesakitan dan angka kematian pada ibu-ibu

hami, melahirkan, serta nifas. Serta menurunkan angka kemaian bayi sampai umur sekitar satu tahun.

Anak yang lahir sehat tidak terlepas dari peranan ibu untuk menjaga kondisi fisik agar tetap sehat. Pemeriksaan kehamilan kepada ibu rumah tangga oleh bidan desa merupakan suatu cara untuk dapat melahirkan anak yang sehat. Dengan pemeriksaan kehamilan, maka sang ibu akan mengetahui aktivitas yang baik dan tidak mengganggu kehamilannya dan bila timbul kelainan pada kehamilan atau timbul gangguan kesehatan dapat diketahui secara dini dan dapat dilakukan perawatan yang tepat oleh bidan desa.

Untuk mengetahui lebih jelas tabel dibawah ini akan menunjukan responden yang pernah memeriksa kehamilan kepada bidan desa.

Tabel V.11

Komposisi Responden Yang Memeriksakan Kehamilan Kepada Bidan Desa

No. Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Memeriksa kehamilan Tidak memeriksa kehamilan

18 3

85,71 14,29

Total 21 100

Dari temuan sajian data pada tabel V.11 ini menunjukkan bahwa 85,71 % reponden telah memeriksakan kehamilan kepada bidan desa selama masa kehamilannya.

Hal ini berarti bahwa kesadaran responden untuk menjaga kesehatan fisiknya dan keselamatan calon bayinya semakin tinggi. Namun masih terdapat responden yang tidak memeriksa kehamilan pada bidan desa, yaitu sebesar 14,29 % dengan alasan responden tidak adanya keluhan dan kelainan selama masa kehamilan, sehingga tidak perlu

memeriksa kehamilannya kepada bidan desa dan adanya responden yang tidak dalam kondisi hamil atau baiaya pemeriksaan tidak ada.

Tabel berikut ini akan menunjukkan data mengenai berapa kali responden yang menjawab ya memeriksakan kehamilan kepada bidan desa.

Tabel V.12

Komposisi Responden Dalam Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan No. Berapa kali Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

3.

4.

1 kali 2 kali 3 kali 4 kali

1 4 3 10

5,65 22,23 16,67 55,55

Total 18 100

Dari tabel V.12 tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ibu rumah tangga telah memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kesehata dirinya dan calon bayinya.

Dimana 55,55 % pernah memeriksakan kehamilan sebanyak 4 kali kepada bidan desaselama masa kehamilannya dan diikuti oleh responden yang 2 kali 22,23 % 3 kali 16,67 % dan 1 kali 5,65 %.

Kunjungan pemeriksaan kehamilan dilakukan 1 kali pada teiwulan 1, 2 kali pada triwulan ke II dan 2 kali pada triwulan ke III pada masa kehamilan. Hal ini menunjukkan bahwa keinginan responden untuk mengetahui keadaan kehamilan sudah semakin meningkat. Besarnya kunjungan pemeriksaan kehamilan pada bidan desa telah menunjukkan kesadaran responden untuk menjaga kesehatan dirinya dan calon bayinya.

Tabel berikut menunjukkan tetang sikap bidan desa dalam memberikan pelayanan pemeriksaan kehamilan.

Tabel V.13

Tanggapan Responden Terhadap Keramahan Bidan Desa Dalam Memberikan Pelayanan Pemeriksaan Kehamilan

No. Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Ramah Tidak ramah

19 2

90,47 9,53

Total 21 100

Sajian tabel V.13 menunjukkan bahwa responden merasakan bahwa bidan desa selalu bersikap ramah dalam memberikan pelayanan pemeriksaan kehamilan. Hal ini ditandai dengan sebagian besar responden yang menjawab ya, yaitu 90,47 %, sedangkan yang menjawab tidak, yaitu 9,53 %

Adanya sikap yang ramah dari bidan desa akan membuat para ibu rumah tangga lebih mudah untuk mengutarakan segala keluhan dan kelainan yang dialami semasa masa kehamilan sehingga dapat mendeteksi masalah kehamilan secara dini.

