• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.10 Penelitian Terdahulu

Mencari tahu penelitian terdahulu yang akan digunakan sebagai referensi atau acuan penelitian yang akan dilakukan. Berikut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terkait judul skripsi ini

Tabel 11 Penelitian Terdahulu

Tahun Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian

2017 Rizky Raissha Yasmine

Perancangan Sistem Pengolahan Air Limbah Pada Gedung Perkantoran (Studi Kasus: “Mipa Tower” ITS Surabaya)

1. Perancangan sistem pengolahan air limbah domestik dan laboratorium dilaksanakan pada tugas akhir ini. Sistem ini terdiri dari bak netralisasi, grease trap, bak ekualisasi, anaerobic filter, dan filter menggunakan karbon aktif dan pasir silika

2. Penggabungan pengolahan dua jenis air limbah (domestik dan laboratorium) dilakukan untuk menghemat lahan dan unit pengolahan yang dibutuhkan.

3. Unit pengolahan yang sesuai untuk pengolahan air limbah perkantoran (studi kasus: “MIPA Tower” ITS Surabaya) ialah, bak netralisasi (Ø = 0,65 m, H = 0,43 m), grease trap (4 m x 2 m x 1 m), bak ekualisasi (10,5 m x 5,5 m x 2,5 m), tangki septik (4,5 m x 4 m x 2,5 m) terintegrasi dengan anaerobic filter 6 kompartemen (2,25 m x 5,5 m x

Tahun Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian

2,5 m) dan filter dengan tebal karbon aktif 50 cm, pasir silika 150 cm, gravel 10 cm, dan diameter tangki 1,5 m

4. Anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan dan operasi unit – unit pengolahan, masing – masing sebesar Rp 743.275.675 dan Rp 4.882.687,9

2017 Rosalina Eka Praptiwi

Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Dan Sistem Daur Ulang Air Hotel Budget Di Kota Surabaya

1. Biofilter anaerob-aerob yang direncanakan memiliki efisiensi penyisihan TSS 98,77%; COD 99,34%; dan BOD 99,84%. Sehingga efluen IPAL memiliki konsentrasi TSS 48,76 mg/L; COD 37,56 mg/L;

dan BOD 5,47 mg/L. Dimensi bangunan IPAL adalah 16,35 m × 3,8 m × 3 m. Luas lahan yang dibutuhkan sebesar 104 m2 .

2. Tangki bawah memilki dimensi 3 m × 3 m × 2,8 m dan tangki atas menggunakan sebuah tangki plastik silinder berkapasitas 22.500 L.

Pipa yang digunakan memiliki dimensi 0,75”, 1”, 2” dan 4”.

2019 Arief Budiatma Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat Di Universitas Brawijaya

1. Data kualitas air limbah domestik Universitas Brawijaya adalah sebagai berikut :

a. BOD :583,33 mg/lt (tidak memenuhi baku mutu) b. COD :604,17 mg/lt (tidak memenuhi baku mutu) c. TSS :1458,33 mg/lt (tidak memenuhi baku mutu)

Tahun Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian

Kualitas air limbah domestik yang dihasilkan dari berbagai kegiatan di Universitas Brawijaya belum memnuhi baku mutu air limbah berdasarkan Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No 68 Tahun 2016.

2. Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) direncanakan dengan tiga tahap pengolahan yaitu meliputi bar screen,bak ekualisasi, bak pengendap awal, bak anaerob, bak aerob dan bak pengendap akhir.

3. Dari perencanaan pengolahan limbah cair, didapatkan perkiraan effluent memenuhi baku mutu air limbah domestik berdasarkan Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No 68 Tahun 2016 tentang baku mutu air limbah domestik. Di bawah ini merupakan perkiraan air limbah dari proses pengolahan IPAL

a. BOD :19,13 mg/lt (memenuhi baku mutu) b. COD :24,44 mg/lt ( memenuhi baku mutu) c. TSS :5,25 mg/lt (memenuhi baku mutu)

BAB 3

METODE PERANCANGAN 3.1 Lokasi Studi

Lokasi studi prencanaan instalasi pengolahan air limbah ini berada di Universitas Sahid Jakarta. Kampus Universitas Sahid Jakarta berlokasi di Jl. Prof.

