BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
9. PenerapanManajemenRisikodanPengendalian Internal
a. Perusahaan wajib menerapkan Manajemen Risiko dengan mengidentifikasi, menilai risiko, dan memantau risiko secara efektif b. Manajemen risiko harus disesuaikan dengan tujuan, kebijakan usaha,
ukuran, dan kompleksitas usaha serta kemampuan perusahaan.
c. Penerapan manajemen risko dilaksanakan sesuai dengan kebijakan manajemen risiko perusahan, baik yang dituangkan dalam memo internal, standar operating procedure (SOP) dan kebijakan lainya.
Direksi perusahaan wajib menerapkan pengendalian internal yang efektif dan efisien untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan usaha perusahaan dijalan sesuai dengan sasaran dan strategi bisnis serta anggaran dasar dan aturan internal lain perusahaan dan peraturan
perundang-udangan. Pengendalian internal perusahaan paling sedikit harus mencangkup hal-hal sebagai berikut:
a. Lingkungan pengendalian internal dalam perusahaan yang disiplin dan terstruktur
b. Pengkajian dan pengelolaan risiko usaha yaitu suatu proses untuk identifikasi, menganalisa, menilai, dan mengelola risiko usaha.
c. Aktivits pengendalian yaitu: tindakan yang dilakukan dalam saatu proses pengendalian terhadap kegiatan perusahaan pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi perusahaan antara lain mengenai kewenangan, otoritas, verifikasi, rekonsiliasi, penilaian atas prestasi kerja, pembagian tugas, dan keamanan terhadap aset perusahaan.
d. Sisitim informasi dan komunikasi yaitu suatu proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional, financial, dan ketaatan, atas peraturan perundang-undangan di bidang usaha pembiayaan, pasar modal, dan peraturan lain yang relevan dengan perusahaan.
e. Tata cara monitoring yaitu proses penilaian terhadap sistem pengentalian internal termasuk fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur oraganisasi perusahaan, sehingga dapat dilaksanakan secara optimal, dan
f. Mekanisme pelaporan kepada direksi dengan tembusan kepada komite audit, dalam terjadi penyimpangan kulitas sistem pengendalian internal,
termasuk fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi perusahaan.54
B. Manajemen Risiko Pembiayaan MurabahahDi PT. BFI Finance Syariah Cabang Mataram
Penerapan manajemen risiko di PT. BFI Finance Cabang Mataram meliputi: Identifikasi risoko, pengukuran risiko, penanganan risiko, pemantauan risiko, dan evaluasi. Menurut Ibu Dewi Ayu Mustika sebagai Supervisior Pembiayaan menyatakan:
Segala kegiatan perusahaan pasti memiliki risiko yang akan muncul, dan untuk menangani risiko-risiko tersebut, setiap perusahaan membuat manajemen risikonya untuk meminimalisir kerugian perusahaan masing- masing, dan BFI Finance merupakan salah satu perusahaan yang menganggap pentingnya manajemen risiko sebagai tata kelola perusahaan yang sehat, apalagi saat ini masa pandemi Covid-19 ada banyak perusahaan yang merasakan dampaknya jika tidak memiliki manajemen risiko yang baik55
Sedangkan penarapan manajemen risiko pembiayaan MurabahahDi PT. BFI Finance Syariah Cabang Mataram yaitu:
1) Identifikasi Risiko
Mengidentifikasi risiko ini merupakan proses untuk mengenali jenis-jenis risiko yang relevan dan akan terjadi, adapun risiko yang beragam terjadi sesuai dengan sifat, lingkup, skala dan jenis kegiatanya Menurut Bapak I Wayan Sidi Arta menyatakan, ada beberapa jenis risiko yang bisa kita hadapi diantaranya:
BFI Finance Syariah biasa dihadapkan dengan berbagai jenis Risiko, dan risiko itu bisa berkaitan finansial atau aspek
54DokomenPedoman Tata Kelola PT. BFI Finance IndonesiaTbk. 2019
55Dewi Ayu Mustika,Wawancara, Mataram, 20 Agustus, 2020.
