• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

D. Penelitian Terdahulu

Tabel 2.3 Data Siswa dari Kelas I-III SMPN XI Bengkulu Selatan Tahun Ajaran 2021/2022

No Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah

1 I A 12 18 30

2 I B 12 16 27

3 I C 12 18 30

4 I D 14 16 30

Jumlah 50 68 117

5 II A 16 13 29

6 II B 16 13 29

7 II C 17 11 28

8 II D 8 19 27

Jumlah 57 56 107

9 III A 16 15 31

10 III B 17 16 33

11 III C 17 16 33

12 III D 15 15 30

Jumlah Total 370 418 783

Sumber: Tata Usaha SMPN XI Bengkulu Selatan Tahun 2022

siswa tersebut gemar bermain musik dan bernyanyi, melalui nyanyian atau lagudapat mempermudah siswa menghapal puisi. Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini yaitu untuk memperoleh data bahwa media musikalisasi puisi dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran apresiasi puisi dan media musikalisasi puisi dapat membantu siswa mempermudah menghapal puisi.Desain penelitian yang digunakan berbentukPenelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart. Penerapan media musikalisasi puisi memberi perubahan yang positif pada pembelajaran apresiasipuisi yaitu melalui lagu dapat mempermudah siswa menghapal puisi, penayangan video musikalisasi puisi memotivasi siswa dalam belajar mengapresiasi puisi, memupuk talenta siswa bermain musik dan bernyanyi, memupuk rasa, karsa, dan kehalusan budi pada siswa melalui karya sastra dan seni.17

Adapun perbedaan penelitian di atas dengan penelitian yang dilakukan terletak pada apresiasi puisi yang dilakukan. Yang mana penelitian ini menggunakan nyanyian yang diiringi alat music secara langsung. Kemudian persamaan penelitian terletak pada tujuan yaitu bertujuan untuk mengapresiasi pusi di kalangan siswa.

2. Penelitian yang berjudul “Peningkatan Apresiasi Puisi dalam Pembelajaran Puisi Dengan Media Musik di SMA Negeri 11 Yogyakarta”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan

17 Ruhaemi, E, Apresiasi Puisi Melalui Media Musikalisasi di SLB C Sukapura Kota Bandung. Primaria Educationem Journal (PEJ), 1(1), 2018, hal. 50-54.

hasil apresiasi puisi dalam pembelajaran puisi dengan media musik.

Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan pada proses dan hasil. Peningkatan proses ditandai dengan (1) keaktifan siswa dalam pembelajaran lebih banyak, (2) kerja sama siswa dalam mengerjakan tugas-tugas kelompok meningkat. (3) motivasi dan perhatian siswa meningkat.18 Adapun perbedaan penelitian di atas dengan penelitian yang dilakukan juga terletak pada apresiasi puisi yang dilakukan. Yang mana penelitian ini menggunakan music sebagai alat untuk mengapresiasi puisi sedangkan pada penelitian ini membuat video pusi dengan music yang diiringi dengan bait pusi yang dinyayikan dengan nada yang menarik, kemudian video diupload ke aplikasi Youtube. Kemudian persamaan penelitian terletak pada tujuan yaitu bertujuan untuk mengapresiasi pusi di kalangan siswa.

3. Penelitian dengan judul “ Keefektifan Pembelajaran Apresiasi Puisi Dengan Analisis Struktural Dan Analisis Semiotik Berdasarkan Gaya Berpikir Sekuensial-Acak Pada Siswa SMP”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) gaya berpikir apa saja yang dimiliki oleh siswa yang diberi perlakuan dengan analisis struktural dan analisis semiotik; (2) bagaimanakah perbedaan antara kemampuan apresiasi puisi pada siswa yang diberi perlakuan dengan analisis struktural dan analisis semiotik; (3) apakah pembelajaran apresiasi puisi dengan analisis semiotik lebih efektif

18 Linaberger, M, Poetry Top 10 Afoolproof Formula far Teaching Poetry. The Reading Teacher, 2014, 58 (4). 366-372.doi: 10.1958/RT/58., hal. 46

dibandingkan dengan analisis struktural. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Grabag, Kabupaten Magelang.