Tabel V.14

Tanggapan Responden Mengenai Kesulitan Dalam Memperoleh Pelayanan Pemeriksaan Kehamilan Dari Bidan Desa

No. Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Sulit

Tidak sulit

2 19

90,47 9,53

Total 21 100

Dari tabel V.14 dapat diketahui bahwa sebahagian responden, yaitu 90,47 % tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan pemeriksaan kehamilan dari bidan desa. Sedangkan yang mengalami kesulitan sebesar 9,53 % dengan alasan bidan desa jarang berada dirumah.

Tabel V.15

Tanggapan Responden Terhadap Besarnya Biaya Pemeriksaan Kehamilan

No. Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Mahal Tidak mahal

5 16

23,81 76,19

Total 21 100

Berdasarkan sajian tabel V.15 menunjukkan bahwa 76,19 % responden beranggapan biaya pemeriksaan kehamilan yang ditetapkan oleh bidan desa tidak mahal

dan masih terjangkau oleh para responden. Hanya 23,81 % dari responden yang beranggapan bahwa biaya pemeriksaan kehamilan yang ditetapkan bidan desa itu mahal dikarenakan faktorekonomi yang kurang memadai.

Tabel V.16

Tingkat Kepuasan Responden Terhadap Pemeriksaan Kehamilan No. Kategori Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

3.

Puas

Kurang puas

Tidak puas sama sekali

18 3 -

85,71 14,29

-

Total 21 100

Sajian tabel V.16 menunjukkan bahwa sebanyak 85,71% responden yang melakukan pemeriksaan kehamilan kepada bidan desa merasakan puas atas pelayanan yang diberikan bidan desa tersebut dan 14,29% merasa kurang puas atas pelayanan yang diberikan oleh bidan desa dengan alasan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

4. Pelayanan Persalinan

Wanita atau ibu rumah tangga yang ingin memiliki seorang bayi secara lahiriah harus mengalami persalinan. Seorang ibu yang ingin melahirkan membutuhkan bantuan orang lain dalam persalinannya. Hal ini disebabkan keterbatasan manusia/ibu untuk melakukan persalinan. Bidan desa merupakan suatu profesi yang mempunyai tugas membantu persalinan telah dilatih dan dididik dalam menangani /membantu seseorang

dalam persalinan. Seorang ibu akan lebih terjamin keselamatan dan kesehatan dalam persalinan jika ibu tersebut di bantu oleh seorang bidan.

Tabel berikut menunjukkan tentang responden yang dibantu oleh bidan desa dalam proses persalinan.

Tabel V.17

Jumlah Responden Yang Dibantu Bidan Desa Dalam Persalinan No Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1.

2.

Ya Tidak

19 2

90,47 9,53

Total 21 100

Dari hasil kuesioner menunjukkan bahwa 90,47 % responden dibantu oleh bidan desa dalam proses persalinannya. Dalam hal ini berarti ibu rumah tangga telah mengharapkan adanya bantuan bidan desa dalam persalinan. Sementara yang tidak dibantu oleh bidan desa dalam proses persalinan yakni 9,53 % disebabkan responden hamil beresiko tinggi jadi harus dirujuk ke rumah sakit.

Tabel V.18

Tanggapan Responden Terhadap Besarnya Biaya Persalinan

No Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Mahal Tidak mahal

4 17

19,04 80,96

Total 21 100

5. Pelayanan perawatan perinatal

Untuk menjaga kesehatan bayi yang baru lahir perlu diberikan perawatan yang baik pula. Bidan desa merupakan tenaga kesehatan yang diprogramkan pemerintah untuk dapat menjangkau daerah-daerah pedalaman dan terpencil. Adanya penempatan bidan desa di daerah pedesaan bertujuan agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, khususnya terhadap ibu rumah tangga yang sedang menjalani masa kehamilan, bersalin, perawatan nifas, dan perawatan perinatal.

Dari hasil kuesioner menunjukkan bahwa seluruh bayi responden yang baru lahir sampai dengan 7 hari kelahirannya mendapat perawatan dari bidan desa, sebab perawatan bayi yang baru lahir adalah merupakan tugas bidan desa.