keuangan perusahaan, risiko sosial, bisa juga karena alam, seperti yang pernah kita hadapi sebelumnya gempa bumi dan saat-saat ini Pandemi virus corana yang sangat memberikan dampak besar terhadap penjualan perusaahaan yang kian menurun.56
2) Pengukuran Risiko
Yaitu proses untuk mengukur besaran dampak dan probalitas dari hasil identifikasi risiko. Pak I wayan siddi Arta menyatakan:Yang berkaitan tentang pengukuran risiko ini tergantung jenis risiko apa yang dihadapi oleh perusahaan contohnya saja seperti risiko becana alam saat-saat sekarang pandemi Covid-19 yang memberikan dampak besar terhadap pendapatan perusahaan, sehingga yang terjadi penunggakan pembayaran konsumen.
3) Penangan Risiko
Yaitu proses untuk menetapkan upaya-upaya yang dapat yang dapat dilakukan untuk menangani risiko potensial. Risiko merupakanbagian dari kehidupun,meskipun demikianorang mempunyai beberapa cara untuk mengantisipasinya. Satu di antaranyaialah denganmenghindaririsikoataumenjauhikeadaanyang dapat mendatangkan risiko. Misalnya, untukmenghindari cedera berat yang dapat memilih untuk tidak mengikuti lomba balap sepeda motor.23
56I Wayan sidi Arta,Wawancara, Mataram, 4 Mei 2021.
Pak I wayan siddi mengungkapkan dalam upaya penangan risiko ini perusahan selalu melakukan pengajian melalui rapat para leader setiap cabang yang dipimpin oleh area manajer, menjelaskan risiko dan mengambil langkah tepat apa yang bisa dilakukan, baik itu dengan langkah yang sudah ditentukan maupun dengan cara-cara baru yang sesuai dengan risiko yang terjadi.
4) Pemantauan risiko
Yaitu proses untuk melakukan pemantauan terhadap berbagai faktor yang diduga dapat mengarahkan kemunculan risiko, Setiap langkah-langkah dalam penangan risiko, kita harus memantau atau memonitoring terus menerus dari penanganan yang kita ambil, bisa menghilngkan, mengurangi risiko yang terjadi atau bisa menimbulkan risiko baru, pemantauan risiko ini bertujuan agar mandapatkan kepastian manajemen risikoyang ditentukan sudah tepat atau tidak.57 5) Evaluasi risiko
Yaitu yaitu proses kajian terhadap kecukupan keseluruhan aktifitas manajemen risiko yang dilakukan didalam perusahaan.
Tahapan ini merupakan sebagai tahapan penilaian dari rangkain tahapan yang telah dilakukan pada manajemen risiko sebagai kajian suatu hasil berhasil atau tidaknya PT. BFI dalam pengelolaan manajemen risikonya pada pembiayaanMurabahah
C. Jenis-Jenis Risiko Pada PembiayaanMurabahah
57I Wayan sidi Arta,Wawancara, Mataram, 4 Mei 2021.
Menurut Pak I Wayan Siddi Arta selaku manajer PT. BFI Finance cabang Mataram mengungkapkan ada beberapa jenis risiko yang bisa kita hadapi diantaranya:
1. Risiko Finansial
Setiap perusahaan menghadapi risiko finansial yang berkaitan dengan aspek keuangan, misalnya piutang macet, utang bank yang harus dilunasin, nilai tukar mata uang dan lain sebagainya, banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan karena masalah finansial yang tidak dikelola dengan baik.
2. Risiko Alam
Bencana alam merupakan risiko yang dihadapi oleh siapa saja dan dapat terjadi setiap saat seperti, Gempa bumi, banjir dan saat sekarang ini wabah pandemi Covid-19 yang menggemparkan semua Negara di dunia,memerlukan waktu yang sangat lama untuk kembali normal bagi perusahan-perusahan dalam menjalankan bisnisnya.