DR. Soepomo No.84, RT.7/RW.1, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan. Tebet, Kota administratif Jakarta Selatan. Berikut merupakan batas-batas wilayah kampus.

 Sebelah Utara : Gang H. Azrai

 Sebelah Selatan : Crown Place

 Sebelah Timur : Jl. Prof. Dr. Soepomo

 Sebelah Barat : Gedung Apartment Caezka Property Berikut peta lokasi Universitas Sahid Jakarta

Gambar 12 Peta Situasi Lokasi Studi (Universitas Sahid Jakarta)

3.2 Kerangka Perencanaan

Kerangka perancangan ini disusun untuk memberikan gambaran tahapan pelaksanaan kegiatan perancangan dan membantu pelaksanaan perancangan

Lokasi Studi

menjadi sistematis. Secara garis besar kerangka perencanaan memiliki tujuan untuk

a. Sebagai gambaran awal tahapan perencanaan sehingga dapat memudahkan dalam penelitian.

b. Dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan perancangan agar tujuan perencanaan tercapai dan memudahkan pembaca dalam memahami mengenai perancangan yang akan dilakukan.

c. Sebagai pedoman awal dalam pelaksaan perencanaan sehingga kesalahan beresiko dapat diminimasi

Kerangka perancangan secara rinci disajikan dalam bentuk diagram alir Gambar 13.

Mulai

Identifikasi Masalah

Kajian Pustaka

Pengumpulan Data

Data Primer Data

Sekunder

- Karakteristik dan Kualitas Limbah Cair Universitas Sahid Jakarta

- Fluktuasi Debit Ai rBersih - Debit Air limbah

- Kondisi Eksisting dilapangan

- Data kebutuhan Air bersih Universitas Sahid Jakarta - Data Denah Dan Layout

Kampus

- Debit Air Limbah Laboratorium Hasil pembahasan

3.3 Uraian Tahapan Kegiatan Perencanaan

Dalam melaksanakan perancangan sistem pengolahan air limbah domestik dan laboratorium pada gedung perkuliahan dan perkantoran Universitas Sahid Jakarta diperlukan tahapan perencanaan yang disusun secara sistematis untuk memudahkan pengerjaan. Dari penjelasan kerangka tahapan perencanaan pada Gambar 3.1 dapat diuraikan sebagai berikut

3.3.1 Identifikasi masalah

Menurut Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 130 menyatakan bahwa setiap kegiatan yang membuang air limbah ke badan air atau sumber air wajib mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran air.

Gambar 13 Tahapan Perancangan Perencanaan Proses IPAL

Menetapkan Baku Mutu effluent Instalasi Pengolahan Air Limbah Kampus dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor P.68/Menlhk-Setjen/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik

- Penentuan alternative Instalasi pengolahan air limbah berdasarkan data kualitas dan kuantitas menggunakan Goal Achievement Methods

- Perhitungan Dimensi Unit Pengolahan Air Limbah berdasarkan kriteria Desain

Penggambaran DED Masing – Masing Unit berdasarkan perhitungan

Menetapkan baku mutu Lampiran 47 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah untuk Uji kualitas Air cucian limbah laboratorium

Kesimpulan

& Saran

A

Gedung perkuliahan dan perkantoran Universitas Sahid Jakarta merupakan bangunan bertingkat delapan diperuntukkan sebagai ruang kelas dan laboratorium, yang akan menghasilkan air limbah domestik dan laboratorium. Akan tetapi, hingga saat ini gedung perkuliahan tersebut belum memiliki unit pengolahan air limbah. sehingga limbah cair yang dihasilkan dikhawatirkan menimbulkan dampak negative bagi lingkungan jika dibuang ke badan air

Berdasarkan latar belakang tersebut diperlukan adanya perancangan instalasi pengolahan air limbah untuk mengolah limbah cair Universitas Sahid Jakarta. Hal tersebut diperlukan agar air limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.