Sampel eksperimen adalah 35 siswa di kelas VIIA dan 35 siswa di kelas VIIB. Hasil penelitian ini adalah siswa yang mengikuti pembelajaran apresiasi puisi dengan analisis struktural maupun semiotik bergaya pikir sekuensial konkret, sekuensial abstrak, acak konkret, dan acak abstrak. Kemampuan apresiasi puisi pun meningkat setelah siswa mengikuti pembelajaran apresiasi puisi dengan analisis struktural dan analisis semiotik. Namun secara keseluruhan lebih efektif digunakan analisis semiotik untuk pembelajaran apresiasi puisi. Simpulan penelitian ini adalah (1) gaya berpikir yang dimiliki oleh siswa yang diberi perlakuan dengan analisis struktural adalah 31% bergaya pikir sekuensial konkret, 23% bergaya pikir sekuensial abstrak, 20%

bergaya pikir acak konkret, 26% bergaya pikir acak abstrak, dan siswa yang diberi perlakuan dengan analisis semiotik adalah 20%bergaya pikir sekuensial konkret, 20% bergaya pikir sekuensial abstrak, 26% bergaya pikir acak konkret, 34% bergaya pikir acak abstrak, (2) ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan apresiasi puisi pada siswa yang diberi perlakuan dengan analisis struktural dengan analisis semiotik, (3) pembelajaran apresiasi puisi dengan analisis semiotik lebih efektif meningkatkan kemampuan apresiasi puisi

dibandingan dengan analisis struktural. 19 Adapun perbedaan penelitian di atas dengan penelitian yang dilakukan juga terletak pada apresiasi puisi yang dilakukan. Yang mana penelitian ini menggunakan analisis struktural dan analisis semiotik untuk mengapresiasi puisi. Kemudian persamaan penelitian terletak pada tujuan yaitu bertujuan untuk mengapresiasi pusi di kalangan siswa.

4. Penelitian dengan judul “ Pemanfaat Sosial Media Youtube sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi”. Dalam penelitian ini Penulis mencoba mengungkapkan perlu adanya pembaharuhan media ajar. Media ajar yang digunakan harus dekat dengan kehidupan sehari- hari peserta didik seperti media sosial khususnya YouTube. Belajar dan ngobrol santai dengan keluarga sering menggunakan sosial media. Era globalisasi dan teknologi sosial media dari kehidupan masyarakat modern.

Kebiasaan menggunakan media sosial ini secara tidak langsung dapat menjadikan penggunanya mengakses informasi dan mempelajari informasi yang diaksesnya, sehingga tidak heran jika saat ini perekembangan dan penyebaran bahasa berjalan dengan sangat cepat. Era digital ini menandai bahwa saat ini masyarakat sudah menjadi masyarakat yang modern. Sosial media yang digunakan pada penelitian ini, yaitu YouTube. 20 Perbedaan penelitian di atas dengan penelitian yang

19 Mujahidin, A. A, Keefektifan Pembelajaran Apresiasi Puisi dengan Analisis Struktural dan Analisis Semiotik Berdasarkan Gaya Berpikir Sekuensial-Acak Pada Siswa SMP. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2012, hal. 1-2.

20 Kamhar, M. Y., & Lestari, E, Pemanfaat Sosial Media Youtube Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia DI Perguruan Tinggi. Inteligensi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 2019, hal. 1-7.

dilakukan juga terletak pada tujuan atau objek apresiasi puisi. Yang ana pada penelitian ini media yang dibuat untuk apresiasi dikalangan mahasiswa. Sedangn pada penelitian yang dilakukan media apresiasi puisi ditujukan untuk siswa SMP. Kemudian persamaan penelitian terletak pada media yang digunakan yaitu media Youtube.

5. Kemudian penlelitian yang dilakukan oleh Septiani (2019) dengan judul

“Media Audio Visual Untuk Pembelajaran Musikalisasi Puisi “.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media audio visual untuk pembelajaran musikalisasi puisi bagi siswa kelas X SMA yang menarik dan praktis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dari model ASSURE oleh Heinich, dkk.

Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan angket. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah media audio visual untuk pembelajaran musikalisasi puisi tergolong sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Selain itu, beberapa saran dan komentar digunakan peneliti untuk melakukan revisi.21 Terdapat perbedaan media yang digunakan dalam penelitian ini dengan pePerbedaan penelitian di atas dengan penelitian yang dilakukan juga terletak pada tujuan atau objek apresiasi puisi. Yang ana pada penelitian ini media yang dibuat untuk apresiasi dikalangan mahasiswa. Sedangn pada penelitian yang dilakukan media apresiasi puisi ditujukan untuk siswa SMP. Kemudian persamaan penelitian terletak pada media yang digunakan yaitu media Youtube.

21 Maria Tina Septiani. 2019. Media Audio Visual Untuk Pembelajaran

Musikalisasi Puisi. : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya. Volume 3 Nomor 1

E. Kerangka Berpikir

Penelitian ini mengembangkan bahan ajar yaitu bahan ajar puisi berbentuk modul ajar.

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir PENGEMBANG BAHAN AJAR PUISI SEBAGAI

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI PUISI SISWA KELAS VIII A

SMPN 11 BENGKULU SELATAN

PENGEMBANG BAHAN AJAR MENGGUNANAK METODE ADDIE

UJI KELAYAKAN

PRODUK

31 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and Development). Research and Development merupakan metode penelitian yang dipakai untuk menghasilkan suatu produk tertentu dan diuji keefektifan metode tersebut. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian Research and Development (R & D) model ADDIE. Model ADDIE ini merupakan salah satu dari beberapa model yang ada pada metode Research dan Development (R&D). Model ADDIE dikembangkan secara

teratur dengan urutan kegiatan yang sistematis untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam pembelajaran dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

22

Model ADDIE memiliki evaluasi pada tiap tahapannya sehingga kekurangan produk tidak terlalu banyak pada tahap akhir. Adapun model pengembangan ADDIE (memiliki 5 tahapan yaitu: (1) Analisis (Analyze), (2) Perancangan (Design), (3) Pengembangan (Development), (4) Implementasi (Implementation), (5) Evaluasi (Evaluation). Berikut penjelasannya.

a. Analisis (Analyze)

Analisis merupakan tahap pertama dari model pembelajaran ADDIE. Analisis merupakan kemampuan dalam menguraikan konsep dan menjelaskan keterkaitan komponen yang terdapat di dalamnya.

22 Tegeh. Dkk, Pengembangan Buku Ajar Model Penelitian Pengembangan dengan Model ADDIE. Seminar Nasional Riset Inovatif IV, 2015, hal 45

Analisis juga diartikan sebagai sebuah proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta didik. Sebelum menentukan apa yang harus dipelajari, perlu dilakukan beberapa kegiatan, diantaranya adalah melakukan needs assessment (analisis kebutuhan) dan mengidentifikasi masalah (kebutuhan)

b. Perancangan (Design)

Pada langkah ini diperlukan adanya klarifikasi program pembelajaran yang didesain sehingga program tersebut dapat mencapai tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan. Pada langkah desain, pusat perhatian perlu difokuskan pada upaya untuk menyelidiki masalah pembelajaran yang sedang dihadapi. Hal ini merupakan inti dari langkah analisis, yaitu mempelajari masalah dan menemukan alternatif solusi yang akan ditempuh untuk dapat mengatasi masalah pembelajaran yang berhasil diidentifikasi melalui langkah analisis kebutuhan. Langkah penting dalam desain adalah menentukan pengalaman belajar atau learning experience yang perlu dimiliki oleh siswa selama mengikuti aktivitas belajar.

c. Pengembangan (Development)

Pengembangan merupakan langkah ketiga dalam mengimplementasikan model pembelajaran ADDIE. Pengembangan adalah proses mewujudkan rancangan menjadi nyata. Lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran harus disiapkan dalam tahap ini.

Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba

sebelum diterapkan (implementasi). Tahap uji coba merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif, karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang dikembangkan. Langkah pengembangan meliputi kegiatan membuat, memberi dan memodifikasi bahan ajar atau learning materials untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Pengadaan bahan ajar perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran spesifik atau learning outcomes yang telah dirumuskan oleh desainer atau perancang program pembelajaran dalam langkah desain. Langkah pengembangan dengan kata lain mencakup kegiatan memilih dan menentukan metode, media serta strategi pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dalam menyampaikan materi atau substansi program pembelajaran.

d. Implementasi (Implementation)

Implementation atau penyampaian materi merupakan langkah keempat dari model pembelajaran ADDIE. Implementasi merupakan langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang dibuat. Pada tahap ini semua yang telah dikembangkan dipersiapkan sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Misalnya jika diperlukan penataan lingkungan, maka lingkungan harus ditata sedemikian rupa. Langkah implementasi sering diasosiasikan dengan penyelenggaraan program pembelajaran itu sendiri. Langkah ini memang mempunyai makna adanya penyampaian materi pembelajaran dari guru

atau instruktur kepada siswa. Jadi pada tahap ini merupakan realisasi dari langkah pengembangan atau dalam kata lain ada proses penyampaian materi dan informasi. Pendidik membimbing peserta didik untuk memperoleh pengetahuan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pendesain juga harus memperhatikan model dan strategi pembelajaran apa yang efektif untuk digunakan dalam penyampaian materi, karena akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran.

e. Evaluasi (Evaluation)

Langkah terakhir atau kelima dari model desain pembelajaran ADDIE adalah evaluasi. Evaluasi adalah proses untuk melihat hasil dari sistem pembelajaran yang sedang dibangun. Evaluasi ini merupakan proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Penilaian terhadap pengetahuan peserta didik setelah memperoleh pengembangan pembelajaran tersebut. Evaluasi merupakan proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak.

Berikut bagan pengembangan Model ADDIE:

Gambar 3. 1 Langkah - langkah Model Pengembangan ADDIE

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini disesuaikan dengan fokus penelitian pengembangkan media musikalisasi puisi untuk siswa SMP kelas VIII.

Subjek penelitian dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu (1) subjek penelitian untuk mendapatkan data kebutuhan bahan ajar puisi adalah siswa, guru bahasa Indonesia, dan dosen ahli, dan (2) subjek penelitian dalam pemberlakuan kelas terbatas untuk mendapatkan data tentang mutu pengembangan bahan ajar puisi adalah siswa kelas VIII A SMPN XI Bengkulu Selatan.

1. Subjek Penelitian Kebutuhan Bahan Ajar Puisi

Data tentang kebutuhan bahan ajar puisi siswa SMP Negeri 11 Bengkulu Selatan diperoleh dari subjek penelitian yaitu siswa dan guru.

a. Siswa

Siswa yang menjadi subjek dalam rangka memperoleh data tentang kebutuhan bahan puisi adalah siswa kelas VIII A SMPN XI Bengkulu Selatan. Terdiri atas 38 siswa.

b. Guru

Dalam rangka mendapatkan data tentang kebutuhan bahan ajar puisi, subjek penelitian kedua setelah siswa adalah guru. Guru yang menjadi subjek dalam rangka memperoleh data tentang bahan ajar puisi adalah satu guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMPN XI Bengkulu Selatan.

c. Dosen Ahli

Dosen ahli yang bertindak sebagai penguji prototipe bahan ajar puisi sebagai dosen ahli berasal dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Bahasa UIN Fatmawati Bengkulu.

Alasan dipilih dosen ahli tersebut adalah karena dosen ahli tersebut mempunyai keahlian dibidang kriteria kelayakan.

2. Subjek Penelitian Pemberlakuan Bahan Ajar

Untuk mendapatkan data tentang kualitas dan sikap serta tanggapan siswa terhadap bahan ajar puisi diperoleh dari siswa sebagai subjek penelitian dalam pemberlakuan kelas terbatas.

a. Siswa

Siswa yang menjadi subjek dalam rangka memperoleh data tentang kebutuhan bahan ajar puisi adalah siswa kelas VIII A SMPN XI Bengkulu Selatan sebanyak 38 siswa. Pemilihan sampel kelas VIII pada sekolah tersebut adalah karena kelas tersebut memiliki kemampuan puisi puisi yang kurang memuaskan.

C. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bahan ajar puisi untuk mengapresiasi puisi untuk siswa SMP kelas VIII. Selanjutnya variabel terikatnya adalah respon dan sikap serta belajar puisi menggunakan bahan ajar puisi pada siswa SMP kelas VIII.

