SERSAN VEDATBAHAN DAN METODE
4. TEMUAN DAN PEMBAHASAN
4.2. Penentuan Sifat Mekanik
4.2.5. Penentuan Resistensi Kekerasan Statis (Janka)
TEMUAN DAN PEMBAHASAN
P SERSAN VEDAT
Nilai ketahanan kekerasan statis (Janka) berbagai jenis pohon yang diperoleh pada penelitian sebelumnya disajikan pada Tabel 4.15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan kekerasan statis (Janka) PÿK lebih tinggi dibandingkan kayu poplar dan spesies jenis konifera, dan mendekati nilai spesies daun asli kita.
Furnitur, bengkel tukang kayu, lantai, dll. Kekerasan berarti sesuatu pada bahan kayu yang akan digunakan untuk tujuan tertentu. Dalam penelitian ini, kekerasan cross-sectional PSC diselidiki. Penentuan kekerasan statis PÿK dilakukan dengan menggunakan lem FF dan lem ÜF
Tabel 4.15. Nilai ketahanan kekerasan statis (janka) dari berbagai jenis pohon.
Hasil pengujian resistansi disajikan pada tabel 4.14.
Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh dalam menentukan ketahanan kekerasan statis (Janka) adalah 50,892 N/ mm2 pada PÿK yang diproduksi dengan lem FF, nilai tersebut didapat sebesar 42,155 N/
mm2 pada PÿK yang diproduksi dengan ÜF. Perhitungan dilakukan dengan mengkonversi nilai kelembaban yang diperoleh untuk menentukan Kekerasan Statis (Janka) ke tingkat kelembaban 12%.
2. Nilai kepadatan kering penuh ditentukan kira-kira 2 kali lebih tinggi dari kayu pembuatnya. Kepadatan kayu yang tinggi menunjukkan bahwa sifat mekanik lainnya juga mungkin tinggi.
3. Pada uji sifat fisik ditentukan bahwa PÿK yang diproduksi dengan menggunakan lem FF cocok untuk aplikasi luar dan PÿK yang diproduksi dengan menggunakan lem Pÿ cocok untuk aplikasi interior.
6. Dengan dimulainya produksi PÿK di negara kita, baik tenaga teknis maupun pekerja 4. Jenis pohon yang cepat tumbuh dan tidak mempunyai nilai ekonomi yang besar PÿK
Peluang kerja baru mungkin terbuka.
5. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
dapat digunakan dalam produksi.
7. Para peneliti dapat meneliti pemanfaatan spesies pohon cepat tumbuh lainnya dalam produksi bahan kayu rekayasa pada umumnya dan produksi PSC pada khususnya.
5.1. Kesimpulan
5. Limbah pabrik pelapis dapat digunakan dalam produksi PÿK.
5.2. Saran
SERSAN VEDAT
1. Memperkenalkan PÿK, salah satu bahan kayu rekayasa, ke dalam industri hasil hutan negara kita, produksi dan penggunaannya secara luas dalam penerapan internal dan eksternal adalah penting dalam rangka pemanfaatan sumber daya hutan yang lebih rasional di negara kita.
8. Para peneliti percaya bahwa berbagai jenis lem dapat digunakan untuk memproduksi bahan kayu rekayasa.
Mereka juga dapat menyelidiki penggunaannya.
Dalam penelitian ini; Beberapa sifat fisik dan mekanik PÿK yang belum sepenuhnya diketahui dan diproduksi di negara kita telah diselidiki. Dengan menggunakan dua jenis lem yang berbeda (FF dan ÜF), sifat penggunaannya dalam aplikasi interior dan eksterior ditentukan. Berdasarkan hasil yang diperoleh;
2. Sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan terkait untuk mengakui dan memproduksi material kayu rekayasa yang bekerjasama dengan perguruan tinggi. Dalam hal ini dapat dicapai melalui kerjasama antara
perguruan tinggi dan industri.
9. Peneliti dapat menyelidiki sifat-sifat kayu strip paralel yang diresapi dengan impregnasi berbeda.
1. Telah ditentukan bahwa beberapa sifat fisik dan mekanik PÿK yang dihasilkan dari kedua jenis lem lebih tinggi daripada sifat fisik dan mekanik kayu pembuatnya (klon poplar hibrida I–214 (Populus x euramericana)) .
3. Jenis pohon cepat tumbuh yang tidak mempunyai nilai ekonomis tinggi dan limbah pabrik veneer dapat dimanfaatkan dalam produksi PÿK. 4. Petani kami dapat memperoleh penghasilan tambahan dengan menanam klon poplar hibrida I-214.