3.3.2 Kajian Pustaka

Tinjauan pustaka bertujuan untuk membantu dan mendukung ide perancangan serta dapat meningkatkan pemahaman lebih jelas terhadap ide yang akan direncanakan. Tinjauan pustaka juga harus mendapatkan feedback dari analisa data dan pembahasan untuk menyesuaikan hasil analisa dengan literatur yang ada.

Sumber literatur yang digunakan adalah jurnal internasional, jurnal indonesia, peraturan dan baku mutu, prosiding, text book, serta tugas akhir yang berhubungan dengan perancangan ini.

Data-data pustaka yang diperlukan antara lain:

1 Karakteristik fisik dan kimia limbah cair Gedung Perkuliahan dan Perkantoran 2 Alternatif pengolahan yang pernah digunakan dalam mengolah limbah cair

Gedung Perkuliahan dan Perkantoran

3 Tahapan pengolahan limbah cair Gedung Perkuliahan dan Perkantoran 4 Unit-unit pengolahan limbah cair.

3.3.3 Pengumpulan Data

Pengumpulan data diperlukan untuk memperoleh segala macam informasi yang dapat menunjang proses perancangan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara survey, sampling dll. Cara-cara pengumpulan yang dipilih disesuaikan berdasarkan jenis data yang hendak diambil.

Jenis data berdasarkan cara memperolehnya dibagi atas data primer dan data

atau pengamatan langsung dilapangan. Disisi lain data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber data lain baik dari jurnal, dokumen dll.

a. Data Primer

Data primer yang diperlukan dalam perancangan ini terdiri atas karakteristik air limbah serta kondisi eksisting di wilayah kampus. Kondisi eksisting yang diperlukan adalah ketersediaan lahan yang ada untuk perancangan, operasional kampus, pengolahan limbah yang ada, serta lokasi sungai atau drainase sekitar kampus.

a.1 Sampling dan analisis karakteristik air limbah

Sampling air diperlukan untuk mengetahui karakteristik kimia yang ada dalam air limbah Universitas Sahid Jakarta. Sampling dilakukan secara grab sampling dengan cara mengambil contoh air limbah pada saluran pembuangan limbah domestik Universitas Sahid Jakarta dan bak penampung air limbah laboratorium. Sampling yang dilakukan didasarkan pada SNI 6989.59:2008.

Sampling limbah mempertimbangkan ada atau tidaknya bak ekualisasi atau bak penampung limbah di lokasi kampus. Selain itu pertimbangan lain yang diperlukan adalah apakah proses pembuangan limbah berlangsung secara kontinyu atau tidak. Hal ini diperlukan agar sampel yang diambil dapat bersifat representatif dimana kualitas limbah yang diambil mewakili kulitas limbah secara keseluruhan.

Sampel air yang diperoleh selanjutnya dianalisa di Laboratorium PT Ecosindo Laboranusa yang sudah terakreditasi KAN

a.2 Survey Kondisi Eksisting di Lapangan

Survey kondisi eksisting diperlukan untuk mengetahui kondisi sesungguhnya yang digunakan untuk menunjang perancangan. Dengan adanya survey lapangan diharapkan agar hasil perancangan yang telah dilakukan dapat diterapkan dengan baik. Sehingga akan mempermudah implementasi dari hasil perancangan yang telah dilakukan.

Survey kondisi eksisting yang diperlukan dalam perancangan ini berkaitan dengan ketersediaan lahan, operasional pabrik serta lokasi badan air terdekat

disekitar pabrik. Data-data tersebut selanjutnya menjadi acuan dalam mendesain IPAL.

Survey dilakukan dengan cara pengamatan langsung dilapangan dengan cara melakukan kunjungan ke lokasi perancangan. Selain itu informasi yang diperlukan dapat pula ditanyakan kepada staf atau karyawan yang bertugas di kampus.

