• Tidak ada hasil yang ditemukan

22

internet yang lambat sewaktu-waktu. Hal negatif lain mengenai layanan internet yaitu memungkinkan berpengaruh pada kesehatan peserta didik.33 Kendalalain yang di temukan yaitu kemampuan orang tua untuk memberikan fasilitas pendidikan online seperti penggunaan jaringan internet yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Permasalahan- permasalahan yang disebutkan diatas tentu harus tetap dievaluasi supaya anak-anak dapat memperoleh pembelajaran yang lebih baik.

Kuncinya adalah untuk melakukan pembelajaran online sesuai dengan kondisi setempat.

23

Penggunaan metode pengajaran yang tepat maupun perilaku dan sikap guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangat dibutuhkan dalam pembelajaran selama program belajar dari rumah. Semua ini dilakukan untuk memberikan akses pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu kepada peserta didik selama diberlakukannya masa darurat Covid-19. Kondisi siswa dan guru yang tidak dapat bertemu secara langsung untuk menjaga social distancing dan physical distancing inilah yang membuat pembelajaran harus dilakukan dari rumah secara daring/online. Pada pembelajaran daring tingkat Sekolah Dasar teradapat istilah yaitu pembelajaran sinkron dan pembelajaran asinkron.

Pelaksanaan pembelajaran di rumah dengan sinkron dilaksanaka dalam bentuk daring (dalam jaringan) yaitu sistem belajar tanpa tatap muka secara langsung dengan memanfaatkan komunikasi dan teknologi internet untuk komunikasi serta dilaksanakan secara online. Pembelajaran dan pemberian tugas melalui aplikasi WhatsApp maupun Zoom meeting dan dilaksanakan secara asinkron yaitu dengan belajar secara luring (luar jaringan) langsung dengan pertemuan fisik secara langsung tanpa bantuan teknologi internet untuk komunikasi. Semuanya berlangsung offline.35

Pandemi Covid-19 (Corona virus disease 2019) pertaa muncul di akhir tahun 2019 tepatnya di Wuhan, China. Covid-19 merupakn sebuah virus yang penularanya sangat cepat dan sulit untuk mengetahui ciri-ciri orang yang terjangkit virus dengan masa inkubasi kurang lebih selama 14 hari. Akibat pandemi ini sekolah-sekolah ditutup dengan tujuan mencegah penyebaran Covid-

35https://gig.id/stories/lifestyle/pembelajaran-daring-dan-luring.

24

19. Namun, untuk proses kegiatan belajar megajar tidak berhenti berdasarkan surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan dengan sistem pembelajaran dalam jaringan dirumah. Sosial distancing menerapkan sistem school from home (sekolah di rumah) hal ini tentunya akan memutus rantai penyebaran virus covid-19 yang telah menjadi pandemi dunia.

Tentunya hal tersebut membatasi ruang gerak manusia untuk bersosial dan beraktivitas di luar rumah. Dan pemerintah juga menghimbau para siswa untuk belajar di rumah sebagai gantiya orang tua pun yang mendidik dan mengajari materi yang disampaikan guru melalui hp/internet.36 Sehingga orang tua harus memiliki cara untuk membimbing anak yang sesuai untuk mendidik anaknya ditengah wabah Covid-19 ini.

Pengertian dari belajar di rumah adalah belajar apa saja yang berada di rumah untuk pembelajarannya bersama orang tua sebagai pengganti guru kelas.

Belajar di rumah bisa dilakukan dengan panduan orang tua. Walaupun di rumah anak didik harus diberikan edukasi yang positif dan produktif. Dengan adanya kemajuan digital yang sangat canggih, belajar di rumah bisa dilakukan dengan cara online tanpa bertatap muka dengan guru dan teman. Dan dengan adanya kondisi wabah Covid-19 kemajuan teknologi dapat memudahkan kehidupan yang efektif dan flexible. Untuk itu, dalam mengoptimalkan sistem belajar di rumah bisa berjalan dengan baik, diperlukan sarana dan prasarana pendukung yang baik pula seperti fasilitas internet dalam bentuk kuota belajar, fasilitas belajar seperti PC melalui HP, dan sebagainya. Hal tersebut anak memerlukan perhatian lebih

36Hilna Putria, ddk, Analisis Proses Pembelajaran Dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi Covid-19 pada Guru Sekolah Dasar, Jurnal Basicadu Vol. 4. No. 4, tahuns 2020, https://jbasic.org/index.php/basicedu/index,DOI: 10.31004/basicadu.v4i4.460

25

dari orang tua untuk membimbing anak agar kegiatan belajar at the home dapat berjalan lebih efektif dan lebih efisien selama masa peandemi Covid-19.

Pada proses atau kegiatan pembelajaran, masing-masing orang tua memiliki cara berbeda dalam menanggapi pelaksanaan sistem belajar online.

Kegiatan dari proses belajar di rumah, ternyata mampu memeberi respon orang tua yang tidak sama, terkadang para orang tua disibukan dengan pekerjaan yang bervariasi mulai dari kalangan pegawai, pegagang maupun pekebun sehingga kurang memperhatikan belajar di rumah. Orang tua berangapan pengumpulan tugas sudah cukup tanpa membimbing anak dalam proses belajar di rumah. Siswa akan bosan belajar di rumah, karena terkendala akses jaringan dan terbatasnya kuota yang digunakan, kemudian kurang konsentrasi terhadap apa yang sedang dikerjakan ketika akan online, dan bagaimana agar siswa tetap efektif selama belajar di rumah. Dengan adanya belajar dari rumah, orang tua dihadapkan harus mampu mengatur waktu dalam membimbing anak, sehingga posisi perencanaan dalam melakukan belajar di rumah lebih terencana dengan baik, serta lebih terfokus dalam kegiatan yang positif. Untuk mengoptimalkan hal tersebut pemerintah sudah banyak menganjurkan kepada masyarakat agar untuk berdiam di rumah stay at home untuk membantu mencegah penularan Covid-19. Dan usaha ini juga harus dimanfaatkan dengan baik dan tetap produktif walaupun dalam kondisi saat ini, maka kita juga perlu menjaga komunikasi dengan guru ataupun pembimbing untuk bisa maksimalkan proses belajar di rumah. Selain itu orang tua dan siswa harus rajin berkomunikasi dengan guru mengenai waktu pengumpulan tugas maupun tidakan yang harus dilakukan oleh orang tua dalam membimbing

26

anak. Hal ini membuat lebih fokus terhadap pekerjaan sekolah yaitu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dirumah.