5. Hal ini akan membuka jalan bagi bahan mentah poplar untuk digunakan sebagai produk alternatif kayu bernilai tambah tinggi dibandingkan pembuatan kemasan dan peti di negara kita.
AY, N., UNCU, A. 2004. Pengaruh Gas SO2 yang Dipancarkan dari Cerobong Pabrik Tembaga Murgul terhadap beberapa sifat mekanik kayu Pinus Skotlandia. Publikasi Lembaga Penelitian Kehutanan Laut Hitam Timur, Publikasi No: 21, Trabzon, hal.119.
BAL, B. 2006. Investigasi Beberapa Sifat Fisika dan Mekanik Kayu Pinus Skotlandia (Pinus sylvestris L.) yang Diresapi Garam Impregnasi Amonia Tembaga Quat (ACQ). Institut Sains dan
Teknologi Universitas Kahramanmaraÿ Sütçü ÿmam
ÇOLAK, S., AYDIN, ÿ., DEMÿRKIR, C., ÇOLAKOÿLU, G. 2004. Beberapa sifat teknologi kayu veneer laminasi yang dibuat dari veneer pinus (Pinus sylvestris L.) dengan tambahan melamin - resin UF. Jurnal Turki Pertanian dan kehutanan.
Tesis Magister Jurusan Teknik Industri Kehutanan, hal.42.
(28) hal. 109-113.
SERSAN VEDAT SUMBER DAYA
BEKTAÿ, ÿ., ALMA, H., FÿDAN S. 2005. Investigasi Kesesuaian Pohon Bidang Timur (Platanus Orientalis) untuk Paneling. Unit Manajemen Proyek Penelitian Universitas Kahramanmaraÿ Sütçü ÿmam PROYEK NO: 2003/1-5, hal.17.
DAS, S., MICHAEL, J., MALMBERG, M., FRAZIER,C. 2007. Penyembuhan ikatan kimia kayu/
polimer isosianat (PMDI): Pengaruh spesies kayu. Jurnal Internasional Adhesi & Perekat, 27.
s. 250–257.
SUMBER DAYA
BERKEL, A. 1941. Penelitian Karakteristik Teknologi dan Penggunaan Oriental Beech.
BERGLUND, L., ROWELL, R. 2005. Buku Pegangan Komposit Kayu Kimia Kayu dan Komposit Kayu. CRC Tekan LLC. S. 279–301.
ALTINOK, M. 2002. Temperatur Terhadap Kinerja Adhesi Sambungan Lem Kayu
Memuat. Institut Pertanian. Anak panah. Edisi:118, Ankara. hal.144.
DPT, 2001. Organisasi Perencanaan Negara, Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-8, Laporan Komisi Spesialisasi Kehutanan, Ankara
ELLIS, S., DUBOIS S. 1994. Penentuan makroporositas Parallam dengan dua teknik optik Wood and Fiber Science, 26(1). hal.70-77.
Efek Peningkatan. Jurnal Politeknik, 5 (4) hal. 341-345.
BÿRLER, A. Perkebunan Industri (Forest Tree Farming) 2006 Universitas Anadolu publikasi hal.114-116.
ASTM D 5456-03 (American Society For Testing And Material) 2006. Spesifikasi Standar Untuk Evaluasi Produk Kayu Komposit Struktural. International West Conshohocken, Amerika Serikat, s: 27.
CLOUSTON, PL 2001. Pemodelan Komputasi Komposit Kayu Berbasis Untai.
Tesis Doktor Departemen Kehutanan Universitas Columbia Juni s.27.
GÜNDÜZ, G., MASRAF, Y. 2005. Pengaruh Perubahan Kondisi Produksi Terhadap Sifat Mekanik dan Fisik Papan dalam Produksi Papan Partikel Chip Datar Tiga Lapis. Jurnal Fakultas Kehutanan ZKU Bartÿn 7 (8) hal. 58-63.
GÜNGÖR, ÿ., KAYACAN, M., KORKMAZ, M. 2004. Penggunaan jaringan syaraf tiruan (JST) dalam estimasi kebutuhan bahan baku kayu industri dan perbandingannya dengan beberapa metode estimasi permintaan makalah kongres YA/EM'2004 ( ://yaem2004 .cukurova.edu.tr/b.pdf)
MALKOÇOÿLU, A. (1994) Sifat Teknologi Kayu Beech Oriental (Fagus Orientalis Lipsky.), Tesis Doktoral Institut Sains dan Teknologi KTÜ, Trabzon. hal.45.
