• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen analisa strategi pemasaran islami (Halaman 36-52)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

Analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo, merupakan judul tesis yang tidak pernah dipakai sebelumnya. Namun terdapat beberapa kajian yang bisa penulis jadikan rujukan dalam penelitian adalah :

1. Tesis yang ditulis oleh Dwi Prasetyawati Thana, tahun 2017, dengan judul

“STRATEGI PEMASARAN KOPI DI KABUPATEN TANA TORAJA”.

Dalam penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa Strategi yang dapat dirumuskan bagi PT. Sulotco Jaya Abadi berdasarkan faktor internal dan eksternal perusahaan, meliputi: Pertama: meningkatkan kapasitas produksi. Kedua: mempertahankan kualitas biji kopi yang dihasilkan. Ketiga: mengembangkan pasar domestik dan internasional.

Keempat: mempertahankan dan meningkatkan kualitas SDM melalui

pengembangan dan pelatihan karyawan. Kelima: melakukan lebih banyak kegiatan promosi dan memaksimalkan penggunaan jaringan internet.

Keenam: melakukan peremajaan pohon dan rehabilitasi kebun kopi.

Ketujuh: membeli kopi dari masyarakat. Kedelapan: mendatangkan tenaga

panen dari luar. Kesembilan: merekrut tenaga pemasaran. Kesepuluh:

menambah variasi produk. Kesebelas: merevisi SOP bidang produksi tentang hari kerja. Kedua belas: pembinaan kelompok tani. Ketiga belas:

meningkatkan efisiensi biaya. Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah

ditetapkan, yaitu mudah diterapkan/dilaksanakan, anggaran cukup, memberikan kontribusi dalam memperbaiki citra perusahaan, dan memberikan kontribusi dalam mencapai misi perusahaan, maka alternatif strtaegi prioritas yang sebaiknya diterapkan oleh PT. Sulotco Jaya Abadi adalah Pertama: mempertahankan kualitas biji kopi yang dihasilkan.

Kedua: meningkatkan kapasitas produksi. Ketiga: mempertahankan dan

meningkatkan kualitas SDM melalui pengembangan dan pelatihan karyawan. Keempat: mengembangkan pasar domestik dan internasional serta membeli kopi dari masyarakat; dan Kelima: melakukan peremajaan pohon dan rehabilitasi kebun kopi. Variabel dalam penelitian tersebut adalah strategi pemasaran. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian penulis, yakni sama-sama membahas tentang sistem pemasaran.

Namun penelitian yang penulis lakukan bertendensi terhadap analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo (Dwi Prasetyawati Thana: 2017).

2. Tesis yang ditulis oleh Reza Soanganon Siregar, tahun 2009, dengan judul Tesis “ANALISIS KASUS STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN “X””. Dalam penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa Perusahaan “X” pada awalnya menggunakan segmentasi berdasarkan jenis produk yang ada yaitu pra bayar untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya karena segmen ini mencangkup hampir 70 persen dari total pengguna jasa layanan telekomunikasi seluler di Indonesia. Kemudian, perusahaan “X”

menargetkan konsumen yang senang dan membutuhkan jasa layanan jasa telekomunikasi seluler yang inovatif dan murah karena pada segmen tersebut layanan yang diberikan kurang bervariasi dan konsumen pada segmen tersebut memiliki persepsi pelanggan bahwa penggunaan produk pra bayar lebih hemat karena tidak perlu membayar biaya abonemen dengan tarif layanan yang sangat bervariasi. Berdasarkan segmentasi dan target pasar tersebut di atas perusahaan “X” memposisikan diri sebagai perusahaan yang inovatif dengan harga yang terjangkau. Setelah melakukan proses tersebut perusahaan “X” menerapkan bauran pemasaran sebagai berikut:

Pertama: Strategi harga yang rendah jika dibandingkan dengan operator

jasa layanan full wireless lainnya yang bertujuan untuk mendapatkan pelanggan sebanyak banyaknya. Kedua: Strategi distribusi dilakukan dengan menunjuk beberapa distributor dengan melakukan kerja sama managing service yaitu ikut serta dalam memberikan KPI. Ketiga: Strategi Produk yang digunakan adalah single product strategy yaitu jenis produk pra bayar yang ditambahkan dengan pemberian bonus pulsa untuk setiap pengisian ulang. Keempat: Strategy promosi dilakukan melalui iklan-iklan menggunakan saluran komunikasi nonpersonal yang disampaikan dengan cara yang menarik seperti mengedepankan kebahagiaan emosional seseorang agar mudah melekat di benak masyarakat disertai dengan kata

“Mau?”. Implementasi dari strategi dapat terlaksana karena didukung oleh keunggulan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan “X” sebagai berikut: Pertama: Sumber daya reputasi berupa promosi produk yang

dilakukan dengan cara yang menarik. Kedua: Sumber daya manusia yang berpengalaman. Ketiga: Sumber daya organisasi yang ramping dengan jumlah karyawan yang efisien jika dibandingkan dengan pesaingnya.

