Pada dasarnya suatu penelitian tidak beranjak dari nol, akan tetapi pada umumnya telaah pustaka adalah acuan yang mendasari atas penelitian yang sejenis. Oleh karena itu, perlu mengenali penelitian yang terdahulu dan yang ada hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Di bawah ini penelitian – penelitian yang relevan dan digunakan sebagai acuan, dengan tujuan agar penelitian yang akan dilakukan bisa terlaksana secara baik dan bisa diselesaikan tepat waktu. Dalam penelitian ini terdapat beberapa penelitian yang relevan antara lain :
1. Mukarom Ajen (2016), "Analisis Pandangan Petani tentang Kelembagaan Keuangan Syariah” (Studi Kasus di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor) Penelitian ini membahas tentang sumber pembiayaan petani telah menggunakannya di subsistem pertanian (Unsur pertanian) Kabupaten Delamarga dan pemahaman petani tentang pengoperasian LKS dan pandangan masyarakat pertanian terhadap subsistem pertanian LKS tersebut. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa sebagian besar petani menyediakan dana untuk usaha taninya gunakan dana sendiri untuk menggalang dana, tapi ada
13
juga sebagian petani gunakan sumber pendanaan eksternal. Sumber pendanaan eksternal antara lain, petani dapat memperoleh dana dari lembaga keuangan informal dan lembaga keuangan formal, namun ada juga petani yang dapat memperoleh kedua jenis dana tersebut. Semua responden penelitian yaitu LKS tidak dilibatkan dalam penggalangan dana Menerapkan prosedur pembiayaan yang sulit dan berharap mendapatkan lebih banyak LKS tingkatkan publisitas ke komunitas pertanian. Sumber pembiayaan dari luar diakses petani di anataranya diperoleh dari lembaga keuangan non formal dan lembaga keuangan formal, tetapi ada juga petani yang mengakses keduanya. Namun dari semua petani responden subsektor tanaman pangan, perikanan dan peternakan tidak ada yang menggunakan Lembaga Keuangan Syariah sebagai sumber pembiayaan usaha taninya. 16
2. Mhd. Asaadm (2011), “Peningkatan Peranan Perbankan Syariah Untuk Pembiayaan Usaha Pertanian” Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara. Penelitian ini membahas tentang strategi untuk meningkatkan peran yang dimainkan oleh perbankan syariah untuk mencapai kontribusi keuangan di Indonesia bisnis pertanian. Dalam hal ini, penulis berpendapat bahwa peran bank syariah dapat dipertahankan sehingga dapat berkontribusi lebih banyak untuk membiayai sektor pertanian dalam strategi berikut: untuk mengembangkan jumlah kantor bank syariah di bidang lingkungan
16 Mukarom Ajen, Analisis Persepsi Petani Terhadap Lembaga Keuangan Syariah, (Studi Kasus di Kabupaten Bogor, 2009), (Tesis Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara), 10.
14
pertanian, untuk memberikan kontribusi keuangan syariah yang lebih tinggi kepada perusahaan pertanian, untuk secara aktif terlibat dalam pemasaran produk keuangan perbankan syariah untuk pertanian perusahaan, untuk secara eksklusif menyediakan keuangan untuk bank syariah yang berkaitan dengan pertanian perusahaan, yang tujuannya adalah meminimalkan potensi gagal panen.17
3. Devi Oktavia Bela Putri (2019), “Peran Pembiayaan Perbankan Syariah Dalam Meningkatkan Potensi Agrifish Di Sidoarjo” (Studi Kasus BRI Syariah Kc Sidoarjo) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Program Studi Ekonomi Syariah Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak faktor-faktor yang akan mempengaruhi rendahnya kontribusi pembiayaan usaha. Namun permasalahan utamanya mengingat usaha sektor pertanian adalah keadaan alam serta cuaca, maka pihak bank akan menghadapi risiko pada saat pembayaran jatuh tempo. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan strategi yang akan diterapkan kedepannya, misalnya melalui konsultasi di bidang pelaku usaha.18
4. Ibnu Ubaedillah (2011) “Efektifitas Pembiayaan Agribisnis Bank Syariah dalam Pemberdayaan Petani” (Studi Kasus pada PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk, pusat) Konsentrasi Perbankan Syariah
17 Mhd. Asaadm, “Peningkatan Peranan Perbankan Syariah Untuk Pembiayaan Usaha Pertanian”, (Dalam Jurnal MIQOH Vol. XXXV No.1).
