• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Kecerdasan Integratif

Dalam dokumen spiritual leadership (Halaman 114-118)

Sebelum menguraikan makna kecerdasan integratif, terlebih dahulu penulis uraikan tentang makna kecerdasan.

Kecerdasan (dalam bahasa inggris disebut intelligence dan bahasa Arab disebut al-dzak’). Secara Bahasa, kecerdasan adalah pemahaman, kecepatan, dan kesempurnaan sesuatu. Dengan kata lain, kecerdasan adalah kemampuan (al-qudrab) dalam memahami sesuatu secara cepat dan sempurna. Begitu cepat penangkapannya itu sehingga Ibnu Sina, seorang psikolog falsafi, menyebut kecerdasan sebagai kekuatan intuitif.186

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2010), mengartikan kecerdasan sebagai perihal cerdas (sebagai kata benda), atau kesempurnaan perkembangan akal budi (seperti kepandaian dan ketajaman fikiran). Para ahli psikologis mengartikan kecerdasan sebagai keseluruhan kemampuan individu untuk memperoleh pengetahuan, menguasai dan mempraktekkannya dalam pemecahan suatu masalah.187 Misalnya, Binet seorang psikologis

186 Abdul Mujib, Nuansa-Nuansa Psikologi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), 317

187 Yani, Fitri. Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual terhadap Pemahaman Akuntansi. Jurnal Akuntansi Pendidikan. Universitas Riau, 2011, 53.

Prancis, mengatakan bahwa kecerdasan adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahan suatu tujuan untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan untuk untuk bersikap kritis terhadap diri sendiri.188 Gardner seorang Psikologis Amerika mengatakan bahwa kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu aturan yang bermacam-macam dan situasinya yang nyata.189

J.P chaplin merumuskan tiga definisi kecerdasan, yaitu: (1) kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru dengan cepat dan efektif; (2) Kemampuan menggunakan konsep abstrak secara efektif yang meliputi empat unsur seperti memahami, berpendapat, mengontrol, dan mengkritik; (3) kemampuan memahami pertalian-pertalian dan belajar dengan cepat sekali.

Dengan demikian, dari beberapa pengertian di atas kecerdasan dapat diartikan sebagai kesempurnaan akal budi seseorang yang diwujudkan dalam suatu kemampuan untuk memperoleh kecakapan-kecakapan tertentu dan untuk memecahkan suatu persoalan atau masalah dalam kehidupan secara nyata dan tepat.

Sementara itu, berkaitan dengan definisi kecerdasan integratif.

Pada mulanya, kecerdasan hanya berkaitan dengan kemampuan struktur akal dalam menangkap gejala sesuatu, sehingga kecerdasan hanya bersentuhan dengan aspek-aspek kognitif. Namun pada perkembangan berikutnya, disadari bahwa kehidupan manusia bukan semata-mata memenuhi struktur akal, melainkan terdapat struktur kalbu yang perlu mendapat tempat tersendiri untuk menumbuhkan aspek-aspek afektif, seperti kehidupan emosional, moral, spiritual, dan agama. Karena itu, jenis-jenis kecerdasan pada

188 Lesmana, F.B. Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kepercayaan Diri terhadap Pemahaman Akuntansi. Tidak diterbitkan. Jember. Fakultas Ekonomi Universitas Jember, 2010, 31.

189 Yani, Fitri. Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual Terhadap Pemahaman Akuntansi. Jurnal Akuntansi Pendidikan, 61.

diri sesesorang sangat beragam seiring dengan kemampuan atau potensi yang ada pada dirinya.190

