• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.8 Pengembangan Hipotesiss

Gambar 2. 1 Kerangka Konseptual Sumber: Data dioleh oleh penulis (2022)

yaitu bentuk dari simpangan pada proses penyusunan laporan keuangan, memepengaruhi peningkatan keuntungan yang muncul pada laporan keuangan manajemen laba memengaruhi peringat obligasi korporasi, dan manajer berharap untuk dapat peringat obligasi yang bagus dari lembaga pemeringkatan dengan mempengaruhi tingkat profitabilitas sudah dilaporkan. Keuntungan perusahaan bisa tercerminkan kinerja perusahaan saat ini. Keuntungan yang tinggi tentu saja menguntungkan bagi perusahaan dan investor. Dengan cara ini, manajemen perusahaan tentu saja akan berusaha untuk memaksimalkan keuntungan.

Teori signal Menurut Watts (2003), teori sinyal merupakan teori yang mengklaim bahwa eksekutif perusahaan mempunyai info yang bagus tentang perusahaan mereka dan menyampaikan info ini investor sehingga harga saham perusahaan naik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teori sinyal merupakan isyarat atau sinyal yang diberikan perusahaan untuk memberikan informasi untuk dipakai pihak luar dalam mengambil keputusan.

Teori signal disini dijelaskan yaitu coporate mempunyai kepentingan memberikan info tentang keuangan perusahaan pada pihak luar. Untuk mengetahui prospek perusahaan masa depannya lebih bagus daripada perusahaan lain, adalah investor dan kreditur melindungi dirinya yaitu membebankan harga murah pada perusahaannya. Perusahaan bisa menaikkan harga yaitu dengan menggunakan cara mengurangi asimetri

informasi. Untuk mengurangi asimetri informasi yaitu dengan cara memberi signal pada orang asing.

Kejadian ini sejalan dengan temuan Wahyudi dan Dwiyanto (2014) yang berpendapat bahwa manajemen laba mempunyai dampak besar terhadap peringkat obligasi. Secara khusus, penelitian mereka menunjukkan bahwa manajer yang terlibat dalam praktik manajemen laba memiliki kemampuan untuk mempengaruhi peringkat yang diberikan pada obligasi oleh lembaga pemeringkat. pada penelitian Andriyani dkk. (2016) menjelaskan variabel manajemen laba terdapat pengaruh positif pada peringkat obligasi. Andriyani dkk. (2016) memberikan kesimpulan yaitu semakin tinggi manajemen laba dilakukan perusahaan tersebut semakin bagus, Ismatuddini dkk. (2023) menyatakan bahwasannya manajemen laba berpengaruh signifikan pada peringkat obligasi. Teliti dan perkuat pada teori yang sudah ada dan kemudian hipotesis pertama adalah:

H1: Diduga Manajemen laba berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi.

2. Konservatisme Akuntansi

Konservatisme yaitu respons kehati-hatian terhadap ketidak pastian, mencoba memastikan dalam resiko dan ketidak pastian dalam perusahaan sudah dipertimbangkan (Savitri, 2016). Dengan sederhana, Prinsip ini juga bisa disebut selaku prinsip kehati-hatian pada akuntansi, mengarah pada pengakuan kerugian yang terlalu cepat dan pengakuan keuntungan yang

terlambat. Pendapatan entitas hanya diakui setelah realisasi pendapatan yang sebenarnya. Karena penerapan prinsip ini, penilaian aset dan laba dilaporkan dalam laporan keuangan dapat diremehkan. karena penilaian laba dan aset rendah, konservatisme akuntansi akan mengurangkan biaya keagenan dalam bentuk deviden atau bonus, memungkinkan perusahaan mempunyai banyak uang tunai untuk menuhi kewajiban janga panjang.

Dalam penelitian Spence (1973), menjelaskan bahwasannya perusahaan menyampaikan isyarat atau sinyal berupa informasi yang relevan dan bisa dipakai oleh pihak luar untuk mengambil keputusan.

Teori signal disini dijelaskan yaitu kenapa coporate mempunyai kepentingan memberi info tentang keuangan perusahaan pada pihak luar.