18 Devi Oktavia Bela Putri. “Peran Pembiayaan Perbankan Syariah Dalam Meningkatkan Potensi Agrifish Di Sidoarjo” (Studi Kasus Bri Syariah Kc Sidoarjo), (Dalam Jurnal Digital Library UIN Sunan Ampel 2019), 4.
15
Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penelitian ini membahas tentang prosedur pembiayaan yang digunakan oleh PT. Bank Muamalat dalam pembiayaan agribisnis dan peluang serta tantangan dalam pembiayaan pertanian, kemudian tentang efektivitas pembiayaan dalam pemberdayaan petani, dan hasil penelitiannya adalah Bank Muamalat bekerja sama dengan Koperasi yang memang di bawah naungan Bank Muamalat. Bank Muamalat sebagai sahibul maal tidak secara langsung memberikan pembiayaan pada perorangan melainkan pada anggota-anggota koperasi. Anggota- anggota dari koperasi ini bukan pula perorangan, melainkan perusahaan-perusahaan yang membidangi usaha-usaha pada sektor perkebunan/pertanian.19
5. Khoirun Nad irin (2014) “Mekanisme dan Strategi Pembiayaan Murabahah”. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, pada pelaksanaan mekanime pembiayaan murabahah di BPRS Asad Alif Ngadirejo Temanggung sebenarnya sudah baik dan sesuai dengan peraturan dari Bank Indonesia. Namun masih ada beberapa kekurangan yang terjadi, diantaranya adalah pada saat pembiayaan murabahah tersebut ditambahkan dengan akad wakalah. Dimana pihak bank tidak mengetahui spesifikasi barang yang dibeli oleh anggota. Karena
19 Ibnu Ubaedillah, “Efektifitas Pembiayaan Agribisnis Bank Syariah Dalam Pemberdayaan Petani” (Studi kasus pada PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk, pusat), Tesis Konsentrasi Perbankan Syariah Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam) Fakultas Syariah Dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011). 11.
16
anggota tidak memberikan kwitansi atau bukti struk pembelian barang kepada pihak bank. Hal ini tentunya menjadi sangat rawan akan penyalahgunaan pemakaian dana pembiayaan murabahah tersebut oleh pihak anggota. Seharusnya pihak BPRS Asad Alif Ngadirejo Temanggung bisa lebih ketat lagi dalam mengawasi setiap penyaluran dana pembiayaan murabahah.20
Berdasarkan penelaahan penulis terhadap penelitian-penelitian sebelumnya, terdapat persamaan dan perbedaan antara penelitian yang dilakukan penulis dengan penelitian sebelumnya. Persamaannya dengan penelitian yang penulis lakukan adalah sama-sama membahas tentang pembiayaan lembaga keuangan syariah yang menunjang aspek pertanian maupun agribisnis di masyarakat serta lembaga keuangan syariah dan bagaimana pembiayaan yang dilakukan terhadap masyarakat dan petani tersebut. Perbedaannya dengan penelitian sebelumnya adalah selain dilakukan di tempat dan lokasi yang berbeda, penelitian ini beranjak dari kurangnya respon petani serta kuranggnya pengetahuan masyarakat petani dalam melakukan pembiayaan pertanian, serta meneliti tentang bagaiaman peran dan strategi maupun kendala petani terhadap pembiayaan tersebut.
20 Khoirun Nadzirin, “Mekanisme dan Strategi Pembiayaan Murabahah di PT. BPRS Asad Alif Kantor Pelayanan Kas Ngadirejo Temanggung”, (Tesis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang). 2.
17 F. Kerangka Teori
1. Peran
Peran adalah aspek dinamis dari posisi tersebut. Ketika seseorang menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dengan posisinya, dia akan berperan. Setiap orang memiliki peran yang berbeda, dan peran ini berasal dari gaya hidup interaktifnya. Hubungan sosial yang ada dalam masyarakat merupakan hubungan antar peran individu dalam masyarakat. Peran tersebut diatur oleh norma universal.21
Peran merupakan aspek (status) yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan status merupakan sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang, apabila seseorang melakukan hak-hak dan kewajiban-kewajiban sesuai dengan kedukadukannya maka ia menjalankan suatu fungsi.
Menurut Levinson dan Soekanto, peran adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang mendapat tempat dalam masyarakat. Peran meliputi tiga hal yaitu:22
a. Peran mencakup norma yang berkaitan dengan status atau status seseorang dalam masyarakat. Dalam pengertian ini, peran adalah serangkaian aturan yang memandu kehidupan sosial masyarakat.
b. Peran adalah konsep tentang apa yang dapat dilakukan individu dalam masyarakat sebagai organisasi.
