BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN BULUKUMBA
D. Penduduk
Penduduk adalah merupakan salah satu potensi yang penting dalam proses pembangunan. Pengelolaan penduduk diarahkan untuk berpartipasi aktif dalam pembangunan yang dilaksanakan. Jumlah dan kualitas penduduk di samping merupakan sumber daya yang dapat menggerakkan pembangunan juga dapat membawa masalah besar dalam hal penciptaan lapangan kerja.
Untuk itu pengelolaan sector kependudukan ini menjadi sangat penting terutama dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kabupaten bulukumba. untuk mengetahui jumlah penduduk di kabupaten bulukumba di tunjukkan pada table berikut.
23
Tabel 4.3 Penduduk Kabupaten bulukumba dirinci menurut kecamatan Tahun 2013
No Kecamatan
Jumlah Penduduk
Laki-Laki Perempuan Jumlah
01 Gantarang 31.365 33.739 65.104
02 Ujungbulu 18.768 19.812 38.58
03 Bontobahari 9.445 11.909 21.354
04 Bontotiro 10.617 13.038 23.652
05 Herlang 10.378 12.479 22.857
06 Kajang 20.258 22.359 42.617
07 Bulukumpa 22.395 24.338 46.733
08 Kindang 13.237 14.302 27.539
09 Ujungloe 16.836 18.828 35.664
10 Rilauale 15.761 17.634 33.395
Bulukumba 169.06 188.435 357.495
Sumber : kantor statistik kabupaten bulukumba, 2013
Adapun jumlah penduduk kabupaten bululukumba 2010 berdasarkan angka penyesuaian atas sensus penduduk tahun 2005 tercatat sebanyak 357.495 jiwa. Jumlah ini cukup potensial untuk dikembangkan sebagai asset pembangunan sekaligus merupakan tantangan bagi pemerintah. Dari table 4.4 diatas tampak bahwa kecamatan yang jumlah penduduknya paling banyak adalah kecamatan gantarang yaitu sebanyak 65.104 jiwa sedangkan yang paling sedikit adalah kecamatan bontobahari yaitu hanya sebanyak 21.354 jiwa.
24
Selanjutnya tingkat kepadatan penduduk berdasarkan luas wilayah per kacamatan dan rata-rata anggota rumah tangga di kabupaten bulukumba ditunjukkan pada table 4.4
Tabel 4.4. Rata-Rata Penduduk Perdesa, Kepadatan Per km dan rata-rata anggota RT Penduduk kecamatan di kabupaten bulukumba tahun 2011-2012
Kecamatan Desa Luas (Km)
Banyaknya Rata-Rata Kepadatan Rata-Rata RT
Pendudu k
Anggota
RT Per Desa
Kepada-tan Per Km
Gantarang 20 163, 86 12.362 65.104 5 3.255 397
Ujung Bulu 8 17,30 7.345 38.580 5 4.822 2.230
Bontobahari 8 108, 60 4.746 21.354 5 2.669 197
Bontotiro 12 78, 34 5.611 23.652 4 1.971 302
Herlang 8 68, 79 5.356 22.857 4 2.857 332
Kajang 18 129, 06 9.123 42.617 4 2.367 330
Bulukumpa 17 172,16 10.714 46.733 4 2.749 271
Kindang 8 158,41 4.894 27.539 5 3.442 174
Ujung Loe 12 141,45 7.513 35.664 5 2.972 252
Rilau Ale 13 116,70 7.494 33.395 5 2.568 286
Bulukumba 124 1.154,67 75.158 357.495 5 2.883 309
Sumber : kantor statistik kabupaten bulukumba, 2013
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa rata-rata kepadatan penduduk per desa di Kabupaten bulukumba adalah sebesar 2.883, sedangkan kepadatan per Km adalah sbesar 309 jiwa per Km2. Table tersebut juga memperlihatkan bahwa kecamatan yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Ujungbulu yaitu mencapai 4.822 jiwa per desa dan 2.230 per Km2 hal inikarena kecamatan Ujungbulu merupakan Ibukota Kabupaten
25
Bulukumba. Sementara itu kecamatan yang paling jarang penduduknya adalah Kecamatan Kindang yang hanya 174 jiwa per Km2.