D. Instrumen Penelitian

Dalam pengembangan bahan ajar puisi siswa SMP kelas VIII, maka dibutuhkan dua data yang berbeda yaitu, (1) data kebutuhan bahan ajar untuk mengapresiasi puisi pada siswa kelas VIII A SMPN XI Bengkulu Selatan, (2) data tentang hasil pemberlakukan kelas terbatas pembelajaran puisi dengan bahan ajar puisi pada siswa VIII A SMPN XI Bengkulu Selatan. Untuk mendapatkan data pertama, digunakan angket dan lembar observasi. Angket ditunjukkan kepada siswa VIII A SMPN XI Bengkulu Selatan yang akan mengupas hal-hal yang dilakukan dan diinginkan siswa dalam pembelajaran mengapresiasi puisi. Angket ditujukan kepada guru SMP kelas VIII SMPN XI Bengkulu Selatan, angket tersebut akan menyajikan hal-hal yang terkait dengan kegiatan pembelajaran mengapresiasi puisi di kelas. Selanjutnya lembar observasi untuk guru dan siswa digunakan peneliti saat melakukan observasi pada waktu pembelajaran mengapresiasi puisi. Lembar observasi ini ditujukan kepada guru yang berisi tentang kerangka yang terdapat faktor- faktor dan kategori yang diperlukan untuk meneliti kinerja guru dalam melakukan pembelajaran mengapresiasi puisi. Kemudian lembar observasi untuk siswa juga berisi kerangka yang terdapat faktor-faktor dan apa yang diperlukan untuk meneliti aktivitas siswa saat mengikuti pembelajaran mengapresiasi puisi.

Pemerolehan data kedua, digunakan jurnal yang ditujukan kepada siswa dan guru, lembar observasi guru dan siswa, serta hasil belajar yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran mengapresiasi puisi dengan

bahan ajar puisi. Untuk memperoleh gambaran umum tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Data Subjek Instrumen

1. Kebutuhan bahan ajar puisi

 Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia

 Siswa kelas VIII-A SMPN XI Bengkulu Selatan

 Siswa kelas VIII-B SMPN XI 11 Bengkulu Selatan

 Angket kebutuhan

 Lembar Observas

2. Pemberlakuan bahan ajar

 Siswa kelas VIII-A SMPN XI Bengkulu Selatan

 Siswa kelas VIII-B SMPN XI 11 Bengkulu Selatan

 Jurnal

 Lembar Observasi

3. Penilaian ahli terhadap bahan ajar

 Dosen Ahli bidang apresiasi karya sastra dari IAIN Bengkulu

 Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia

 Angket uji validasi

 Angket uji validasi

 Angket uji validasi

Instrumen yang disusun terlebih dahulu dikonsultasikan kepada para ahli, yaitu dosen pembimbing, sebelum diberikan pada responden. Tujuan uji coba tersebut adalah agar instrumen yang disusun memiliki validasi isi.

1. Angket kebutuhan Siswa terhadap bahan ajar untuk Mengapresiasi Puisi Siswa SMP kelas VIII

Angket kebutuhan media untuk mengapresiasi puisi kelas VIII SMP akan digunakan untuk memperoleh data sebagai bahan pengembangan bahan ajar untuk mengapresiasi puisi.

2. Kisi-kisi Angket Kebutuhan Siswa terhadap bahan ajar untuk Mengapresiasi Puisi

Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Kebutuhan Siswa

Aspek Indikator No Soal

1. Kegunaan bahan ajar

 Manfaat bahan ajar ini untuk siswa

 Manfaat bahan ajar untuk siswa

 Manfaat bahan ajar untuk siswa

 Manfaat bahan ajar untuk siswa

1 2 8 9 2. Isi Bahan Ajar  Isi Modul

 Isi Modul

 Isi Modul

 Isi Modul

 Isi Modul

3 4 5 6 10

E. Teknik Pengumpulan Data

Metode tes digunakan untuk mendapatkan hasil belajar siswa dalam pemebelajaran megapresiasi puisi. Tes prestasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes buatan guru yang disusun oleh guru dengan prosedur tertentu. Pengunpulan data dengan metode tes dilakukan pada pembelajaran mengapresiasi puisi pada fase sebelum menggunakan bahan ajar puisi dan fase sesudah menggunakan media musikalisasi puisi.

