• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

BAB II

2.8. Penelitian Terdahulu

langsung akan meningkatkan kuat tekan beton, sedangkan tingginya nilai slump yang didapatkan akan memudahkan dalam pengadukan dan pengerjaan beton (Mulyono, 2005).

Plastiment VZ adalah bahan plasticizer dan bahan pengurangan air dalam jumlah besar sesuai dengan ASTM dengan efek mempercepat pengerasan. Sesuai dengan ASTM C 494-92 Tipe D.

Plastiment-VZ adalah bahan tambah kimia (chemical admixture) yang membungkus butir semen dengan OH, sehingga memperlambat reaksi awal dari hidrasinya, juga sebagai agen permukaan aktif dan aksinya adalah melalui absorbsi pada permukaan butiran semen yang bergumpal, umumnya terjadi bila bertemu dengan air.

Plastiment-vz mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Bahan kimia dasar : Polyhydroxy carbon salts 2. Bentuk : Cairan

3. Warna : kuning transparan 4. Berat jenis : 1,17-1,19

mm sebanyak 100% memiliki nilai lebih kecil bila dibandingkan dengan mix design dengan menggunakan ukuran 10-15 mm sebanyak 100% yang lebih besar. Tipe campuran masing-masing 50% agregat ukuran 5-10 mm dan 10-15 mm seharusnya memberikan nilai porosity dan permeabilitas yang lebih kecil bila dibandingkan dengan 100% uniform karena diharapkan akan memiliki gradasi yang lebih rapat. Namun, hal tersebut tidak begitu terlihat perbedaannya disebabkan oleh karena perbedaan ukuran agregat yang digunakan yaitu 5 -10 mm dan 10-15 mm, rentang perbedaannya terlalu dekat (tidak terlalu mencolok). Selain itu dari segi nilai kuat tekan porous concrete block dengan ketebalan 8 cm memiliki nilai kuat tekan yang lebih kecil dibandingkan dengan ketebalan 6 cm. Hal ini disebabkan oleh faktor kelangsingan daripada porous concrete block tersebut yang dapat diketahui dari nilai perbandingan b dan h (b/h). Sehingga dari penelitian tersebut di kembangkan dengan menggunakan bahan tambah silica fume dan plastiment vz dalam campuran beton dengan harapan dapat mencapai kuat tekan yang diisyaratkan dan permeabilitas yang besar

2. Dwi Afif Susilo dengan judul penelitian “Efek Penggantian Sebagian Semen Dengan Silica Fume Terhadap Berat Jenis dan Kuat Tekan Beton Ringan” berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian tersebut diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Nilai beratjenis rerata beton ringan agregat breksi pumicedengan penambahanSilica Fume sebesar 0 %, 3 %, 6 %, 9 %, 12 % dan 15

% memberikan perubahan nilai berat jenis berturut-turut sebesar 1846,33 kg/m³, 1825,91 kg/m³, 1852,33 kg/m³, 1863,15 kg/m³, 1868,55 kg/m³, 1834,32 kg/m³.Berat jenis dari penambahan silica fume12% memberi peningkatan berat jenis optimum sebesar 1,203

%. Dari hasil berat jenis tersebut masih termasuk beton ring ankarena nilainya masih dibawah angka 1900 kg/m³.

b. Kuat tekan maksimal didapat dari penambahan silica fume 9%

dengan nilai 21,20 MPa.Penambahan kadar silica fume 12%

memberi penurunan kuat tekan akan tetapi penambahan silica fume 15% memberi peningkatan kuat tekan dari 12% sebesar 8,45%.

3. Khairul Muqtadi pada tahun 2014 dengan judul “Dampak Penggunaan Dan Analisa Pengaruh Styrofoam Sebagai Substitusi Pasir Dengan Bahan Tambah Plastiment-Vz Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton” , Dari hasil pembahasan mengenai pengolahan data uji kuat tekan dan berat isi beton campuran Styrofoam dengan zat tambah plastiment vz, maka dapat disimpulkan bahwa :

a. Pengaruh dari substitusi styrofoam dengan bahan tambah maupun tanpa bahan tambah, untuk masing-masing mutu beton mengalami penurunan berat isi , penurunan berat isi terbesar terjadi pada beton substitusi styrofoam tanpa bahan tambah K250 75% yaitu sampai 26,49%.

b. Beton normal K250 yang memiliki pencapaian terhadap karakteristik rencana, yaitu lebih dari 3,93%. Sedangkan untuk karakteristik beton normal K300 sebaliknya, hanya mempunyai pencapaian terhadap karakteristik rencana sebesar 0,96%.