21 Soerjono, Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar.(Jakarta: Rajawali Pers, 2012), 27.
22 Levinso dan Soekanto, Peranan, Edisi Baru (Rajawali Pers, Jakarta, 2012), 213.
18
c. Peran juga bisa dikatakan sebagai perilaku individu yang menghambat perilaku sosial.
Jika anda melihat definisi ini, Anda dapat mengatakan bahwa peran adalah sikap atau perilaku yang diharapkan banyak orang atau sekelompok orang dari seseorang dengan status atau status tertentu.
Peran yang dimainkan seseorang adalah kewajiban yang harus dia penuhi sehubungan dengan statusnya. Oleh karena itu, peran tersebut dapat diartikan sebagai perilaku yang diharapkan dari seseorang dengan identitasnya. Perilaku yang dieksekusi adalah perilaku yang sebenarnya atau disebut perilaku peran.
2. Strategi
Strategi adalah rencana yang terpadu, komprehensif dan terintegrasi yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan perusahaan yang benar dapat mencapai tujuan utama perusahaan.23
Strategi dapat didefinisikan sebagai formulasi misi dan tujuan organisasi, termasuk di dalamnya adalah rencana aksi (action plans) untuk mencapai tujuan tersebut dengan secara eksplisit mempertimbangkan kondisi persaingan dan pengaruh-pengaruh
23 Murad, et al., Manajemen Strategi dan Kebijakan Perusahaan, (Jakarta: Erlangga.
1993), 12.
19
kekuatan diluar organisasi yang secara langsung atau tidak berpengaruh terhadap kelangsungan organisasi.24
Strategi adalah rencana jangka panjang, diikuti tindakan yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu, yang umumnya adalah kemenangan. strategi merupakan pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama perusahaan dengan rangkaian tindakan dalam sebuah pernyataan saling mengikat.Strategi biasanya berkaitan dengan prinsip-prinsip secara umum untuk mencapai misi yang di canangkan serta bagaimana perusahaan memilih jalur yang spesifik untuk mencapai misi tersebut.25
Selanjutnya, jika perusahaan menerapkan seluruh strategi operasional, ia akan memperoleh keluaran berupa produk maupun jasa yang sesuai dengan harapan konsumen. Strategi suatu perusahaan bersifat dinamik dan ia muncul sedikit demi sedikit, sewaktu perusahaan yang bersangkutan berkembang maka perlu direvisi, sewaktu pimpinan perusahaan yang bersangkutan melihat adanya peluang-peluang untuk melaksanakan perbaikan-perbaikan atau munculnya sesuatu kebutuhan untuk menyesuaikan pendekatan- pendekatan bisnis terhadap kondisi-kondisi yang berubah.
Komponen strategi operasional dibuat untuk mendukung penerapan misi dan strategi perusahaan yaitu sebagai berikut:26
24 Sedarmayanti. Manajemne Strategi. (Bandung: Refika Aditama, 2014), 32.
25 Sedarmayanti. Manajemne Strategi. 36.
26 Freddy Rangkuti, Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. (Jakarta: Gramedia.
2011), 58-66
20 a. Strategi Kualitas
Perusahaan harus menentukan persepsi konsumen mengenai kualitas yang diharapkan. Ia juga harus merumuskan secara jelas kebijakan serta prosedur untuk mencapai kualitas seperti yang diharapkan oleh konsumen agar ia dapat bersaing untuk memperoleh keunggulan bersaing.
b. Strategi Produk
Strategi mengenai produk sanagt tergantung pada proses transformasi. Strategi ini meliputi biaya produksi, kualitas dan keputusan penggunaan sumber daya manusia, dan interaksi dengan desain produk.
c. Startegi Proses
Proses produksi setiap produksi berbeda. Pengambilan keputusan terhadap proses menyangkut komitmen yang diambil oleh pihak manajemen. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan adalah teknologi yang digunakan, kualitas, pendayagunaan tenaga kerja manusia dan peralatan.
d. Strategi Fasilitas
Pengambilan keputusan mengenai fasilitas baik pada industry manufaktur maupun pada industri jasa sangat menentukan tingkat keberhasilan perusahaan. Strategi mengenai fasilitas akan gagal jika perusahaan tidak mengetahui semua peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fasilitas yang ada.