1. Lembar Observasi

Lembar obervasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data dengan mencatat aktivitas siswa dan guru dalam

pembelajaran mengapresiasi puisi. Observer mengamati kemudian mencatat gejala-gejala atau ciri-ciri yang akan muncul dalam pengamatan, ke daftar pengecek yang tersedia. Lembar observasi ini dilakukan pada observasi tahap pertama, yaitu pembelajaran mengapresiasi puisi tanpa menggunkan bahan ajar puisi. Dan observasi pada tahap kedua, yaitu pembelajaran mengapresiasi puisi dengan menggunakan bahan ajar puisi.

Untuk memperoleh gambaran tentang lembar observasi ini dapat dilihat pada tabel 3 kisi-kisi lembar observasi siswa pada pembelajaran mengapresiasi puisi pada siswa SMP kelas VIII di bawah ini.

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Umum Lembar Observasi Siswa pada Pembelajaran Mengepresiasi Puisi

No No. Responden Aspek penilaian Jumlah Persentase nilai observasi 1 2 3 4 5

1 2 3 dst

Keterangan :

1. Ketertarikan siswa terhadap bahan ajar 2. Keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan 3. Siswa senang mengikuti pembelajaran 4. Siswa tenang saat pelaksanaan pembelajaran 5. Siswa fokus pada pembelajaran

2. Jurnal

Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan kepada siswa dan diisi pada akhir pembelajaran mengapresiasi puisi. Jurnal ini diberikan pada observasi tahap kedua, yaitu pembelajaran mengapresiasi puisi dengan menggunakan bahan ajar puisi. Tujuan penggunaan jurnal ini adalah agar peneliti mengetahui perbedaan respon siswa terhadap pembelajaran mengapresiasi puisi tanpa menggunakan bahan ajar dan menggunakan bahan ajar.

3. Metode Angket

Metode angket ditunjukkan kepada guru dan diisi setelah guru selesai melakukan pembelajaran mengapresiasi puisi pada siswa SMP kelas VIII. Dengan adanya angket ini peneliti akan memperoleh data mengenai analisis guru terhadap kurikulum, perencanaan terhadap pelaksanaan pembelajaran mengapresiasi puisi, pelaksanaan pembelajaran megapresiasi puisi, pasca pelaksanaan, serta harapan dan masukan guru terhadap perlunya media dalam pembelajaran mengapresiasi puisi.

F. Teknik Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dan dikelompokkan menjadi dua yaitu: (1) data analisis kebutuhan bahan ajar puisi untuk pembelajaran mengapresiasi puisi yang didapatkan melalui observasi dan angket yang diperoleh dari guru dan siswa, serta (2) data dari

pemberlakuan terbatas pada kelas terbatas sebagai implementasi pembelajaran.23

1. Teknik Analisis Data Kebutuhan Pengembangan bahan ajar

Teknik yang digunakan dalam menganalisis data pada kebutuhan bahan ajar puisi dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif, yaitu analisis melalui empat komponen analisis yakni : reduksi data, sajian data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Keempat komponen itu dilakukan secara simultan. Pada tahap analisis pertama difokuskan untuk menemukan bahan ajar mengepresiasi puisi melalui angket kebutuhan.

Hasil analisis pertama digunakan sebagai bahan pertimbangan pengembangan media musikalisasi puisi.

2. Teknik Analisis Data Pemberlakuan bahan ajar

Untuk menganalisis data penelitian pengujian kelas terbatas bahan ajar puisi untuk pembelajaran mengapresiasi puisi siswa SMP kelas VIII digunakan teknik analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data kualitatif. Data kualitatif tersebut berupa data non tes yaitu data observasi dan jurnal.

Berdasarkan analisis data tersebut dapat dijadikan kumpulan informasi yang akan dijadikan simpulan. Penarikan simpulan dari paparan data pemberlakukan kelas terbatas mampu menjawab permasalahan dan memenuhi tujuan penelitian. Teknik analisis secara kuantitatif diperoleh

23Sugiono, Pengembangan Bahan Ajar Membaca Pemahaman Menggunakan Pojok Literasi pada Siswa di Kelas IV Sekolah Dasar, (Yogyakarta:Andi, 2017), hal.1180

Dokumen terkait