Setiap saat jumlah penduduk Kabupaten Bulukumba mengalami perubahan. Perubahan tersebut tidak hanya di sebabkan oleh tingkat kelahiran dan kematian, tetapi juga di sebabkan oleh membaiknya gizi masyarakat. Ketiga faktor tersebut biasanya mengakibatkan jumlah penduduk.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi adalah merupakan potensi pembangunan, bila pertumbuhan penduduk diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja.
Akan tetapi apabila hal tersebut tidak terpenuhi maka petumbuhan penduduk yang tinggi akan menimbulkan masalah, diantaranya adalah terjadinya pengangguran di kota.
Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang dalam pengendalian penduduk yang nantinya bisa memainkan peranan yang penting dalam hal mengatasi ketegangan social dan ekonomi sebagai akibat pengangguran di kita tersebet.
Bertitik tolak dari masalah tersebut, maka penulis akan mencoba melihat sampai sejauh mana pertumbuhan penduduk Kabupaten Bulukumba dalam kurung waktu tahun 1997 sampai dengan tahun 2001. Pertumbuhan penduduk tersebut dapat dilihat dari tabel berikut :
26
Tabel 4.5. Jumlah penduduk kabupaten Bulukumba dan pertumbuhan dalam tahun 2009- 2013.
No Tahun Jumlah penduduk Pertumbuhan
( jiwa ) ( % )
1 2009 344.752
2 2010 347.338 0,75
3 2011 348.31 0,28
4 2012 469.968 1.23
5 2013 466.958 5,07
Sumber : Kantor Statistik Kabupaten Bulukumba 2013
Pertumbuhan penduduk dari tahun 2009 - 2010 sebesar 0,75 % pada tahun 2004 - 2005 turun menjadi 0,28 %, kemudian tahun 2011 - 2012 mengalami kenaikan yaitu menjadi 1,23 % dan tahun 2010 - 2013 kembali terjadi kenaikan yaitu jumlah penduduk naik 8,07 pertambahan jumlah penduduk juga cenderung meningkat dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013. Pada tahun 2009 2010 pertambahannya sebesar 2.586 jiwa, tahun 2010 - 2011 sebesar 972 jiwa, tahun 2011 - 2012 sebesar 4.296 jiwa, dan tahun 2012 - 2013 sebesar 14.352 jiwa. Pertambahan penduduk tersebut, bila dirata-ratakan masih cukup tinggi, yaitu sekitar 5.551 jiwa per tahunnya. Tingginya pertambahan penduduk kabupaten bulukumba dalam kurung waktu tahun 2009 sampai tahun 2013 tersebut tidak terlepas dari factor tingkat kelahiran yang jauh lebih tinggi dari tingkat kematian dan tingkat kecukupan gizi yang juga mengalami peningkatan sehingga semakin mengurangi jumlah kematian bayi.
27 BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Realisasi Penerimaan Retribusi Terminal Angkutan Darat.
Salah satu pos yang merupakan sumber penerimaan pendapatan asli daerah ( PAD ) Di kabupaten bulukumba adalah retribusi terminal angkutan darat, yaitu penarikan retribusi terhadap masyarakat yang menggunakan fasilitas terminal yang disiapkan oleh pemerintah daerah kabupaten bulukumba. Menurut persatuan daerah yang ditetapkan oleh pemerintah daerah kabupaten bulukumba yang tertuang dalam peraturan daerah kabupaten bulukumba pemungutan retribusi terminal angkutan darat, yang dimaksud dengan terminal adalah stasiun bus cepat/umum dan non bus.
Untuk mengetahui realisasi penerimaan retribusi terminal angkutan darat di kabupaten bulukumba, maka berikut ini penulis akan menguraikannya selama 5 ( lima ) tahun terakhir yaitu anggaran 2009 sampai tahun anggaran 2013 tabel 5.1. berikut akan memberikan gambaran tentang penerimaan retribusi terminal angkatan darat dari tahun ke tahun, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5.1. sebagai berikut:
27
28
Tabel 5.1. Realisasi penerimaan retribusi terminal angkutan darat dikabupaten Bulukumba tahun anggaran 2009-2013.