Ketersediaan Lahan

Ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor agar perancangan yang dilakukan dapat diimplementasikan. Hal ini disebakan karena setiap unit pengolahan yang direncanakan akan memakai sejumlah luasan lahan. Sehingga perlu diketahui berapa luasan lahan yang tersedia agar seluruh unit yang didesain dapat terbangun dengan lahan yang cukup.

Informasi mengenai ketersediaan lahan juga membantu perencana dalam menentukan alternatif pengolahan yang tepat. Selain itu dengan mengetahui lahan yang akan digunakan dapat membantu dalam pengembahan layout atau tata letak unit yang telah didesain.

Jam Operasional Kampus

Lama operasional kegiatan di kampus memberikan informasi kepada perencana mengenai lama limbah yang dihasilkan oleh suatu proses produksi.

Informasi ini juga memberikan gambaran jam puncak pemakaian air. Sehingga membantu perencana untuk memperoleh nilai faktor puncak untuk unit yang akan direncanakan.

Informasi mengenai jam operasional juga membantu perencana dalam mendesain unit IPAL seperti Equalization Tank. Hal ini diperlukan agar desain dari unit tersebut tidak terlalu besar maupun terlalu kecil.

Pengolahan Limbah Cair Yang Ada

Informasi mengenai pengolahan yang sudah terbangun dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan air limbah dari sumber mana yang harus diolah.

Sehingga konsep pembangunan IPAL dapat lebih tepat karena sebelumnya telah ada pengolahan yang dilakukan

Lokasi Badan Air Terdekat

Informasi lokasi badan air penerima diperlukan untuk mengetahui letak pipa effluent IPAL dan beban pencemaran yang akan diterima. Badan air penerima dapat berupa sungai maupun saluran drainase yang cukup besar serta dapat menampung debit effluent yang dihasilkan.

Informasi badan lokasi badan air diperoleh melalui pengamatan pada sekitar area pabrik sehingga dapat diketahui letak badan air tersebut. Informasi ini juga berguna dalam penentuan tata letak unit bangunan.

a.3 Fluktuasi debit air bersih

Nilai fluktuasi debit air bersih dilakukan melalui pengamatan langsung (survey) di lokasi perencanaan. Pengamatan dilakukan pada meteran air gedung kampus Universitas Sahid Jakarta yang terletak di samping Pos tempat pembayaran parkir kendaraan mahasiswa, dosen, dan karyawan kampus.

Pengamatan dilakukan selama satu hari kerja, dengan asumsi setiap hari kampus beroprasi memiliki fluktuasi yang serupa. Debit air bersih bulanan juga diperlukan sebagai suatu perbandingan dalam pengamatan langsung.

a.4 Debit air limbah

Besarnya debit air limbah yang dihasilkan dapat ditentukan dengan memperhatikan:

1. Sumber air limbah.

2. Besarnya pemakaian air bersih.

3. Curah hujan, daya serap dan keadaan air tanah.

Dari hasil perkiraan besarnya debit penggunaan air bersih untuk rumah tangga tidak keseluruhannya akan mengalir sebagai air limbah. Kehilangan ini terjadi karena adanya evaporasi, penyiraman tanaman, minum, dan lain – lain. Menurut Pratiwi dan Purwanti (2015), perhitungan debit air limbah berdasarkan pada konsumsi air bersih per orang per hari. Besarnya air bersih yang akan menjadi air limbah tersebut diperkirakan sebanyak 70% hingga 80% dari penggunaan air bersih. Untuk mencari besarnya debit air limbah domestik dapat digunakan rumus:

• Debit air limbah rata-rata (Qr)

𝑄𝑟 = 80% × 𝑄𝑑

Keterangan :

Qr = Debit air limbah domestik (L/det) 80% = Faktor air buangan

Qd = Kebutuhan air bersih (L/detik)

Air limbah yang dihasilkan gedung perkantoran merupakan air limbah domestik non rumah tangga. Menurut Iskandar, et al (2016), air limbah domestik non rumah tangga merupakan air limbah non rumah tangga yang masuk katagori domestik dan bisa diolah bersama dengan air limbah rumah tangga.