HERNANDEZ, R., MOODY, R., LIU, Y. 1999. Anggota Struktural yang Direkatkan 11-2 Dari Laboratorium Hasil Hutan.. Buku pegangan kayu—Kayu sebagai bahan rekayasa.
SERSAN VEDAT SUMBER DAYA
Jenderal Teknologi. Perwakilan FPL–GTR–113. Madison, WI: Departemen Pertanian AS, Dinas Kehutanan, Laboratorium Hasil Hutan s.463.
FÿDAN, M. 2005. Produksi dan penerapan lem jenis fenol-formaldehida dari beberapa residu lignoselulosa tahunan. KSU. Tesis master FBE Kahramanmaraÿ hal.10-12.
HUÿ, S. 1977. Lem Bahan Kayu, Universitas Istanbul, Fakultas Kehutanan, Universitas Istanbul.
Nomor Publikasi: 2337, Edisi Publikasi No: 242, Istanbul, hal.7-39.
FRIHART, CR 2005. Handbook Kimia Kayu dan Komposit Kayu USDA, Dinas Kehutanan, Laboratorium Hasil Hutan, Madison, s.215-259.
IWAKIRI, S., CAPRARA, A., SAKS, D., PEAS, F., FRANZONI, J., KRAMBECK, L., RIGATTO, P. 2005 Produksi papan partikel kepadatan tinggi dengan berbagai jenis resin. Scientia Forestalis, 68 hal. 39-4
GEOFFREY, S. 2003. Desain Dek Jembatan Parallam®. Tesis Master of Science dalam Teknik Sipil dan Lingkungan West Vitginia University Morgantown, West Virginia, s. 9-14.
KANTAY, R., AS, N., ÜNSAL, Ö. 2000. Massa jenis dan Beberapa Sifat Mekanik Kayu Kenari (Juglans regia L.) Turk J Agric For, 24. p. 751-756.
GOODELL, B., MERRICK, P., JELLISON, J., YUHUI, Q. 2007. Degradasi penggerek laut pada panel kayu untai paralel yang diberi perlakuan dan tidak diberi perlakuan. Jurnal hasil hutan 57 (4), s.72-76.
KONUKÇU, M. 2001. Manfaat Hutan dan Kehutanan, Fakta Statistik, Konstitusi, Rencana Pembangunan, Program Pemerintah dalam Program Tahunan Kehutanan Nomor Publikasi DPT: 2630ISBN 975 – 19 – 2875-3 (salinan cetak) hal.110.
ve
MOSES, D., PRION, H., BOEHNER H., LI, W. 2003. Perilaku komposit bahan laminasi untai Kayu. Teknologi Sains Kayu 37 s.59–77.
RUSSELL, A. EDGAR, 2003. Pengaruh geometri untaian pada sifat terpilih dari komposit struktur kayu untaian panjang yang terbuat dari kayu keras timur laut. sebuah Tesis The
NELSON, S. 1997. Kayu Komposit Struktural. Produk Kayu Rekayasa: Panduan bagi Penentu,
Perancang dan Pengguna. Diedit oleh Stephen Smulski. Yayasan Penelitian PFS, Madison, WI.
hal.147-172.
Sekolah Pascasarjana Universitas Maine USA s.135.
SERSAN VEDAT SUMBER DAYA
ÖZEN, R. 1981. Kemungkinan Pemanfaatan Air Limbah Pulp Kimia Sebagai Perekat dalam Produksi Papan Partikel. KTU. Rumah Percetakan, Trabzon.
SCHMIDT, RG 1998. Aspek Adhesi Kayu: Penerapan 3C CP/MAS NMRA
ÖRS, Y., KESKÿN, H. 2001. Informasi Bahan Kayu KOSGEB.Kale Matbaacÿlÿk Ofset.
hal.152.
MENGELOÿLU, F., KURT, R. 2004. Rekayasa Material Kayu Stratified Veneer Timber (TAK) dan Stratified Wood Material (TAM).
Jurnal Sains dan Teknik KSÜ, 7 (1) hal.39.
hal.89-92.
dan Pengujian Fraktur. Tesis doktor Institut Politeknik Virginia dan Universitas Negeri 30 Januari 1998 Blacksburg, Virginia s.10.
SUKONTASUKKUL, R., LAIN F., MINDESS, S. 2000. Fraktur parallel strand lumber (PSL) akibat pembebanan impak. Bahan dan Struktur/Mat~riaux et Konstruksi,
KORUCU, T., MENGELOÿLU, F. 2007. Potensi Surplus Pertanian Turki dan Kemungkinan Penggunaan Alternatif. Kongres Nasional Mekanisasi Pertanian ke-24 5-6 September. hal.297-307.