21
Perusahaan juga perlu mengetahui pengaruh potensi fasilitas yang akan mempengaruhi tingkat persaingan. Fasilitas industri pada umumnya membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga hal itu perlu direncanakan secara teliti..
Berdasarkan beberapa sudut pandang di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu Metodo, teknik, strategi, teknik, keterampilan, dan pengetahuan yang dapat memanfaatkan semua sumber daya yang memuat gambaran tentang arah tindakan yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu tujuan. tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Pembiayaan
a. Pengertian Pembiayaan
Pembiayaan adalah pengeluaran yang mengacu pada dana yang digunakan untuk mendukung investasi yang direncanakan yang dapat dilakukan sendiri atau oleh orang lain. Dalam dunia perbankan, pembiayaan digunakan untuk mendefinisikan dana yang disediakan oleh lembaga keuangan (seperti bank syariah) kepada nasabah.27
Dalam bank syariah pembiayaan adalah dimana aset produk berjangka memiliki rekening manajemen dan sertifikat bank Indonesia. Menurut peraturan Bank Indonesia, dana bank islam diinvestasikan dalam rupiah dan valuta asing, termasuk embiayaan,
27 Ismail, Perbankan Syariah (Jakarta: Kencana, Cet. I, 2011), 106.
22
Piutang Qardh, surat berharga syariah, piutang, penyertaan modal, penyertaan modal sementara, komitmen dalam rekening administratif, dan biaya administrasii dan sertifikat wadiah bank Indonesia.28
Pembiayaan mengacu pada mata uang atau hutang yang setara yang diberikan berdasarkan perjanjian pinjaman atau perjanjian antara bank dan/atau lembaga keuangan lain dengan pihak lain (mengharuskan peminjam untuk melunasi hutang setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan keuntungan).29
Meurujuk pada peraturan undung-undang yang dimaksud dengan pembiayaan adalah pedoman teknis rencana permodalan produktif koperasi dan usaha mikro menurut hukum syariah sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, silakan mengacu pada kepada /// M.KUKM / I / Pada tanggal 6 Juni 2007, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menyediakan dana permodalan atau kerjasama antara koperasi dengan anggota dan anggota asosiasi koperasi lain. Pembiayaan yang wajib diterima dibayarkan kepada koperasi sesuai akad. Pasal pembiayaan yang diterima diperoleh dengan cara membayar sebagian hasil pendapatan atau keuntungan kegiatan pembiayaan atau penggunaan dana pembiayaan tersebut.30
28 Ismail, Perbankan Syariah, 108.
29 Veithzal Rival dan Arviyan Arifin, Islamic Banking, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010). 74.
30 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor06/per/M.KUKM/I/2007.
23
Menurut "Undang-Undang Perbankan" pada 10 Oktober 1998, pembiayaan mengacu pada uang yang diberikan atas dasar kesepakatan atau kesepakatan yang dicapai antara bank dan pihak lain yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau menuntut kompensasi sebagai imbalan atas keuntungan atau dalam arti lain berbagi atau menuntut kompensasi.31
Kemudian pada Undang-undang Republik Indonesia (UU- RI) Nomor 21 tahun 2008 pasal 1 ayat 25 dijelaskan bahwa Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:32
1) transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;
2) transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik;
3) transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna’;
4) transaksi pinjam meminjam dalam bentuk Piutang Qardh; dan 5) transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk
transaksi multijasa.
Berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan/atau UUS dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang
31 Kasmir, Bank & Lembaga Keuangan Syariah Lainnya, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2002), 92.
32 Presiden Republik Indonesia, Undang-undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah.
24
dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa imbalan, atau bagi hasil.33
Pembiayaan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian suatu Negara dan mempunyai fungsinya antara lain:
meningkatkan kegunaan uang/modal (ketersediaan), meningkatkan utilitas (ketersediaan) barang, meningkatkan peredaran uang dan transportasi, serta merangsang semangat masyarakat untuk berbisnis, sarana untuk menstabilkan perekonomian, dan jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional. Jika, unsurnya sudah terpenuhi maka pembiayaan akan dilakukan. Unsur pembiayaan antara lain: ada dua pihak yaitu pemilik dana shahibul maal dan pengelola mudharib; adanya amanah berdasarkan prestasi;
kesepakatan telah tercapai antara kedua pihak; Ada pengiriman barang, jasa atau uang; ada elemen waktu; dan ada elemen risiko (tingkat risiko).34
Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pembiayaan dapat dilakukan dalam bentuk mata uang atau tagihan yang diukur dalam mata uang. Adapun perbedaan antara kredit bank tradisional dan pembiayaan bank syariah, terletak pada sistem dan pengembalian yang diharapkan. Dimana bank tradisional
33 Nur Riyanto Al Arif, Dasar-dasar Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2012), 42.
34 Faried Wijaya, Pengkreditan Bank dan Lembaga Keuangan, (Yogyakarta: BPFE, 1999), 203.
25
keuntungan berasal dari bunga, sedangkan di bank syariah keuntungan berasal dari bagi hasil dan penentuan margin.