Tahun Target Realisasi Persentase
Anggaran ( RP. ) ( RP ) ( % )
2009
74,880,000.00
75,750,000.00 101,16
2010
85,308,000.00
86,680,000.00 101,61
2011
94,600,000.00
98,780,000.00 104,42
2012
136,800,000.00
143,980,600.00 105,25
2013
160,000,000.00
162,274,300.00 101,42
Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba, 2013
Dari tabel 5.1 di atas, terlihat bahwa realisisasi penerimaan retrribusi terminal angkutan darat di Kabupaten Bulukumba terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan setiap tahunya target yang ditetepkan selalu dinaikkan dan realisasinya juga selalu melampoi target yang ditetapkan.
Pada tahun anggaran 2009 target penerimaan retribusi terminal angkutan darat yang ditetapkan adalah sebesar Rp. 74.880.000,- sementara realisasi penerimaan mencapai Rp. 75.750.000,-. Hal ini berarti melampaui target yang telah ditetapkan atau realisasinya sekitar 101,16 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara untuk tahun anggaran 2010 pemerintah Daerah
Kabupaten Bulukumba menaikkan target yang ditetapkan dari Rp. 74.880.000,- pada tahun anggaran sebelumnya dinaikkan menjadi
29
Rp. 85.308.000,- sementara realisasi Retribusi terminal angkutan darat mencapai Rp. 86.680.000,- melampaui target yang ditetapkan yaitu 101,61%
dari target yang ditetapkan.
Selanjutnya untuk tahun anggaran 2011 target penerimaan Retribusi terminal angkutan darat yang ditetapkan adalah sebesar Rp.94.780,- atau sekitar 104,42 % dari target yang ditetapkan.
Kemudian untuk tahun anggaran 2012 dari target penerimaan retribusi terminal angkutan darat sebesar Rp. 136.800.000,- berhasil direalisasikan sebesar Rp. 143.980.600,- yang berarti melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,25 %. Dari data ini Nampak bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba terus berusaha menggenjot upaya penerimaan retribusi terminal angkutan darat yang terlihat dari besarnya target yang ditetapkan, pada tahun anggaran 2005 inipun menggambarkan adanya peningkatan yang secara nominal meningkat hampir dua kali lipat disbanding nominal penerimaan tahun anggaran sebelumnya.
Selanjutnya pada tahun anggaran 2013 menunjukkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba kembali meningkatkan target penerimaan Retribusi terminal angkutan darat dari Rp.160.000.000,- Sementara itu realisasi penerimaan pada tahun anggaran 2013 juga terlihat mellampaui target yang ditetapkan. Jumlah penerimaan mencapai Rp. 162.274.300,- atau realisasinya mencapai 101,42 %.
Untuk lebih jelasnya, maka berikut ini penulis akan menguraikan petkembangan baik nilai nominalnya maupun persentase naik turunya
30
Realisasi penerimaan Retribusi terminal daerah Kabupaten Bulukumba dari 5 (lima) tahun terakhir, yaitu tahun anggaran 2009 sampai dengan tahun anggaran 2013 seperti tampak pada tabel 5.2
Tabel 5.2 Perkembangan Penerimaan Retribusi terminal angkutan darat Di Kabupaten Bulukumba Tahun 2009 – 2013
Sumber : Hasil pengolahan data, 2013
Dari hasil pengolaan kembali data pada tabel 5.2 tersebut di atas, tampak dengan jelas bahwa pada tahun anggaran 2010 terjadi peningkatan penerimaan Retribusi terminal angkutan darat sebesar Rp.10.930.000,- yaitu dari Rp. 75.000,- pada tahun anggaran 2009 meningkat menjadi Rp.
86.680.000,- pada tahun anggaran 2010 atau meningakat sebesar 14,43%.
Kemudian pada tahun anggaran 2011 realiasai penerimaan retribusi terminal angkatan darat meningkat dari Rp. 86.680.000,- menjadi Rp.
98.780.000,- terjadi peningkatan sebesar Rp. 12.100.100,- atau sekitar 13,96 Tahun
Anggaran
Realisasi Penerimaan
Perkembangan
Jumlah ( Rp ) Persentase ( % )
2009 75,750,000.00 - -
2010 86,680,000.00 10.930.000,- 14,43
2011 98,780,000.00 12.100.000,- 13,96
2012 143,980,600.00 45.200.600,- 45,76
2013 162,274,300.00 18.293.700,- 12,70
31
%. Selanjutnya pada tahun 2012 realisasi penerimaan kembali mengalami peningkatan yaitu sebesar Rp. 45.200.600,- dari Rp.98.780.000.- pada tahun anggaran 2012 menjadi Rp.143.980.600,- pada tahun anggaran 2012 atau meningkat sebesar 45,76 %.