PIZZI, A. 1994. Teknologi Perekat Kayu Canggih. PR. Marcel Dekker, New York,
33, hal. 445-449.
TAKAHASHI,R., KURISAKI, H., TSUKAI, H., MIZUMOTO, K. 2000. Produksi Kayu Untai dari Kayu Sugi Lengkung I. Sifat Mekanik Untai Paralel
KURT, R., MENGELOÿLU, F., BEKTAÿ, ÿ. 2003. Pengenalan Produk Kayu Rekayasa (EWPs) Untuk Konstruksi Bangunan Tahan Gempa di Turki. Konferensi Nasional Teknik Gempa Bumi Kelima, 26-30 Mei 2003, Paper No: AE-0121 hal.6.
235, hal.10-120.
RONALD, W., WOLFE M., BEGEL B. 2004. Paku Keling Kayu pada Kayu Komposit Struktural. Laporan Teknis Umum Laboratorium Hasil Hutan Dinas Kehutanan Departemen Pertanian Amerika Serikat FPLÿGTRÿ153 s.57.
TS 2470, 1976. Metode Pengambilan Sampel dan Sifat Umum untuk Uji Fisika dan Mekanik pada Kayu TSE Ankara. hal.1-5.
TS 2471, 1976. Penentuan Kadar Air pada Kayu untuk Uji Fisika dan Mekanik TSE
TS 2595, 1977. Penentuan Kuat Tekan Kayu Sejajar Serat, TSE Ankara. hal.1-5.
Ankara. hal.1-5.
TS 3273, 1979. Kayu Poplar untuk Pengupasan dan Pelapisan, TSE Ankara. hal.1-5.
SERSAN VEDAT SUMBER DAYA
TS 2472, 1976. Penentuan Satuan Berat Volume untuk Percobaan Fisika dan Mekanik pada Kayu
TS 2477, 1976. Penentuan Kekuatan Lentur Kayu Akibat Benturan, TSE Ankara hal.1-5.
Kayu. Jurnal Pusat Penelitian Kehutanan dan Hasil Hutan Toyama, 13, s.120-126.
TS 2472, 1976. Penentuan Kuat Tekan Kayu Tegak Lurus Terhadap Serat, TSE Ankara. hal.1-5.
TSE Ankara. hal.1-5.
TS 93 1994. Perekat - Resin sintetis (Fenolik dan Aminoplastik) - Tahan Lembab
TS 2474, 1976. Penentuan Kuat Lentur Statis Kayu, TSE Ankara. hal.1-5.
.
TUNÇTANER, K., AS, N., ÖZDEN, Ö. 2004. Penelitian Kinerja Pertumbuhan Beberapa Klon Poplar,
Beberapa Sifat Teknologi Kayunya dan Kesesuaiannya untuk Produksi Kertas. Publikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No: 212 ISSN: 1300-395X Publikasi Direktorat No: 239 Buletin Teknis No: 196, hal.29.
tahan lama (MR) –Untuk bahan kayu hal.1-5.
TS 2477, 1976. Penentuan Kekuatan Lentur Kayu Akibat Benturan, TSE Ankara hal.1-5.
UYSAL, B., KURT, ÿ. 2005. Stabilitas dimensi kayu veneer laminasi yang diproduksi dengan menggunakan perekat berbeda setelah uji uap. G.Ü. Fen Bilimleri Dergisi, 18 (4) hal.681-691.
UYSAL, B., ÖZÇÿFÇÿ, A., KURT., ÿ. YAPICI, F. 2005. Pengaruh Uap Air Terhadap Perubahan Dimensi Bahan Laminasi. Universitas Fÿrat. Sains dan Teknik Tahu. Der, 17 (4): 655-663.
TS EN 301. 1995. Perekat - Plastik Fenolik dan Amino - Untuk struktur kayu yang memerlukan ketahanan beban - Klasifikasi dan karakteristik kinerja. hal.1-5.
TS 2478, 1976. Penentuan Modulus Elastisitas Kayu pada Pembengkokan Statis, TSE Ankara hal.1-5.
TS 2478, 1976. Penentuan Kekerasan Statis Kayu, TSE Ankara hal.1-5.
industri. Jurnal Hasil Hutan, 47 (1) s.28.
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Washington State University Doktora Tezi Desember s.3.
YIHAI L., LEE, W. 2003. Sifat Pilihan Kayu Untai Paralel yang Terbuat Dari Pinus Selatan dan poplar kuning. Holzforschung, 57 (2) hal.207-212.