Keempat: Sumber daya inovasi berupa produk-produk yang inovatif seperti

pertama dalam mengeluarkan asuransi gratis melalui pembelian pulsa.

Kelima: Sumber daya keuangan berupa modal investasi sebesar US$.1,4

miliar. Adapun keunggulan lain yang dimiliki oleh perusahaan “X” yang sulit untuk ditiru oleh pesaing-pesaingnya adalah sebelum perusahaan “X”

masuk ke pasar Indonesia, perusahaan “X” sudah memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan pemasoknya karena induk dari perusahaan “X”

memiliki perusahaan serupa dan telah beroperasi di berbagai negara. Oleh karena itu, perusahaan “X” memiliki daya tawar yang tinggi terhadap pemasoknya karena pemasok dari perusahaan “X” tidak saja memasok kebutuhan dari perusahaan “X” saja tetapi juga kebutuhan dari seluruh perusahaanperusahaan telekomunikasi seluler yang dimiliki oleh induk perusahaan “X”. Variabel dalam penelitian tersebut adalah strategi pemasaran (Reza Soanganon Siregar: 2009). Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian penulis, yakni sama-sama membahas tentang sistem pemasaran. Namun penelitian yang penulis lakukan bertendensi terhadap analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

3. Disertasi yang ditulis oleh Estanislau De Sousa Saldanha, tahun 2018, dengan judul “PERAN STRATEGI BISNIS DALAM MEMEDIASI

HUBUNGAN ANTARA PERSAINGAN INDUSTRI DENGAN KINERJA INDUSTRI (Studi Pada Industri Jasa Pendidikan Tinggi di Timor-Leste)”.

Dalam penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa:

Pertama, Kombinasi strategi dapat dilakukan dengan Porter generic strategy (Porter, 1980; Porter, 1985), dan resource based strategy (Barney, 1991). Strategi keunggulan biaya, fokus strategi diturunkan dari strategi generik Proter, dan strategi inovasi didasarkan pada resource-based strategy. Kombinasi strategi ini berperan signifikan dalam memediasi hubungan persaingan industri dan kinerja industri pendidikan tinggi di Timor-Leste. Kedua, Kombinasi strategi berbasis pada strategi fokus pelayanan, inovasi, dan keunggulan biaya berperan penuh dalam memediasi hubungan antara persaingan industri dan kinerja industri pendidikan tinggi di Timor-Leste. Kombinasi strategi ini membantah strategi generik Porter yang menyatakan bahwa organisasi industri hanya dapat memilih salah satu strategi yakni strategi diferensiasi atau strategi keunggulan biaya untuk meningkatkan keunggulan bersaing dan kinerja, jika tidak, organisasi industri akan menghadapi stuck-in-the middle. Ketiga: Strategi bisnis harus dikembangkan sesuai dengan keadaan lingkungan di mana industri beroperasi yang simteris dengan teori kontingensi. Industri pendidikan tinggi Timor-Leste telah menggunakan strategi kombinasi, sebaliknya strategi tersebut tidak signifikan mempengaruhi kinerja industri dinegara- negara lain seperti studi Hansen et al. (2015), dan Yuliansyah et al. (2016).

Perbedaan hasil tersebut dapat disebabkan oleh perbedaan jenis industri,

lingkungan industri, variabel, dan indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur strategi dan kinerja dari masing-masing peneliti. Keempat, Strategi fokus pelayanan menjadi faktor yang paling signifikan dalam meningkatkan kinerja industri pendidikan tinggi, kemudian disusul secara berturut-turut strategi inovasi, dan strategi kunggulan biaya. Ini berarti ketiga strategi tersebut secara bersama dapat meningkatkan kinerja industri pendidikan tinggi di Timor-Leste yang menghadapi intensitas tinggi persaingan industri karena peningkatan jumlah industri pendidikan tinggi, duplikasi jurusan, dan keterbatasan jumlah dosen yang bergelar master dan doktor di Timor-Leste akibat regulasi pendirian dan operasi industri pendidikan tinggi yang masih lemah. Kelima, Penelitian ini bernilai karena mengandung novelti yakni kombinasi strategi fokus strategi pelayanan, inovasi, dan strategi keunggulan biaya untuk mengukur kinerja industri jasa pendidikan tinggi yang belum dilakukan peneliti-peneliti sebelumnya.