b. Fungsi Pembiayaan
Dari pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah kepada masyarakat penerima terdapat beberapa fungsi yang dapat disimpulkan, diantaranya:
1) Meningkatkan Daya Guna Uang
Nasabah yang menyimpan uang atau dananya dalam bank dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito. Maka dana atau uang tersebut dalam presentase tertentu ditingkatkan kegunaannya oleh bank sebagai usaha peningkatan produktivitas.
2) Meningkatkan Daya Guna Barang
Produsen dengan bantuan pembiayaan bank dapat mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi sehingga utility dari bahan tersebut meningkat, misalnya peningkatan utility dari padi menjadi beras.
3) Meningkatkan Peredaran Uang
Pembiayaan disalurkan melalui rekening-rekening koran pengusahanya menciptakan pertambahan peredaran uang giral dan sejenisnya seperti cek, giro, wesel, promes, dan sebagainya. Hal ini selaras dengan pengertian bank selaku money creator.
26
4) Menimbulkan Kegairahan Berusaha
Setiap manusia adalah makhluk yang selalu melakukan kegiatan ekonomi, yaitu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi peningkatan usaha tidaklah selalu diimbangi dengan peningkatan kemampuannya yang berhubungan dengan manusia lain yang mempunyai kemampuan.
5) Stabilitas Ekonomi
Dalam ekonomi yang kurang sehat, langkah-langkah stabilisasi pada dasarnya diarahkan pada usaha-usaha untuk:
a) Pengendalian inflasi b) Peningkatan ekspor c) Rehabilitas prasarana
d) Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok rakyat..35 c. Tujuan Pembiayaan
Tujuan pembiayaan secara umum dapat dibagi menjadi dua yaitu, tujuan pembiayaan pada taraf makro dan tujuan pembiayaan pada taraf mikro.
Secara makro pembiayaan dilakukan atas tujuan:36 1) Peningkatan ekonomi ummat.
Artinya masyarakat yang tidak dapat akses secara ekonomi, dengan adanya pembiayaan mereka dapat melakukan akses
35 Faried Wijaya, Pengkreditan Bank dan Lembaga Keuangan, (Yogyakarta: BPFE, 1999), 210.
36 Rival Veinthzal Arifin Arviyan, Islamic Banking, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), 681.
27
ekonomi. Dana dapat digulirkan dari pihak yang surplus ke pihak yang defisit.
2) Tersedianya dana bagi peningkatan usaha.
Dalam mengembangkan bisnisnya para pengusaha membutuhkan dana tambahan. Dana tambahan ini dapat mereka peroleh dari aktivitas pembiayaan.
3) Meningkatkan produktivitas
Pembiayaan dapat memberi peluang bagi pengusaha atau produsen guna meningkatkan daya produksinya.
4) Membuka lapangan kerja baru,
Dengan dibukanya sektor-sektor usaha melalui penmbahan dana pembiayaan, maka sektor usaha tersebut akan menyerap tenaga kerja.
5) Terjadinya distribusi pendapatan
Masyarakat usaha produktif mampu melakukan aktivitas kerja, berarti mereka akan memperoleh pendapatan dari hasil usahanya.
Kemudian tujuan pembaiayaan secara mikro adalah dalam rangka:
1) Dalam usaha mengoptimalkan Keuntungan (laba)
Setiap usaha yang dibuka memiliki tujuan tertinggi, yaitu menghasilkan laba usaha. Setiap pengusaha berkeinginan untuk memperoleh laba maksimal. Dalam usaha mewujudkan usaha tersebut, maka mereka perludukungan dana yang cukup.
28
2) Menekan atau meminimalkan resiko
Artinya usaha yang dilakukan agar mampu menghasilkan laba maksimal, maka pengusaha harus mampu meminimalkan resiko yang mungkin timbul. Salah satu resiko yang akan dialami oleh pengusaha berkembang ialah Resiko kekurangan modal.