SUMBER DAYA SERSAN VEDAT
WU, Q., CAI, Z., LEE, J. 2005. Sifat tarik dan dimensi untaian kayu yang terbuat dari kayu pinus selatan perkebunan. Jurnal Hasil Hutan, 55. (2) s.43.
WINISTORFER, S., STEUDEL, H. 2000. Masalah kayu komposit struktural
YADAMA, V. 2002. Karakterisasi dan Pemodelan Komposit Untai Berorientasi.
10,16 Do (gr/mm3 )
0,582 0,638 0,657 0,643 0,652 0,642 0,578 0,603 0,611 0,579 0,670 0,629 0,608 0,558 0,656 0,572 0,606 0,606 0,645 0,669 0,661 0,661 0,595 0,566 0,628 0,634 0,612 0,611 0,569 0,590 0,558 0,670 0,618 0,033
10,54 10,34
9,42 11,39
9,13
LOKASI.
9,93
10,99
9,13
10,06 Kelembapan
(%) 8,88 9,84 8,62 9,05 9,35 9,04 8,63 8,89 9,54 9,08 8,96 8,95 9,54 8,47 9,31 8 ,43 9,22 9,33 9,12 9,84 9,08 9,28 9,06 10,96
11,35 8,89 9,68 11,16
11,36 8,67 8,43
11,36 9,39 0,8123
Kelembapan (%)
10,18
9,68
9,80
Mean : Nilai Rata-rata S.SP : Standar Deviasi
11,64 FF
10,71
9,96
9,40 No
1
2
3 4
5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
29 30 MENIT MAKS .
9,81
9,46
9,96
11,64
S.SP.
9,36
9,74
9,56 9,86
10,67
11,38
0,639
A : Ketebalan Rata-rata. B : Lebar Rata-Rata. L : Tinggi Rata-Rata. D0 : Berat Jenis Kering Penuh M0 : Berat Sampel Kering
Penuh V0 : Volume Sampel Kering Penuh Maks : Nilai Terbesar Min : Nilai Terkecil
BB
9,76
9,86
9,90
9,50
9,88 Do (gr/mm3 )
0,633 0,634 0,597 0,631 0,626 0,663 0,621 0,630 0,630 0,643 0,618 0,631 0,615 0,583 0,626 0,601 0,613 0,631 0,627 0,635 0,632 0,617 0,655 0,709 0,688 0,633 0,631 0,713 0,704 0,649 0,583 0,713 0,637 0,030
9,75
BAGAN TAMBAHAN
BAGAN TAMBAHAN
SERSAN VEDAT
Tabel Tambahan 1. Nilai Kelembapan dan Kerapatan Kering Penuh Kayu Strip Paralel yang Diproduksi dengan Lem ÜF dan FF.
5,78 26,59
26,18 26,37 26,17 26,07 26,01 26,11 26,16 26 25,73 25,77 25,75 25,77 25,76 25,69 26,12 26,05
26 ,1 25,96 26,07 25,97 26,24 26,35 26,2 26,09 26,15 26,18 26,06 26,26 26,36 26,59
25,69 26,08 0,21 0,82
6,60 5,84
6,76 5,94
MAKS.
5,78
5,01
6,27
6,66
LOKASI.
6,21 7,55
5,64
6,93
4,44 25.05 27.26 6.15 25.11 26.65 4.26 25.04 26.7 5.31 25.09 26.75 4.30
24.98 27.02 4.36 25.09 26, 77 3.67 25.21 26.83 3.57 25.19 26.88 3.85 25.15 26.71 3.38 24.99 26.41 2.96 25.01 26.33 3.04 24 .97 26.13 3.12 24.99 26.53 3.12 24.92 26.41 3.37 24.91 26.48 3.13 25.06 26.96 4.23 25.12 26.66 3.70 25.05 26.82 4.19 24.97 26.64 3.96 25.12 26.8 3.78 25.11 26.88 3.42 25.23 26.87 4.00 25, 23 27.11 4.44 25.06 26.82 4.55 25.05 26.98 4.15 25.09 26.91 4.22 25.16 26.75 4.05 25.09 26.65 3 .87 25.1 26.89 4.62 25.18 27.11 4.69 25.23 27.26 6,15 24,91 26,13 2,96 25,08 26,76 3,98 0,09 0,25 0,70 0,34 0,92 17,45 Maks : Nilai Terbesar Min : Nilai Terkecil Mean : Nilai Rata-rata S.SP : Standar Deviasi Cov : Koefisien Variasi
6,04
7,05
7,15
0,74 8,11
5,38
6,27
5,85
MIN
6,22
4,44
6,58
7,12 5,80
6,10
8,11
S.SP.
