• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

4. Pengaruh pembayaran bunga utang terhadap pertumbuhan

Dalam pembuktian hipotesis penelitian menggunakan uji t, dari tabel ditemukan nilai koefisien regresi variabel belanja pegawai sebesar -0,03501485 serta nilai probability sebesar 0,0000. Nilai probability pada variabel Belanja Pegawai memiliki nilai lebih kecil dari tingkat signifikansi a=5% (0,0000 <

0,05) yang menunjukkan bahwa variabel Pembayaran Bunga Utang berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi.

Dari segi pengaruh, terlihat bahwa Pembayaran Bunga Utang berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, yang dapat diartikan bahwa semakin rendah atau tingginya Belanja akan memengaruhi jumlah nilai Pertumbuhan Ekonomi.

Utang yang dilakukan pemerintah dalam membiayai belanja pemerintah secara teori dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baik dari sesi permintaan maupun dari sisi penawaran, namun utang pemerintah juga dapat menimbulkan beban utang dan bunga utang yang akan membebani anggaran pemerintah dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan.

Dalam penelitian ini pembayaran bunga utang berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia namun signifikan. Artinya, jika pertumbuhan utang naik akan menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi sebaliknya jika pertumbuhan utang menurun akan menaikkan pertumbuhan ekonomi.

M Todaro (1998) berpendapat bahwa akumulasi utang luar negeri (External debt) merupakan suatu gejala umum yang wajar. Rendahnya tabungan dalam negeri tidak memungkinkan dilakukannya investasi secara memadai, sehingga pemerintah negara-negara berkembang harus menarik dana pinjaman dan investasi dari luar negeri. Bantuan luar negeri dapat memainkan peranan yang sangat penting dalam usaha negara yang bersangkutan guna mengurangi kendala utamanya yang berupa kekurangan devisa, seta untuk mempertinggi tingkat pertumbuhan ekonominya.

Menurut Arthur M. Diamonf Jr (2005) dan Julie A Nelson (2011) utang luar negeri dampak menimbulkan dampak positif dan negatif pada suatu negara. Utang luar negeri berdampak positif terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan tabungan masyarakat

Pada sisi lain, utang dapat berdampak negatif. Antara lain dapat memicu krisis ekonomin yang makin lama makin meluas dan mendalam. Pemerintah akan terbebani dengan pembayaran utang tersebut sehingga hanya sedikit dari APBN yang digunakan untuk pembangunan, cicilan bunga yang makin memberatkan perekonomian nasional di Indoneisa. Selain itu dalam jangka panjang utang luar negeri dapat menimbulkan berbagai macam persoalan ekonomi negara Indonesia. Salah satunya dapat menyebabkan nilai tukar rupiah jatuh, inflasi, dan mengakibatkan ketergantungan terhadap utang dan kepentingan negara krediturnya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A KESIMPULAN

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh Belanja Pemerintah Pusat yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Belanja Modal, dan Pembayaran Bunga Utang terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Beberapa ketidakkonsistenan di pelbagai negara memicu peneliti untuk melakukan penelitian ini. Dengan menggunakan data Time Series selama 33 tahun mulai dari tahun 1990 sampai dengan 2022 di Indonesia.

Penelitian ini membuktikan bahwasanya belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal masing-masing tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi memiliki pengaruh yang signifikan jika ketiganya digabungkan. Pembayaran bunga utang memiliki pengaruh yang signifikan, tetapi berhubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini bisa saja memungkinkan baik karena adanya kebocoran maupun penyimpangan, penyelewengan, dan penyalahgunaan dana dalam merealisasikannya untuk menumbuhkan perekonomian.

B. SARAN

Penulis menyadari bahwa dalam melakukan penelitian harus selalu dilakukan penyempurnaan secara terus-menerus. Berdasarkan hasil analisis ini, penulis hanya dapat mengidentifikasi pengaruh Belanja Pemerintah Pusat dan Pembayaran Bunga Utang sampai pada tahun 2022. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar dilakukan penelitian lanjutan mengenai masalah ini pada masa yang akan datang.