Kemudian pada tahun anggaran 2013 realisasi penerimaan Retribusi terminal angkutan darat Kabupaten Bulukumba juga memperlihatkan peningkatan dengan jumlah yang cukup menggembirakan yaitu meningkat sebesar Rp. 18.293.700,- dari Rp. 143.980.600,- pada tahun anggaran 2012 menjadi Rp. 162.274.300,- pada tahun anggaran 2013 atau meningkat sebesar 12,70 %.
Dari data-data yang ditampilkan di atas, Nampak bahwa penerimaan Retribusi terminal angkutan darat memperlihatkan peningkatan yang terus menerus dari tiap tahun anggaran. Untuk itu pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba terutama aparat yang berkaitan langsung dengan pelayanan terminal harus mampu melakukan upaya-upaya strategis yang terarah dan terpadu guna mencapai setiap target penerimaan Retribusi terminal angkutan darat yang telah di tetapkan Pemerintah daerah terlebih lagi harus berupaya melampaui target yang ditetapkan.
Upaya pengelolaan sumber-sumber penerimaan retribusi daerah memang memerlukan usaha yang serius dan terpadu pada semua sector ddan bidang-bidang kehidupan yang potensial seperti pelayanan terminal ini.tentu upaya ini harus dibarengi dengan membirikan pengertian melalui
32
penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya terminal bagi kehidupan dan lain sebagainya.
B. Realisasi Penerimaan PAD
Pendapatan asli Daerah (PAD) merupakan salah satu komponen pendapatan daerah yang menunjang pembiayaan pembangunan di suatu daerah. Besar kecilnya PAD suatu daerah akan berpengaruh pada kemampuan daerah tersebut untuk melaksanakan pembangunan dari hasil pengelolaan sumber-sumber ekonomi potensial yang ada pada daerah bersangkutan.
Dalam usaha meningkatkan daya saing berbasis kemandirian di daerah, Kabupaten Bulukumba berusaha dengan keras agar pendapatan asli Daerahnya mengalami meningktan dari tahun ketahun, hal ini dimaksudkan agar pada rentang waktu tertentu daerah ini sudah dapat mengurangi ketergantunganya terhadap dana yang berasal dari pusat.salah satu cara yang dilaksanakan adalah dengan melakukan pengelolaan terhadap sumber-sumber potensial dalam masyarakat yang dapat memberikan masukan dana bagi pemerinta daerah.
Untuk itu pada bagian ini, penulis menguraikan tentang realisasi penerimaan pendapatan asli daerah Kabupaten Bulukumba selama kurung waktu 5 (lima) tahun terakhir, yaitu mulai tahun anggaran 2009 sampai dengan tahun anggaran 2013 seperti disajikan dalam tabel 5.3
33
Tabel 5.3 Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba Tahun Anggaran 2009-2013
Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba, 2013
Pada tahun anggaran 2009, dari target penerimaan PAD sebesar Rp.
6.479.176.450,- dap[at terelisasi sebesar Rp. 6.245.798.711,- atau realisasinya sekitar 96,40 persen dari target yang telah ditetapkan.Sementara untuk tahun anggaran 2010 dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 7.809.796.420,- dapat terelisasi sebesar RP. 6.549.250.589,82 atau sekitar 83,86 persen, dengan demikian terjdi peningkatan realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disbanding tahun sebelumnya yaitu dari RP. 6.245.798.711,96 meningkat menjadi RP. 6.549.250.589,82 atau meningkat sebesar RP.
303.451.877,86.