Itu.
6,28
5,93
6,56
6,27
11,75
Tidak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
6,29 BAGAN TAMBAHAN
Tabel Tambahan 2. Pembengkakan Terhadap Ketebalan Kayu Strip Paralel yang Dibuat dengan Lem FF
Pengukuran pertama (mm) 2 Jam (mm) 24 Jam (mm) 2 Jam (%) 24 Jam (%)
SERSAN VEDAT
Kontrol, Nilai Pengukuran Setelah 2 Jam dan 24 Jam.
11,46
TEMPATKU.
16,73 14,19
23,41 22,77
15,11
Itu.
14,28
8,94
13,66
23,77 15,46
Pengukuran pertama (mm)
13,49
14,01
15,93
15,05 24 Saat (mm)
25,04 27,08 28,91 24,9 26,89 28,26 24,75 27,03 28,46 24,83 27,07 28,38 25,13 27,91 30,29 24,94 27 28,48 24,94 27,03 28,69 25,07 26,89 28,65 25,03 27,19 28,92 24,93 27,3 28,55 24,76 26,81 28,23 24,8 26,75 28,14 24,74 26,73 28,27 24,69 26,2 27,52 24,99 27,53 29,17 24,94 26,02 27,27 24,61 25,86 26,81 24,04 25,21 26,16 23,84 25,45 26,3 24,99 27,61 28,97 25,09 27,9 30,26 25,1 27,8 29,43 25,25 28,24 31,16 25,21 28,23 30,95 25,27 27,75 30,1 25,11 27,33 28,54 25,41 27,33 28,91 25,05 27,19 29,17 25,11 26,85 28,89 25,17 27,04 29,11
25,41 28,24 31,16 23,84 25,21 26,16 24,92 27,04 28,70 0,33 0,73 1,17 1,31 2,71 4,08
14,30
14,27
17,25
23,41
S.SP.
15,04
9,34
19,11
3,59 24 Saat (%)
15,54
8,82
13,77 14,52
10,32
16,45 2 Jam (%)
8,15 7,99 9,21 9,02 11,06
8,26 8,38 7,26 8,63 9,51 8,28 7,86 8,04 6,12 10,16
4,33 5,08 4,87 6,75 10,48 11,20 10,76 11,84 11,98 9,81 8,84 7,56 8,54 6,93 7,43 11,98
4, 33 8,48 1,95
23,05 Maks : Nilai Terbesar Min : Nilai Terkecil Mean : Nilai Rata-rata S.SP : Standar Deviasi Cov : Koefisien Variasi 2 Saat (mm)
14,99
13,47
20,61
15,65 8,82
Tidak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 MAKS .
20,53
BAGAN TAMBAHAN
Tabel Tambahan 3. Kontrol Pembengkakan Ketebalan Kayu Strip Paralel yang Diproduksi dengan Lem PU, Nilai Pengukuran Setelah 2 Jam dan 24 Jam.
SERSAN VEDAT
428,9 476,18 537,56 11,02 25,33 389,84 453,73 523,37 16,39 34,25
428,72 480,33 548,4 12,04 27,92
421,15 475,53 544,03 12,91 29,18 380,15 436,8 506,65 14,90 33,28
416,06 469,92 543,63 12,95 30,66
Tidak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
398,96 460,54 534,64 15,44 34,01
379,45 439,13 511,38 15,73 34,77
401,02 450,43 517,04 12,32 28,93
375,33 441,38 528,38 17,60 40,78 MIN
375,87 435,94 512,4 15,98 36,32 395,36 448,49 523,67 13,44 32,45
382,31 436,38 510,15 14,14 33,44
389,46 452,93 526,39 16,30 35,16
398,23 455,47 526,66 14,45 32,42
Itu.
389,19 449,09 519,92 15,39 33,59
426,5 475,25 531,75 11,43 24,68
390,7 456,55 537,19 16,85 37,49
4,65 3,27 2,19 13,43 12,91 396,48 457,6 527,34 15,42 33,01
366,72 429,34 513,26 17,08 39,96
382,62 446,62 524,82 16,73 37,16
396,57 457,18 532,19 15,28 34,20 MAKS.
396,98 459,32 529,85 15,70 33,47
391,14 446,86 513,62 14,25 31,31
404,93 456,48 520,34 12,73 28,50
438,25 486,38 548,40 17,60 40,78 384,29 449,24 525,17 16,90 36,66
409,8 460,89 527,3 12,47 28,67
366,72 429,34 506,65 10,98 24,57 LOKASI.
S.SP.