3. Risiko Sosial
Risiko sosial berkaitan dengan lingkungan sosial, dimana perusahaan BFI Financial beroperasi, Aspek sosial budaya seperti tingkat kesejahteraan, latar belakang budaya, dan pendidikan dapat menimbulkan risiko baik yang positif maupun negatif.
4. Risiko Oprasional BFI Finance
Risiko juga dapat bersumber dari kegiatan oprasional yang berkaitan dengan bagaimana cara mengelola perusahaan dengan baik dan benar,
dalam hal ini terkait kinerja karyawan yang merupakan asset berharga.58
D. PenyebabTerjadinya Risiko PembiayaanMurabahah Di Masa Pandemi Covid-19
Menurut pak Ardiansyah selaku head collection BFI Finance Cabang Mataram menyatakan, timbulnya risiko pada pembiayaan murabahah di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:
1. Risiko gagal bayar para konsumen atau debitur terhadap kewajibannya membayar di BFI Finance, sehingga menambah risk rank perusahaan.
2. Adanya kesalahan karyawan BFI Finance dari bagian AE (Account Eksekutif) dan CA (Credit Analis) menyurvei dan menganalisa kelayakan konsumen yang melakukan pengajuan pembiayaan murabahah baik dari segi karakter (character), kapasitas (capacity), pendapatan(capital), kondisi(condition),dan jaminan(collateral).
3. Berkaitan dengan aktivitas dan produktifitas kerja karyawan yang tidak tercapainya setiap targetkan yang telah ditentukan untuk setiap masing- masing karyawan yang berpengaruh terhadap profit perusahaan.59
Sedangkan menurut Ibu Dewi Ayu Mustika ada beberapa risiko
58I Wayan sidi Arta,Wawancara, Mataram, 4 Mei, 2021.
59Ardiansyah, Wawancara, Mataram, 10 Mei , 2021.
pembiayaanmurabahahdi BFI Finance di masa pandemi Covid-19 ini yaitu:
1. Tidak ada kepastian waktu berakhirnya pandemi Covid-19 membuat perusahaan BFI Finance melakukan segala aktivitas perusahaan dengan penuh kehati-hatian, baik dalam proses pembiayaan dana maupun dalam proses penagihan dana debitur pada pembiayaan murabahah
2. Karena pandemi Covid-19 sekarang ini tidak hanya memberikan dampak untuk perusahaan BFI Finance sendiri, tapi juga memberikan dampak terhadap usaha dan penghasilan debitur yang memenuhi kewajibannya di BFI Finance, sehingga banyak dari pembayaran kewajiban debitur yang macet.60
E. Kendala-Kendala Pengelolaan Manajemen Risiko di Masa Pandemi Covid-19 di PT. BFI Finance Syariah Cabang Mataram
Menurut Ibu Dewi Ayu Mustika ada bebarapa kendala-kendala pengelolaan manajemen risiko yang kita temukan diantaranya:
1. Kendala Proses Penjualan
PT. BFI Finance Syariah mendapatkan kesulitan dalam memenuhi target penjualan perusahaan, yang disebabkan pandemi virus Corona yang masih belum berakhir, virus ini mempersempit ruang gerak para karyawan marketing yang melakukan penjualan melalui interaksi langsung dengan calon debitur, dengan keadaan ini strategi penjualan yang semulanya dilakukan secaradirect sellingke masyararakat.
pandemi Covid-19 ini memaksa PT. BFI Finance menerapkan
60Dewi Ayu Mustika,Wawancara, Mataram, 10 Mei, 2021.
strategi penjualan melalui sosial selling dan follow update base konsumen yang sudah pernah ada melalui sms blast, dan cara ini dianggap kurang produktif bagi para marketing dibuktikannya menurunnya profit perusahaan dan sulitnya bagi karyawan mencapai target penjualan.