Selanjutnya un tuk tahun anggaran 2011 target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar RP. 10.144.840.798,- dapat terealisasi sebesar RP.7.794.394.398,88 ATAU 76,83 persen. Dengan
Tahun
Target ( Rp ) Realisasi ( Rp ) persentase ( persen ) Anggaran
2009
6,479,176,450 6.245.798.711,96 96,40 2010
7,809,796,420 6.549.250.589,82 83,86 2011
10,144,840,798 7.794.394.398,88 76,83 2012
9,043,791,964 8.149.063.069,19 90,11 2013
17,196,984,012 15.468.349.055,80 89,95
34
demikian terjdi peningkatan dari RP. 6.549.250.589,82 pada tahun anggaran 2009/2010 menjadi RP. 7.794.394.398,88 pada tahun 2010/2011 atau naik sebesar Rp. 1.245.143.809,06,-
Kemudian untuk Tahun anggaran 2012 dari target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar RP.9.043.791.964,- realisasinya sebesar RP. 8.149.063.069,19 atau realisasinya sekitar 90,11 persen dari target yang ditetapkan. Dari segi nominal realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun anggaran 2012 memang meningkat apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu tahun anggaran 2011 yang hanya sebesar RP. 7.794.394.398,88 apabila dilihat persentase penerimaan terhadap realisasi juga terjdi kenaikan dari 76,83 persen pada tahun anggaran 2010/2011 naik menjadi 90,11 persen pada tahun anggaran 2012 atau naik sekitar 13,28 persen disbanding realisasi tahun sebelumnya.
Sementara itu untuk tahun anggaran 2013 target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan adalah sebesar Rp.
17.196.984.012,- sementara yang dapat terelisasi hanya sebesar Rp.
15.468.349.055,80 atau sekitar 89,95 persen. Hal ini menunjukkan bahwa secara nominal terjadi peningkatan namun apabila dilihat persentase realisasi penerimaan terhadap target yang ditetapkan terjdi penurunan dari 90,11 persen pada tahun anggaran 2012 turun menjadi 89,95 persen atau turun sekitar 0,16 persen pada tahun anggaran 2013.
Selama tahun anggaran 2009-2013, terlihat bahwa realisasi penerimaan daerah yang ditetapkan tidak pernah mencapai target. Hal ini
35
disebabkan oleh tidak optimalnyapengelolaan sumber-sumber penerimaan daerah yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait serta kondisi perekonomian daerah yang masih dipengaruhi oleh kondisi krisis ekonomi.
Dari gambaran yang dikemukakan di atas, tampak bahwa secara tersirat pemerintah daerah Kabupaten Bulukumba berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pengelolaan terhadap sumber-sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hal ini terlihat target penerimaan yang terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Hasil dari meningkat dari tahun ke tahun ini disatu sisi merupakan bentuk optimism pemerintah daerah Bulukumba dan disisi lain konsekuensi dari target penerimaan tersebut adalah merupakan tantangan bagi aparat yang terlibat langsung dalam pengelolaan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut untuk lebih aktif dan giat lagi dalam usaha merealisasikan target yang telah ditetapkan tersebut. Di samping itu perlu ada upaya untuk menggali potensi yang ada di daerah yang mempunyai kemunkinan untuk diolah menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama dalam rangka era otonomi daerah.
C. Anggaran Pengadaan Sarana dan prasarana Perhubungan Darat Berdasarkan masalah pokok yang dikemukakan pada bab pendahuluan, maka pada bagian ini focus uraian akan menganalisis besarnya dana pembangunan yang diangggarkan untuk pengadaan sarana dan prasarana terminal di Kabupaten Bulukumba selama tahun anggaran 2009 hingga tahun anngaran 2013. Jumlah dana yang dianggarkan setiap tahunya
36
ditunjukkan dari Rencana Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (RAPBD) pada setiap sector yang ada. Untuk mengetahui besarnya anggaran pembangunan untuk pengadaan sarana dan prasarana terminal tersebut dapat dilihat melalui tabel 5.4
Data yang digambarkan pada tabel 5.4 tersebut menunjukkan bahwa pada tahun anggaran 2010 pada tahun anggaran 2011 terlihat adanya penurunan anggaran pengadaan sarana dan prasarana perhubungan darat di Kabupaten Bulukumba. Pada tahun anggaran 2010 terjadi penurunan anggaran yang cukup besar yakni sekitar 36,15 persen dengan jumlah penurunan sebesar Rp. 327.409.00,- disbanding tahun sebelumnya. Demikian pula pada tahun anggaran 2005 terjadi penurunan anggaran sebesar Rp.
177.271.750,- atau mengalami penurunan sekitar 30,65 persen disbanding anggaran tahun 2010, dengan kata lain terjadi penurunan sekitar 66,80 persen disbanding tahun anggaran 2009.