3) Untuk mendayagunakan sumber ekonomi
Kita mengetahui bahwa sumber daya ekonomi dapat dikembangkan dengan melakukan mixing antara adanya sumber daya alam dengan sumber daya manusianya, namun tidak terlepas juga masih memerlukan sumber daya modal yang notabennya tidak ada atau mungkin masih kurang.
4) Sebagai sarana menyalurkan dana yang telah berlebih
Dalam kaitannya dengan masalah dana, maka mekanisme pembiayaan dapat menjadi sarana penghubung dalam penyeimbangan dan penyaluran kelebihan dana dari pihak yang kelebihan (surplus) kepada pihak yang kekurangan (deficit) dana..37
d. Jenis-Jenis Pembiayaan
Adapun jenis-jenis pembiayaan dapat digolongkan kedalam beberapa aspek, yakni:
37 Sumar’in, Konsep Kelembagaan Bank Syariah, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), 115- 116.
29
a. Pembiayaan menurut fungsi atau sifat penggunaannya.
Tabel 1.1
Pembiayaan Dari Segi Fungsi.38 Pembiayaan ditinjau dari Fungsinya
Pembiayaan Produktif Pembiayaan Konsumtif pembiayaan yang ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan produksi dalam arti luas, yaitu untuk peningkatan usaha, baik usaha produksi, perdagangan maupun investasi.
pembiayaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, yang akan habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan
Jika di tinjau dari keperluan atau kebutuhannya pembiayaan produktif dibagi menjadi dua, yakni :
1. Pembiayaan modal kerja, yaitu pembiayaan yang bertujuan untuk mendapatkan modal sehingga memenuhi dan meningkatkan produksi dalam rangka mengembangkan usaha.
2. Pembiayaan Investasi, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan barang- barang modal (capital goods) serta fasilitasfasilitas yang erat kaitannya dengan itu.
b. Pembiayaan menurut jangka waktunya, Pembiayaan menurut jangka waktu dibedakan menjadi:
1) Pembiayaan jangka pendek
Pembiayaan yang dilakukan dengan waktu 1 bulan sampai 1 tahun. Pembiayaan jangka pendek biasanya diberikan oleh pihak bank syariah untuk membiayai modal kerja yang mempunyai siklus usaha dalam satu tahun dan pengembaliannya disesuaikan dengan kemampuan nasabah.
38 Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktik, (Jakarta: Gema Insani, 2001), Cetakan I, 160-161.
30
2) Pembiayaan waktu menengah
Pembiayan yang dilakukan dengan waktu 1 tahun sampai 5 tahun. Pemberian pembiayaan ini biasa dilakukan dalam bentuk pembiayaan modal kerja, investasi, dan konsumsi.
3) Pembiayaan jangka panjang
Pembiayaan yang dilakukan dengan waktu lebih dari 5 tahun. Pada umumnya pembiayaan ini diberikan dalam bentuk pembiayaan investasi.
c. Jenis pembiayaan perbankan syariah dari akadnya.
Tabel 1.2.
Pembiayaan Berdasarkan Akadnya.39
Akad Definisi Jenis
Pola Bagi Hasil Mudharabah Kerjasama antara bank sebagai pemilik
modal (shahibul maal) dan nasabah sebagai pengelola (mudharib). Kedua pihak sepakat membagi keuntungan dan resiko sesuai Kontribusinya
Modal kerja, proyek konstruksi,
ekspor (industry pengolahan), surat berharga, jasa-jasa,
dsb Musharakah Investasi yang melibatkan kerjasama pihak-
pihak yang memiliki dana dan keahlian, pihak yang berkongsi sepakat untuk membagi keuntungan dan risiko sesuai kontribusinya
Modal kerja, proyek konstruksi,
ekspor, jasa keuangan, dsb.
Murabahah Deffered payment sale, jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Pembeli membayar kewajibannya secara tangguh.
Perdagangan, pengadaan barang,
ekspor, bahan baku, dsb Salam (paralel) In front payment sale, pembelian barang yang
diserahkan di kemudian hari sementara pembayaran dilakukan di muka. Barang yang dipesan harus jelas spesifikasinya.
Produk pertanian, perkebunan, atau
yang sejenis.
39 Faiza, N.A.R, Pengaruh Alokasi Pembiayaan Sektor-Sektor Ekonomi Oleh Perbankan Syariah Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Timur: Periode Triwulanan Tahun 2010-2015 (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2017 ). 75.