- Menghitung debit air limbah rata-rata

Perhitungan debit air limbah rata-rata dilakukan dengan menjumlah seluruh total air limbah selama satu tahun kemudian membagi debit tersebut dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Perhitungan debit rata-rata menggunakan persamaan

𝑄𝐴𝑉𝐸 =ℰ𝑄 12 Keterangan

QAVE = debit limbah rata-rata (m3/bulan) ℇQ = jumlah debit dalam 12 bulan (m3/bulan)

Debit yang diperoleh selanjutnya dikonversi baik dalam satuan m3/hari maupun dalam satuan m3/jam. Cara mengkonversi debit disajikan persamaan berikut.

Persamaan 1 mengkonversi debit m3/bulan menjadi m3/hari 𝑄𝐴𝑉𝐸(𝑚3⁄ℎ𝑎𝑟𝑖) =𝑄 (𝑚3⁄𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛)

30 ℎ𝑎𝑟𝑖

Persamaan 2 mengkonversi debit m3/hari menjadi m3/jam 𝑄𝐴𝑉𝐸(𝑚3⁄𝐽𝑎𝑚)=𝑄 (𝑚3⁄ℎ𝑎𝑟𝑖)

24 𝐽𝑎𝑚

- Menghitung debit puncak

Debit peak dihitung dengan mengalikan debit rata-rata dengan factor peak.

Perhitungan debit peak menggunakan persamaan berikut 𝑄𝑝𝑒𝑎𝑘(𝑚3⁄𝑗𝑎𝑚) = 𝑄𝐴𝑉𝐸× 𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑎𝑘

Karakteristik kimiawi limbah diperoleh melalui analisa laboratorium.

Karakteristik kimia yang diperoleh antara lain BOD, COD, TSS dan pH.

Karakteristik kimia diperlukan untuk mengetahui proses pengolahan apa yang sesuai untuk mengolah limbah cair kegiatan kampus. Selain itu dapat ditentukan juga tahapan pengolahan yang diperlukan untuk mengolah air limbah agar memenuhi baku mutu.

b. Data Sekunder

Data sekunder bukan merupakan data hasil pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder yang diperlukan dalam perancangan dapat berupa dokumen maupun gambar. Data sekunder yang berupa dokumen yang diperlukan dalam perancangan ini adalah rekening pemakaian air bersih. Sedangkan data lain yang diperlukan adalah gambar denah maupun layout dari kampus yang akan direncanakan.

Debit air limbah cucian kegiatan laboratorium

Debit air limbah cucian kegiatan laboratorium di kampus Universitas sahid Jakarta di peroleh dengan memperkirakan sebanyak 10% dari pemakaian air bersih yang digunakan. Sehingga besarnya debit air limbah laboratorium dihitung dengan Persamaan

𝑄𝑎𝑙 = 10% × 𝑄𝑑 Keterangan

Qal = Debit air limbah cucian laboratorium (L/detik) 10% = faktor air limbah cucian laboratorium

Qd = Kebutuhan air bersih (L/detik)

Rekening Pemakaian Air

Informasi pemakaian air dapat diketahui dari adanya rekening pemakaian air yang dimiliki Universitas Sahid Jakarta Dari informasi pemakaian air dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan jumlah pemakaian air rata-rata dan

dapat menentukan faktor puncak pemakaian. Selain itu dari pemakaian air juga dapat diperkirakan laju timbulan air limbah yang ada di kampus. Informasi pemakaian air yang diperlukan adalah pemakaian air selama satu tahun. Dengan mengetahui pemakaian air dalam setahun dapat dihitung debit rata-rata pemakaian air pertahunnya.