Turunya angggaran pembangunan pada sector perhubungan darat ini dipengaruhi oleh besarnya pendapatan asli daerah Kabupaten Bulukumba serta sector-sektor yang menjadi prioritas pada tahun anggaran bersangkutan.
37
Tabel 5.5 Anggaran Pengadaan sarana dan Prasarana Perhubungan Darat Kabupaten Bulukumba Tahun Anggaran 2009-2013
Tahun Anggaran
Anggaran pengadaan
Perkembangan
Jumlah ( % )
2009 905.716.000,-
- 327.409.000,- -36,15
2010 578.307.000,-
-177.271.750,- - 30,65
2011 401.035.250,-
22.414.750,- 5,59
2012 423.450.000,-
1.277.270.400,- 301,63
2013 1.700.720.400,-
Sumber : Kantor Bappeda Kabupaten Bulukumba, 2009
Sementara itu, kenaikan anggaran mulai terjadi pada tahun anggaran 2012 dan 2013, pada tahun anggaran 2012 jumlah dana pembangunan yang dianggarkan untuk pengadaan sarana dan prasarana terminal di Kabupaten Bulukumba sebesar Rp. 423.450.000,- yang berarti mengalami peningkatan sebesar Rp. 22.414.750,- disbanding anggaran tahun sebelumnya atau naik sekitar 5,59 persen. Kemudian pada tahun anggaran 2013 terjadi kenaikan anggaran yang sangat tajam yakni mengalami kenaikan sebesar Rp.
1.277.270.400,- disbanding anggaran tahun 2012 atau naik sekitar 301,63 persen. Kenaikan anggaran pembangunan untuk sector ini menunjukkan tingkat kemampuan pemerintah daerah Kabupaten Bulukumba dalam membiayai sector pembangunanya semakin membaik seiring dengan peningkatan realisasi penerimaan pendapatan asli daerah pada tahun bersangkutan.
38
D. Kontribusi Retribusi Terminal Terhadap Pendapatan Daerah
Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diuraikan pada bagian terdahulu maka untuk mengetahui seberapa besar kontribusi terminal terhadap PAD Kabupaten Bulukumba selama kurung waktu 5 (lima) tahun terakhir yaitu dari tahu anggaran 2009 sampai tahun anggaran 2013 dapat di tunjukkan pada tabel 5.6
Berdasarkan data yang ditampilkan pada tabel 5.6, tampak bahwa kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa retribusi terminal mempunyai andil yang cukup berarti terhadap total penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba selama kurun waktu lima tahun terakhir.
Tabel 5.6 Kontribusi Retribusi Terminal Terhadap PAD Kabupaten Bulukumba
Tahun Penerimaan PAD Retribusi Kontribusi
Anggaran ( Rp ) ( RP ) ( Persen )
2009 6.245.798.711.96 75,750,000.00 1,21 2010 6.549.250.589,82 86,680,000.00 1,32 2011 7.794.394.398,88 98,780,000.00 1,27 2012 8.149.063.069,19 143,980,600.00 1,77 2013 15.468.349.055,80 162,274,300.00 1,05
Sumber : Data Sekunder Setelah Diolah, 2009
39
Dari tabel 5.6 tersebut di atas, Nampak bahwa pada tahun anggaran 2009 kontribusi atau sumbangan penerimaan retribusi terminal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba sebesar 1,21 persen atau sebesar Rp. 75.750.000,- Sementara untuk tahun anggaran 2010 kontribusinya meningkat lagi disbanding tahun anggaran sebelumnya yaitu dari 1,21 persen pada tahun anggaran 2009 menjadi 1,32 persen pada tahun anggaran 2010 atau naik sekitar 0,11 persen.
Selanjutnya untuk tahun anggaran 2011 kontribusi atau sumbangan retribusi terminal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba adalah sebesar 1,27 persen, Kemudian pada tahun anggaran 2012 kontribusi retribusi terminal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba kembali mengalami peningkatan yang cukup berarti yaitu sebesar 1,77 persen dibandingkan dengan tahunn sebelumnya yang hanya mencapai 1,27 persen dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba atau meningkat sebesar 0,50 persen.
Untuk tahun anggaran 2013 kontribusi retribusi terminal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba adalah sebesar 1,05 persen. Hal ini menandakan terjadi penurunan dibanding tahun anggaran sebelumnya, yaitu dari 1,77 persen pada tahun anggaran 2012 menjadi 1,05 persen pada tahun anggaran 2013 atau menurun sebesar 0,72 persen.