Tabel berikut menyajikan tentang tanggapan ibu rumah tangga terhadap sikap bidan desa dalam pemeriksaan pelayanan perinatal.

Tabel V.19

Tanggapan Responden Terhadap Sikap Bidan Desa Dalam Memberikan Pelayanan Perinatal

No Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Baik Tidak baik

18 3

85,29 14,29

Total 21 100

Dari tabel V.19 tersebut diatas tersaji temuan bahwa bidan desa dalam memberikan pelayanan perawatan perinatal selalu bersikap ramah dan baik. Ini terbukti dari 85,29 % responden yang menjawab ya dan 14,29% yang menjawab tidak baik.

Tabel berikut menyajikan tentang tanggapan ibu rumah tangga terhadap biaya perawatan perinatal.

Tabel V.20

Tanggapan Responden Terhadap Besarnya Biaya Perawatan Perinatal

No Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Mahal Tidak malah

8 13

38,1 61,90

Total 21 100

Berdasarkan tabel V.20 tersebut di atas tersaji temuan bahwa 61,90% responden merasakan bahwa biaya perawatan perinatal yang ditetapkan oleh bidan desa tidak mahal.

Hanya 38,1 % yang menjawab bahwa perawatan perinatal mahal. Hal ini berarti biaya perawatan perinatal masih terjangkau oleh ibu-ibu rumah tangga.

Tabel V.21

Tingkat Kepuasan Responden Terhadap Perawatan Periatal

No. Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Puas

Kurang puas

18 3

85,71 14,29

Total 21 100

Dari tabel V.21 dapat dilihat bahwa sebahagian besar responden atau 85,71%

merasa puas terhadap perawatan perinatal yang diberikan bidan desa kepada bayi responden. Hal ini berarti bahwa responden telah sesuai dengan yang mereka harapkan.

Dan 14,29 % responden merasa kurang puas terhadap pelayanan perawatan perinatal kepada bayi mereka dikarnakan bidan kurang ramah.

6. Pelayanan Perawatan Nifas

Perawatan nifas dimulai sejak kelahiran bayi sampai tali pusarnya lepas, kira – kira berlangsung 7 – 10 hari. Sesudah menolong persalinan tugas bidan desa masih belum selesai, bidan desa masih perlu setiap hari mengunjungi ibu dan bayinya untuk merawat mereka sampai sehat.

Kondisi yang sehat dari ibu yang baru melahirkan akan mendukung peningkatan kesehatan pada bayi mereka. Kesehatan ibu dan anak (bayi) akan mendukung meningkatnya derajat kesehatan keluarga. Jadi ibu yang baru melahirkan perlu mendapat perawatan untuk menigkatkan daya tahan tubuh terhadap kuman penyakit.

` Untuk meningkatkan pelayanan perawatan masa nifas kepada ibu rumah tangga, perlu adanya penempatan tenaga kesehatan yang dapat menjangkau masyarakat di daerah-daerah pedalaman, terpencil, dan terisolir.

Berikut ini sajian tabel tentang berapa lama responden menerima perawatan nifas oleh bidan desa.

Tabel V.22

Lamanya Perawatan Masa Nifas Pada Responden

No. Berapa hari Frekuensi Persentase (%) 1.

2.

3.

4.

5.

1 hari 2 hari 3 hari 4 hari 5 hari

2 4 5 3 5

10,52 21,05 26,31 15,78 26,31

Total 19 100

Dari tabel V.22 dapat kita ketahui bahwa sebahagian besar responden 26,31 % mendapatkan perawatan nifas selama 3 – 5 hari, diikuti 2 hari sebesar 21,05 % dan 4 hari sebesar 15,78 %, serta 1 hari sebesar 10,52 %. Hal ini menunjukkan tidak ada responden yang mendapatkan perawatan nifas lebih dari 5 hari. Sementara untuk ketentuan yang ada bidan desa memberikan perawatan masa nifas kira-kira berlangsung 7- 10 hari.