Penelitian tersebut terdapat variable sebagai berikut: (1) strategi bisnis, (2) persaingan industri, dan (3) kinerja industri (Estanislau De Sousa Saldanha:

2018). Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian penulis, yakni sama-sama membahas tentang sistem strategi bisnis. Namun penelitian yang penulis lakukan bertendensi terhadap analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

4. Jurnal yang ditulis oleh Siti Fatonah, tahun 2009, dengan judul

“PENGARUH BAURAN PEMASARAN, DAN ORIENTASI PASAR

TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN PADA PERUSAHAAN BATIK DI SURAKARTA”, dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa, Produk berpengaruh signifikan terhadap kinerja pemasaran secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produksi batik yang baik, akan meningkatkan kinerja pemasaran secara langsung.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung dari produk terhadap kinerja pemasaran melalui keunggulan bersaing.

Penelitian tersebut terdapat variable sebagai berikut: (1) bauran pemasaran, (2) orientasi pasar, dan (3) meningkatkan kinerja pemasaran (Siti Fatonah:

2009). Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan yang penulis lakukan, ialah sama-sama membahasan tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

5. Jurnal yang ditulis oleh Edwin Japarianto, dengan judul ANALISA

KUALITAS LAYANAN SEBAGAI PENGUKUR LOYALITAS

PELANGGAN HOTEL MAJAPAHIT SURABAYA DENGAN

PEMASARAN RELASIONAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING.

Dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa sebagian besar responden cenderung puas pada layanan yang diberikan oleh Hotel Majapahit, serta menilai netral pada penilaian mereka terhadap kinerja program pemasaran relasional yang dijalankan oleh pihak hotel. Selain itu responden juga menilai netral untuk tingkat loyalitas mereka terhadap hotel

Majapahit. Penelitian tersebut terdapat variable sebagai berikut: (1) kualitas layanan, (2) loyalitas pelanggan, (3) pemasaran relasional, (4) variabel intervening (Edwin Japarianto: 2016). Penelitian tersebut ada kemiripan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, yakni sama-sama membahas tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

6. Jurnal yang ditulis oleh Hatane Semuel, dengan judul EKSPEKTASI PELANGGAN DAN APLIKASI BAURAN PEMASARAN TERHADAP LOYALITAS TOKO MODEREN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI INTERVENING (Studi Kasus pada Hypermarket Carrefour di Surabaya). Dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa Ekspektasi pelanggan terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh toko moderen ternyata berpengaruh langsung secara negatip terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan toko moderen. Penelitian tersebut memiliki variabel sebagai berikut: (1) ekspektasi pelanggan, (2) bauran pemasaran, (3) loyalitas toko, (4) dan kepuasan pelanggan (Hatane Semuel: 2017). Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan yang penulis lakukan, ialah sama-sama membahasan tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

7. Jurnal yang ditulis oleh Rina Rachmawati, dengan judul PERANAN

BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN (SEBUAH KAJIAN TERHADAP BISNIS RESTORAN). Dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa Loyalitas pelanggan dapat terwujud salah satunya dengan dukungan sistem pemasaran yang baik. Salah satu bentuk strategi pemasaran yang mampu untuk menciptakan loyalitas konsumen adalah strategi marketing mix (bauran pemasaran) yang meliputi product, price, promotion, dan physical evidence atau place (Pawitra 1993). Penelitian tersebut memiliki variabel sebagai berikut: (1) marketing mix, (2) peningkatan penjualan (Rina Rachmawati: 2017). Penelitian tersebut ada kemiripan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, yakni sama-sama membahas tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

8. Jurnal yang ditulis oleh Cynthia Vanessa Djodjobo dan Hendra N. Tawas, dengan judul PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, INOVASI PRODUK, DAN KEUNGGULAN BERSAING TERHADAP KINERJA PEMASARAN USAHA NASI KUNING DI KOTA MANADO. Dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa Orientasi kewirausahaan secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keunggulan bersaing pada usaha nasi kuning di kota Manado.

Inovasi produk secara parsial berpengaruh positif dan signiifikan terhadap keunggulan bersaing pada usaha nasi kuning di kota Manado. Orientasi

kewirausahaan dan inovasi produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing pada usaha nasi kuning di kota Manado. Keunggulan bersaing secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran usaha nasi kuning di kota Manado.

