Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Hayatun Nufus skripsi tahun 2013 STAIN Ponorogo dengan judul penelitian “Pendidikan Tauhid dalam al-Quran (Meneladani Kisah Nabi Ibrahim pada QS. al-Baqorah ayat 258- 260)”. Dan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pendidikan tauhid merupakan pendidikan dasar dari materi pendidikan islam adapun bahasan tauhid merupakan bagian dari pembahasan aqidah, yakni bahasan aqidah khusus yang berkenaan dengan rukun iman kepada Allah.
Kedua, penelitain yang dilakuakan oleh Luthfi Irawan mahasiswa STAIN Ponorogo tahun 2013 dengan judul penelitian „‟Konsep Pendidikan
Tauhid Menurut al-Imam Muhammad Ibnu Yusuf al-Sanusi dalam Kitab Umm al-Barahin”. Dari penelitian yang telah dilakukan tersebut konsep pendidikan tauhid menurut Muhammad Ibnu Yusuf al-Sanusi adalah pendidikan tauhid yang melalui pengenalan sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz untuk Allah swt dan dijelaskan dengan dalil Naqli dan Aqli sebagai argument untuk menunjukkan bahwa Allah swt yang maha Esa dalam Zat, Sifat, serta Af‟al.
25 M Quraish Shihab, Membaca Sirah Nabi Muhammad saw (Jakarta: Lentera Hati, 2011), 443.
67 G. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis deskriptif yaitu berusaha menggali sajauh mungkin produk tafsir yang dilakukan oleh ulama‟- ulama‟ tafsir terdahulu berdasarkan berbagai literatur tafsir baik yang bersifat primer ataupun skunder. 26
Adapun jenis penelitian ini adalah kajian kepustakaan atau Library Research yaitu mengumpulkan data atau karya ilmiah yang bertujuan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Dalam analisis data penelitian kajian pustaka adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari pustaka, baik sumber primer maupun sekunder sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.27 Serta menggunakan analisis dokumen atau analisis isi yaitu penelitian yang dilakukan secara sistematis terhadap catatan-catatan atau dokumen sebagai sumber data.28
Merujuk pada judul yang telah dikemukakan diatas, maka karya ilmiah ini termasuk dalam katagori kajian kepustakaan (library research) yaitu
26 Nur Hakim, Metodologi Studi Islam ( Malang : UUM Press, 2005 ), 84.
27 Tim Penyusun, Buku Pedoman Penulisan Skripsi (Ponorogo: STAIN Po Press, 2016), 60-61.
28 Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 50.
68
bentuk tampilan argumentasi penalaran keilmuan yang menjelaskan hasil studi kepustakawan dan alam fikiran peneliti tentang suatu persoalan.
2. Sumber data
Sumber data yang dijadikan bahan-bahan dalam kajian ini merupakan sumber data yang diperoleh dari bahan-banhan pustaka yang dikatagorikan sebagi berikut :
a. Sumber data primer
Merupakan sumber data pokok yang dijadikan objek kajian, yaitu data-data yang menyangkut tentang penelitian objek kajian, yaitu data- data yang menyangkut penelitian ini. Adapun sumber data primer adalah Tafsir Al-Azhar karya Hamka.
b. Sumber data skunder
Merupakan sumber data kedua yang digunakan penulis untuk membantu menelaah data-data yang dihimpun dan sebagai pembanding daripada data primer atau disebut dengan data yang berkaitan dengan analisis.
3. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Research).
Oleh karena itu, teknik pengumpulan data literer yaitu penggalian bahan- bahan pustaka yang koheren dengan objek pembahasan yang dimaksud.29
29 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta, 1996 ), 234.
69
Data-data yang ada dalam kepustakaan yang diperoleh, dikumpulkan atau diolah dengan cara sebagai berikut:
a. Editing, yaitu pemeriksaan kembali terhadap semua yang terkumpul terutma dari segi kelengkapan, kejelasan makna, keselarasan satu dengan yang lainnya, masing-masing dalam kelompok data, baik data primer maupun skunder sebagaimana telah disebutkan diatas.
b. Organizing, yaitu menyusun data dan sekaligus mensistematis data- data yang diperoleh dalam rangka pemaparan yang sudah ada yaitu tentang nilai-nilai pendidikan tauhid dalam peristiwa Isra‟ Mi‟raj Nabi Muhammad saw.
c. Penemuan hasil data, yaitu melakukan analisa lanjut terhadap hasil pengorganisasian data dengan kaidah dan dalil yaitu dengan analisa isi untuk melaksanakan kajian terhadap nilai-nilai pendidikan tauhid dalam peristiwa Isra‟ Mi‟raj Nabi Muhammad.30
4. Teknik Analisis Data
Dalam hal ini metode dan pembahasan yang dipakai oleh peneliti adalah menggunakan kajian analisis (Content analisis) atau analisa isi yaitu tentang isi pesan atau komunikasi terhadap literatut-literatur yang relevan dengan pokok-pokok pembahasan. Artinya dalam penulisan ini kajian difokuskan pada bahan-bahan kepustakaan dengan menelusuri dan
30 Abdurrahman Fathoni, Metodologi Penelitian dan Tiknik Penyusunan Skripsi (Jakarta:
Rieneka Cipta, 2006), 112.
70
menelaah literatur yang berstandar akademik, kemudian mencari makna, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Mengumpukan dan menyusun kemudian menganalisanya dengan menggunkan metode sebagai berikut: 31 a. Metode Induktif yaitu suatu proses berfikir yang berangkat dari fakta- fakta khusus atau peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dari fakta atau peristiwa khusus tersebut ditarik generalisasi yang bersifat umum.
b. Metode deduktif yaitu suatu pemikiran yang bersifat umum kepada yang khusus dari dalil realitas al-Qur‟an yang bersifat kulli yang bersifat dicari yang ada kaitannya dengan pendidikan termasuk diantaranya adalah surat al-Isra, kemudian dikaji, dipahami, dianalisis dan dilihat kembali dalam kenyataan sebagai penguji realitas penelitian.32
c. Metode Content Analisis
Metode Content Analisis adalah teknik sistem untuk menganalisis isi pesan sebagai obyeknya, melainkan lebih dari pada itu terkait dengan konsepsi-konsepsi yang lebih baru tentang gejala-gejala simbolik dalam dunia komunikasi.33
31 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, 234
32 Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2005), 20
33 Imam Suprayogo dan Tobroni, Metodologi Penelitian Sosial-Agama (Bandung: PT.
Rajawali Rosada Karya, 2003), 71
71 H. Sistematika Pembahasan
Skripsi ini dalam sistematika yang terdiri dari 4 bab dan masing- masing bab saling berkaitan erat yang merupakan kesatuan yang utuh, yaitu :
Bab I pendahuluan. Bab ini berfungsi untuk memaparkan pola dasar dari keseluruhan isi skripsi yang terdiri dari : Latar Belakang masalah, Definisi istilah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat penelitian, Metode penilitian, dan sistematika pembahasan.
Bab II : berisi tentang kajian mendalam mengenai biografi tokoh