Tabel V.23

Tanggapan Responden Terhadap Pelayanan Perawatan Masa Nifas No. Kategori Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Puas

Kurang puas

17 2

89,47 10,53

Total 19 100

Dari tabel V.23 dapat kita ketahui bahwa sebesar 89,47 % responden merasa puas atas pelayanan perawatan pada masa nifas yang diterima dari bidan desa. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan bidan desa sesuai dengan yang mereka inginkan. Hanya sebagian kecil responden 10,53 % yang merasa kurang puas akan pelayanan yang diberikan oleh bidan desa tersebut. Dari seluruh responden tidak ada yang mengatakan bahwa pelayanan bidan desa tersebut tidak merasa puas sama sekali.

Tabel V.24

Tanggapan Responden Mengenai Kesulitan Dalam Memperoleh Pelayanan Perawatan Nifas

No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1.

2.

Sulit Tidak sulit

3 18

38,1 61,90

Total 21 100

Berdasarkan tabel V.24 di atas menunjukkan bahwa 18 orang atau 61,90 % mengatakan bahwa responden tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan perawatan nifas. Dan hanya 3 orang responden atau 38,1 % yang mengalami kesulitan.

Dimana kesulitannya adalah 4,76 % (1 responden ) menngatakan bahwa bidan desa kurang ramah dan 9,53 % (2 responden ) mengatakan bidan desa jarang di rumah.

Dari hasil kuesioner dapat dikatakan bahwa seluruh responden 100 % mengatakan perawatan yang dilakukan bidan desa pada masa nifas sudah baik dan memadai.

Tabel V.25

Tanggapan Responden Terhadap Besarnya Biaya Perawatan Nifas

No Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Mahal Tidak mahal

4 17

19,04 80,96

Total 21 100

Sajian data tabel V.25 menunjukkan bahwa responden 80,96 % merasakan bahwa biaya perawatan nifas tidak mahal dan dapat terjangkau. Dan hanya 19,04 % yang

merasakan bahwa biayanya mahal.

7. Pelayanan Kontrasepsi

Tingginya kelahiran di masa lalu mengakibatkan meningkatnya jumlah wanita usia subur dengan usia 15 – 19 tahun. Sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk umur muda antara lain adalah bertambah besarnya jumlah pasangan usia subur (PUS). Di desa Nancawa sendiri sampai saat ini masih ada wanita yang kawin pada usia mudah yaitu dibawah usia 20 tahun. Besarnya jumlah pasangan muda akan cendrung ingin mendapatkan anak pertama atau kedua yang selanjutnya akan mengakibatkan meningkatkan kelahiran.

Untuk mengatur jarak kelahiran dari bayi-bayi pada pasangan usia subur (PUS) dibutuhkan suatu alat yang dapat mencegah kehamilan pada wanita, yaitu disebut dengan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi lebih banyak beredar di tengah-tengah masyarakat seperti, pil, spiral, suntik, dan kondom. Penggunaan alat kontrasepsi tidak terlepas dari bimbingan dan pelayanan KB yang memadai dan bidan desa. Pelayanan KB bagi

pasangan usia subur dilaksanakan melalui peningkatan pelayanan kesehatan dan peningkatan pendapatan keluarga. Peningkatan pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan usaha meningkatkan gizi yang selanjutnya akan memberikan peluang diterimyang norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Dari hasil kuesioner dapat diketahui bahwa seluruh responden pernah menerima alat kontrasepsi dari bidan desa. Hal ini menunjukkan bahwa responden telah mengetahui akan arti pentingnya alat kontrasepsi dalam pengaturan kehamilan maupun kelahiran bayi mereka.

Berikut ini sajian tabel mengenai jenis alat kontrasepsi yang diterima responden dari bidan desa.

Tabel 26

Jenis Alat Kontrasepsi Yang Pernah Diterima Responden No. Jenis Alat Kontrasepsi Frekuensi Persentase (%) 1.

2.

3.

4.