Penelitian tersebut memiliki variabel sebagai berikut: (1) orientasi kewirausahaan, (2) inovasi produk, (3) keunggulan bersaing, dan (4) kinerja pemasaran (Cynthia Vanessa Djodjobo dan Hendra N. Tawas: 2016).

Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan yang penulis lakukan, ialah sama-sama membahasan tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

9. Jurnal yang ditulis oleh Christian A.D Selang, dengan judul BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA FRESH MART BAHU MALL MANADO. Dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa Secara Simultan Produk, Harga, Promosi dan Tempat berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen. Secara Parsial Produk, Harga berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen sedangkan Promosi dan Tempat tidak berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen.

Penelitian tersebut memiliki variabel sebagai berikut: (1) bauran pemasaran, (2) loyalitas konsumen (Christian A.D Selang: 2015). Penelitian tersebut ada kemiripan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, yakni sama- sama membahas tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada

analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

10. Jurnal yang ditulis oleh Doni Marlius, dengan judul KEPUTUSAN PEMBELIAN BERDASARKAN FAKTOR PSIKOLOGIS DAN BAURAN PEMASARAN PT. INTERCOM MOBILINDO PADANG. Dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor psikologis dengan keputusan pembelian, secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara bauran pemasaran dengan keputusan pembelian, dan secara simultan faktor psikologis dan bauran pemasaran berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Penelitian tersebut memiliki variabel sebagai berikut:

(1) keputusan pembelian, (2) faktor psikologis, dan (3) bauran pemasaran (Doni Marlius: 2018). Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan yang penulis lakukan, ialah sama-sama membahasan tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

11. Jurnal yang ditulis oleh Ita Nurcholifah, tahun 2014, dengan judul STRATEGI MARKETING MIX DALAM PERSPEKTIF SYARIAH, Dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa Strategi marketing mix syariah merupakan suatu strategi atau cara dalam menerapkan 4 P, yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran pemasaran (tempat) suatu usaha yang di kelola oleh pebisnis. Produk dapat

berupa barang, jasa yang diciptakan oleh seorang pemasar/pebisnis yang akan dipasarkan. Ciptakanlah produk yang halal dan dibutuhkan oleh masyarakat, keunggulan serta kualitas produk menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan oleh pebisnis. Harga suatu produk juga menjadi perhatian yang serius untuk dikelola, berikan harga yang pantas dan harga yang dapat bersaing dengan produk-produk pesaing serta terhindar dari unsur riba. Agar usaha dapat dikenal oleh masyarakat lakukan strategi promosi yang baik, tidak berbohong serta menipu calon pembeli atau pelanggan dan untuk lokasi usaha usahakan dapat dicapai dengan mudah oleh masyarakat (konsumen dan pelanggan). Penelitian tersebut memiliki variabel sebagai berikut: (1) Strategi, (2) Marketing MIX, (3) Perspektif syari’ah (Ita Nurcholifah: 2014). Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan yang penulis lakukan, ialah sama-sama membahasan tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

12. Jurnal yang ditulis oleh Moh. Toriquddin, dengan judul “ETIKA PEMASARAN PERSPEKTIFAL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DALAM PERBANKAN SYARI’AH”, Dari penelitian tersebut penulis menemukan pokok pembahasan bahwa etika pemasaran dalam al-Qur’an meliputi tiga unsur: pemasaran beretika, pemasaran profesional, pemasaran transparan. Dari ketiga unsur tersebut harus memenuhi beberapa komponen sebagai berikut: (1) Pemasaran beretika jika memenuhi dua komponen;

lemah lembut/ramah dan sopan santun. (2) Pemasaran profesional jika memenuhi dua komponen; adil dalam promosi dan adil terhadap orang lain.

(3) Pemasaran transparan jika memenuhi tiga komponen;tidak menggunakan cara bathil, realistis, dan bertanggung jawab. relevansi pemasaran al-Qur’an dengan Perbankan Syariah adalah bahwa keberadaan pemasaran al-Qur’an sangat dibutuhkan dalam dunia perbankan syari’ah saat ini. Penelitian tersebut memiliki variabel sebagai berikut: (1) etika pemasaran, (2) perspektif Al-Qur’an, dan (3) perbankan syari’ah (Moh.