Hal ini sesuai hasil wawancara yang disampaikan oleh Ibu Fitri Yunita sebagai Marketing pembiayaan Murabahah, yang menyatakan:
Biasanya saya melakukan promosi di pasar-pasar dan di tempat keramain, karena kendala Covid-19 ini saya hanya bekerja melalui handphone dengan melakukan promosi di media sosial seperti, facebook, whatshap, instagram dan lain-lain, pland aktiviti kita hanya disosial media saja, berhubung tidak semua orang bermain media sosial seperti orang yang dikampung- kampung yang terbatas masalah teknologi, sehingga membuat saya susah mencapai mendapatkan target selama pandemi ini.61 2. Kendala Proses Survei
Karena pandemi virus Corona membatasi interaksi antara karyawan dengan calon debitur, sehingga karyawan yang melakukan survey sangat sulit menganalisa kelayakan calon debitur, apalagi dalam proses mengetahui karakter (character), kapasitas (capacity), pendapatan(capital), kondisi(condition), dan jaminan (collateral) calon debitur itu sendiri, sehingga keadaan seperti ini tidak heran banyaknya debitur yang macet.
Sesuai hasil wawancara dengan pak Alwi selaku surveyor menyatakan:
Yang terpenting dalam survey adalah melihat keadaan konsumen seperti apa, rumahnya seperti apa, usahanya apa, jika tidak bertemu langsung dan menyurvei secara detail, sangat sulit
61Fitri Yunita,Wawancara, Mataram, 30 Mei , 2021.
mengetahui konsumennya bagus atau tidak, dan dalam hal ini saya sangat hati-hati untuk menyetujui pengajuan konsumen, walaupun hati-hati juga konsumennya tetap juga ada yang macet pembayaran angsuranya.62
Peran survey dalam hal ini sangatlah penting karena berpengaruh terhadap kualitas debitur yang akan menjalin kerjasama bertahun-tahun dengan perusahaan. Sehingga kendala-kendala dalam proses survey ini menjadi sangat diperhatikan oleh para pimpinan PT. BFI Finance dengan menerapkan sistim cek nama debitur melalui pihak ke 3 yaitu PT. Pefindo Biro Kredit yang sudah menjalin kerjasama untuk dukungan data-data dalam penentuan skor kredit debitur yang mengajukan pembiayaan.
3. Proses Funding
Untuk menghindari risiko keamanan yang disebabkan oleh pandemi virus corana ini, PT. BFI Finance Syariah sudah mewajibkan transaksi Non tunai dengan debitur, hal ini bisa menjadi kendala dalam proses funding bagi debitur yang tidak memiliki rekening tabungan, sehingga tidak sedikit debitur membuka terlebih dalu buku tabungan ke bank-bank terdekat sebelum melakukan proses transaksi dengan PT. BFI Finance Syariah, hal ini terkesan menambah kerjaan dan kurang efisien bagi sebagian debitur.63
4. Proses Penagihan
Langkah-langkah penagihan yang dilakukan karyawan PT. BFI Finance cabang Mataram.
62 Alwi,Wawancara, Mataram, 30 Mei, 2021.
63Observasi, PT. BFI Finance Syariah Cabang Mataram, 1 juni, 2021
a. Melakukanpendekatankepadanasabahpembiayaan, b. Penagihan secara intensif
c. Eksekusi jaminan bagi nasabah yang pinjam dengan jaminan d. Jalur mediasi pengadilan
e. Reschedulling, memberikan keringanan kepada nasabah pembiayaan murabahahterkait jadwal pembayaran dan besarnya angsuran.
f. Reconditioning, persyaratan kembali
g. Penambahan pinjaman atau dana pada nasabah yang macet sebagai pemulihan usaha nasabah.
Sama hal dengan kendala-kendala yang sebelumnya, produktifitas penagihan terhadap debitur yang susah memenuhi kewajibanya kepada perusahaan BFI Finance sangat memberikan dampak buruk terhadap risk rank perusahaan yang merambat kepada risiko financial perusahaan, sehingga banyak karyawan yang dipotong tunjangannya, hingga tidak berlakunya hitungan insetif karyawan.
