• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Media

Dalam dokumen MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INDUSTRI 4.0 (Halaman 35-39)

MEDIA PEMBELAJARAN

A. Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa Latin sebagai bentuk jamak dari medium. Batasan mengenai pengertian media sangat luas, namun kita membatasi pada media pendidikan saja yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’, atau ’pengantar’.

Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

AECT (Association of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator, dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar, yaitu siswa dan isi pelajaran. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran.1

Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran.2

Sementara itu Gerlach dan Ely dalam Aryad mengatakan bahwa

1 Arsyad Azhar, Media Pembelajaran… h. 3. Dan lihat juga Arief S. Sadiman dkk., MEDIA PENDIDIKAN Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta: CV. Rajawali, 1990), h.7

2 Robertus Angkowo dan A. Kosasih, Optimalisasi Media Pembelajaran (Jakarta:

PT.Grasindo,2007), h. 12.

Pengembangan Media Pembelajaran media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau

kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media.3

Istilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal dengan istilah audio visual aids(alat bantu pandang/dengar).

Selanjutnya disebut instructional materials (materi pembelajaran), dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikannasional adalah instructional media (media pendidikan atau media pembelajaran).

Dalamperkembangannya, sekarang muncul istilah e-Learning. Huruf “e”

merupakan singkatan dari“elektronik”. Artinya media pembelajaran berupa alat elektronik, meliputi CD MultimediaInteraktif sebagai bahan ajar offline dan Web sebagai bahan ajar online.

Menurut Anderson (1987) yang dikutip Bambang Warsita. Media dapat dibagai dalam dua kategori, yaitu alat bantu pembelajaran (instructional aids) dan media pembelajaran (instructional media). Alat bantu pembelajaran atau alat untuk membantu guru (pendidik) dalam memperjelas materi (pesan) yang akan disampaikan. Oleh karena itu alat bantu pembelajaran disebut juga alat bantu mengajar (teaching aids). Misalnya OHP/OHT, film bingkai (slide) foto, peta, poster, grafik, flip chart, model benda sebenarnya dan sampai kepada lingkungan belajar yang dimanfaatkan untuk memperjelas materi pembelajaran.4

Hal ini sejalan dengan Heinich, beliau berpendapat bahwa media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata " medium" yang secara harfiah berarti

"perantara" yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerimaan pesan (a receiver).

Heinich mencontohkan media ini seperti film, televisi, diagram, bahan bercetak (printed materials), komputer, dan instruktur. Cntoh media tersebut bisa dipertimbangkan sebagai media pembelajaran jika membawa pesan-pesan (messages) dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Heinich juga mengaitkan hubungan antara media dengan pesan dan metode (methods).5 Sedangkan Miarso berpendapat bahwa media yaitu segala sesuatu yang dapat

3 Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: CV. Rajawali Press, 2011), h. 3.

4 Warsita, Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya … h. 210-211.

5 Heinich, R. Dkk, Instructional Media and the new technologies of instruction (New York:

Memillan Publishong, 1993), h. 23.

Pengembangan Media Pembelajaran digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiriran,

perasaan, perhatian, dan kemuan siswa untuk belajar.6

Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Istilah mediadi sini dilihat dari segi penggunaan, serta faedah dan fungsi khusus dalam kegiatan/proses belajar mengajar, maka yang digunakan adalah media pembelajaran. Media pembelajaran adalah semua alat(bantu) atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini anak didik ataupun warga belajar).

Pesan (informasi) yang disampaikan melalui media, dalam bentuk isi atau materi pengajaran itu harus dapat diterima oleh penerima pesan (anakdidik), dengan menggunakan salah satu ataupun gabungan beberapa alat indera mereka. Bahkan lebih baik lagi bila seluruh alat indera yang dimiliki mampu dapat menerima isi pesan yang disampaikan.7

Menurut Rudi Brets dalam buku Media Pembelajaran (2008 : 52) membagi media berdasarkan indera yang terlibat yaitu :

1. Media audio

Media audio yaitu media yang hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata. Dilihat dari sifat pesan yang diterimanya media audio ini menerima pesan verbal dan non-verbal. Pesan verbal audio yakni bahasalisan atau kata-kata, dan pesan non-verbal audio adalah seperti bunyi-bunyian dan vokalisasi, seperti gerutuan, gumam, musik, dan lain-lain.

2. Media visual Media visual yaitu media yang hanya melibatkan

6 Miarso,Yusufhadi (1989). Teknologi Pendidikan,Jakarta:PusatAntar Universitas, Untuk Pengembangan Peningkatan AktivitasInstruksional, Proyek Pengembangan Pusat Fasilitas Bersama, Antar Universitas! IDC (Bank Dunia XVII). Ditjen Dikti Depdikbud.

7 Latuheru,John D, Media Pembelajaran (Jakarta:CV:Rajawali, 1988), h. 13.

Pengembangan Media Pembelajaran indera penglihatan. termasuk dalam jenis media ini adalah media

cetak-verbal, media cetak-grafis, dan media visual non-cetak.

Pertama,media visual-verbal adalah media visual yang memuat pesan verbal (pesan linguistikberbentuk tulisan). Kedua, media visual non-verbal-grafis adalah media visual yang memuat pesan non-verbal yakni berupa simbol-simbol visual atau unsur-unsur grafis, seperti gambar (sketsa, lukisan dan foto), grafik, diagram, bagan, dan peta. Ketiga, media visual non-verbal tiga dimensi adalah media visual yang memiliki tiga dimensi, berupa model, seperti miniatur, mock up, specimen, dan diorama.

3. Media audio visual

Media audio visual yaitu media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam suatu proses. Sifat pesan yang dapat disalurkan melalui media dapat berupa pesan verbal dan non-verbal yang terdengar layaknya media visual juga pesan verbal yang terdengar layaknya media audio diatas. Pesan visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program audio visual seperti film dokumenter, film drama, dan lain- lain.8

Selain itu, Jerold Kemp dan Diane K. Dayton mengemukakan klasifikasi jenis media sebagai berikut :

a. print media

b . media display (displayed media) c . overhead transparancy

d . sound recording

e . sound slides and film strips f . multi- image presentation g . video and movies

h . computer-based learning (computer based learning).9

Maksud dari Jerold Kemp dan Diane K. Dayton di atas mengenai klasifikasi jenis media sebagai berikut:

a.media cetak

b.media yang dipamerkan (displayed media)

8 Rusdi Susilana & Cepi Riyana, Media Pembelajaran Hakikat Pengembangan, Pemamfaatan dan Penilaian (Bandung: Wacana Prima, 2008), h. 4.

9 Kemp,J.E.& Dayton,D.K., Planning and Producing Instructional Media 5 thed (New York : Harper & Row Publisher, 1985), h. 13.

Pengembangan Media Pembelajaran c.overhead transparancy

d.rekaman suara

e.slide suara dan film strip f.presentasi multi gambar g.video dan film

h.pembelajaran berbasis komputer (computer based learning)

Pada umumnya keberadaan media muncul karena keterbatasan kata- kata, waktu, ruang, dan ukuran. Ditambahkan juga bahwa media pembelajaran berfungsi sebagai sarana yang mampu menyampaikan pesan sekaligus mempermudah penerima pesan dalam memahami isi pesan.

Media pembelajaran merupakan alat atau wahana yang digunakan guru dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian pesan pembelajaran.Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran berfungsi meningkatkan peranan strategi pembelajaran. Karena media pembelajaran merupakan salah satu komponen pendukung strategi pembelajaran di samping komponen waktu dan metode mengajar.

Dalam dokumen MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INDUSTRI 4.0 (Halaman 35-39)