Jika perusahaan semakin konservatif diberlakukan perusahaan maka semakin baik peringkat obligasi didapatkan oleh lembaga pemeringkatan obligasi. peringkat yang baik maka akan menrik pihal luar dalam berinvestasi pada perusahaan tersebut.

Peristiwa ini sesuai pada penelitian dilakukan Latif (2013) mengatakan bahwasannya penggunaan prinsip konservasitme akuntansi terpengaruh positif pada peringkat obligasi. Mengartikan bahwasannya semakin naik tingkatmkonservatismeeakuntansi sudah melaksanakan, Maka semakinmbagus peringkatoobligasi diperoleh karenakan konservatisme akuntansi. Untuk berukurangnya biayaaagensi yang berbentuk deviden serta bonus berdampak perusahaan mempunyai kas cukup untuk membayar kewajiban jangka panjang. Oleh sebab itu,

berdasarkan penelitian terdaulu juga diperkuat pada teori sudah ada maka hipotesis kedua yaitu:

H2: Diduga konstervasime akuntansi berpengaruh signfikan terhadap peringkat obligasi

3. Jaminan

Jaminan berada pada obligasi bisa memikat investor berinvestasi.

Tindakan ini bisa meyakinkan investor ketika coporate mengalami gagal bayar obligasi (Andriyani dan Darmawati, 2016). Jaminan obligasi bisa berbentuk guarantor dan aset perusahaan. Pembayaran bunga dan utama obligasi yang dijamin corporate merupakan aset paling likuid. Investor cenderung memilih obligasi berjaminan dikarenakan menawarkan risiko kecil serta mempunyai peringkat bagus dibanding obligasi tanpa jaminan

Teori signal oleh Spence (1973), menjelaskan bahwasannya coporate menyampaikan sinyal berupa isyarat berupa info relevan dan bisa dipakai oleh pihak luar untuk mengambil keputusan. Menurut Watts (2003), teori sinyal merupakan teori yang mengklaim bahwa eksekutif perusahaan mempunyai info yang bagus tentang perusahaan mereka dan menyampaikan info ini investor sehingga harga saham perusahaan baik.

Dengan adanya jaminan sebagai penyelamat terkait situasi ekonomi global tidak menentu yang dimana sewaktu-waktu bisa mengancam kondisi keuangan coporate (Natalia dan Elizabeth, 2018). Pada situasi fluktuaktif, nilai dolar terus meningkat, berbagai prediksi ketidakstabilan ekonomi muncul. Untuk mengatasi ini, perusahaan harus menyusun

strategi modal dari investor dengan aset sebagai jaminan. Namun, pada konteks ekonomi saat ini, penggunaan obligasi selaku sumber modal corporate kurang signifikan, sehingga keberadaan aset jaminan tidak memberikan dampak besar.

Peristiwa ini sejalan pada penelitian (Andriyani dan Darmawati, 2016) dan (Hidayat dan Kosim, 2018), Aji dkk. (2019), dan (Natalia dan Megawati Elizabeth, 2018) menyatakan bahwasannya variabel jaminan berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi. jika semakin tinggi nilai aset dijamin pada penerbitan obligasi maka peringkat baik. Obligasi mempunyai peringkat bagus dan tentunya aset yang menjamin tentunya memberi rasa aman bagi investor menanamkan modal pada obligasi tersebut. Penjaminn mempunyai dampak positif pada peringkat obligasi, obligasi yang dikeluarkan pada jaminan akan memengaruhi peringkat coporate dalam melunasi utang sesuai kontrak obligasi. Oleh karena itu, bedasarkan penelitiannterdahulu juga diperkuattpada hipotesis ketiga yaitu:

H3: Diduga Jaminan berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi

Gambar 2. 2 Model Penelitian Sumber: Data diolah peneliti, 2022

Peringkat Obligasi (Y) Manajemen Laba (X1)

Konservatisme Akuntannsi (X2)

Jaminan (X3)

H1

H2

H3

58

Dokumen terkait