Gambar Denah dan Layout Kampus

Gambar denah dan layout kampus diperlukan untuk memberikan gambaran perencana mengenai tata letak bangunan serta lahan yang tersedia untuk pembangunan IPAL. Gambar denah memberikan informasi mengenai tata letak bangunan serta fungsi dari bangunan yang ada. Sedangkan layout memberikan gambaran mengenai letak kampus terhadap sekitarnya. Sehingga dapat diperkirakan juga lokasi badan air yang ada disekitar kampus

3.4 Pengolahan dan analisis data

Pengolahan data dilakukan setelah data-data yang dibutuhkan telah dikumpulkan. Adapun pengolahan data yang dilakukan meliputi :

a Perencanaan Proses Instalasi Pengolahan Air Limbah

Pada studi perencanaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) ini hanya akan membahas pengolahan limbah domestik yang dihasilkan dari Universitas Sahid Jakarta sementara limbah dari laboratorium telah melalui proses pengolahan pendahuluan (pretreatment) dan akan diperlakukan sebagai limbah domestik

Perancangan proses Instalasi Pengolahan Air Limbah di Universitas Sahid Jakarta dapat disajikan pada gambar berikut

Limbah Laboratorium

Limbah Domestik

Pre - Treatment

IPAL Terpusat Effluent

Gambar 14 Urutan Pengolahan Limbah Cair Universitas Sahid Jakarta

b Menetapkan Parameter Uji kualitas Air cucian limbah laboratorium Sesuai gambar 3.3 sebelum masuk ke dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah yang di rencanakan air limbah cucian dari kegiatan laboratorium dilakukan pengolahan pendahuluan (Pre-Treatment) terlebih dahulu, agar kandungan pencemar dalam limbah laboratorium dapat di olah secara efisien di dalam IPAL.

Untuk mengetahui kadar pencemar yang harus di olah terlebih dahulu maka peneliti menguji kualitas air limbah laboratorium menggunakan Lampiran 47 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air

c Menetapkan Baku Mutu effluent Instalasi Pengolahan Air Limbah Kampus

Hasil laboratorium mengenai kualitas limbah cair selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu. Nilai baku mutu yang digunakan dalam perancangan ini adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68/Menlhk-Setjen/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik

Baku mutu digunakan sebagai nilai pembanding untuk mengetahui apakah limbah yang telah diolah atau dihasilkan kampus Universitas Sahid Jakarta sudah memenuhi syarat untuk dibuang ke badan air. Selain itu, baku mutu juga dapat menjadi acuan dalam perancangan ini untuk mengetahui berapa nilai polutan yang perlu disisihkan agar dapat memenuhi baku mutu. Setelah mengetahui nilai polutan yang perlu disisihkan dapat diketahui pula berapa tahapan pengolahan yang diperlukan.

d Penentuan alternatif IPAL

Berdasarkan studi literatur dari peneliti , teknologi pengolahan limbah cair sesudah dilakukan pre treatment untuk limbah laboratorium yang sesuai untuk diterapkan pada lingkup Universitas Sahid Jakarta,adalah sebagai berikut

Tabel 12 Alternatif Pengolahan

Alternatif I Alternatif II

Bar Screen Bar Screen

Bak Pemisah Minyak Bak Pemisah Minyak

Bak Equalisasi Bak Pengendapan Awal

Bak Pengendap Awal Biofilter Anaerob

Activated Sludge Biofilter Aerob

Bak Pengendap Akhir Bak Pengendap Akhir

Unit Filtrasi Unit Filtrasi

Sumber : Hasil Analisis, 2020

Pemilihan alternative teknologi pengolahan air limbah kampus Universitas Sahid Jakarta dari tabel 11 didasari beberapa kriteria yaitu

- Prakiraan efisiensi dari tiap-tiap unit pengolahan air limbah terhadap kandungan cemaran terutama parameter BOD, COD, dan TSS

- Prakiraan kebutuhan lahan yang yang akan digunakan untuk pembangunan pengolahan air limbah

- Prakiraan kemudahan Operasi dan pemeliharaan Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah

- Prakiraan kemudahan mendapatkan metrial bahan untuk pembangunan Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah

- Prakiraan konsumsi energi dan biaya opersional rendah - Prakiraan Lumpur yang dihasilkan sedikit

- Pengolahan limbah harus mampu menghasilkan buangan yang memenuhi standar baku mutu air yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

- Penetuan model IPAL dipilih yang mempunyai stabilitas dan efisien, tidak mudah menimbulkan bau, serta efektif sesuai perhitungan yang telah dilakukan