c. Beton campuran styrofoam dengan penambahan plastiment vz untuk semua karakteristik yang paling tinggi pencapaiannya diantara masing-masing mutu beton adalah beton K250 25% sebesar 21,44%.

d. Mutu beton K250 untuk kedua jenis beton termasuk kedalam beton ringan, dengan berat satuan masing-masing 1707 Kg/m3 dan 1845 Kg/m3 (SNI-2847-2002).

e. Beton campuran styrofoam K350 25%, dengan bahan tambah termasuk kedalam mutu sedang menurut Puslitbang Prasarana Transportasi 2005.

f. Beton campuran styrofoam 25% untuk masing-masing mutu beton, termasuk kedalam beton mutu sedang dan mutu rendah I.

Sedangkan untuk masing-masing beton campuran styrofoam K250, K300 dan K350 untuk variasi substitusi styrofoam lebih dari 25%

secara umum termasuk kedalam mutu rendah II.

4. Shyama Maricar, Burhan Tatong dan Hajatni Hasan pada tahun 2013 dengan judul “Pengaruh Bahan Tambah Plastiment-Vz Terhadap Sifat Beton”

Dari serangkaian percobaan-percobaan yang telah dilakukan, dimana dalam proses pencampuran beton yang ditambahkan admixture berupa Plastiment-VZ dengan variasi penambahan sebesar 0,20%, 0,40%, 0,60% dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan beton normal (tanpa Palstiment-VZ). maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Penambahan Plastiment-VZ dengan volume sebesar 0,60% dari berat semen yang digunakan, dapat menunda pencapaian kekuatan tekan beton pada umur dini (1 - 7 hari) yaitu sebesar 29,54% dari kuat tekan beton normal. Hasil pengujian menunjukkan untuk beton normal diperoleh kuat tekan beton sebesar 18,212 MPa (umur 7 hari) sedangkan untuk beton yang ditambahkan Plastiment-VZ sebesar 0,60% diperoleh kuat tekan beton sebesar 12,833 MPa (umur 7 hari).

Tetapi kekuatannya meningkat dengan normal seiring bertambahnya umur hal ini ditunjukkan dengan diperoleh kuat tekan beton pada umur 14 hari sebesar 24,251 MPa dan 32,083 MPa pada umur 28 hari. Penambahan Plastiment-VZ dengan volume sebesar 0,20%, 040% dan 0,60% tidak memberi pengaruh terhadap kuat tekan beton umur 28 hari. Hasil pengujian diperoleh untuk kuat tekan beton umur 28 hari diperoleh masing-masing sebesar 29,948 MPa, 30,951 MPa dan 32,083 MPa sedangkan untuk beton normal sendiri diperoleh kuat tekan rata-rata sebesar 27,554 MPa. Dimana nilai-nilai kuat

tekan tersebut tidak bisa mencapai nilai kuat tekan rata-rata yang ditargetkan, f’cr = 37 MPa.

b. Hasil pemeriksaan slump beton menunjukkan bahwa penambahan Plastiment-VZ sebesar 0,40% dan 0,60% pada beton dapat meningkatkan kelecakan (workability). Adanya peningkatan kelecakan tersebut ditandai dengan bertambahnya nilai slump beton.

Pada beton normal dan beton dengan penambahan Plastiment-VZ sebesar 0,20% diperoleh nilai slump yang sama yaitu 100 mm, sedangkan untuk beton dengan persentase 0,40 diperoleh nilai slump sebesar 120 mm dan untuk beton dengan persentase 0,60 diperoleh nilai slump sebesar 150 mm.

c. Hasil pemeriksaan waktu pengikatan (setting time) pasta semen menunjukkan bahwa penambahan Plastiment-VZ sebesar 0,20%, 0,40% dan 0,60% dapat memperlambat waktu pengikatan semen.

Pada pasta semen (tanpa Plastiment-VZ) memerlukan waktu ikatan awal selama 86,86 menit sedangkan pada pasta semen yang ditambahkan Plastiment-VZ sebesar 0,20% memerlukan waktu ikatan awal selama 553,52 menit, untuk persentase 0,40 % = 919 menit dan untuk persentase 0,60 % = 1231,35 menit. Dengan diperlambatnya waktu ikatan awal secara otomastis memperlambat pula waktu ikatan akhir. Dengan demikian beton yang ditambahkan Plastiment-VZ sebesar 0,20% sampai 0,60% waktu pengerasannya

lebih lama jika dibandingkan dengan waktu pengerasan pada beton normal.

BAB

Dokumen terkait