Pil Suntikan Spiral Implat

7 9 2 3

33,33 42,85

9,53 14,29

Total 21 100

Dari tabel V.26 diatas dapat kita lihat bahwa responden yang paling banyak menerima alat kontrasepsi dari bidan desa adalah jenis suntikan, sebesar 42,85 % di ikuti jenis pil 33,33 % responden yang menerima, dan implat sebesar 14,29 % serta spiral

sebesar 9,53 %. Hal ini berarti jenis alat kontrasepsi yang banyak berada di tengah masyarakat lingkungan responden adalah keempat alat jenis kontrasepsi tersebut di atas.

Tabel V.27

Tanggapan Responden Terhadap Sikap Bidan Desa Dalam Memberikan Pelayanan Kontrasepsi

No Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Baik Tidak baik

17 4

80,96 19,04

Total 21 100

Berdasarkan sajian tabel V.27 diatas diketahui bahwa sebahagian besar responden 80,96 %merasa bahwa bidan desa selalu bersikap baik atau ramah dalam memberikan pelayanan kontrasepsi dan pelayanan lainnya.

8. Pelayanan Imunisasi

Kematian bayi yang tinggi tidak hanya dipengaruhi oleh pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak yang belum memadai, tapi sekitar 38 % penyebab kematian bayi adalah akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti penyakit batuk rejan, tetanus, cacat karena polio dan campak.

Anak-anak dapat dilindungi terhadap penyakit-penyakit tersebut oleh vaksin meskipun telah tersedia pelayanan imunisasi banyak anak yang memerlukannya tidak diberi imunisasi secara lengkap.

Untuk itu bidan desa sebagai salah satu tenaga kesehatan yang ditempatkan dipedesaan harus mampu mengajak para ibu rumah tangga untuk memberikan imunisasi pada anaknya. Dimana bidan desa dapat membentuk posyandu atau polindes bersama masyarakat, sehingga anak-anak khususnya bayi dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Untuk mengetahui penggunaan pelayanan imunisasi yang diberikan bidan desa kepada bayi responden dapat kita lihat pada tabel berikut ini :

Tabel V.28

Jumlah Balita Responden Yang Menerima Pelayanan Imunisasi

No Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1.

2.

Ya Tidak

20 1

95,24 4,76

Total 21 100

Berdasarkan tabel V.28 dapat diketahui bahwa sebahagian besar balita responden 95,24 % telah menerima pelayanan imunisasi. Dan hanya 4,76 % balita responden yang tidak menerima pelayanan imunisasi. Ini berarti para responden telah menyadari betapa pentingnya balita mereka mendapatkan imunisasi.

Tabel V.29

Jenis Imunisasi Yang Diterima

No. Jenis imunisasi Frekuensi Persentase

(%) 1.

2.

3.

4.

5.

BCG, Hepatitis

BCG, Hepatitis, DPT 1, Polio 1

BCG, Hepatitis, DPT 1, DPT 2, Polio 1, Polio 2 BCG, Hepatitis, DPT 1, DPT 2, Polio 1,Polio 2, Polio 3, polio 4

BCG, Hepatitis, DPT 1, DPT 2, Polio 1, Polio 2, Polio 3, Polio 4, Campak

1 2 1 4 11

5,2

10,52 5,2 21,05 57,89

Total 19 100

Sajian tabel V.29 di atas menunjukkan bahwa sebahagian besar balita responden 57,89 % telah mendapatkan imunisasi lengkap yaitu BCG,Hepatitis, DPT 1, DPT 2, Polio 1, Polio 2, Polio 3, Polio 4, dan Campak danseterusnya sesuai tabel diatas.

Sesuai dengan kuesioner para responden 100 % dalam menerima pelayanan imunisasi dari bidan desa, sikap bidan desanya dirasakan cukup baik dan ramah.

Tabel V.30

Tanggapan Responden Terhadap Kesulitan Dalam Memperoleh Pelayanan Imunisasi

No. Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1.

2.

Sulit Tidak sulit

3 18

38,1 61,90

Total 21 100

Dari tabel V.30 di atas menunjukkan bahwa para responden 61,90 %tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan imunisasi dari bidan desa. Hanya 38,1 % responden yang mengalami kesulitan. Dimana kesulitannya itu adalah karena bidan desa tidak pasti dalam memberitahukan kapan diadakan imunisasi dan keterbatasan bidan dalam mendapatkan obat imunisasi.