- Sebagai aset milik Perguruan Tinggi, metode yang dipilih harus dapat dipertanggung jawabkan secara science dan dapat dipakai sebagai laboratorium pengolahan air limbah bagi mahasiswa

Kemudian peneliti melakukan analisis pengambilan keputusan dengan

Final Score terbesar yang di dapat dari Studi Literatur dan meminta pendapat ahli untuk mendukung literatur ( Dosen dan Pelaku Usaha)

3.5 Perhitungan dimensi unit pengolahan yang telah ditetapkan berdasarkan kriteria desain

Perhitungan ditetapkan dilakukan berdasarkan pada kriteria desain yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan literatur. Adapun hal yang perlu dihitung dari setiap bangunan terkait dengan dimensi unit pengolahan limbah yang ada pada bangunan tersebut (kecepatan saluran, kecepatan dalam bangunan, dll). Selain itu dalam perhitungan juga perlu dilakukan perhitungan baik terhadap kebutuhan pompa (jika diperlukan) serta peralatan tambahan yang perlu ditambahkan dalam bangunan (misal: media filter).

3.6 Penggambaran DED (Detail Engineering Design) masing - masing unit berdasarkan perhitungan menggunakan AutoCAD 2018

Gambar detail merupakan tahap selanjutnya setelah dilakukan perhitungan dimensi unit pengolahan. Dalam gambar detail perlu digambarkan bentuk dari unit pengolahan secara jelas baik bentuk dan ukuran unit bangunan.

Gambar detail yang perlu dipersiapkan terdiri atas :

 Flow proses tiap alternatif pengolahan

 Layout tiap alternatif pengolahan

 Potongan memanjang dan melintang tiap unit bangunan

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Gedung Universitas Sahid Jakarta

Gedung Perkuliahan dan perkantoran Universitas Sahid Jakarta merupakan gedung bertingkat delapan yang kondisi saat ini sudah beroperasi dengan total luas bangunan sebesar 3.111,65 m2 (http://www.usahid.ac.id/wp- content/uploads/2016/06/Info-Selengkapnya-Universitas-Sahid-Jakarta.pdf diakses pada tanggal 29 April 2020).

Uraian pada masing masing lantai dapat dilihat pada tabel 13 berikut ini Tabel 13 Fasilitas Tiap Lantai di Gedung Perkantoran dan Perkuliahan Universitas

Sahid Jakarta

Lantai Fasilitas

1 Teras Lobby,Lobby, Toilet, Ruang Marketing, Koperasi, Stage, Lab LKBH, Ruang Perpustakaan, Kantin dan Masjid

2 Ruang Rektorat dan Toilet

3 Ruang administrasi Fakultas , Ruang Rapat Fakultas, dan Toilet

4 Ruang Kelas Perkuliahan, Ruang Organisasi Mahasiswa, Ruang Dosen Pengajar, Dan Toilet

5 Ruang Kelas Perkuliahan, Ruang Dosen, Ruang Administrasi FTIP, Gudang, Ruang Laboratorium Gambar, Ruang Laboratorium Permodelan, dan Toilet

6 Ruang Kelas Perkuliahan, Ruangan Dosen Pengajar, Ruang Organisasi Mahasiswa, Laboratorium Studio Broadcast, Ruang Laboratorium radio, Ruang Laboratorium Komputer Editing, dan Toilet

7 Ruang Laboratorium Fisika, Ruang Laboratorium Kimia, Ruang Laboratorium Mikrobiologi, Ruang Laboratorium pangan, Ruang Lab

& Studio Fotografi, Ruang Laboratorium Gambar Komputasi, dan Toilet

8 Ruang Kelas Perkuliahan, Ruang Laboratorium Pengadilan dan Toilet

Sumber : Sarana Dan Prasarana Universitas Sahid 2023

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa setiap lantai memiliki fasilitas toilet, lift, dan tangga dengan tata letak yang sama disetiap lantainya. Pada

Dokumen terkait