391,7 448,3 518,12 14,45 32,27
426,51 481,27 543,8 12,84 27,50
438,25 486,38 545,92 10,98 24,57
18,50 14,92 11,53 1,94 4,19 391,9 445,88 521,61 13,77 33,10
BAGAN TAMBAHAN
2 Saat (gr) 24 Saat (gr)
SERSAN VEDAT
Maks : Nilai Terbesar Min : Nilai Terkecil Mean : Nilai Rata-rata S.SP : Standar Deviasi Cov : Koefisien Variasi
2 Saat (%) 24 Saat (%) Tabel Tambahan 4. FF. Peningkatan Berat Kayu Strip Paralel yang Diproduksi dengan Lem Kontrol, nilai 2 jam dan 24 jam kemudian.
Berat awal (g)
42,46 45,83
39,87 47,26
43,94 44,94
MIN
48,22
43,24
57,85
41,63
S.SP.
60,38 53,51
56,76
52,25
47,89
Tidak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
44,03
41,28
48,08
13,16 45,40
42,18
56,76
44,42
LOKASI.
49,45
42,13
57,82
60,38 42,77
57,45
39,87
Itu.
44,37 375.74 547.93 19.13 369.53 537.29 19.15 371.4 550.49 20.23 356.57
532.89 19.85 352.23 564.89 27.41 348.43 534, 87 24.31 383.92 554.27 18.07 390.97 563.13 17.55 399.64 574.55 16.67 366.37 539.5 19.84 381.38 542.25 17.15 380 .05 544.37 19.02 390.28 554.71 17.04 364.03 519.73 17.64 357.99 561.19 25.94 355.75 504.86 16.78 373.85 528.17 17.09 362.64 516.61 20.80 377.11 527.46 18.15 354.99 556.49 27.72 369.59 583.38 24.13 356.21 562.16 27.61 385, 92 607.62 23.40 401.37 611.1 20.70 363.68 570.19 25.95 365.24 540.86 20.39 382.82 551.02 17.92 377.88 547.69 17 .73 377.32 544.92 15.96 390.34 552.83 15.95 401.37 611.10 27,72 348,43 504,86 15,95 372,77 550,91 20,31 14,20 23,47 3,71 3,81 4,26 18,26 Maks : Nilai Terbesar Min : Nilai Terkecil Mean : Nilai Rata-rata S.SP : Standar Deviasi Cov : Koefisien Variasi
41,91
56,78
6,30 MAKS.
447,62 440,28 446,52 427,36 448,78 433,15 453,28 459,57 466,26 439,07 446,79 452,33 456,78 428,25 450,84 415,46 437, 74 438,06 445,56 453,38 458,76 454,55 476,23 484,46 458,06 439,72 451,44 444,86 437,54 452,58 484,46 415,46 448,18 14 ,00
3,12
43,77
BAGAN TAMBAHAN
Tabel Tambahan 5. Jumlah Pertambahan Berat Kayu Strip Paralel yang Diproduksi dengan Lem PU, Kontrol, Nilai Setelah 2 Jam dan 24 Jam.
SERSAN VEDAT
Berat awal (g) 2 Jam (g) 24 Jam (g) 2 Jam (%) 24 Jam (%)
12 dengan//12 12
di E 12 DAN HWC12
421,36 9
12
30 27
353,28 463,68
368,92 16
(N/mm2 ) 56764,3 58372,24 63946,13 65667,04 65257,64 59814,05 59535,73 62237,85 56010,4 57452,11 54063,35 52030,64 51105,14 61149,54 54620,38 48194,5 58635,67
43737,6 43612,09 68902,01 52010,57 69866,08 76339,05 67227,79 61042,25 62005,34 54724,34 60378,41 56714, 66 49591,96 43612,09 76339, 05 58366,96
7497,89 12,85 LOKASI.
440,68
13
562,56 405,43 467,85 486,85 421,88 325,67 425,13 438,48 506,06 402,4 487,04 411,74 411,74 484,37 557,79 459,16 484, 05 518,52 446,63 441,51 554,73 513,11 405,06 345,35 456,38 602,89 364,75 478,27 389,06 487,64 325,67 602,89 458,07 65 ,51
8,62 2
20
413,08
422,28 487,6 17
S.SP.