Adapun proses pembayaran angsuran konsumen sebelum masa pandemi Covid-19 bisa dibayarkan secara tunai dikantor BFI Finance langsung, dapat dilihat dari gambar 2 berikut:
Gambar2 di atas merupakan proses cara pembayaran angsuran oleh konsumen dan setelah pandemi Covid-19 semua serba online, ini menjadi kendala juga bagi konsumen. Di Masa Pandemi Covid-19 ini memberikan pengaruh terhadap penghasilan konsumen yang merasakan langsung dampak dari virus Corona. Sehingga bagi karyawan yang melakukan penagihan sangat sulit untuk mendapatkan target yang diharapkan dari konsumen, seperti yang dikatakan oleh pak Romy Hartawan selaku Karyawan bagian penagihan menyatakan:
Menangih dimasa pandemi Covid-19 ini sangatlah sulit karena keadaan sebagian konsumen sangat memprihatinkan terutama bagi konsumen yang pekerjaannya berdampak langsung dengan virus Corana seperti karyawan hotel, travel, pedagang kaki lima dan lain-lain. Hal ini sulit bagi kita untuk mencapai target yang ditentukan oleh leader.64
Kendati demikian untuk memaksimalkan proses penagihan dan memperbaiki keuangan perusahaan, pimpinan perusahaan melakukan perombakan posisi jabatan karyawan dengan mengurangi karyawan bagian marketing dengan menambah karyawan yang dibagian penagihan, bertujuan agar perusahaan lebih fokus menghimpun dana dari pada menyalurkan dana di masa pandemi yang tidak tahu waktunya berakhir.
64Romi Hartawan,Wawancara, Mataram, 15 Juni , 2021.
BAB III PEMBAHASAAN
Pada bab ini akan dibahas uraian sesuai dengan hasil penelitian, sehingga bab pembahasan ini akan menganalis hasil penelitian dengan teori yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. Data yang diperoleh baik melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi akan diidentifikasikan sesuai dengan tujuan penelitian yang diharapkan, dari hasil tersebut dikaitkan dengan kerangka teori dan dibahas sebagai berikut:
A. Analisis Manajemen Risiko pada PembiayaanMurabahahDi Masa Pandemi Covid-19 Di PT. BFI Finance Syariah Cabang Mataram.
Manajemen risiko dapat diaplikasikan untuk berbagi kegiatan baik di tempat kerja, dirumah ditempat rekreasi, tempat umum, kegiatan bisnis atau keperluan lainya, manajemen risiko dapat digunakan untuk menilai peralatan, instalasi pabrik, proses, sistem, atau benda yang ada disekitar kehidupan kita.65proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktifitas perusahaan. Manajemen risiko berfokus pada mengenali dengan pasti tetang risiko dan mengambil tindakan yang tepat terhadap risiko.Manajemen risiko ini bertujuan secara terus menerus menciptakan atau menimbang nilai maksimum kepada perusahaan.66
169.
65Soehatman Ramli,Manajemen Risiko…9
66Darmantodan Sri Wardaya, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta:Deepublish, 2016),
Manajemen risiko pada pembiayaan murabahahdi masa pandemi Covid-19 di PT. BFI Finance Syariah Cabang Mataram dianggap sesuatu yang sangatlah penting untuk kemajuan perusahaan yang ingin meminimalisir risiko-risiko yang diprediksi akan muncul, karena mengatur semua hal tentang risiko, sejatinya manusia itu sedang memenuhi panggilan Allah Swt agar menempatkan manajemen risiko dalam pertimbangan yang penting.Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Lukman ayat 34.
س ف ه ي ر د ث ا م و م ا ح ر ل ۡ ◌ٱ ي ف م ا م ل ع ي و ث ي غ ل ٱ ل ز ن ي و ة ع ا س ل ٱ م ل ع ه د ن ع ّﻞ ﻟ َ ◌ ٱ ن إ ٤ ٣ ر ي ب خ م ي ل ع ّﻞ ﻟ َ ◌ ٱ ن إ ت ى م ث ض ر أ ي أ ب س ف ه ي ر د ث ا م و ا د غ ب س ك ث ا ذ م ا
Artinya:Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui pasti apa akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal. (QS.