Berdasarkan data dan informasi yang telah didapat, penulis hendak memberikan saran-saran kepada pihak-pihak yang terkait dengan tujuan untuk menambah informasi dan wawasan sebagai berikut ini.

1. Hendaknya pemerintah pusat memperhatikan setiap belanja yang dilakukan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Diharapkan dengan perhatian yang serius, belanja-belanja tersebut dapat ditingkatkan karena memiliki peranan yang penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

2. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga merata. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur harus memperhatikan pemerataan dengan tetap berpegang pada prinsip pengadaan barang/jasa yang relevan.

DAFTAR PUSTAKA

Abimayu, A., & Laut, L. T. (2022). Analisis Pengaruh Investasi Asing, Ekspor Dan Pembayaran Utang Publik Terhadap Produk Domestik Bruto Di Indonesia Tahun 1986-2019. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(1), 181-200.

Adi, P. H. (2006). Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Belanja Pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah. Dalam Simposium Nasional Akuntansi IX Padang.

Anasmen. (2009). Pengaruh Belanja Modal Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sumatera Barat: 2000—2006. Tesis. Depok: Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia.

Aschauer, David A. (1989). Is Public Expenditure Productive? Journal of Monetary Economics

Bachtiar, H. F., Sofilda, E., & Kusumastuti, S. Y. (2016, April). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Belanja Pemerintah Pusat, Pembayaran Bunga Utang, dan Subsidi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 1999- 2013. In Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan.

Barro, R. J. (1996). Inflation and Growth. Review, 78 BPS. (2019). http://data.bps.go.id

Boediono. (1992). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPPE.

Boediono (2010). Ekonomi Indonesia Mau ke Mana?, Kumpulan Esai Ekonomi, Edisi Ketiga, Jakarta, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Bose, Niloy, Emranul Haque, and Denise R. Osborn. (2007). Public Expenditureand Economic Growth: A Disaggrated Analysis for Developing Countries, Manchester School.

Devarajan, Shantayanan, Vinaya Swaroop, adn Heng-fu Zou. (1996). The Composition of Public Expenditure and Economic Growth, journal Monetary Economics

Doessel, D. P., & Valadkhani, A. (1998). Economic Development and Institutional Factors Affecting Income Distribution: the Case of Iran, 1967

—1993. International Journal of Social Economics, 25(2/3/4), 410— 423

Fatimah, S., & Hasbullah, Y. (2020). Analisis Pengaruh Belanja Daerah Terhadap Pertumbuhan Product Domestic Regional Brutto (PDRB) Di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2016-2019. Journal of Economics and Business, 6(2), 1-27.

Halim, A. (2008) Analisis Investasi (Belanja Modal) Sektor Publik – Pemerintah Daerah. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

Kriswanti, L. S., & Faridatussalam, S. R. (2022). Analisis Kebijakan Moneter Dan Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 1990- 2019 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Muhammad, A. S. (2021). Pengaruh Utang Luar Negeri Dan Penanaman Modal Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perspektif Ekonomi Islam Periode 2010-2019 (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Pellu, A. (2019). Utang Luar Negeri; Paradoks Pembangunan Ekonomi Indonesia. AMAL: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(01).

Perdana, M. N. A., & Sugiyanto, F. X. (2021). Analisis Fenomena Defisit Anggaran dan Defisit Transaksi Berjalan Di Indonesia (1990- 2019). Diponegoro Journal of Economics, 10(1).

Setiawan, B. A. (2020). Analisis Pengaruh Penerimaan Pajak, Pembiayaan Anggaran dan Belanja Negara Terhadap Peningkatan Utang Negara (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Sularso, H. & Restianto, Y. E. (2012) Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Alokasi Belanja Modal dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Media Riset Akuntansi, 1(2).