355,12 10
24
411,24 6
448,96 (N/mm2 )
649.96 0.37 612.81 0.55 721.55 0.51 751.75 0.46 818.83 0.51 793.41 0.44 813.77 0.46 708.69 0.3 769.11 0.48 848.76 0.48 671.73 0.48 705.31 0.42 670.32 0.62 800.07 0.59 622.76 0.48 615.06 0, 53 671.35 0.58 576.41 0.53 531.38 0.53 841.54 0.45 556.62 0.55 930.76 0,43 987,89 0,3 835,72 0,45 756 ,73 0,53 719,29 0,44 594,52 0,41 711,98 0,59 746,59 0,5 666,19 0,46 531,38 0,62 987,89 0. 3 723.36 0.48 108.66 0.08 15.02 15.96 ÿE 12 : Kuat lentur pada kelembaban 12%.
E12 : Modulus Elastisitas pada kelembapan 12% A4 : Tahan guncangan pada kelembapan 12% . ÿw//12 : Tahanan tekanan sejajar serat pada kelembapan 12% Hwc12 : Kekerasan statis pada kelembapan 12% Maks: Nilai Terbesar Min: Nilai Terkecil Rata-rata:
Nilai Rata-rata S.SP : Standar Deviasi. COV: Koefisien variasi,
447,12 14
463,68 (T/mm2 )
437
28
493,12 MAKS.
3
21
493,12 439,76
TIDAK
473,8 419,52 18
COV
A
433,32
25 7
375,36 469,2 4
22
422,28
467,36 468,28
29 11
430,16 26
394,68 8
412,16 1
19 15
(kg/ cm2 )
448,96
MIN
353,28
37,08 443,44 5
23 421,36
388,24 (T/mm2 )
Tabel Tambahan 6. Sifat Mekanik Kayu Strip Paralel yang Diproduksi dengan Lem UF.
BAGAN TAMBAHAN SERSAN VEDAT
12 dengan//12 HWC12 di E 12
(kg/ cm2 ) 1
19 4
22
444,36
532,68
MIN
494,96
459,08
26 8
S.SP.
540,96
5
23
610,88
50,26 12
30
544,64 522,56
27
COV 2
20
512,44 (N/mm2 )
56075,89 62768,15 71450,53 73582,73 64770,02 63434,62 75322,11 75831,86 75389,17 81266,34 66440,91 56293,91 64334, 97 70493,69 74413,15 80158,95 80089,54 70285,86 76930,34 71231,83 74507,52 87257,27 92267,29 77486,1 69498,98 68744,88 69788,55 69134,51 67197 ,54 75163,52
56075,9 92267, 3 72053,7 7959,96 11,05 16
515,2
9
497,72 24
451,72
6
511,52 490,36
402,04
9,68 13
494,52 524,4 516,74 533,15 535,2 545,27 544,02 549,35 533,46 571,47 577,74 529,37 540,18 597,76 622,53 545,76 541, 89 535,71 517,16 588,63 558,64 551,8 519,46 476,62 562,79 445,62 498,97 497,36 486,53 537,84 445,62 622,53
536
610,88 517,04
10
402,04
28
36,65 6,84
DAN
(N/mm2 )
763.58 0.42 742.67 0.36 913.35 0.36 891.9 0.47 868.84 0.44 941.89 0.42 967.46 0.49 856.82 0.42 909.85 0.51 1030.28 0.58 842.1 0.51 749.58 0.42 785.48 0.34 775.42 0.43 887.96 0.57 1051.73 0, 44
959.75 0.42 961.27 0.36 1014.67 0.45 878.44 0.44 988.1 0.43 1124.41 0,45 1274,82 0,4 1002,55 0,45 839 ,59 0,42 860,59 0,38 881,4 0,45 924,48 0,43 721,94 0,4 932,29 0,53 721,94 0,34 1274,82 0,58 911,44 0,44 119,28 0,06 13,09 13,26 ÿE 12 : Kuat lentur pada kelembaban 12%. E12 : Modulus Elastisitas pada kelembapan 12%
A4 : Tahan guncangan pada kelembapan 12% . ÿw//12 : Tahanan tekanan sejajar serat pada kelembapan 12% Hwc12 : Kekerasan statis
pada kelembapan 12% Maks: Nilai Terbesar Min: Nilai Terkecil Rata-
rata: Nilai Rata-rata S.SP : Standar Deviasi. COV: Koefisien variasi, 512,44
17
506 561,2 14
598 526,24 3
519,8 (T/mm2 )
21
616,4 456,32
MAKS.
18
573,16
11
29 25 7
616,4
Sebuah 12
TIDAK
LOKASI. 519,31
(T/mm2 )
15
522,56
486,68
520,72 520,72
BAGAN TAMBAHAN
Tabel Tambahan 7. Sifat Mekanik Kayu Strip Paralel yang Diproduksi dengan Lem FF.
SERSAN VEDAT