Lukman: 34).67
Dalam Al-Qur‟an surat Lukman ayat 34 di atas menyatakan bahwa, tiada seorangpun di alam semesta ini yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, sehingga dengan ajaran tersebut seluruh manusia diperintahkan untuk melakukan investasi sebagai bekal dunia dan akhirat. Serta diwajibkan berusaha agar kejadian yang tidak diharapkan, tidak berdampak pada kehancuran fatal terhadapnya (memitigasi risiko),68
67Depag,Al-Qur‟an Tajwid danTerjemahan,(Depok:Cahaya Qur‟an, 2008), 231.
68Sumanto dan Agus Edy,Solusi Berasuransi Lebih Indah dengan Syariah, (Bandung PT.
Karya Kita, 2009 ), 5.
Islam sangat menginginkan umatnya untuk mengantisipasi risiko dan menganjurkan untuk melaksanakan perencanaan agar lebih baik dimasa yang akan datang. Sebagaimana yang terlihat dalam Al-Qur‟an surat al-Hasyr ayat 18yaitu;
َ◌ ا َ ◌ ٕ ◌ إ َ ◌
اا ٞ ◌ و ت ا َ ◌ َ ◌ ٝ ◌ س ـ ُ ◌ َ ◌ت ٓ ◌ س ه َ ◌ا ٓ ◌ َ ◌ ػ ل ٗ ◌ َ ◌ ط ظ ٘ ◌ ت ٝ ◌ ُ ◌ َ ◌
اا ٞ ◌ و ت ا َ ◌ ا ٘ ◌ ٞ ◌ ٓ ◌ ا ء َ ◌
ي ص ُ ◌ اا ٜ ◌ ي ٔا ي َ ◌ َ ◌٨ ١ َ ◌ ٕ ◌ ٞ◌ ِ ◌ ٔ ◌ؼ ت َ ◌ا ٔ ◌ ت َ ◌ط ي ث ذ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman!Bertakwalah kepada Allah
Dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa apa yang kamu kerjakan”.(Q.S. al-Hasyr: 18)69
Pentingnya manajemen risiko juga sebagaiamana yang telah dikatakan oleh Ibu Dewi Ayu Mustika bahwa segala kegiatan perusahaan pasti memiliki risiko yang akan muncul, dan untuk menangani risiko-risiko tersebut, setiap perusahaan membuat manajemen risikonya untuk meminimalisir kerugian perusahaan masing-masing, dan BFI Finance Syariah merupakan salah satu perusahaan yang menganggap pentingnya manajemen risiko sebagai tata kelola perusahaan yang sehat, apalagi saat ini masa pandemi Covid-19 ada banyak perusahaan yang merasakan dampaknya jika tidak memiliki manajemen risiko yang baik.70
Pada penerapannya sendiri peneliti menilai PT. BFI Finance Syariah Cabang Mataram menerapkan manajemen risiko secara struktur dan
69Depag,Al-Qur‟an Tajwid danTerjemahan,(Depok:Cahaya Qur‟an, 2008).548.
70Dewi Ayu Mustika,Wawancara, Mataram, 20 Agustus, 2020.
konsisten melalui tahapan manajemen risiko pada umumnya, seperti:Identifikasi risiko, Pengukuran risiko, Penanganan risiko, Pemantauan risiko, dan Evaluasi, dan semuanya ini dikelola berdasarkan risiko yang muncul, dan peneliti sendiri bisa menemukan ada banyak risiko-risiko yang bisa terjadi pada pembiayaanmurabahah di PT. BFI Finance Syariah Cabang Mataram Di antaranya: Risiko financial, risiko alam, risiko sosial dan risiko keamanan.