Wulandari, R., Sugianto, S., & Aminda, R. S. (2022). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Utang Luar Negeri di Indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 3(01), 57-68.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

Tahun Pegawai Barang Modal Pembayaran Bunga

Utang Pertumbuhan

Ekonomi

1990 6,9 1,7 0,0 6,0 7,24%

1991 7,7 2,2 0,0 6,6 6,95%

1992 9,1 2,4 0,0 9,8 6,46%

1993 10,8 2,9 0,0 6,1 6,50%

1994 13,0 3,7 0,0 7,1 7,54%

1995 15,3 4,7 0,0 7,1 8,22%

1996 18,2 6,5 0,0 7,8 7,82%

1997 21,1 8,8 0,0 7,5 4,70%

1998 24,7 11,4 0,0 46,0 -13,13%

1999 33,5 11,0 0,0 37,5 0,99%

2000 29,9 9,0 0,0 53,3 4,92%

2001 38,2 9,9 0,0 89,5 3,64%

2002 42,1 13,8 0,0 91,5 4,50%

2003 50,4 16,1 0,0 72,1 4,78%

2004 54,2 16,7 0,0 63,5 5,03%

2005 61,1 42,3 54,7 60,9 5,69%

2006 79,0 55,9 69,7 82,4 5,50%

2007 92,8 65,2 75,0 83,5 6,35%

2008 123,5 67,4 79,1 94,7 6,01%

2009 133,7 85,4 73,3 109,5 4,63%

2010 162,4 110,6 88,0 105,6 6,22%

2011 182,8 142,8 140,9 106,5 6,17%

2012 212,2 162,0 176,0 117,7 6,03%

2013 232,9 206,5 192,6 112,5 5,56%

2014 258,4 195,2 160,7 135,4 5,02%

2015 299,2 259,6 252,8 155,7 4,79%

2016 342,4 304,2 206,5 191,2 5,02%

2017 343,6 296,2 224,6 219,1 5,07%

2018 365,6 340,1 203,8 238,6 5,17%

2019 381,3 355,6 179,3 275,9 5,02%

2020 403,7 273,2 137,4 338,8 -2,07%

2021 421,1 362,5 246,8 373,3 3,70%

2022 426,5 339,7 199,2 405,9 5,31%

LAMPIRAN 2 SUMMARY OUTPUT

Regression Statistics

Multiple R 0,865023271

R Square 0,74826526

Adjusted R Square 0,712303154

Standard Error 0,019933567

Observations 33

LAMPIRAN 3

ANOVA

df SS MS F Significance F

Regression 4 0,033070482 0,00826762 20,80704798 0,00000004710 Residual 28 0,011125719 0,000397347

Total 32 0,044196201

LAMPIRAN 4

Coefficients Standard

Error t Stat P-value Intercept 0,052053824 0,006319383 8,2372 0,0000 Pegawai -0,000231372 0,035615081 -0,0065 0,9949 Barang 0,014334116 0,012674657 1,1309 0,2677 Modal 0,004757818 0,016220797 0,2933 0,7714 Pembayaran Bunga

Utang -0,03501485 0,003886986 -9,0082 0,0000

Normal Probability Plot

0,1 0

0 20 40 60 80 100 120

-0,1 -0,2

Sample Percentile

LAMPIRAN 5

LAMPIRAN 6

Pegawai Barang Modal Pembayaran

Bunga Utang

Pegawai 1

Barang 0,163499428 1

Modal 0,075198272 0,217966375 1

Pembayaran Bunga

Utang 0,023607168 0,005131198 -0,051391036 1

Tolerance = 1 -r2 VIF = 1/tolerance

R r^2 Tolerance VIF

rx1x2 0,1635 0,0267 0,9733 1,0275

rx1x3 0,0752 0,0057 0,9943 1,0057

rx1x4 0,0236 0,0006 0,9994 1,0006

rx2x3 0,2180 0,0475 0,9525 1,0499

rx2x4 0,0051 0,0000 1,0000 1,0000

rx3x4 -0,0514 0,0026 0,9974 1,0026

Pertumbuhan Ekonomi

Dokumen terkait