Uraian di atas menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kontribusi terminal terhadap penerimaan daerah, dapat pula diartikan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan terminal semakin membaik.
40
Untuk itu kedepan dibutuhkan pengelolaan yang semakin baik terhadap seleruh asset dan sarana yang ada pada bidang pelayanan terminal sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat juga dapat semakin terasa. Selain itu aparat yang bertugas pada bidang pelayanan terminal harus terus melakukan pelayanan seoptimal munkin sehingga para pengguna jasa pelayanan terminal merasa puas.
Namun demikian, agar target penerimaan retribusi terminal yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Bulukumba dapat tercapai, maka perlu dilakukan upaya peningkatan pelayanan terminal bagi masyarakat baik kualitas maupun kuantitasnya.
Jadi penambahan pengadaan sarana dan prasarana terminal sebesar Rp.1000,- maka diharapkan retribusi terminal juga akan naik sebesar Rp.34,- dengan asumsi factor lain tidak berubah atau kanstan.
Selanjutnya nilai r menunjukkan korelasi atau kuatnya hubungan antara variabel X ( pengadaan sarana dan prasarana terminal ) dengan variabel Y ( retribusi terminal ). Nilai r = 0,494 dapat diinterpretasikan bahwa hubungan antara variabel X dengan variabel Y tersebut cukup kuat.
Unutuk mengukur determinasi atau besarnya sumbangan ( share ) variabel X terhadap variabel Y dapat dilihat dari nilai r yaitu sebesar 0,244 atau 24,40 %. Nilai ini menunjukkan bahwa besarnya sumbangan atau andil variabel X ( pengadaan sarana dan prasarana terminal ) terhadap variasi naik turunya variabel Y ( retribusi terminal ) adalah sebesar 24,40%
sedangkan sisanya sebesar 75,60 % disebabkan oleh factor lain yang tidak dimassukkan dalam model atau tidak diperhitungkan.
41
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan pada bab pembahasan, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Kebijakan pembangunan pada sector perhubungan darat di Kabupaten Bulukumba diarahkan pada peningkatan kualiatas sarana dan prasarana perhubungan.
2. Besarnya anggaran pengadaan sarana dan prasarana terminal di Kabupaten Bulukumba masih terbatas jumlahnya selama lima tahun terakhir yakni tahun anggaran 2009 hanya sebesar Rp. 905.716.000,- tahun anggaran 2010 sebesar Rp. 578.307.000,- kemudian pada tahun 2011 sebanyak Rp. 401.035.250,- tahun 2012 sebesar Rp.423.450.000,- dan pada tahun anggaran 2013 jumlahnya mencapai 1.700.720.400,-.
3. Penerimaan retribusi terminal di Kabupaten Bulukumba selama lima tahun terkhir yakni tahun anggaran 2009 hingga 2013 mampu melampaui target yang ditetapkan demikian pula jumlahnya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 retribusi terminal Kabupaten Bulukumba mencapai Rp. 86.680.000,- dan mengalami kenaikan sebesar Rp. 10.930.000,- dan mengalami kenaikan sebesar Rp.
75.750.000,- Kemudian pada tahun 2011 jumlah penerimaan sebesar Rp.
98.780.000,- atau naik sebesar Rp.12.100.000,- disbanding tahun
41
42
sebelumnya. Selanjutnya pada tahun 2012 jumlah penerimaan retribusi terminal sebesar Rp. 143.980.600,- mengalami kenaikan sebesar Rp.
45.200.600,- disbanding tahun sebelumnya.
B. Saran
Pada bagian akhir skripsi ini, penulis menyampaikan beberapa saran yang diharapkan dapat berguna bagi instansi terkait:
1. Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba diharapkan agar terus berupaya mengelola sumber-sumber ekonomi yang dapat meningkatkan nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa medatang terutama dalam usaha mendorong kemandirian daerah berdasarkan pada keunggualan local.
2. Kepada jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba, diharapkan agar mampu memberikan pelayanan jasa terminal yang semaksimal munkin kepada masyarakat baik kualiatasnya sehingga masyarakat semakin meningkat kepercayaanya terhadap sarana terminal yang tersedia dan pada akhirnya retribusi terminal dapat meningkat.