Risiko yang dihadapi oleh suatu organisasi atau perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar, faktor dari luar misalnya berkaitan dengan financial, kebijakan pemerintah, tuntutan pasar, regulasi dan lainya.Risiko yang yang bersumber dari internal misalnya berkaitan dengan operasi, proses atau pekerja.Oleh karena itu, resiko dalam organisasi sangat beragam sesuai dengan sifat, lingkup, skala dan jenis kegiatannya.71
Jenis-jenis risiko pada manajemen risiko di BFI Finance Syariah Cabang Mataram Sendiri diantaranya:
1. Risiko Finansial
Banyak perusahaan yang mengalami pailit atau hancur karena masalah finansial yang tidak dikelola dengan baik, krisis moneter beberapa tahun yang lalu menimpa Negara-negara di Asia mengakibatkan ribuan perusahaan gulung tikar.Hutang dalam bentuk mata uang rupiah sehingga perusahaan tidak mampu menanggungnya.Risiko keuangan ini
71Soehatman Ramli,Manajemen Risiko…22
harus dikelola dengan baik.
Pada PT BFI Sendiri adanya piutang debitur yang macet menjadi risiko financial perusahaan, dengan beberapa alasan seperti yang dijelaskan oleh pak Ardianyah Risiko gagal bayar para konsumen terhadap kewajibannya membayar di BFI Finance menambah risk rank perusahaan, hal ini disebakan karena kesalahan karyawan BFI Finance dari bagian AE (Account Eksekutif) dan CA (Credit Analis) menyurvei dan menganalisa kelayakan konsumen yang melakukan pengajuan pembiayaan murabahah baik dari segi karakter (character), kapasitas (capacity), pendapatan(capital), kondisi(condition), dan jaminan (collateral)dari konsumen yang mengajukan pinjaman.72
2. Risiko Alam
Bencana alam merupakan risiko yang dihadapi oleh siapa saja dan dapat terjadi setiap saat seperti, Gempa bumi, banjir dan sekarang ini wabah pandemi Covid-19 yang menggemparkan semua negara di dunia,memerlukan waktu yang sangat lama untuk kembali normal bagi perusahan-perusahan dalam menjalankan bisnisnya. Pada risiko ini peneliti menganggap Pandemi Covid-19 merupakan salah satu contoh risiko alam yang berpengaruh terhadap kelangsungan aktivitas perusahaan BFI Finance Syariah dalam pembiayaan murabahah, karena pada masa ini merubah segala bentuk proses kerja karyawan BFI Finance Syariah sehingga memberikan pengaruh terhadap profit perusahan yang
72Ardiansyah, Wawancara, Mataram, 10 Mei , 2021.
kian menurun dan risk rank yang meningkat.
Pendemi Covid-19 ini juga tidak hanya sesuatu risiko bagi perusahaan saja, melainkan risiko juga bagi penghasilan debitur yang ingin memenuhi kewajibanya di PT. BFI Finance Syariah. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Romi hartawan bahwa pandemi Covid-19 ini sangatlah sulit karena keadaan sebagian konsumen sangat memprihatinkan terutama bagi konsumen yang pekerjaannya berdampak langsung dengan virus Corana seperti karyawan hotel, travel, pedagang kaki lima dan lain-lain. Hal ini sulit bagi kita untuk mencapai target yang ditentukan oleh leader.73
3. Risiko Oprasional BFI Finance
Risiko juga dapat bersumber dari kegiatan oprasional yang berkaitan dengan bagaimana cara mengelola perusahaan dengan baik dan benar.Perusahaan dengan sistem manajemen yang kurang baik, mengandung risiko untuk mengalami kerugian. Risiko oprasional suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lainya sesuai dengan jenis, bentuk, dan skala bisnisnya masing-masing. Termasuk risiko oprasional antara lain:
a. Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan merupakan asset berharga dan menentukan dalam operasi perusahaan.Disaat perusahaan memutuskan untuk menerima seseorang bekerja pada dasarnya perusahaan telah mengambil risiko
73Romi Hartawan,Wawancara, Mataram, 15 Juni , 2021.