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Pemeriksaan kehamilan yang diberikan bidan desa telah berjalan dengan baik, responden merasakan bahwa pemeriksaan kehamilan oleh bidan desa lebih terjamin kesehatannya serta mereka merasa puas atas pelayanan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh bidan desa.

2. Bidan desa telah melakukan pelayanan persalinan kepada seluruh responden dengan baik, walaupun sebagian kecil responden tidak memeriksakan kehamilannya kepada bidan desa tersebut. Dimana sebagian besar pertolongan persalinan yang diberikan bidan desa dilakukan di rumah responden ….

3. Perawatan perinatal diberikan bidan desa kepada bayi responden, dimana sebagian besar responden merasa puas atas pelayanan perinatal dari bidan desa.

Seluruh bayi responden mendapat perawatan perinatal dari bidan desa terkecuali bayi responden yang dirujuk serta beresiko tinggi.

4. Pelayanan perawatan masa nifas yang dilakukan bidan desa dirasakan responden telah sesuai dengan yang mereka harapkan, walaupun pelayanan perawatan masa nifas dianggap sebagai responden ,,,,,,,,,,

5. Playanan kontrasepsi yang diberikan bidan desa telah berjalan dengan baik.

Dimana seluruh responden telah menerima bimbingan alat kontrasepsi dari bidan desa. Serta pernah menerima alat kontrasepsi dari bidan desa.

6. Pelayanan yang diberikan bidan desa dalam usaha meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat telah berjalan dengan baik, dimana peranan dari bidan desa dalam membantu responden dari pemeriksaan kehamilan, persalinan, perinatal, nifas dan kontrasepsi / KB telah sesuai dengan yang diharapkan oleh responden / masyarakat.

B. Saran

Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti mengemukakan beberapa saran sebagai berikut :

DAFTAR PUSTAKA

Adi, Rukmino, 1994. Psikologi, pekerjaan sosial dan ilmu kesejahteraan sosial, Jakarta : PT Rajawali Press

Astrid S.Susanto-Sunario, 1994. Pembangunan Masyarakat Desa, Jakarta : LIPI Aman Nasution, 1997. Administrasi Kesehatan Masyarakat, Medan : USU Press Arikunto, Suharsimi, 1998. prosedur penelitian, Jakarta : Aneka Cipta

Azrul Azwar, 1993, Pukesmas dan Usaha Kesehatan Pokok, Jakarta

Indan Entjang, 1995. Pengantar Administrasi Kesehatan, Jakarta : Bina Rupa Aksara Kusdwiratri Setiono, Johan S.Masjhur, Anna Alisabana, 1998. Manusia, kesehatan dan

lingkungan(kualitas hidup dalam perspektif perubahan lingkungan global), Alumni Bandung

Masri Singarimbun, Sofyan Efendi, 1982. Metode Penelitian,LP3ES

Soekidjo Notoatmojdjo, 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan,Jakarta : Rhineka Cipta

Sarifah, 1995. Keberadaan Dukun Bayi Sebagai Penolong Persalinan Dewasa Ini, Medan : Hasil penelitian FKM USU

Soekanto.S, 1990. Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta : Rajawali Press

Sumber lain :

Bapenas. Keluarga Sejahtera

h

Menkes

Undang – undang no 23 Tahun 1992, Tentang Kesehatan , Depkes R.I, Jakarta.

GBHN, BP 7 Pusat, Jakarta, 1993

DEPKES. RI, 2000 ;1 Indonesia Sehat 2010

Jurnal penelitian UNIB, Jurusan Kesejahteraan Sosial, 2 juli 2002 Harian Pelita 19/04/2007, Jakarta

http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/0808/kes2.html

Depkes:

http://puageno.multiply.com/journal/item/15/Reorientasi_Paradigma_Pembangunan_Kes ehatan

http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=3111

Dokumen terkait