• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Pemahaman Jilbab

1. Pengertian Pemahaman Jilbab

Pemahaman artinya menjangkau kemampuan untuk menangkap arti dan makna yang telah dipelajari. Dalam hal ini pemahaman dinyatakan dengan menguraikan isi pokok dari suatu bacaan, dan mengubah data yang disajikan dalam bentuk tertentu ke bentuk lain.17Pemahaman merupakan bentukan sosial, melalui interaksi, dialog, simbol, dan lainnya.18

Dalam Gigin Ginanjar S. dan Linda Kusumawati, menurut Bloom

―pemahaman ialah kemampuan menangkap pengertian, contohnya mampu mengungkapkan materi yang disajikan dalam bentuk yang dapat dipahami, mampu memberikan interprestasi dan mampu mengklasifikasikannya‖.19

Senada dengan pendapat Bloom dalam Gigin Ginanjar S. dan Linda Kusumuwati, menurut Syamsudi ―pemahaman merupakan suatu tingkat hasil proses belajar yang indikatornya yaitu indivdu belajar dapat menjelaskan atau mendefinisikan suatu informasi dengan menggunakan kata-kata sendiri.‖20

Berdasarkan pemahaman menurut para ahli di atas, pemahaman adalah hasil belajar yang terbentuk setelah mendapatkan pengetahuan

17W.S Winkel S.J., Psikologi Pengajaran, 15 ed. (Yogyakarta: Media Abadi, 2012), 274.

18Muhammad Hisyam dkk.,Fesyen Muslimah dan Transformasi Kultural, 14.

19Gigin Ginanjar S dan Linda Kusmawati, ―Peningkatan Kemapuan Pemahaman Konsep Perkalian Melalui Pendekatan Pembelajaran Konstruktivisme Pempbelajaran Matematika di Kelas 3 SDN Cibaduyut 4,‖ Didaktik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1, no. 2 (Juli 2016): 265.

20Ibid., 265.

tentang suatu hal.Kemampuan pemahaman ini diperlihatkan dengan dapat menjelaskan suatu informasi yang di dapat dengan menggunakan kata- katanya sendiri.

Kata jilbab berasal dari bahasa Arab.Kata Jilbab jamaknya

‘jalabibb’, yaitu pakaian yang menutup seluruh tubuh sejak dari kepala sampai ke kaki; atau menutupnya sebagian besar tubuh, dan dipakai di bagian luar sekali seperti halnya baju hujan.21Untuk menjaga aurat perempuan, maka kaum perempuan dianjurkan untuk menutup auratnya dengan cara berpakaian yang baik atau yang biasa disebut berjilbab.22

Pengertian jilbab sendiri memiliki banyak arti atau pendapat, diantaranya adalah:

―Jilbab yaitu pakaian yang berfungsi untuk menutupi perhiasan wanita dan auratnya.Yaitu pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan dua telapak tangan.‖23

Pengertian Jilbab dalam bahasa Indonesia dan jilbab dalam istilah syar’i (bahasa Arab). Jilbab dalam bahasa Arab artinya kain lebar yang diselimutkan ke pakaian luar; yang menutupi kepala, punggung dan dada, yang biasaya di pakai ketika wanita keluar dari rumahnya.Ada pula yang mengartikan dengan pakaian luar yang menutupi seluruh tubuh mulai dari kepala hingga telapak kaki.24 Menurut Nazla dan juga Nina ―Jilbab adalah salah satu pakaian yang mengandung nilai-nilai keagamaan yang biasa digunakan wanita

21Haya binti Mubarok Al-Barik, Ensiklopedi Wanita Muslimah, 17 ed. (Bekasi: PT Darul Falah, 2010), 149.

22 Setia Setia Budiyanti, ―Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemakaian Jilbab di Kalangan Mahasiswi Universitas Swadaya Gunung Jati,‖ 203.

23Ar-Ramaadi, Jilbab Tiada Lagi Alasan Untuk Tidak Mengenakannya, 15.