Kecerdasan-kecerdasan yang dimiliki manusia pada dasarnya merupkan produk dari otak. Seperti kecerdasan rasional-logis atau IQ (Intelligence Quotient), berpusat pada otak kiri. Kecerdasan emosional, EQ (Emotional Quotient) berpusat pada otak kanan, dan kecerdasan spiritual (Spiritual Qoutient), bepusat pada jaringan sel saraf otak antar keduanya, yakni pada lobus temporal. IQ terletak pada dimensi fisik. EQ terletak pada dimensi emosional. SQ, terletak pada dimensi spiritual. IQ Berada pada dimensi Islam, EQ terletak pada dimensi iman, dan SQ terletak pada dimensi ihsan. Dengan kata lain, IQ dibimbing oleh Islam, EQ dibimbing oleh iman dan SQ dibimbing melalui ihsan.191 Jika ketiga fungsi otak berfungsi dengan baik, maka akan melahirkan kecerdasan integratif manusia yang paripurna atau insan kamil. Membangun kecerdasan integratif merupakan proses optimalisasi pemaduan, penyelarasan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.

IQ, EQ, dan SQ, adalah kekuatan kecerdasan dalam diri manusia yang semuanya berpusat pada otak, memiliki orientasi dan fungsi yang berbeda, namun ketiganya dapat bekerja sama dengan baik. IQ yang berpusat pada otak kiri melahirkan kecerdasan rasional-logis. Kecerdasan ini lebih berorientasi pada kemampuan intelektual seseorang. EQ atau Kecerdasan emosional berpusat pada otak kanan yang melahirkan kecerdasan emosional-intuitif-etis, yaitu kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain dengan tindakan konstruktif dalam mempromosikan kerja sama sebagai tim yang mengacu pada produktivitas dan bukan pada konflik. Menurut Dameria, seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional yang

190 Abdul Mujib, Nuansa-Nuansa Psikologi, 318-319.

191 Agustian, Ary Ginanjar, Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power, Sebuah Inner Journey Melalui Al-Ihsan (Jakarta: Penerbit Arga, 2003), 46-47.

baik akan dapat dikenali melalui lima komponen dasar sebagai berikut: self-awareness (pengenalan diri), self-regulation (penguasaan diri), self-motivation (motivasi diri), empathy (empati), dan effective relationship (hubungan yang efektif). Jadi, orang yang mempunyai kemampuan intelegensia emosional yang tinggi mempunyai tujuan yang konstruktif dalam pikirannya. SQ atau Kecerdasan Spiritual berpusat pada jaringan antar keduanya melahirkan spiritual-unitif- transenden, dengan kekuatan ini manusia memungkinkan menemukan makna-makna dibalik seluruh pengalaman hidupnya. Kecerdasan ini dapat dipakai untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan manusia dalam mengungkap misteri dirinya. Hidup yang lebih bermakna akan senantiasa melingkupi orang-orang yang mengembangkan kemampuan SQ-nya secara optimal.192 Sementara itu, Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri menyatakan IQ adalah kemampuan seseorang dalam berpikir untuk menguasai lingkungannya secara maksimal dan terarah. Kecerdasan ini pada umumnya terkait dengan logika. EQ adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, mengendalikan, dan menata perasaannya, serta memahami perasaan orang lain secara mendalam ketika berinteraksi dengan orang lain. Orang yang cerdas secara emosional akan memiliki kesadaran tentang perasaan diri sendiri dan juga perasaan orang lain, memberi rasa empati, kasih sayang, motivasi, dan kemampuan untuk menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat. SQ adalah kecerdasan seseorang dalam memahami dan mengikatkan diri pada nilai-nilai kebenaran yang berlaku tanpa batas waktu. Kecerdasan ini terkait dengan kejiwaan dan digunakan untuk membedakan baik dan buruk, benar dan salah, serta pemahaman terhadap standar moral.193

192 Siti Mahmudah, Mengembangkan Kecerdasan Integratif (Catatan Bagi Upaya Pengembangan Kecerdasan Manusia), Nitro Pdf Profesional, 148.

193 Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, Pendidikan Karakter:

Mengembangkan Karakter Anak yang Islami (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), 62-63.

Dalam dokumen spiritual leadership (Halaman 114-118)

Dokumen terkait