Toriquddin: 2017). Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan yang penulis lakukan, ialah sama-sama membahasan tentang pemasaran. Namun penulis lebih menekankan pada analisa strategi pemasaran Islami dalam pengembangan unit-unit bisnis pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

Tabel 2.I Penelitian Terdahulu

No Judul Penulis Variabel Persamaan perbedaan

1

Strategi pemasaran kopi di

kabupaten tana toraja

Dwi

Prasetyawati Thana

Strategi pemasaran

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran islami

2

Analisis kasus strategi

pemasaran pada

perusahaan x

Reza Soanganon Siregar

Strategi pemasaran

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran islami

3

Peran strategi bisnis dalam memediasi hubungan antara

Estanislau de Sousa

Saldanha

1.strategi bisnis.

2.persaingan industri, 3.kinerja

industri.

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran islami

persaingan industri

dengan kinerja industri (studi pada industri jasa

pendidikan tinggi di timor- leste)

4

Pengaruh bauran pemasaran, dan orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing dalam meningkatkan kinerja

pemasaran pada perusahaan batik di surakarta

Siti Fatonah 1. Bauran pemasaran 2. Orientasi pasar 3. Meningkatkan

kinerja pemasaran.

sama-sama membahas strategi pemasaran

strategi pemasaran Islami

5

Analisa kualitas layanan sebagai pengukur loyalitas pelanggan hotel majapahit surabaya dengan pemasaran relasional sebagai variabel intervening

Edwin Japarianto

1. Kualitas layanan 2. Loyalitas

pelanggan 3. Pemasaran

relasional 4. Variabel

intervening

sama-sama membahas strategi pemasaran

strategi pemasaran Islami

6

Ekspektasi pelanggan dan aplikasi bauran pemasaran

Hatane Semuel

1. Ekspektasi pelanggan 2. Bauran

pemasaran

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran Islami

terhadap loyalitas toko moderen dengan kepuasan pelanggan sebagai intervening (studi kasus pada

hypermarket carrefour di surabaya).

3. Loyalitas toko 4. Kepuasan

pelanggan

7

Peranan bauran pemasaran (marketing mix) terhadap peningkatan penjualan (sebuah kajian terhadap bisnis restoran).

Rina

Rachmawati

1. Marketing Mix

2. Peningkatan penjualan

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran Islami

8

Pengaruh orientasi kewirausahaan, inovasi

produk, dan keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran usaha nasi kuning di kota manado.

Cynthia Vanessa Djodjobo dan Hendra N. Tawas

1. Orientasi kewirausahaan 2. Inovasi produk 3. Keunggulan

bersaing 4. Kinerja

pemasaran

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran Islami

9

Bauran pemasaran (marketing mix)

pengaruhnya terhadap loyalitas konsumen

Christian A.D Selang

1. Bauran pemasaran 2. Loyalitas

konsumen

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran islami

pada fresh mart bahu mall manado.

10

Keputusan pembelian berdasarkan faktor

psikologis dan bauran

pemasaran pt.

intercom mobilindo padang.

Doni Marlius

1. Keputusan pembelian 2. Faktor

psikologis 3. Bauran

pemasaran

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran Islami

11

Strategi

Marketing Mix Dalam

Perspektif Syariah

Ita

Nurcholifah

1. Strategi 2. Marketing

MIX 3. Perspektif

syari’ah

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran islami

12

Etika pemasaran perspektif Al- Qur’an dan relevansinya dalam perbankan syari’ah

Moh.

Toriquddin

1. Etika pemasaran 2. Perspektif Al-

Qur’an 3. Perbankan

syari’ah

Sama-sama membahas strategi pemasaran

Strategi pemasaran Islami

Dari seluruh penelitian terdahulu di atas, terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitan yang dilakukan oleh penulis. Kemiripannya yaitu sama-sama membahas tentang strategi pemasaran, tapi yang mereka bahas adalah marketing konvensional. Sementara penelitian yang dilakukan oleh penulis spesifik membahas Strategi pemasaran Islami dengan menggunakan indikator 4C (Customer Value, Cost, Convinient, Communication). Istilah tersebut dibahas tuntas pada sub bab kajian teori pemasaran Islami. Lokasi yang ditempati dalam penelitian ini yaitu pada

seluruh bidang usaha yang berada di bawah naungan pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Teori pemasaran Islam penting diterapkan pada setiap unit usaha, mengingat teori tersebut mengandung nilai yang diperoleh dari keinginan konsumen, bukan atas dasar kehendak perusahaan.

B. Kajian Teori

Dalam dokumen analisa strategi pemasaran islami (Halaman 36-52)

Dokumen terkait