24Sufyan bin Fuad Baswedan, Samudera Hikmah di Balik Jilbab Muslimah, 4 ed. (Jakarta:

Pustaka Al-Inabah, 2017), 38.

muslimah. Selain itu, jilbab juga merupakan salah satu identitas seorang muslimah.‖25

Merujuk pada pendapat-pendapat di atas penulis berpendapat bahwa jilbab adalah suatu pakaian yang dapat menandakan identitas seorang muslimah dengan menutupi perhiasan wanita dan auratnya, yang dalam bahasa arab diartikan dengan kain lebar yang diselimutkan pada pakaian luar yang menutupi kepala, punggung, dan dada.

Jadi yang dimaksud dengan pemahaman jilbab adalah mampu menangkap makna dan arti mengenai jilbab, dapat mengemukakannya menggunakan kata-kata sendiri dan dapat mengklasifikasikannya.

2. Hukum Jilbab

Hukum mengenakan jilbab adalah wajib atas perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala bagi seorang wanita muslimah dalam menjalankan perintah agama. Allah subhanahu wa taala berfirman dalam surat Al- Ahzab:59:













































Artinya: Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.26

25Nazla Putri Utari dan Nina Siti S. Siregar, ―Pemaknaan Penggunaan Jilbab Syar’i diKalangan Mahasiswa Psikologi (Studi pada Forum Mahasiswa Islam Psikologi ( FORMASI ) Ar-Ruuh Universitas Medan Area),‖ Jurnal Simbolika 1, no. 1 (April 2015): 63.

26 Q.S a;-Ahzab (33): 59

Ayat ini dengan jelas menuntun kaum muslimah untuk mengenakan jilbab sebagai bentuk ketaatan seorang wanita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan ketaatan kepada Rasul-Nya. ―Jilbab ialah pembeda antara wanita yang baik-baik dengan wanita-wanita lainnya. Ia akan selamat dari berbagai gangguan dan kejahatan orang-orang fasik.‖27. Lebih dari itu berjilbab juga sebagai bentuk untuk membedakan antara kaum muslimah dengan kaum-kaum lainnya dan juga merupakan kewajiban atas setiap muslimah yang sudah baligh.

Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan menyukai rasa malu, dan Allah Maha Tertutup dan menyukai tertutup.28Jilbab adalah lambang dari rasa malu sekaligus juga penutup aurat. Sedangkan seluruh tubuh wanita adalah amanah yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepadanya, oleh sebab itu sudah sepantasnya wanita menjaga amanah tersebut.Dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan yang paling sering disebut sebagai dasar wajibnya berjilbab adalah firman Allah dalam Q.S An Nur (24) ayat 31:

























































































27Amaani Zakariya Ar-Ramaadi, Jilbab Tiada Lagi Alasan Untuk Tidak Mengenakannya, 21.

28Ibid., 21.







































































Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.

dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.29

Dalam tafsir Ibnu Katsir Jilid 5 Al-Qur’an Surat an-Nur ayat 31 menerangkan bahwa:

Ayat ini merupakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada wanita-wanita mukminat agar menahan pandangannya dari apa yang diharamkan Allah untuk dilihat oleh kaum wanita, memelihara kemaluannya dari perbuatan zina dan dari pengelihatan orang dan hendaklah mereka tidak menampakkan perhiasannya kecuali apa yang biasa tampak, yaitu wajah, kedua telapak tangan dan kaki. Dan hendaklah mreka menutupkan kan kudung ke dadanya. Dan hendaklah mereka tidak menampakkan perhiasannya kepada orang lain, kecuali suami, ayah, ayah mertua, putra-putra saudara laki atau saudara perempuan, wanita-wanita muslimat, budak-budak yang sudah dimiliki, pelayan-pelayan laki yang sudah tida mempunyai keinginan atau bersyahwat kepada wanita dan anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan hendaklah mereka tidak memukulkan kaiknya dengan maksud

29 Q.S an-Nur (24): 31

menarik perhatian agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.30

Ayat ini merupakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat jelas mengenai kaum wanita untuk berjilbab. Tujuan dari adanya perintah mengenakan jilbab ini adalah untuk menutupi perhiasan wanita yang tidak boleh dinampakkan di hadapan bukan muhrimnya.Ayat ayat di atas telah dijadikan suatu dalil yang memberikan penguatan tentang kewajiban menutup aurat, khususnya terkait mengenai kewajiban mengenakan jilbab.

Dokumen terkait